
Beni memeluk tuan mudanya. Ia bersyukur memiliki bos seperti tuan mudanya. Walaupun dia terlihat sadis. Tapi dia sangat perduli sama orang di sekitarnya.
" Ben, saya masih normal"
Kenan berusaha melepaskan pelukan Beni. Apa kata orang nanti saat melihat ia dipeluk sama Beni. Bisa hancur reputasinya sebagai bos mafia.
" Ben, lepasin nggak!"
" Biarkan saya memeluk anda sekali ini aja tuan"
Kenan pun pasrah. Sekian detik, ia pun membalas pelukan asistennya. Bahkan sesekali ia menepuk pundak Beni.
" Terima kasih tuan muda, karena sudah menyelamatkan nyawa saya"
" Iya Ben"
Anya tersenyum melihat tingkah dua lelaki dewasa itu. Mereka itu terlihat sangat lucu kalau sedang berpelukan.
" Pelukannya sudah, ya?. Saya sudah gerah" kata Kenan sambil melepaskan pelukannya.
Anak buah Kenan pun terharu melihat hubungan kedua bos mereka. Kedua lelaki yang sangat berjasa di hidup mereka semua. Lelaki yang sudah menyelamatkan mereka dari keterpurukan.
" Karena semua masalah sudah selesai. Saya mau balik ke markas"
" Baik bos"
Kenan masuk kedalam mobil. Diikuti sama Beni dan juga Anya. Sedangkan yang lain membereskan anak buah dan juga bos penjahat.
Sesuai perintah Kenan. Mereka membawa anak buah dan bos penjahat itu ke rumah sakit. Dan yang sudah tidak bernyawa lagi, mereka kubur dengan layak.
" Kapan tuan muda berangkat kesini?"
" Kemarin"
" Apa tuan muda kesini karena khawatir sama saya?"
" Ge'er banget kamu. Saya kesini itu karena ada bisnis"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
Beni tersenyum mendengar jawaban tuan mudanya. Ia tau kalau tuan mudanya datang untuk membantunya. Tapi tuan mudanya gengsi untuk mengakuinya.
" Apa nona Alexa tau kalau tuan kesini?"
" Astagfirullah!. Saya lupa kasih kabar sama dia kalau sudah sampai di sini"
Ya Allah, semoga kelinci kecil nggak ngamuk.
Kenan segera mengambil ponselnya. Ia akan menghubungi sang kekasih.
" Astaga!, handphone nya mati lagi. Ben pinjam handphone kamu dulu"
" Saya nggak bawa handphone tuan"
" Aduh gimana nih. Bisa ngamuk dia nanti sama saya"
" Nanti saya bantu ngomong sama nona, tuan"
" Harus lha. Saya kesini kan karena mau bantu kamu!"
" Bukannya tadi tuan bilang ada perjalanan bisnis kesini?"
" Itu juga"
__ADS_1
Kurang ajar nih Beni. Minta dipotong juga gajinya.
Kenan meminta anak buahnya untuk mempercepat laju kecepatan mobilnya, karena ia ingin segera sampai di markas. Dan segera menghubungi sang kekasih.
" Ngapain nunggu di markas bos. Di mobil kan bisa cas handphone "
" Nggak!, ntar aja di markas"
Kenan bukannya tak tau kalau bisa cas handphone di mobil. Ia hanya tidak ingin anak buahnya di mendengar dirinya di amuk sang kekasihnya.
" Sementara waktu kamu tinggal di markas lion king dulu, ya"
" Apa nggak masalah kalau aku tinggal di sana?"
" Nggak. Justru kalau kamu tinggal di sana, kamu aman"
" Ben"
" Hhmmm"
" Apa aku boleh tanya sesuatu?"
" Boleh"
" Apa kamu sudah lama masuk anggota mafia?"
" Sudah. Apa kamu tidak tau kelompok mafia Lion king?"
" Nggak. Tapi aku pernah dengar"
" Ya itu nama kelompok mafia tuan"
Anya kaget mendengar ucapan Beni. Ia tau bagaimana kelompok mafia Lion king. Mereka kelompok mafia yang paling ditakuti di negara P.
" Tidak. Aku kaget aja kalau kamu ikut kelompok mafia terkenal"
" Aku sudah lama ikut tuan muda. Kemarin kan aku sudah cerita juga sama kamu. Kalau tuan mudalah yang menolong aku. Bukan cuma aku, tapi kami semua. Jadi kalau seandainya tuan muda meminta nyawaku, maka aku dengan senang hati akan memberikan nyawaku ini untuknya"
Rasanya tidak cukup dengan hanya membalas dengan nyawanya. Karena sudah begitu banyak kebaikan yang diberikan oleh tuan mudanya. Dan sudah tak terhitung jumlahnya.
...***...
Mereka pun sampai di markas lion king.
Kedatangan Kenan dan Beni langsung di sambut sama anak buah mereka yang ada di markas lion king. Mereka sangat senang karena kedua bos mereka selamat.
Anya takjub melihat bangunan megah yang ada di hadapannya. Ia pikir markas mafia itu menyeramkan. Tapi ternyata pikirannya salah. Markas yang ada di hadapannya ini sungguh megah dan juga mewah.
" Selamat datang kembali bos"
" Hhmmm"
Kenan segera masuk kedalam markas yang sudah lama ia tinggalkan. Walaupun sudah lama di tinggalkan, tapi markas itu sangat terawat.
Anak buah Kenan emang kebanyakan tinggal di markas. Karena mereka merasa nyaman di sana, dibandingkan tinggal di rumah dan juga apartemen sendiri.
Anak buah Kenan memang sudah mempunyai apartemen dan juga rumah sendiri. Bahkan ada salah satu anak buahnya yang di jemput kembali sama keluarganya. Tapi anak buahnya itu tidak mau kembali ke rumah orang tuanya. Karena rasa sakit yang diberikan sama orang tuanya dulu, membuat dia trauma dan membenci kedua orang tuanya.
Walaupun Kenan sering kali menasehati anak buahnya itu. Tapi kalau anak buahnya sendiri yang tidak mau, dia nggak bisa berbuat apa-apa. Dan lagi, anak buahnya ingin orang tuanya introspeksi diri.
" Bos besar nginap disini kan, bos?"
" Sepertinya begitu. Oh iya, tolong bilang sama bibik untuk membersihkan kamar tamu untuk Anya"
" Siap bos"
__ADS_1
Kenan menuju kamarnya yang berada di la lantai tiga. Ya markas itu memang ada tiga lantai. Lantai tiga memang khusus untuk Kenan. Belum ada yang berani naik kelantai tiga kecuali Beni dan juga pelayan tukang bersih-bersih.
" Saya akan turun pas makan malam"
" Siap tuan"
Setelah mengatakan itu pada Beni, Kenan pun masuk ke dalam lift. Ia ingin membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat. Dan itu membuatnya tidak nyaman.
Sampai di kamarnya Kenan segera mengisi daya ponselnya. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Jadi pas ia menghubungi kekasihnya nanti keadaannya sudah bersih dan juga wangi.
...***...
Alexa masih saja melirik ponselnya yang dari kemarin nggak berbunyi-bunyi. Ia kepikiran sama kata-kata adiknya. Apa gunung es itu sedang asyik-asyik sama bule di sana.
" Eca kenapa sayang?"
" Nggak apa-apa mommy"
" Terus kenapa murung kek gitu?"
" Eca lagi galon tuh Mom. Karena belum di telpon kak Kenan"
Kiran tersenyum mendengar ucapan putranya. " Jadi ceritanya putri cantik mommy ini lagi kangen?"
" Bukan kangen mommy"
" Terus apa?"
" Eca khawatir aja, apakah dia sudah sampai atau belum di sana"
" Kak Kenan pasti udah nyampe lha. Mungkin dia lupa sama kamu, karena bule-bule di sana lebih cantik "
" Mommy!"
" Axel, jangan ngomong yang aneh-aneh"
" Hehehe, becanda mommy "
" Mungkin Kenan lagi kecapean, terus sekarang dia lagi istirahat. Jadi Eca nggak boleh berpikiran jelek dulu sama Kenan"
" Iya mommy. Tapi nomornya nggak aktif Mom"
" Tuh kan. Aku bilang juga apa, Kak Kenan lagi asyik-asyik sama bule. Makanya kamu itu jangan galak-galak sama kak Ken"
Bugh.
" Eits.. tidak kena"
" Awas kamu ya"
Axel segera mengambil langkah seribu.
" Jangan lari kamu, Axel!"
" Kejar aku kalau kamu bisa"
" Awas kalau kamu ketangkap. Aku kirim ke Afrika"
" Coba aja kalau bisa"
Kiran geleng-geleng kepala melihat tingkah twins yang selalu saja gelud. Paling akurnya hanya beberapa menit.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1