Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Membasmi tikus


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi dari putranya. Darren meminta Romy untuk membekukan rekening bank perusahaan. Dengan begitu, Darto tidak bisa mencairkan uangnya.


" Gue nggak nyangka kita akan kecolongan Ren"


" Mungkin selama ini gue terlalu baik sama mereka. Jadi mereka menganggap gue nggak akan bertindak"


" Untung putra Lo cepat mengetahuinya. Kalau tidak entah sampai kapan mereka akan menguras uang perusahaan"


Darren tidak habis pikir dengan orang-orang yang sudah diberikan pekerjaan dengan gaji besar. Tapi mereka masih saja berbuat curang. Apa gaji yang selama ini dia berikan kurang?. Sehingga mereka mencuri uang perusahaan.


" Lo akan melaporkan kejadian ini ke polisi?"


" Tentu saja. Tapi sebelum itu kita harus kasih pelajaran sedikit dulu untuk mereka. Setelah itu baru kita berikan pada polisi"


" Harus. Tangan gue udah gatal ingin menghajar perutnya yang buncit itu. Lumayan kan tu perut bisa untuk jadi samsak tinju"


" Terserah Lo aja nanti. Jangan lupa bawa petugas CCTV ke ruangan gue"


" Siap bos"


Romy segera meninggalkan ruangan bos sekaligus sahabatnya. Ia akan membekukan bank perusahaan dulu. Setelah itu barulah ia akan memanggil petugas CCTV. Dan sekaligus memanggil seseorang yang akan menjadi kado spesial untuk manager keuangan.


Baru mau masuk lift ponsel Romy berbunyi. Ia melihat nama sang istri tertera di sana. Tanpa menunggu lama ia pun menggeser tombol hijau di sana.


" Assalamualaikum sayang"


" Wa'alaikum salam sayang. Kamu lagi sibuk nggak?"


" Sedikit sibuk, kenapa sayang?"


" Kalau sibuk nggak usah deh"


" Emang mau apa?"


" Ini, mobil aku bannya kempes. Mana jauh dari bengkel lagi"


" Suruh Farel jemput, sayang. Soalnya aku masih ada kerjaan yang harus segera aku kerjakan"


" Apa ada masalah?"


" Sedikit. Tapi sudah bisa di atasi kok"


" Masalah apa?"


" Biasa para tikus kantor memanfaatkan kebaikan Darren"


" Emang sistem di perusahaan kalian melemah?, kok bisa kecolongan gitu?"


" Nggak. Mereka membayar petugas CCTV. Zaman sekarang siapa sih yang bisa nolak kalau dikasih duit banyak"


" Gaji mereka kerja di sana kan besar"


" Besar, bahkan kalau keuntungan perusahaan lebih, Darren selalu memberikan bonus ke semua karyawannya. Mungkin sebagian dari mereka tidak bersyukur. Jadi ingin mendapatkan uang yang lebih banyak lagi"


" Pastilah. Kalau mereka bersyukur, nggak mungkin mau menerima uang haram itu"


" Iya sayang. Ya udah, aku tutup dulu ya teleponnya. Nanti kita sambung lagi di rumah"


" Ok sayang. Semangat kerjanya"


" Makasih sayang"


Setelah sambungan teleponnya mati, Romy menyimpan kembali ponselnya. Ia melanjutkan kembali pekerjaannya.


...***...


Axel dan Fikri sedang menikmati makan siang di kantin. Siang ini mereka mendapatkan menu yang seharusnya di dapatkan oleh setiap karyawan di perusahaan Narendra group.


" Ini kali pertamanya aku makan menu yang enak di kantin perusahaan"


" Alhamdulillah ya Fik"

__ADS_1


" Iya Xel. Tapi tumben ya udah jam segini makanan yang enak belum habis. Biasanyakan kita sering nggak kebagian"


Axel tau kenapa mereka bisa makan makanan enak siang ini. Itu tak lepas dari peran Daddy-nya. Ia tau Daddy-nya sudah memanggil pihak kantin.


" Malah diam aja. Kamu nggak suka sama masakan kantin?"


" Suka kok Fik"


" Terus kenapa belum dimakan?"


" Ya kan aku lagi dengerin kamu ngomong"


" Kan bisa sambil makan juga dengerinnya"


" Hhmmm"


" Oh iya Xel, kan kamu udah ketemu sama CEO?"


" Terus"


" Apa kamu nggak liat, kalau wajah CEO itu mirip sama kamu"


Uhuk...uhuk..


Axel segera meneguk air mineral yang ada di hadapannya.


" Hati-hati dong Xel makannya"


" Kamu sih ngomongnya yang aneh-aneh"


" Aneh gimana?. Wong aku liat wajah kamu itu mirip sama CEO kok"


" Mungkin penglihatan kamu bermasalah Fik"


" Nggak!. Mata aku masih sehat. Orang lain pun pasti berpikiran sama kek aku"


" Udah habisin dulu makanannya. Ntar ngobrol lagi"


" Hhhmmm"


" Oh iya Xel, ada apa ya dengan senior?. Kok mereka bisa berubah baik?"


" Mungkin mereka sudah mendapatkan hidayah"


" Mungkin juga. Semoga kali ini mereka benar-benar berubah"


" Aamiin. Kamu senang nggak melihat mereka bisa berubah?"


" Senang banget. Aku malah sering berdoa supaya mereka cepat berubah menjadi baik"


" Mungkin doa kamu dikabulkan sama Allah. Jadi sekarang mereka berubah menjadi baik"


" Alhamdulillah Xel, kalau Allah kabulkan doa aku"


" Allah pasti akan mengabulkan doa orang yang benar-benar tulus meminta padanya. Apalagi kamu sering di aniaya mereka. Jadi Allah pasti cepat mengabulkan doa kamu"


" Iya Xel. Dari kemarin banyak banget orang baik yang datang memberikan bantuan padaku"


" Benarkah?"


" Iya. Kemarin pas pulang dari kantor, ada yang datang nganterin sembako banyak banget. Padahal sebelumnya keluarga aku nggak pernah tersentuh sama bantuan seperti itu. Dan Alhamdulillah sekarang kami dapat bantuan sembako"


" Alhamdulillah Fik"


Axel ikut senang melihat sahabatnya senang. Ia berharap dengan bantuan yang ia berikan secara diam-diam itu, bisa membantu keluarga Fikri.


" Tapi orang yang memberikan bantuan itu bukan dari kelurahan"


" Ya nggak apa-apa Fik. Bantuan Allah itukan bisa datang dari mana saja"


" Kamu benar juga. Siapa pun dia, semoga Allah melipat gandakan rezekinya"

__ADS_1


" Aamiin"


" Aku teringat sesuatu Xel"


" Apa?"


" Semenjak aku berteman sama kamu, banyak orang baik yang datang membantu aku. Apa kamu teman pembawa hoki?"


" Nggak!, aku hanya manusia biasa Fik. Kalau banyak orang yang bantu kamu, itu karena Allah. Karena kamu orangnya baik, maka Allah mempertemukan kamu sama orang-orang baik juga. Jadi jangan pernah berhenti untuk menjadi orang baik"


" Insya Allah aku nggak akan pernah berubah Xel. Lagipula aku juga bukan orang yang baik. Masih banyak kekurangan dalam diri aku"


" Kita sama-sama belajar ya Fik"


" Iya Xel"


" Yuk ke atas, sebentar lagi waktu istirahat selesai"


" Ok"


Axel dan Fikri pun kembali ke ruangan OB. Karena sebentar lagi waktu istirahat selesai. Jadi mereka semua harus kembali berkumpul di ruangan.


...***...


Kenan baru sampai di toko milik kekasihnya. Seperti biasa ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana. Setelah itu ia pun masuk ke dalam toko.


Kedatangan Kenan disambut sama karyawan toko. Mereka menyambut dengan sangat baik dan juga ramah. Karena Alexa memang menyarankan seperti itu. Siapa pun yang datang ke toko kue, mereka harus menyambut dengan ramah. Walaupun mereka tidak membeli sekalipun, tetap harus dilayani dengan ramah.


" Selamat datang tuan"


" Alexa ada nggak?"


" Buk bos ada di ruangannya tuan, masuk aja"


Kenan langsung menuju ruangan sang kekasih.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Setelah mendengar suara kekasihnya, Kenan segera membuka pintu ruangan itu.


" Sibuk ya?"


" Oppa sudah datang"


" Hhhmmm"


" Silakan duduk dulu, aku mau menyelesaikan kerjaan aku dulu"


Kenan duduk di sofa yang ada di sana. Ruangan itu penuh dengan aroma wangi sang kekasih.


" Oppa mau minum apa?"


" Apa aja sayang"


" Bentar ya aku ambilkan dulu"


Alexa mengambil satu minuman kaleng di kulkas kecil yang ada di ruangannya. Ia memberikan minuman itu pada kekasihnya.


" Makasih sayang"


" Sama-sama Oppa"


Alexa melanjutkan kembali pekerjaannya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya, karena ia tidak ingin kekasihnya menunggu lama.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2