
Semua murid sudah berkumpul di lapangan sekolah. Begitu juga dengan wali murid. para orang tua duduk di kursi yang sudah di sediakan sama pihak sekolah. Mereka semua akan mendengarkan hasil dari kerja keras mereka selama satu tahun ini.
Darren dan istrinya tidak mendapatkan perlakuan khusus dari sekolah. Itu permintaan dari Darren. Karena ia tidak ingin ada perlakuan yang berbeda hanya karena ia dari keluarga kaya.
" Nyonya Kiran semakin cantik, ya?"
" Wajarlah dia semakin cantik, wong perawatannya aja mahal"
" Iya, beda sama perawatan kita"
" Menurut saya, tanpa perawatan pun dia tetap cantik. Karena orang yang dasarnya cantik, mau diapakan aja tetap cantik"
" Ibu benar. Selain itu ditunjang dengan perawatan yang mahal juga"
" Sudah-sudah, jangan bandingkan perawatan kita sama nyonya Kiran. Jelas saja nggak sebanding"
" Iya, tapi saya pengen tanya dia perawatan di salon mana?"
" Coba aja tanya Jeng, saya juga ingin perawatan di sana"
Salah satu dari ibu-ibu itu pun bertanya sama Kiran.
" Permisi nyonya Kiran?"
" Iya Buk"
" Maaf kalau saya mengganggu"
" Nggak kok Buk, ada apa?"
" Itu nyonya, saya mau tanya. Nyonya melakukan perawatan di salon mana?. Soalnya nyonya terlihat cantik. Kulit nyonya juga terlihat sangat halus"
Kiran tersenyum mendengar pertanyaan ibu yang ada di sampingnya. " Saya tidak melakukan perawatan di salon mana pun, Buk"
" Maksud nyonya nggak ada melakukan perawatan, begitu?"
" Iya Buk. Saya hanya sesekali ke salon. Dan itupun, hanya untuk memotong rambut "
Ibu-ibu tadi kaget mendengar jawaban Kiran. Ternyata wanita cantik itu tidak pernah melakukan perawatan di salon. Padahal mereka sudah membayangkan betapa mahalnya biaya yang dikeluarkan wanita cantik itu.
" Serius nyonya tidak pergi ke salon untuk perawatan?. Atau nyonya takut tersaingi sama kita. Makanya nyonya tidak mau ngasih tau, salon langganan nyonya?"
Darren sedikit kesal mendengar ucapan ibu yang ada di samping istrinya. Kecantikan istrinya memang tidak bisa dibandingkan dengan ibu itu.
" Maaf ya Buk. Bukannya istri saya takut tersaingi sama kecantikan ibuk. Tapi apa yang dikatakan istri saya memang benar. Dia tidak pernah melakukan perawatan di salon mana pun. Istri saya itu cantik karena hatinya. Jadi kalau hati kita bersih, otomatis kecantikan wajah kita itu akan terpancar"
Mendengar ucapan Darren ibu itu pun terdiam. Ia tidak berani bertanya lagi pada Kiran. Begitu juga dengan teman-teman ibuk itu. Mereka semua terdiam.
" Kamu itu ya, By"
" Aku nggak suka sama orang yang terlalu percaya diri dengan kecantikannya. Siapa juga yang merasa tersaingi. Mau wajahnya dipermak seperti apapun!. Tetap cantikan kamu dibandingkan ibu itu"
" Iya By"
Kiran berusaha menenangkan suaminya. Karena kalau tidak, suaminya itu akan terus berbicara tentang ibuk-ibuk tadi. Dan itu pasti akan menyita perhatian orang-orang. Untuk mengantisipasinya Kiran harus segera menenangkan singa jantannya.
...***...
__ADS_1
Alexa dan Adele terlihat sedang mengobrol. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Kedua cewek cantik itu terlihat sangat asik membicarakan soal hasil ujian.
" Pasti Lo lagi yang juara 1 di kelas kita?"
" Belum tau. Siapa tau Lo yang juara 1" kata Alexa.
" Ngaco Lo!. Nggak mungkin gue bisa ngalahin nilai Lo "
" Bisa!. Asalkan Lo rajin belajar, pasti nilai Lo bisa tinggi daripada gue"
" Setiap malam juga belajar Cha, tapi tetap aja nggak bisa kejar nilai Lo. Coba liat Alisha?"
" Kenapa dia?"
" Di apit sama dua cowok tampan"
" Ya wajar lha, sahabat kita itu kan emang cantik. Dan lagi dia di apit sama cowok dan juga sahabatnya. Jadi nggak masalah"
" Pacar Lo nggak datang, Cha?"
" Datang. Mungkin dia lagi dijalan"
" Kira-kira pacar Lo bawa apa lagi, ya?"
" Mana gue tau, Del"
" Cowok yang terlihat dingin dan juga garang itu, ternyata romantis juga sama pasangannya"
" Ya begitulah"
" Iya, coba aja liat pacar Lo dan juga Daddy Lo"
" Lo bener juga. Axel kan si kulkas 32 pintu"
" Iya, walaupun gitu kan dia bisa manjain pacarnya"
" Pacar gue juga suka manjain gue. Apalagi cara memanjakannya, sangat beda dengan cowok lain"
" Farel itu kan stok cowok yang paling langka, Del"
" Iya, dia itu cowok limited edition"
Adele tidak pernah menyesal memiliki kekasih seperti Farel. Selain tampan, kekasihnya itu juga termaksud cowok yang unik. Sang kekasih punya cara tersendiri untuk membahagiakan dirinya.
" Udah jam 9, tapi acaranya belum juga di mulai?"
" Paling mulainya ntar jam 10"
" Iya, selalu aja gitu. Coba kalau kita yang telat sampe di sekolah, pasti buk guru ngomel-ngomel"
" Lo kok ngajakin gue ghibah sih?"
" Sekali kali ghibah nggak apa-apa lha Cha. Lagian apa yang gue bilang, benar kan?"
" Apanya yang benar?"
" Itu soal ibu guru yang telat. Kita mana pernah marahin kalau gurunya telat"
__ADS_1
" Ya nggak mungkin juga dong kita marahin guru. Mau jadi murid durhakim, Lo?!"
" Nggak lha!. Gue mau jadi murid yang teladan"
" Kalau mau jadi murid teladan, Lo duduk yang manis. Jangan ngomong lagi"
" Mana bisa gue diem, Cha"
" Ya udah, ngomong aja terus"
" Widih!, galak banget sih pacarnya Kenan "
" Harus galak dong. Kalau nggak bisa di tikung sama tetangga"
" Iya, tetangga sekarang memang suka nikung"
Tak berselang lama salah seorang guru naik ke atas podium. Itu pertanda acara akan segera di mulai. Semua murid dan orang tua pun tenang.
Semua murid siap mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh guru mereka. Tak lama lagi mereka akan mendengarkan siapa saja yang akan mendapatkan peringkat kelas.
" Assalamualaikum, salam sejahtera untuk kita semua. Saya ucap kan selamat datang pada wali murid dari kelas X, XI dan XII. Pada kesempatan pagi ini kita bisa berkumpul di lapangan sekolah yang sama-sama kita banggakan ini"
Farel menguap. Entah kenapa dia sangat malas mendengarkan kata-kata mukadimah wakil kepala sekolah. Yang ia inginkan langsung saja ke pengumuman siapa saja yang mendapatkan peringkat kelas.
" Masih pagi udah menguap aja Lo?!"
" Ngantuk gue "
" Makanya jangan suka begadang"
" Gue nggak pernah begadang"
" Yakin nggak pernah?"
" Pernah. Tapi itu udah lama. Sekarang ini mana ada lagi gue begadang. Lagian kata sambutan ibuk Putri lama banget. Kek nunggu antrean sembako"
Axel geleng kepala mendengar ucapan jawaban sahabatnya. Ia tau kalau Farel emang nggak suka mendengarkan kata sambutan yang sangat panjang itu.
...***...
Kenan baru sampai di sekolah sang kekasih. Setelah memarkirkan mobilnya, ia dan keponakannya segera menuju lapangan sekolah. Tempat dimana kekasihnya berada sekarang.
" Ini sekolah kakak cantik ya, Om?"
" Iya sayang"
" Udah besar nanti, Ai mau sekolah disini"
" Boleh. Kalau Ai mau sekolah disini harus pinter-pinter sekolahnya. Karena sekolah disini nilainya harus tinggi"
" Iya Om. Ai akan jadi anak yang pinter supaya bisa sekolah disini"
" Good boy"
Kedua lelaki tampan beda usia itu terus menyusuri koridor sekolah. Mereka berdua tidak sabar ingin bertemu dengan Alexa.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚