Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ujian akhir


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, sekarang Alexa dan sahabatnya akan menghadapi ujian akhir sekolah. Ini saatnya mereka membuktikan kemampuan mereka.


" Cha, ntar gue nyontek sama Lo aja ya?"


" Nggak bisa"


" Ya elah, pelit amat sih"


" Makanya belajar"


" Lo kan tau sendiri gue nggak suka pelajaran matematika"


" Iya Del, gue tau. Tapi setidaknya untuk ujian kali ini Lo belajar betul-betul, supaya nilai Lo bagus"


" Gue udah belajar Cha. Bahkan gue minta bantuan pacar gue untuk kasih soal-soal"


" Bagus dong. Farrel kan pintar matematika"


" Iya, yang gue ingat cuma rumusnya doang"


" Ya nggak apa-apa. Bukannya matematika itu cuma rumusnya yang harus di hafal?"


" Iya, tapi gue takut nggak bisa menyelesaikan soal-soalnya"


" Gue yakin Lo bisa mengerjakan semua soalnya. Buktinya Lo bisa menghafal rumus, otomatis Lo bisa menyelesaikan soal-soalnya. Jadi nggak boleh pesimis"


" Ok, gue akan mengerjakan soal-soalnya dengan baik dan benar"


" Nah gitu dong, semangat"


" Untung kita satu ruangan. Lo satu ruangan juga nggak sama Axel, Sha"


" Satu ruangan Del. Kan nama kita awalannya A"


" Farrel satu ruangan nggak sama kalian?"


" Satu ruangan, kan awalan nama dia F"


" Syukurlah, kalau nggak pasti dia akan kesepian"


" Kesepian kenapa?"


" Karena terpisah dari kekasih dan sahabatnya"


" Lebay, lagian cuma terpisah dua jam doang"


" Dua jam itu kan juga lama Cha"


" Iya. Yuk masuk ruangan, bentar lagi bel bunyi"


" See you Alisha, sampai jumpa nanti di jam istirahat"


" Ok"


Ketiga gadis cantik itu pun berpisah. Mereka masuk kedalam ruangan ujian, karena sebentar lagi ujian akan segera di mulai.


...***...


Kenan dan Beni baru sampai di kantor. Seperti biasanya, kedua lelaki tampan itu selalu saja menjadi pusat perhatian para karyawati.


Para karyawati itu belum mau bubar. Mereka akan menunggu sampai bos dan asisten tampan itu masuk kedalam lift. Setelah itu barulah mereka akan pergi.


" Sebentar lagi CEO tampan kita akan menikah" ucap salah satu karyawati.


" Nggak kebayang semewah apa nanti pernikahannya"


" Pasti sangat mewah. Kan calonnya juga anak orang terkaya di negeri ini"


" Gue kapan ya dapat pangeran berkuda putih"


" Nanti pas gajah bertelur"

__ADS_1


" Jahat banget sih Lo jadi temen. Sampe kiamat pun nggak akan pernah gajah bertelur"


" Nah itu tau, jadi mimpinya jangan ketinggian. Sok-sokan bilang pangeran berkuda putih. Yang ada mah tukang ojek di depan kantor"


" Punya mimpi itu kan nggak ada salahnya"


" Nggak salah, cuma harus sadar posisi aja"


" Maksud Lo?"


" Lo liat siapa kita, cuma karyawan yang wajahnya juga pas-pasan "


" Apa gue harus operasi plastik dulu supaya bisa mendapatkan pangeran yang tampannya sebelas dua belas dengan CEO"


" Boro-boro mau mikirin operasi plastik, untuk bayar kost aja kita udah susah"


Seketika wajah dua orang karyawati itu lesu. Kapan mereka bisa kaya. Uang gaji hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Karena hidup di ibukota ini sangat mahal.


Gaji di perusahaan Kenan memang cukup besar. Tapi pengeluaran mereka juga besar di ibukota. Apalagi biaya kost dan yang lainnya, seakan dompet ikut menjerit karena isinya selalu terkuras habis.


" Mulai sekarang kita harus kurangi jajan, dan perbanyak nabung. Nanti kalau uang kita sudah banyak, jodoh akan mendekat sendiri"


" Kamu benar"


" Sekarang kita harus berhemat, dan fokus mempercantik diri"


" Apa kita harus sering lembur?"


" Ide bagus"


" Ok, mulai sekarang kita akan ambil lembur. Mungkin dengan lembur, isi dompet akan meningkat"


" Aamiin, bismillah. Semangat"


Dua karyawati itu pun segera pergi ke ruangan mereka, karena dua cowok tampan di perusahaan ini sudah masuk ke dalam lift. Dan mereka juga harus siap-siap untuk bekerja.


" Hari ini nona Alexa ujian ya tuan?"


" Hhmmm"


" Sudah semalam"


" Semoga nona dan yang lainnya dapat menyelesaikan soal-soal ujiannya dengan benar ya tuan"


" Iya Ben"


" Oh iya tuan, sebentar lagi proyek taman hiburannya juga sudah rampung. Apa tuan nggak mau mengajak nona pas launching taman hiburannya"


" Iya Ben. Sekalian ngajak dia liburan setelah selesai ujian"


" Ide bagus tuan. Pasti nona Alexa senang banget tuan ajak liburan. Dan lagi sebelum nona di pingit "


" Dipingit?"


" Iya tuan. Kan sebentar lagi tuan sama nona akan menikah, jadi nona harus dipingit sama keluarganya. Dan tuan tidak bisa ketemu dulu sama nona"


" Kenapa begitu?"


" Ya begitulah tradisinya tuan"


" Tau darimana kamu?"


" Saya belajar tuan. Walaupun saya sendiri belum menikah. Tapi saya belajar banyak tentang tradisi orang menikah"


" Bisa gila saya kalau nggak ketemu sama kelinci kecil"


" Nggak lama kok tuan, paling cuma satu Minggu"


" Satu Minggu itu sangat lama bagi saya. Jangankan satu Minggu, satu hari saja saya nggak kuat"


" Belajarlah tuan. Lagian tuan besar juga gitu dulu waktu mau menikah sama nyonya besar"

__ADS_1


" Tau darimana kamu?"


" Nyonya besar yang cerita sama saya tuan"


" Kok pake acara dipingit segala sih"


" Mau gimana lagi tuan. Dan waktu nona dipingit, tuan juga tidak boleh berpergian jauh"


" Kenapa?"


" Katanya sih bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan"


" Maksudnya?"


" Kecelakaan, atau ada sesuatu yang buruk akan menimpa tuan"


" Kamu nggak lagi nakut-nakutin saya, kan?"


" Nggak tuan, ceritanya emang seperti itu"


" Terus saya hanya boleh di rumah aja. Apa ke kantor juga tidak boleh?"


" Boleh tuan. Maksud saya itu keluar kota"


" Coba nanti kamu cek, dalam dua bulan ke depan ada jadwal saya pergi ke luar kota"


" Ada tuan. Tapi tuan tenang saja, jadwalnya akan saya majukan"


" Kamu memang selalu bisa saya andalkan"


" Tentu saja tuan. Sekarang ini keinginan saya akan segera terwujud"


Kenan melirik asistennya. " Emang apa keinginan kamu?"


" Melihat tuan muda menikah, dan hidup bahagia dengan keluarga kecil tuan muda"


" Saya juga ingin melihat kamu menikah, Ben"


" Setelah tuan muda menikah, barulah saya bisa memikirkan keinginan saya"


Kenan terharu dengan ucapan asistennya. Beni memang orang kepercayaannya. Dan ia juga akan memberikan yang terbaik untuk asistennya itu.


" Tuan"


" Hhhmmm"


" Liftnya sudah berhenti"


" Ah iya"


Kenan tidak sadar kalau liftnya sudah berhenti. Ia pun segera keluar dari benda berbentuk persegi itu.


" Jadwal saya pagi ini apa?" tanya Kenan pada sekretarisnya.


" Pagi ini anda ada rapat dengan perusahaan Kusuma grup"


" Perusahaan yang baru berdiri itu?"


" Iya tuan. Sekaligus tuan Kusuma mau mengundang anda ke acara syukuran keluarganya"


" Syukuran?"


" Iya bos. Syukuran atas kehamilan istrinya"


" Baiklah, nanti saya sama Beni akan datang ke acara syukuran mereka"


" Baik bos, saya akan memberi tau tuan Kusuma"


" Hhhhmmm"


Setelah tau jadwalnya, Kenan masuk kedalam ruangannya. Ia duduk di kursi kebesarannya, dan segera memulai pekerjaannya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2