
" Kalian bertiga kenapa belum pulang?" tanya salah satu Waitress yang baru datang.
" Emang kita udah boleh pulang Kak?" tanya Alexa.
" Udah, kan ini shift kami. Shift kalian kan cuma sampe jam lima. Bukankah Alisha sudah tau?"
" Iya Kak, tapi tadi ada yang bilang sama kami kalau belum boleh pulang" kata Alisha.
" Ya udah, sekarang kalian pulang gih. Sisanya biar saya yang kerjakan"
" Tapi Kak, kalau kami pulang nanti kena marah" kata Adelia.
" Nggak akan. Saya yang akan tanggung jawab"
" Makasih Kak"
" Sama-sama"
Ketiga cewek cantik itu segera mengganti pakaian. Mereka bersiap-siap untuk pulang, karena jam sudah menunjukkan jam enam lewat.
" Kita pulangnya naik apa?" tanya Adele.
" Lo pulang sama gue. Tapi sebelum itu kita tunggu Alisha dapat taksi dulu"
" Ok siap. Tapi siapa ya orang yang udah nahan kita disini?"
" Sudah pasti orang itu nggak suka sama kita. Dan kita akan selidiki besok" kata Alexa.
" Ok"
Tiga gadis cantik itu sudah selesai mengganti pakaian. Mereka segera keluar dari ruang ganti. Tapi sebelum itu, mereka berpamitan dengan kakak yang sudah membantu mereka tadi.
Sekarang mereka sedang menunggu taksi untuk Alisha. Tadi Alexa sudah pesan lewat aplikasi yang ada di ponselnya.
Tin.. tin..tin..
Terdengar bunyi klakson mobil. Dan itu taksi yang dipesan Alexa tadi.
" Sepertinya itu taksinya" kata Adele.
" Gue masuk dulu ya" kata Alisha.
" Ok, hati-hati"
" Kalian berdua juga. Sampai ketemu besok"
Alisha segera masuk kedalam mobil. Setelah itu ia melambaikan tangannya. Alexa dan Adele membalas dengan melambaikan tangan juga.
" Yuk pulang, gue udah gerah nih" kata Alexa"
" Ok"
Adele naik keatas motor sport milik sahabatnya itu. Tapi sebelum itu, ia memakai helm dulu. Kalau tidak, nanti mereka kena tilang karena nggak memakai helm.
Alexa melajukan motornya meninggalkan restoran itu. Ia ingin cepat sampai di mansion. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.
...***...
Para pelayan terlihat hilir mudik membawa keperluan untuk acara barbeque yang sebentar lagi akan di mulai. Begitu juga dengan para bodyguard.
Aska dan keluarga kecilnya baru sampai di mansion mewah milik keponakannya. Mereka langsung masuk kedalam mansion, menemui keponakannya.
" Paman kecil sudah datang" kata Kiran saat melihat paman dan keluarga kecilnya.
" Iya. Nih mangga dari kebun belakang mansion"
" Wah, paman habis panen ya"
" Hhmm"
__ADS_1
" Untuk aku mana?" tanya Kenzo.
" Tenang semuanya kebagian. Masih banyak di mobil"
Aska minta tolong beberapa bodyguard untuk mengambil mangga yang ada di dalam mobilnya.
" Mommy-nya kemana Dek?" tanya Aska pada Kiran.
" Di dapur Paman"
" Paman ke dapur dulu ya, mau menemui mommy kalian dulu"
" Ok paman"
Aska membawa istrinya ke dapur. Sedangkan Varo sudah di tarik Serly ke ruang keluarga. Biasa, Serly kan nggak bisa melihat yang tampan dikit.
" Kak" sapa Aska saat sampai di dapur.
" Eh, adek udah datang"
Aska dan Fira bersalaman dengan Anggun.
" Varo mana?"
" Di depan"
" Oh iya, kenalkan. Rania, calon istrinya Nando"
" Wah cantik banget calonnya Nando" Fuji Fira.
Rania bersalaman dengan Fira dan juga Aska.
" Harus cantik dong. Kan anak dan mantu Wiguna nggak ada yang jelek " kata Anggun.
" Kakak bener" kata Fira.
" Abang mana Kak?"
" Kalau gitu aku ke taman juga deh. Aku tinggal ke depan ya sayang" kata Aska pada istrinya.
" Hhmmm"
Aska mengecup kening istrinya. Setelah itu ia pun pergi ke taman untuk menemui Abang dan keponakan iparnya.
Rania melihat semua suami yang ada di keluarga ini sangat menyayangi istri mereka. Dan bahkan mereka semua sangat posesif pada istri masing-masing.
Ya wajar para suami itu posesif pada istri mereka. Karena kalau mereka lengah sedikit, bisa-bisa istri mereka dilirik lelaki lain. Dan tentu saja para jantan itu tidak ingin milik mereka di lirik orang lain.
" Kakak kapan pulang dari London?" tanya Fira.
" Tadi pagi"
" Mama sama papa katanya lagi ke villa yang ada di puncak?"
" Iya, mereka pergi sama mertua kakak. Oh iya, gimana kabar adik kamu?"
" Alhamdulillah sehat Kak"
" Kakak senang kalau dia sudah berubah, jadi ayah kamu bisa bahagia dan menikmati masa tuanya"
" Iya Kak"
Rania hanya jadi pendengar yang baik. Karena ia tidak tau kedua wanita cantik itu sedang membicarakan apa.
" Kamu hebat juga ya Rania, bisa mencairkan gunung es " kata Fira.
" Nggak juga Kak"
" Nggak gimana, banyak lho wanita di luar sana yang mendekati gunung es itu. Tapi nggak ada satu pun yang bisa menaklukkan hatinya"
__ADS_1
" Karena Rania wanita yang cantik dan juga mandiri"
" Wah pantes gunung es itu meleleh. Ternyata wanitanya nggak manja"
" Pasti Nando sangat posesif juga nanti sama Rania"
" Sudah pasti Kak. Dan bisa jadi Rania di kurung aja di dalam kamar"
" Maybe"
Wajah Rania memerah karena malu. Tapi ia kepikiran sama ucapan Tantenya. Apakah benar nanti setelah menikah, ia akan di kurung di dalam kamar.
" Mom" panggil Kiran.
" Ya Dek"
" Di panggil Daddy"
" Ngapain?"
" Mana adek tau"
" Tinggal sebentar ya " kata Anggun.
" Ya Kak"
Anggun pergi menemui suaminya. Sedangkan Kiran menggantikan mommy-nya untuk menyiapkan daging dan kawan-kawannya.
" Nia, kamu nggak capek kerja terus?" tanya Kiran.
" Nggak Kak, aku senang malah kerja bagian dapur kek gini"
" Rania suka masak ya?" tanya Fira.
" Iya Tante"
" Wah paket komplit banget nih dapat sama Nando"
" Bener banget. Jadi kamu harus mengenyangkan perut suami kamu nanti. Supaya dia nggak pernah jajan di luar" nasihat Fira.
" Betul apa yang di katakan Tante, Nia. Karena laki-laki baik memang tidak akan mencari jajanan di luar sana. Tapi kita juga kudu bisa mengenyangkan perutnya. Dengan begitu mereka akan bertekuk lutut sama kita" kata Kiran.
" Iya, sampai-sampai mereka tidak mau jauh-jauh dari kita" kata Fira.
" Apa kamu pernah masakin Nando?" tanya Kiran.
" Pernah Kak waktu di tambang kemarin"
" Terus Nando ketagihan nggak sama masakan kamu"
" Iya" jawab Rania sambil mengangguk.
" Pinter, berarti itu salah satu kelebihan kamu yang di sukai sama Nando. Dan makanya ia memantapkan hatinya untuk kamu"
" Ya gimana nggak kecantol dia. Rania udah paket komplit. Cantik, mandiri, pekerja keras dan pinter masak lagi. Jadi gimana nggak meleleh tuh gunung es" kata Fira.
" Kakak boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya Kiran.
" Apa Kak"
" Apa Nando pernah bilang kalau dia bukan adek kandung kakak?"
" Pernah, dia sudah cerita semua tentang dirinya. Tapi aku nggak mempermasalahkan itu"
" Syukurlah. Tapi walaupun demikian, Nando sudah kakak anggap adik kandung kakak. Dan semua orang tau, kalau dia adik kandung kakak. Bukan adik angkat"
" Iya Kak. Terima kasih karena sudah merawat dan menjaga Nando. Dan sekarang izinkan saya untuk membahagiakannya"
Kiran dan Fira tersenyum mendengar ucapan Rania. Berarti adiknya memang tidak salah pilih calon istri. Karena Rania memang wanita yang baik dan juga tulus.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚.