
Pagi hari.
Sekarang hari Senin, semua orang kembali beraktivitas. Seperti twins yang akan kembali ke sekolah. Serta Darren dan Nando yang akan pergi ke kantor.
" Morning semuanya" sapa Alexa.
" Morning sayang" balas Kiran.
" Sekarang putri cantik Daddy sudah tidak pernah lagi bangun siang"
" Daddy lupa ya, Eca kan nggak pernah telat bangunnya"
" Oh iya Daddy lupa, Eca kan nggak pernah telat bangun tidur. Berarti yang sering telat bangun selama ini siapa ya?"
" Axel, siapa lagi" jawab Alexa.
" Gue lagi yang kena"
Semua orang tertawa mendengar ucapan Axel. Ya remaja tampan itu memang selalu jadi bulan-bulanan saudara kembarnya.
" Mom"
" Iya sayang"
" Eca boleh bawa sandwich ini ke sekolah nggak?"
" Tentu saja boleh"
" Makasih mommy"
Alexa mengambil kotak makan. Ia memasukkan beberapa sandwich kedalam kotak makannya. Hari ini ia akan membawakan sandwich untuk Kevin.
Selesai sarapan Kiran mengantarkan suami dan kedua anaknya ke depan. Hari ini Kiran tidak akan ke kantor. Karena ia akan mengajak Rania ke butik langganan keluarga besarnya.
" Eca berangkat dulu ya, semuanya"
" Axel juga pamit*
Alexa melajukan motornya meninggalkan mansion. Diikuti sama Axel di belakang. Kiran masih menatap kendaraan twins yang semakin menjauh dari pandangannya.
" Sayang, aku berangkat ya?"
" Bukannya kamu sama Nando mau melihat mansion?"
" Iya. Nih mau berangkat ke sana"
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Iya sayang"
Kiran bersalaman dan mencium punggung tangan suaminya. Kemudian dibalas Darren dengan mengecup kening sang istri. Sungguh pemandangan yang sangat indah.
Nando membayangkan jika ia dan Rania sudah menikah nanti, mereka juga akan melakukan hal seperti itu.
Kiran melambaikan tangannya saat mobil suaminya sudah mulai melaju dan perlahan meninggalkan mansion.
" Apa Abang sudah menghubungi CEO perusahaan Galaxy?" tanya Nando saat mobil sudah meninggalkan mansion.
" Sudah. Kita disuruh datang ke kantornya, dan dia sendiri yang akan mengantarkan kita ke lokasi"
" Apa Abang kenal dekat dengan CEO nya?"
" Nggak. Kebetulan kemarin Abang ada kerja sama dengan perusahaannya. Kamu tau, perusahaannya yang ada disini hanya perusahaan cabang"
" Oh iya. Berarti sama dengan perusahaan Abang dan juga Kak Kiran"
" Iya. Perusahaannya nomor tiga terbesar di Asia dan Eropa"
" Wow, hebat banget Bang"
" Dan satu lagi, dia ketua salah satu kelompok Mafia yang paling disegani di Eropa"
" Kok Abang tau?"
" Tentu saja Abang tau. Karena kami pernah satu misi. Umurnya di bawah kamu dua tahun lho"
" Serius Bang?"
__ADS_1
" Hhhmm"
" Wah hebat juga dia"
Tanpa terasa mereka sampai di perusahaan Galaxy. Darren memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
Kedua lelaki tampan beda usia itu masuk kedalam perusahaan Galaxy. Kedatangan mereka langsung di sambut sama asisten CEO.
" Selamat datang tuan Darren"
" Terima kasih "
" Mari silakan, CEO sudah menunggu di ruangannya"
Mereka bertiga masuk kedalam lift khusus CEO. Lift bergerak naik ke atas menuju lantai dua puluh lima. Tepatnya di lantai teratas perusahaan Galaxy.
Ting.
Pintu lift terbuka. Asisten CEO itu langsung membawa kedua orang besar itu ke ruangan CEO.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk"
Sang Asisten langsung membuka pintu ruangan itu. Saat pintu terbuka, tampaklah seorang lelaki tampan dan juga datar sedang duduk di kursi kebesarannya.
" Selamat datang tuan Darren dan ... ?"
" Nando" jawab Nando.
" Tuan Nando. Mari silakan duduk"
Darren dan Nando duduk di sofa yang ada di sana. Lelaki tampan itu ikut bergabung duduk di sofa.
" Anda mau minum apa tuan?"
Lelaki tampan itu meminta asistennya untuk membuatkan teh untuk kedua tamu terhormatnya.
" Anda pasti sudah tau maksud kedatangan saya kesini?" kata Darren.
" Sudah tuan"
" Seperti yang sudah kita bicarakan kemarin di telpon. Saya dan adik saya mau melihat mansion yang anda bilang kemarin"
" Apa tuan Nando yang akan menikah?"
" Benar tuan"
" Wah, selamat ya atas pernikahannya"
" Terima kasih"
" Nanti saya akan membawa anda melihat mansion-nya"
" Kalau seandainya mansion itu cocok, berapa harganya?" tanya Darren.
" Anda pasti sudah tau kalau harga mansion saya tidak murah. Dan anda juga tau bagaimana sistem yang ada di mansion itu"
" Ya saya tau. Makanya saya ingin melihat langsung mansion mewah anda"
" Harga mansion itu tujuh triliun. Tapi karena kita adalah rekan bisnis, dan juga saya sudah menganggap anda sebagai senior saya. Maka saya akan memberikan mansion itu gratis untuk anda. Anggap aja itu kado dari saya untuk pernikahan adik anda"
Darren dan Nando kaget mendengar ucapan Kenan. Bagaimana tidak, mansion yang seharga fantastis itu di kasih secara cuma-cuma. Walaupun uang sebanyak itu tidak masalah baginya. Tapi tetap aja hadiah itu sangat wow.
" Anda jangan becanda tuan Kenan?" kata Nando.
" Saya tidak becanda tuan Nando. Walaupun hadiah saya itu tidak seberapa"
Gila! mansion semahal itu di bilang tidak seberapa?.
" Baiklah, kami terima hadiah dari anda" kata Darren.
Kenan meminta asistennya untuk mengambil kunci dan juga sertifikat mansion. Sang asisten pun segera mengambil kunci dan sertifikat mansion.
__ADS_1
" Ini tuan sertifikat sama kuncinya"
Kenan memberikan kunci dan juga sertifikat mansion pada Darren. Setelah itu mereka pergi melihat mansion mewah itu.
...***...
Kevin sangat senang karena Alexa membawakannya sarapan untuknya. Kemarin Alex memang berjanji akan membawakannya sarapan.
Sekarang mereka sedang berada di taman sekolah. Alexa membuka kotak bekalnya.
" Maaf ya cuma bisa bawain sandwich"
" Nggak apa-apa. Walaupun kamu cuma bawain kotak nasi kosong kakak tetap senang"
" Bohong banget"
" Kok bohong?"
" Ya iyalah, masa dibawakan kotak nasi kosong kakak tetap senang"
" Iya, kamu tau kenapa kakak tetap senang?"
" Kenapa?"
" Karena yang bawain kotak kosong itu orang yang kakak sayang"
" Udah buruan makan" kata Alexa sambil memasukkan sandwich kedalam mulut Kevin.
Kevin tersenyum sambil mengunyah sandwich yang disuapin Alexa ke mulutnya. Dan ini pertama kalinya gadis cantik itu menyuapi nya.
" Lagi dong"
" Apa?"
" Suapin kek tadi"
" Makan sendiri. Kan kakak punya tangan"
" Ayolah "
" Ck, sejak kapan kakak manja kek gini?"
" Sejak kemarin"
Alexa pun menyuapi Kevin kembali. Walaupun dengan mulut yang masih mengomel-ngomel. Dan itu terlihat lucu di mata Kevin.
" Siapa yang bikin sandwich ini tadi?"
" Mama"
" Mama kamu?"
" Iya, masa mama tetangga"
" Buruan habisin, ntar keburu masuk"
" Kakak nggak bisa cepat-cepat makannya. Ntar kakak keselek"
" Makannya pelan-pelan"
" Tadi disuruh cepat-cepat"
Akhirnya sandwich itupun sudah masuk kedalam perut Kevin. Senang rasanya kalau tiap hari dibawakan sarapan sama Alexa.
" Makasih ya"
" Untuk?"
" Sarapannya"
" Sama-sama"
Bel sekolah berbunyi, Alexa menyimpan kembali kotak bekalnya. Ia dan Kevin pun pergi ke kelas. Karena jam pelajaran akan segera di mulai.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1