Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kampung kupu-kupu


__ADS_3

Setelah mobil Kevin pergi barulah Alexa keluar dari persembunyiannya. Harusnya tadi ia pergi ke kontrakan Alisha. Jadi ia bisa main sebentar dengan sahabatnya itu.


Tapi baru mau pergi Alexa di cegat sama beberapa preman. Mungkin mereka preman di daerah itu.


" Hallo gadis kecil, mau kemana?" tanya salah seorang pria ke Alexa.


" Misi saya mau lewat"


" Boleh, tapi kamu harus memuaskan kita-kita dulu" kata teman lelaki itu, sambil mencolek Alexa.


Aaawwww...


" Jariku.!"


" Jangan coba-coba menyentuhku!" kata Alexa.


" Wah galak juga gadis kecil ini. Kalian! pegang gadis itu"


Tiga orang preman menghampiri Alexa. Mereka akan menangkap Alexa secara bersamaan.


Bugh..


Ooughh..


Satu orang preman tersungkur sambil memegang miliknya yang terasa sakit karena ditendang oleh Alexa. Mungkin sudah tidak bisa dipakai lagi.


Kedua temannya ikut meringis kesakitan. Seakan mereka ikut merasakan sakit seperti temannya. Bahkan mereka juga refleks memegang milik mereka masing-masing.


" Karena anda biasa mencari kepuasan, saya akan hancurkan senjata yang selalu mencari kepuasan itu"


Kedua preman yang masih aman tadi segera berlutut di hadapan Alexa. Mereka tidak ingin kehilangan senjata mereka.


" Ampun..! ampuni kami gadis kecil"


" Sekarang minta ampun. Tapi saat saya bilang mau lewat, kalian menghalangi saya. Sekarang malah minta ampun"


" Tolong, tolong kasihanilah kami. Kami masih punya istri"


" Udah punya istri, tapi masih merayu daur muda"


" Ampun, kami tidak akan melakukan hal seperti itu lagi"


" Benar, jadi ampunilah kami "


Alexa menarik nafas, kemudian membuangnya secara perlahan. Itu ia lakukan untuk merendahkan emosinya.


" Berhubung saya baik, maka kali ini kalian saya lepaskan. Tapi lain kali saya tidak akan melepaskan kalian. Minggir! saya mau lewat"


Alexa segera pergi dari sana. Untungnya dia masih bisa mengontrol emosinya. Kalau tidak, ia sudah membunuh preman tadi. Mungkin preman yang dia tendang tadi, senjatanya sudah tidak bisa berfungsi lagi.


Alexa tidak tau dia dimana dia sekarang. Soalnya tadi dia main bilang stop aja. Ini pertama kali dia pergi ke jalan itu. Di sana tidak ada angkutan umum yang lewat.


" Pulang naik apa nih"


Alexa kaget karena bunyi ponselnya. Ia mengambil benda pipih berbentuk persegi panjang itu. Ia melihat nama adik durhakim tertulis di sana. Ia segera menggeser tombol hijau.


" Eca! kamu dimana?!"


Alexa sontak menjauhkan ponsel itu dari kupingnya. Karena suara di seberang sana sangat memekakkan telinga.


" Dasar adik durhakim, kamu mau kuping aku rusak gegara suara keras kamu, huh!"


" Habisnya daritadi ditelpon nggak di jawab"


" Nggak kedengaran"


" Kamu dimana? katanya di jalan xx, tapi nggak ada. Keluyuran kemana kamu?!"


" Idih, adik gue udah kek emak-emak kompleks mulutnya"


" Udah cepat jawab. Kamu lagi dimana?"


" Aku juga nggak tau lagi ada dimana ini"


" Jangan becanda?!"


" Serius"


" Terus kenapa Lo bisa nyampe di sana?"


" Panjang ceritanya. Sekarang buruan kesini!"

__ADS_1


" Cari patokan jalannya "


Alexa melihat sekelilingnya. Ia menemukan pohon beringin besar tidak jauh dari tempatnya berdiri.


" Nggak jauh dari tempat gue berdiri ada pohon beringin besar"


" Di samping kanan Lo ada rumah kosong"


Alexa melihat sebelah kanan dari tempatnya berdiri, ia tidak melihat ada rumah kosong.


" Axel kamu jangan nakut-nakutin dong"


Terdengar tawa diseberang sana.


" Ya udah, aku OTW ke sana"


" Emang kamu tau tempat aku sekarang?"


" Tau, dibelakang kamu ada gang kecil. Dan di sana ada spanduk terima tukar tambal gigi"


" Iya, kok kamu tau?"


" Gue pernah ke sana sama paman. Jangan matikan teleponnya. Ngerti"


" Baiklah"


Seperti apa yang dikatakan saudara kembarnya. Alexa tidak mematikan sambungan teleponnya. Ia terus berkomunikasi dengan Axel.


Tak butuh waktu lama, Alexa melihat motor sport yang sangat ia kenal melaju dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya. Dan berhenti tepat di depannya.


" Kalau mau balapan, noh di sirkuit"


" Tapi keren kan?" kata Axel.


Ya lelaki tampan yang mengendarai motor itu adalah Axel, saudara kembarnya.


" Keren. Kapan-kapan kita balapan ya"


" Jangan ngaco, buruan naik"


Tanpa menunggu lama Alexa segera naik ke atas motor sport milik adiknya itu. Setelah Alexa duduk dengan baik, barulah Axel melajukan motornya.


" Tadi pas ban motor aku bocor, Kak Kevin datang dan nawarin bantuan"


" Terus kamu terima?"


" Ya jelas lah aku terima lha. Sayang kan cowok tampan di anggurin"


" Ck, kemarin gaya nya sok nolak. Sekarang dianterin pulang mau"


" Kan kita nggak boleh nolak kebaikan. Benarkan?"


" Ya..ya kamu benar"


" Terus kamu kenapa tau tempat itu?"


" Kan udah dibilang juga tadi. Aku ke sana sama paman"


" Kapan? kok aku nggak diajak"


" Udah lama juga, waktu SMP"


" Emang di sana tempat apaan?"


" Di sana tempat tinggal para wanita malam "


" What..! kamu serius?"


" Hhmm"


" Kok kamu tau? apa jangan-jangan kamu sama paman pernah menggoda para wanita yang ada di sana"


Ciiiiiiittt....


Aaaawww..


Alexa memegang hidungnya mancungnya yang kena helm Axel.


" Kamu kenapa sih! sakit nih hidung aku"


" Makanya jangan ngomong sembarangan"

__ADS_1


" Kan aku cuman nanya"


" Itu bukan nanya, tapi nuduh"


" Masa sih? emang aku bilangnya kek gimana?"


" Udah lupakan. Yang jelas aku sama paman, nggak pernah menggoda mereka"


" Baguslah, jadi teman aku aman kalau pacaran sama kamu"


" Teman kamu yang mana?"


" Alisha, emang siapa lagi. Kalau Adele udah bucin nya Farel"


" Ka-kamu tau darimana?"


" Semua terlihat dari mata kamu"


" Masa sih? emang jelas ya?"


" Jelas banget lha"


Wajah Axel memerah karena malu. Untungnya dia memakai helm, jadi saudara kembarnya itu tidak bisa melihatnya. Kalau tidak ia bisa diledek sampai besok.


" Buruan jalan, aku mau mandi nih"


" Iya ini juga mau jalan"


" Siapa yang bawa motor aku ke mansion?"


" Om Doni"


" Berarti besok aku nggak bisa bawa motor dong?"


" Kenapa?"


" Kan bannya bocor"


" Bannya udah di ganti sama Om Doni. Kamu lupa, di mansion ada bengkel "


" Ah iya aku lupa. Soalnya aku nggak pernah ngurus soal yang begituan"


" Jadi kamu sama Kak Kevin udah resmi jadian nih?"


" Kagak lha. Kita tu cuma temenan"


" Eca"


" Hhmm"


" Aku mau ngajak Alisha nonton. Kira-kira dia mau nggak ya?"


" Widih kulkas dua pintu udah maju satu langkah nih"


" Kamu kan mau jalan sama Kak Kevin"


" Oh jadi kamu nggak mau kalah nih ceritanya?"


" Bukan gitu. Aku cuma ingin ngajak Alisha ke tempat yang belum pernah ia kunjungi"


" Bilang aja, Sha malming besok kita jalan yuk. Gitu"


" Kamu aja ya yang ngomong sama dia"


" Kok aku, pacar Alisha kan kamu. Bukan aku"


" Ayolah, ntar gue kasih uang saku selama satu bulan"


" Deal"


" Ck, dasar mata duitan"


Tanpa terasa mereka sampai di depan pintu gerbang mansion. Sensor pun mendeteksi motor sport milik Axel. Setelah terdengar bunyi ' Terdeteksi' barulah pintu gerbang mansion terbuka.


To be continue.


Mana nih hadiah sama vote nya untuk Axel.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2