
Nando baru sampai di mansion. Wajahnya terlihat sangat lelah. Karena memikirkan wanitanya yang menghilang tanpa kabar.
" Kamu udah pulang?"
" Iya. Kakak kapan nyampenya?"
" Tadi siang. Kamu kenapa lemas kek gitu?" tanya Kiran pura-pura tak tau.
" Banyak pekerjaan tadi di kantor. Ya udah, aku ke kamar dulu ya Kak"
" Tunggu! ntar malam kita akan makan malam di hotel keluarga "
" Maaf, aku nggak ikut ya Kak"
" Nggak bisa. Kamu harus ikut"
Kalau Nando tidak ikut, bisa gagal surprise yang sudah ia rencanakan dengan sedemikian rupa. Tentu saja ia tidak akan membiarkan itu terjadi.
" Aku lagi mood keluar Kak"
" Kakak jamin pas di sana mood kamu akan bertambah berkali-kali lipat"
" Baiklah"
" Nanti dandan yang cakep ya?"
" Hhhmm"
" Ya sudah, sekarang kamu mandi gih"
" Aku ke atas dulu ya Kak"
" Ok"
Nando segera pergi ke kamarnya. Sebenarnya ia tidak ingin pergi makan malam. Karena ia tidak selera makan. Tapi ia juga tidak ingin membuat kakaknya sedih.
" Kamu liat wajah Nando tadi nggak By?"
" Liat sayang"
" Aku kasihan sih liat dia kek gitu. Tapi kapan lagi bisa ngerjain dia. Nanti kalau dia sudah menikah pasti sudah tidak bisa mengerjainya lagi"
" Iya sayang"
" Kira-kira seperti apa ya ekspresi Nando nanti, saat melihat sang pujaan hati ada di depan mata"
" Mungkin langsung di peluk. Sama kek aku dulu yang tersiksa saat kamu dipingit"
" Iya, kamu kan bucin banget sama aku"
" Iya, makanya aku nggak rela kalau kamu dilirik sama lelaki lain" kata Darren sambil mengecup bibir istrinya.
" Daddy! " pekik Alexa sambil menutup matanya.
Kiran yang mendengar suara putrinya, langsung mendorong suaminya hingga tautan bibir mereka terlepas.
" E-eca disini" kata Kiran.
" Mommy sama daddy kalau mau bermesraan jangan disini"
Kiran benar-benar malu sama putrinya karena ia tertiduk berciuman. Dan ini gara-gara suaminya yang nggak ada akhlak itu. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga.
" Nanti malam hubby tidur di luar!" kata Kiran sambil pergi dari sana.
Darren kaget mendengar ucapan istrinya. Apa yang sudah ia lakukan sehingga sang istri menghukumnya tidur diluar.
" Sayang tunggu"
Darren segera menyusul sang istri. Ia harus segera membujuk istrinya. Kalau tidak ia akan tidur diluar malam ini.
__ADS_1
Alexa menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka adegan yang biasa ia liat di Drakor, sekarang ada di depan matanya. Untung tadi dia cepat tutup mata. Kalau tidak matanya yang polos sudah terkontaminasi sama adegan live tadi.
" Eca "
Alexa yang mendengar suara yang sangat familiar di kupingnya langsung menoleh kebelakang.
" Adele"
" Iya gue, emang Lo pikir siapa? Kak Kevin?"
" Apaan sih"
" Udah nggak usah bohong sama gue. Gue tau kalau Lo udah mulai ada rasa. sama Kak Kevin"
" Ngaco"
" Beneran lho"
" Terserah Lo deh. Lo mau ngapain kesini?"
" Lo nggak liat penampilan gue?"
Alexa melihat sahabatnya. Benar saja, ada yang salah dengan penampilan Adele malam ini. Sahabatnya itu terlihat sangat cantik dengan memakai dress berwarna pink itu.
" Lo mau kemana?"
" Gue mau ke hotel milik keluarga Lo"
" Astagfirullah, istighfar Del"
Adele mengeyitkan alisnya tanda tak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu. Kenapa dia harus istighfar. Emang ada yang salah dengan penampilannya.
" Kenapa gue harus istighfar Eca?"
" Lo nggak boleh pergi ke hotel "
" Kenapa nggak boleh"
" Apaan sih Eca. Lagian apa hubungannya halal sama gue pergi ke hotel"
" Ada, karena kamu masih kecil dan nggak boleh main ke sana"
Adele makin bingung dengan ucapan sahabatnya itu. " Gue nggak ngerti apa yang Lo omongin"
" Lo ke hotel mau ngapain?"
Setelah sekian lama, barulah Adele tau maksud ucapan sahabatnya itu. Bisa-bisanya Alexa mikir kek gitu.
" Emang Lo pikir tadi gue ke sana mau begituan? gue ke sana itu mau makan malam. Dan lagi bukan cuma gue aja, tapi Lo juga"
" Gue"
" Iya, kita semua akan pergi makan malam ke hotel. Emang mommy Lo nggak bilang kalau kita mau ke hotel"
" Nggak"
" Pantes aja Lo mikir kek gitu tadi"
" Sorry, gue nggak tau tadi"
" Ya udah, sekarang Lo bersiap gih"
" Ok. Lo mau ikut gue ke kamar, atau mau nunggu di sini "
" Ikut lha"
" Yuk keatas "
Dua gadis cantik itu segera masuk kedalam lift menuju lantai tiga mansion.
__ADS_1
...***...
Rania baru selesai melakukan perawatan pada wajah dan juga tubuhnya. Sekarang tubuhnya jauh lebih rileks dari sebelumnya. Ini kali pertamanya tubuh Rania dimanjakan seperti tadi.
Ya kemarin dirinya tidak punya waktu untuk ke salon. Dan lagi biaya untuk melakukan semua itu sangat mahal. Mending uang untuk ke salon itu ia simpan. Begitulah pemikirannya dulu.
" Sekarang nona mandi dulu, setelah itu baru kita rias"
" Rias?"
" Iya nona, tadi nona Kiran berpesan untuk merias wajah nona"
" Baiklah, saya mandi dulu"
" Baik nona"
Rania hanya mengikut apa yang dikatakan oleh karyawan salon itu. Ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah Rania masuk ke dalam kamar mandi. Salah satu karyawan salon, menyiapkan gaun yang akan di pakai oleh Rania nanti.
Ibu Rania sangat bahagia melihat anaknya di perlakukan bak putri oleh keluarga Nando. Baru kali ini ia melihat orang kaya yang tidak sombong.
Lima belas menit telah berlalu, Rania keluar dari kamar mandi. Mata Rania tertuju pada gaun yang ada di atas tempat tidurnya.
" Ini gaun siapa?"
" Gaun anda nona"
" Apa kalian yakin gaun ini untuk saya"
" Iya nona, gaun ini khusus di pesankan untuk anda. Silakan di pakai nona"
Rania membawa gaun itu kedalam kamarnya. Karena ia malu memakai pakaiannya di depan karyawan salon. Walaupun mereka juga perempuan.
Sesampainya di kamar, Rania langsung mencoba gaun cantik itu. Gaun itu sangat pas ditubuhnya. Ia tidak menyangka kalau calon kakak iparnya itu tau ukuran tubuhnya. Setelah memakai gaun, Rania keluar dari kamarnya.
" Wah, anda cantik sekali nona"
" Makasih"
" Mari duduk disini, saya akan merias wajah anda"
Rania duduk di kursi kecil yang sudah di sediakan oleh karyawan salon itu.
" Karena anda sudah cantik, jadi make up-nya yang natural aja. Nanti wajah anda akan terlihat lebih fresh. Kita mulai ya nona"
" Baiklah"
Seperti yang di bilang orang MUA tadi, kalau wajah Rania sudah cantik. Jadi tidak butuh waktu lama untuk merias wajah cantik itu.
" Selesai nona"
" Boleh saya lihat hasilnya?"
" Tentu saja boleh"
Wanita itu memberikan kaca pada Rania. Supaya wanita itu bisa melihat perubahan setelah ia memakai dan sebelum memakai make up.
Rania kaget melihat wajah di cermin. Apakah ini beneran dirinya. " Apa ini beneran saya?"
" Iya nona. Anda terlihat sangat cantik"
" Terima kasih. Ini juga berkat bantuan kalian"
Ibu Rania juga memuji kecantikan putrinya. Benar apa yang dikatakan oleh karyawan salon itu. Sekarang putrinya terlihat sangat cantik.
Setelah pekerjaan mereka selesai, karyawan salon dan MUA pamit pulang.
To be continue.
__ADS_1
Nungguin Nando ketemu sama Rania ya?ðŸ¤
Happy reading 😚😚