
Tak lama setelah Alexa pergi, Kenan pun segera menginjak pedal gas mobilnya menuju jalan pulang. Namun diperjalanan pulang, dijalan yang agak sepi Kenan melihat Alexa berdiri di samping mobilnya sambil menendang-nendang ban mobil. Tanpa berpikir panjang Kenan menghentikan mobilnya di samping mobil Alexa.
" Kenapa?, ban mobilnya bocor?"
" Sudah tau nanya?"
" Terus kamu mau ngapain lagi?, ada rencana bermalam disini?"
" Om jangan bikin aku tambah kesel deh, gak tau aku lagi kesel?, jangan ditambahin lagi!, aku lagi nunggu orang bengkel datang buat ngederek nih mobil"
" Mau aku antarin pulang nggak?"
"Oh? jadi Om mau nganterin aku pulang, biar Om tau alamat aku dimana!. Dan aku ini siapa? itu kan tujuan Om?"
" Hei! Nona yang sok cantik dan egois!. Jangan ke gr-an ya!. Saya mau nganterin kamu pulang itu benar-benar karena kasihan sama kamu!, buat apa juga saya tau siapa kamu dan dimana alamat kamu!, se berharga itukah informasi dirimu?"
"Terserah Om mau ngomong apa yang jelas aku bisa pulang sendiri"
" Mau pulang jalan kaki?, kamu nggak lihat ini tempat sepi, kalau tiba-tiba ada pocong nyasar apa kamu nggak takut?"
" Zaman sekarang masih ngomongin pocong"
" Ya sudah kalau kamu nggak mau saya antarin, lalu kamu mau pulang pake apa?, mau ngeluarin taring dan sayap seperti vampir lalu terbang ke rumah? "
"Dasar otak sinetron!, aku mau pulang pake apa itu bukan urusan Om"
" Saya tau itu memang bukan urusan saya. Tapi sebagai laki-laki saya tetap mengingatkan kamu tentang situasi dan kondisi disini"
"Tenang aja, aku juga bisa pulang pakai taksi, kenapa harus bingung pulang pakai apa?"
"Oh.. taksi ya?, ditempat sepi seperti ini, jam segini mana ada taksi. Kalau nanti sopir taksinya cebol gimana?"
" Hah? cebol?, cabul maksud Om?"
" Iya itu maksud saya, cabul. Apa kamu nggak takut?
" Nggak!, aku nggak takut!, aku lebih ngeri kalau Om masih disini"
" Ok kalau gitu, saya pergi!, semoga kamu beruntung nona. Ingat ya?, para siluman bisa mencium aroma perawan dari jarak yang cukup jauh"
" Ha.. Ha.. Ha.., Om pikir ini dalam sinetron horor. Udah Om pergi aja, lagian aku juga nggak mau hutang budi sama Om"
"Ok!, daaa!"
Kenan menyalakan mesin mobilnya, lalu menginjak pedal gas dan segera meninggalkan tempat itu.
Beberapa menit kemudian. Namun Kenan tetap kepikiran dan mengkhawatirkan gadis tipis itu. Meski gadis itu ngeselin tapi ini tentang keselamatan nyawa, bukan saatnya untuk mementingkan ego, begitu pikir Kenan.
Tanpa pikir panjang lagi, Kenan segera memutar balik mobilnya menuju ketempat gadis tipis tadi.
" Kenapa Om kembali?, masih punya trik lain buat kibulin aku?"
"Oh.., masih utuh rupanya anggota tubuhmu?, syukurlah kalau gitu, saya kira para makhluk malam sudah datang kesini"
__ADS_1
" Udah nggak usah sok-sok mau jadi pahlawan kemalaman"
"Maaf, kali ini aku ngomong serius, ini bukan saatnya untuk mementingkan ego!, kalau nanti kamu mengalami hal yang tak diinginkan, apa penyesalan mu ada gunanya?.
Alexa hanya diam saja. Ia berpikir apa yang di katakan Om gunung es itu. Ia merasa apa yang dikatakan Kenan memang ada benarnya.
Hening.
Keduanya saling diam tak bersuara. Tiba-tiba sebuah mobil derek berhenti didekat mereka, tanpa menunggu lama petugas bengkel itu segera membawa mobil milik Alexa ke bengkel.
" Gimana?, mau saya antarin pulang atau nggak nih? malam semakin larut dan aku juga sudah mengantuk"
"Nggak usah!, aku pesan taksi online saja"
"Ya udah! gini aja, saya antarin kamu kemana gitu. Nanti kamu minta jemput seseorang buat nganter kamu pulang"
" Hmmm, nanti setelah jemputan aku datang, Om diam-diam ngitutin aku dari belakang, udah kebaca trik kayak gitu mah"
Huufff
Kenan menghebuskan nafasnya. Kemudian ia masuk kemobilnya dengan rasa kesal dan rasa kasihan juga.
" Ya udah saya pergi!, semoga jemputan kamu cepat datang, tapi saya cuma ngingetin kamu untuk yang terakhir kalinya. Di depan sana tadi ada geng motor yang lagi ngumpul sambil mabuk-mabukan, kalau meraka datang kesini sebelum jemputan kamu datang, sebaiknya kamu mulai memikirkan rencana apa yang akan kamu lakukan saat mereka datang"
Sebenarnya Alexa bisa saja melawan geng motor itu. Tapi ia tidak ingin Kenan mengetahui kemampuannya. Karena disini ia harus menjadi cewek yang nggak jago beladiri.
Alexa segera masuk kedalam mobil. Kemudian menutup pintu mobil dengan cepat.
" Kenapa Om tertawa?, ngeledekin aku?, atau merasa senang karena trik Om berhasil sama aku?"
"Nggak!, bukan begitu!, tapi ya merasa lucu aja yang tadinya ngotot tiba-tiba ngikut, mau aku antar kemana nih?"
"Antar aku ke cafe dekat sini saja"
"Ok!, aku antar ke Cafe terdekat!. Atau mau ikut saya pulang ke mansion. Gimana?" kata kenan dengan nada menggoda.
"Jangan mimpi Om!"
" Nah ada cafe tuh"
" Mana?"
Alexa melihat cafe yang udah mulai tutup.
" Mau turun disini, atau di cafe berikutnya?"
"Terserah"
"Jangan terserah gitu dong!, kamu maunya dimana?, belum apa-apa udah pasrah!"
" Ya udah, cafe yang di ujung jalan sana aja. Biar aku telpon saudara aku untuk menjemput aku di sana"
Kenan tetap konsentrasi mengendarai mobil. Sementara Alexa terdiam tak bersuara di kursi penumpang.
__ADS_1
Kenan melihat ke kursi belakang melalui kaca sepion dalam mobilnya, ternyata Alexa sudah tertidur. Ia tersenyum melihat gadis tipis yang tadi cerewet sudah tertidur.
Tak lama kemudian kenan sampai di cafe yang ada di ujung jalan. Namun Kenan membiarkan Alexa tertidur sampai jemputannya datang.
sSetengah jam menunggu, jemputan Alexa pun datang. Ponsel Alexa berbunyi karena ada panggilan masuk, Alexa terbangun karena bunyi ponselnya itu.
" Hallo"
" Kamu di mana?"
" Di cafe di ujung jalan"
" Tunggu aku di sana"
" Hhmmm"
Panggilan pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Sudah datang jemputannya?" tanya Kenan
" Sudah, tuh motor yang ada di depan"
Kenan melihat kearah yang di maksud gadis tipis itu.
" Nggak mau mengucapkan terima kasih atau apa gitu?"
" Aku itu belum sampai dirumah jadi belum dikatakan selamat dan itu berarti belum waktunya berterima kasih. Lagian terima kasih itu bukan diminta, ngarep banget Om diucapin terima kasih"
"Bilang aja nggak mau, nggak usah banyak alasan!"
"Terserah"
"Belum apa-apa udah pasrah"
"Udah!, sekarang Om pulang dan cuci otak kotor Om itu"
"Ok!, saya pulang, makasih"
"Nggak usah ngeledek!, awas jangan ngikutin aku dibelakang ya!"
"Aku juga punya mansion, ngapain juga saya ngikutin kamu!, lemang kamu nerima kos-kosan dirumah!"
"Kalaupun aku buka kos-kosan!, tapi buat Om tetap nggak ada"
Alexa segera membuka pintu mobil dan kemudian turun.
"Awas sepatunya ketinggalan"
Alexa segera naik ke atas motor saudara kembarnya yang menjemputnya. Tanpa berkata apapun pada Kenan. Sementara Kenan juga segera melajukan mobilnya menuju mansion.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1