Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Belajar memasak


__ADS_3

Pulang sekolah, setelah mengantarkan Adele pulang, Alexa segera ke mansion. Karena siang ini ia akan belajar memasak dengan mommy-nya.


Seperti biasa para bodyguard memberi hormat pada nona kecilnya. Walaupun Alexa sudah sering kali menegur mereka, supaya tidak memberikan salam setiap ia lewat. Tapi para bodyguard itu tidak mendengarkannya.


" Mommy"


" Eca udah pulang?"


" Hhmm"


" Gimana pelajarannya tadi di sekolah?"


" Lancar Mom"


" Axel mana?"


" Katanya ada yang mau di beli untuk tugas disekolah"


" Sendirian?"


" Nggak, sama Farel"


" Ya udah, sekarang anak gadis mommy ganti baju dulu. Setelah itu turun, kita akan belajar memasak"


" Ok Mom"


Alexa segera masuk kedalam lift. Setelah anaknya menghilang dari dalam lift, Kiran pergi ke dapur untuk menyiapkan bahan masakan dan juga berbagai macam bumbu masak, yang akan dia perkenalkan pada putrinya.


" Bik"


" Ya nona"


" Tolong ambilkan semua macam bumbu dapur dong"


" Semuanya nona?"


" Iya Bik"


Bibik pun mengambil semua bumbu dapur yang diminta oleh nona mudanya.


" Bumbunya taruh dimana nona?"


" Taruh di atas meja minibar Bik"


Semua bumbu masakan sudah berjejer rapi di atas meja minibar. Mulai dari kunyit, lengkuas, ketumbar, merica dan banyak lagi. Semua bumbu itu akan di hafalkan oleh Alexa.


" Mommy"


" Anak mommy sudah siap untuk belajar?"


" Udah dong"


" Buruan mendekat kesini, Eca belajar mengenal macam-macam bumbu masakan dulu"


" Ok Mom"


Kiran mulai menyebutkan satu persatu nama bumbu masakan itu. Alexa pun memperhatikan dengan teliti nama dan juga bentuk bumbu itu.


" Sudah tau bentuk dan nama bumbu masakannya?"


" Sudah Mom, tapi Eca agak ragu antara merica dengan ketumbar?"


" Hanya itu yang membuat Eca bingung?"


" Satu lagi, lengkuas dan juga jahe. Soalnya kedua bumbu itu hampir mirip"


" Cara membedakan merica dan ketumbar sangat mudah. Cium aromanya"


" Aroma?"


" Hhmm"


Alexa pun mulai menciumi aroma kedua bumbu itu. Pertama ia mengambil bumbu merica, kemudian ia mulai menciuminya. Setelah selesai, ia mengambil bumbu ketumbar.


" Bagaimana? apa kamu sudah bisa membedakannya"


" Sudah Mom"


" Coba katakan perbedaannya?"


" Ketumbar memiliki aroma yang lebih ringan. Sedangkan merica memiliki aroma yang lebih tajam "


" Good. Sekarang kita lihat perbedaan antara lengkuas dan jahe. Coba Eca perhatikan kulit kedua bumbu itu"


Alexa pun memperhatikan kulit jahe dan juga lengkuas.


" Sudah tau perbedaannya?"

__ADS_1


" Sudah Mom"


" Apa bedanya?"


" Kulit lengkuas lebih halus dan licin ketimbang jahe. Dan beberapa lengkuas juga ada rona warna merah muda. Sementara itu, kulit jahe berwarna cokelat muda"


Kiran bertepuk tangan. Ia tidak menyangka kalau putrinya akan cepat belajar nama-nama bumbu masakan.


Para pelayan juga bertepuk tangan. Mereka tidak menyangka nona kecil mereka bisa menghafal semua nama bumbu masakan. Mereka sangat kagum dengan nona kecil itu.


" Baiklah, karena Eca sudah hafal dan juga tau bentuk dan juga jenis bumbu masakan. Sekarang kita praktekan. Gimana cara mengaplikasikan beberapa bumbu masakan ini kedalam sebuah masakan. Eca siap"


" Siap Mom"


" Karena Eca baru belajar, jadi kita masak yang gampang aja dulu ya. Kita masak nasi goreng udang"


" Asik"


" Sekarang kita siapkan bumbu dan bahan untuk membuat nasi gorengnya"


Kiran menyebutkan bumbu dan juga bahan-bahan yang diperlukan. Alexa pun mengambil bumbu dan juga bahan yang disebutkan mommy-nya tadi.


" Sekarang, Eca cuci bersih udangnya"


" Siap mommy"


Alexa mencuci udang dengan air mengalir. Ia mencuci udang itu sampai bersih. Setelah selesai membersihkan udang, ia mulai memotong wortel.


" Udang sama wortelnya udah siap nih Mom"


" Good. Sekarang Eca ambil wajan penggorengan dan juga minyak"


" Nyalain kompornya gimana Mom?"


" Astaga, anak gadis kok nggak tau cara nyalain kompor"


Alexa membalas ucapan sang mommy dengan senyuman.


" Perhatikan"


Alexa melihat bagaimana mommy-nya menyalakan kompor listrik itu.


" Udah lihat kan?"


" Hhhmm"


" Sekarang coba Eca yang nyalain"


" Coba goreng telurnya?"


Lagi-lagi Alexa tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh sang mommy. Ia bukan memecahkan, tapi menghancurkan telur yang bisa.


Kiran pun mempraktekkan lagi. Kemudian ia meminta putrinya untuk mencoba kembali. Satu kali gagal, dan cukup yang ketiga kalinya Alexa berhasil melakukannya.


Aaaawww..


Alexa kena cipratan minyak panas.


" Hati-hati"


" Panas Mom"


" Cepat sini kasih salep khusus biar nanti nggak membekas"


Kiran segera mengambil salep khusus untuk luka bakar, dari kotak P3K. Ia mengoleskan ke tangan putrinya.


" Belajar memasaknya cukup sampai disini saja" kata Kiran.


" Jangan Mom! Eca masih mau belajar"


" Nanti kamu kena minyak panas lagi?"


" Nggak akan. Kali ini, Eca akan berhati-hati"


Melihat kesungguhan sang putri, Kiran menganggukkan kepalanya. Acara belajar memasak pun dilanjutkan kembali.


...***...


Axel dan Farel sampai di salah satu toko kelontong terbesar di kota J. Mereka akan mencari korek api kayu. Karena mereka cari di supermarket nggak ada.


" Permisi Pak"


" Iya, ada yang bisa saya bantu, Nak?"


" Kami mau cari korek api dari kayu. Ada nggak Pak?"


" Ada Nak, mau berapa box"

__ADS_1


" Box nya kecil atau besar Pak?"


Bapak penjual itu mengambil satu box korek api kayu.


" Ini Nak bentuk box nya"


" Saya pesan 50 box deh Pak"


Bapak penjual itu kaget mendengar ucapan Axel. Karena biasanya orang membeli paling banyak 10 box.


" Maaf, kalau boleh tau korek apinya untuk apa?"


" Kami mau buat miniatur rumah Pak. Tugas dari sekolah" jawab Axel.


" Oh untuk tugas. Pantesan beli banyak"


" Iya Pak"


Bapak itupun mengambil korek api sesuai permintaan Axel tadi. Ia memasukkan korek api itu kedalam kantong plastik gede.


" Ini Nak"


" Berapa Pak?"


" Tiga puluh ribu aja"


Axel mengambil uang lima puluh ribu dari dompetnya. Kemudian memberikan pada bapak penjual itu.


" Kembaliannya ambil aja Pak"


" Makasih Nak"


" Sama-sama Pak"


Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kedua cowok tampan itu pergi ke mobil. Axel melajukan mobilnya meninggalkan toko kelontong itu.


Suasana jalanan ibukota agak sepi. Tidak banyak mobil. Hanya motor yang masih terlihat berlalu lalang.


" Axel"


" Hhmm"


" Beli kelapa muda yuk. Haus gue"


" Beli dimana?"


" Cari aja dulu"


" Ya udah, Lo liat kearah luar. Gue nyetir, jadi nggak bisa liat"


Farel pun mempertajam penglihatannya. Ia melihat kearah luar. Tidak ada yang luput dari penglihatan Farel.


" Eh itu bukannya cewek yang kemarin?"


" Cewek yang mana?"


" Gebetan Lo "


" Gebetan gue? siapa?" tanya Axel.


" Itu, cewek yang kita jumpai di toko komik "


" Oh Alisha"


" Cie.. hafal nih ye namanya?"


" Apaan sih Lo. Gue kan temenan sama dia, jadi wajarlah gue tau namanya"


" Ya juga sih"


" Dimana Lo liat dia?"


" Noh di taman seberang jalan"


Axel pun menoleh kearah yang dimaksud oleh sahabatnya itu. " Ngapain dia di sana sendirian?"


" Semedi kali"


" Ngaco Lo "


" Ya udah, kita samperin dia "


Axel membelokkan mobilnya menuju taman tempat Alisha sekarang berada.


To be continue.


Yang minta visual Rania, nih Feby kasih.

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2