
Kevin dan ketiga sahabatnya sampai di kantin. Sama halnya dengan rombongan twin, Kevin juga menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kantin.
Lelaki tampan itu tidak mempedulikan tatapan orang-orang itu. Matanya hanya fokus menatap gadis cantik yang sedang asik mengobrol dengan sahabatnya. Ia pun menghampiri gadis cantik itu.
" Alexa"
" Kita berlima lho Kak, kenapa yang di sapa cuma Alexa aja " kata Adele.
" Karena yang bisa dilihat sama Kak Kevin cuma Alexa. Kita berempat mah apalah, hanya butiran debu di mata Kak Kevin" kata Farel.
Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Situasi seperti ini sungguh membuatnya canggung. Namun tidak di pungkiri apa yang dikatakan Farel itu benar adanya, dimatanya ia cuma terlihat Alexa saja.
" Jangan di ledekin terus, kasihan Kak Kevin nya" kata Axel.
" Kakak mau gabung makan sama kita?" tawar Adele.
" Boleh deh"
" Sini Kak duduk di kursi aku. Aku pindah ke kursi dekat Adele aja" kata Farel.
Kevin duduk di kursi yang diduduki Farel tadi. Sedangkan Farel pindah ke tempat duduk di samping Adele.
Alisha dapat melihat kalau sahabatnya seperti sedang mendekatkan cowok yang bernama Kevin itu dengan Alexa.
" Ini siapa? kok kakak baru liat?"
" Tentu saja kakak baru melihat. Dia itu anak baru, dan satu kelas sama Axel dan juga Farel. Namanya Alisha" kata Adele.
" Salam kenal Alisha"
" Salam kenal juga Kak"
" Kamu lagi sariawan?" tanya Axel pada Alexa.
" Nggak"
" Terus kenapa daritadi cuma diam aja?"
" Eca lagi jaim. Maklum lha kan disini ada Kak Kevin" kata Farel.
" Kalian berdua berisik banget sih!" kata Alexa.
" Wih Eca sekali ngomong langsung ngegas" kata Farel.
" Lo ngomong lagi gue timpuk pake kota tissue ini"
" Jangan galak-galak Eca, ntar Kak Kevin kabur lho"
" Sudah-sudah, jangan di ganggu terus Eca nya" kata Alisha.
" Alisha memang pengertian" kata Alexa.
Tak berselang lama makanan yang mereka pesan pun datang. Pelayan laki-laki itu segera menyajikan makanan yang ia bawa itu di atas meja. Setelah itu ia undur diri.
" Eca nggak makan?" tanya Kevin.
" Nggak Kak"
" Kenapa? lagi diet?"
" Hhhmm"
" Badan kurus kek gini kok masih mau diet?"
" Kurus?"
" Hhmm"
" Bukannya gendut?"
" Nggak. Malahan terlihat kurus"
" Kakak pasti bohong kan?"
" Kakak nggak bohong"
" Benar apa kata Kak Kevin, kamu itu nggak gendut. Tapi berisi" kata Axel.
" Ck, sama aja"
__ADS_1
" Axel jangan didengerin. Jadi makan ya?"
" Aku nggak pesan makanan"
" Makan punya kakak aja?"
" Terus kakak gimana?"
" Kakak bisa pesan lagi. Kamu makan aja"
" Beneran nih Kak?"
" Iya. Tapi kalau kamu mau makan satu berdua sama kakak, kakak nggak akan nolak"
" Ya udah, kalau gitu kita makan berdua aja"
" Kamu makan sendiri aja, tadi kakak cuma becanda"
" Nggak apa-apa Kak. Lagian baksonya juga banyak "
" Ya udah, kita makan berdua"
" Nih untuk kakak" kata Alexa sambil memberikan sendok pada Kevin.
" Kamu sama apa?"
" Sama garpu dong"
Alexa dan Kevin mulai menyantap bakso yang ada di depan mereka. Sedangkan Axel dan yang lain hanya jadi menonton.
" Kalian nggak makan?" tanya Kevin.
" Makan Kak, ini lagi tiup baksonya. Soalnya panas" jawab Farel sambil meniup bakso yang sudah ia tusuk pake garpu.
Axel melihat Alisha yang masih ragu-ragu untuk memakan baksonya. " Kok belum dimakan baksonya?"
" Panas"
" Sini aku tiupkan "
Uhuk..uhuk..
" Makanya kalau makan itu baca doa dulu" kata Adele.
" Gue selalu baca doa kok"
" Ya udah, hati-hati makannya. Ntar ke selek lagi"
" Iya sayang. Makasih ya"
Wajah Adele merona kala mendengar Farel memanggilnya dengan sebutan sayang. Dan itu sudah yang ke dua kalinya Farel memanggilnya dengan sebutan itu.
" Malming nanti jalan sama kakak, mau nggak?" tanya Kevin pada Alexa.
" Berdua aja?" tanya balik Alexa.
" Hhmm"
" Terus Kak Citra gimana?"
" Maksudnya?"
" Iya kalau kakak jalan sama aku, apa Kak Citra nggak marah?"
" Nggak lha, kenapa dia harus marah"
" Karena kakak jalan sama aku"
Kevin tersenyum mendengar jawaban gadis cantik yang ada di sampingnya itu. Apa Alexa salah sangka juga. Sama seperti dia yang salah menyangka hubungan dengan Axel?.
" Kak Citra cuma teman kakak. Jadi kenapa dia nggak akan marah. Gimana? mau jalan sama kakak?"
" Boleh deh"
" Ya udah, malming nanti kakak jemput ya?"
Alexa berpikir, kalau Kak Kevin menjemput dia. Pasti akan minta alamat rumahnya dong?. Sedangkan Ia sedang menyembunyikan identitasnya.
" Nggak usah Kak"
__ADS_1
" Kenapa?"
" Rumah aku di tempat yang kumuh. Dan lagi rumah aku juga jelek"
" Nggak apa-apa"
" Kita ketemu di mall aja. Kalau kakak nggak mau, mending kita nggak jadi pergi jalan"
" Baiklah kalau kamu maunya seperti itu. Kakak akan tunggu di mall"
" Nah gitu dong"
Alexa memang tidak ingin Kevin tau siapa dia. Karena ia ingin tau apakah lelaki tampan itu mau berteman dengannya dengan tulus atau malah ada sesuatu.
...***...
Nando dan Ikbal akan pergi makan siang. Karena perut mereka sudah berbunyi minta diisi. Tapi baru keluar dari kantornya, salah seorang pekerja menghampirinya.
" Permisi bos"
" Ya ada apa?"
" Tadi ada yang nganterin makanan ini untuk tuan" kata pekerja itu sambil menyerahkan rantang pada Nando.
" Terus mana orang yang mengantarkan makanan ini?"
" Sudah pergi bos"
" Apa dia sudah pergi dari tadi?"
" Belum bos"
" Lo pegangin rantang ini bentar"
" Lo mau kemana?"
" Gue mau mengejar orang orang yang mengirim rantang ini"
Nando segera berlari mengejar orang yang mengirim makanan itu. Dan ia berharap masih bisa mengejarnya.
Ia melihat seorang wanita berjalan dengan keadaan pincang. Dan ia sangat tau siapa wanita itu.
" Tunggu!"
Wanita itu langsung menghentikan langkahnya. Karena ia tidak mungkin lari dalam keadaan kakinya yang seperti sekarang ini.
" Ternyata benar kamu" kata Nando saat sampai di depan wanita cantik itu.
" Ketahuan ya"
" Kamu masih sakit, kenapa masih pergi ke tambang?"
" Bosa di rumah. Lagian aku cuma mau mengantarkan makanan. Setelah itu pulang lagi"
" Kamu sama siapa kesini?" sama Ojek.
" Ojek?"
" Hhmm"
" Tukang ojeknya laki-laki atau perempuan?"
" Laki-laki, kenapa?"
Kalau wanita cantik itu pergi sama ojek. Otomatis duduknya pasti dekat banget dengan tukang ojeknya.
" Ojeknya suruh pulang aja. Ntar aku yang nganterin kamu pulang"
" Nggak usah. Lagian ojeknya udah nungguin"
" Suruh balik aja. Lagian kamu tau disini tidak boleh masuk kendaraan umum"
" Tapi kan kamu lagi kerja?"
" Aku bos disini, jadi terserah aku mau kerja atau nggak. Sekarang suruh ojeknya pergi!"
" Baiklah"
Rania tidak tau kenapa Nando terlihat marah seperti itu. Apa karena ia membawa ojek masuk kedalam area pertambangan?. Entahlah dia juga bingung. Perasaan lelaki tampan itu memang sukar ditebak
__ADS_1