
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo π€π€*
Keranjang Alexa dan Adele sudah mulai penuh. Kalau masalah shopping kedua gadis itu emang jagonya. Mungkin bukan hanya mereka, tapi semua cewek pasti suka belanja.
" Kita beli apa lagi nih?" tanya Adele pada Alexa.
" Beli coklat sama jajanan khas kota G. Sekalian beliin untuk anak panti"
" Bener, kita kan udah lama nggak ketemu sama mereka "
Kedua cewek cantik itu langsung menuju rak coklat yang katanya terkenal di kota itu. Karena setiap pelancong selalu membeli coklat itu sebagai oleh-oleh.
" Wah, coklatnya banyak rasa juga nih" kata Alexa.
" Eca sini, kita cicip dulu. Diantara semua rasa ini mana yang paling enak"
" Emang boleh?"
" Nih ada tulisan boleh dicoba dulu"
Kedua gadis cantik itu mencoba satu persatu coklat yang sudah di potong kecil-kecil itu. Rasa coklat itu manis, dan rasa buahnya juga terasa.
" Rasanya enak-enak semua sih?" kata Adele.
" Bener, kita beli semuanya aja"
" Setuju"
Alexa memasukkan semua coklat itu kedalam keranjang belanjaannya. Mereka bukan memborong semua coklat itu, tapi masing-masing rasa mereka mengambil dua puluh coklat.
" Wah kayaknya keranjang belanjaan gue udah mau penuh nih?" kata Alexa.
" Sama, gue juga"
" Kita minta dua cowok pengangguran itu untuk bawa satu keranjang lagi"
" Boleh juga tuh, daripada mereka cuma keliling-keliling nggak jelas"
" Yuk kita cari mereka "
Kedua gadis cantik itu pergi mencari Axel dan Farel. Kapan lagi mereka melihat kedua cowok tampan itu bawa keranjang belanjaan.
Saat sedang mencari kedua cowok tampan itu, tiba-tiba ada yang menabrak Alexa. Dan semua barang belanjaannya berserakan di lantai.
" Jalan pake mata dong?!"
Alexa menatap tajam gadis yang ada di depannya. Padahal dia yang nabrak, tapi dia juga yang sewot.
" Harusnya sahabat gue yang ngomong kek gitu sama Lo!" kata Adele.
" Ck, sahabat Lo ini yang nggak punya mata. Lo tau berapa harga baju yang gue pake ini, huh?!"
" Gue nggak peduli berapa harga baju yang Lo pake. Lo itu salah disini, tapi Lo juga yang sewot " kata Alexa.
" Kalian dengar guys, dia nggak peduli berapa harga baju gue?"
" Mungkin dia belum pernah liat baju mahal " kata salah satu teman cewek itu.
" Asal Lo tau ya, baju yang gue pake ini hanya ada beberapa di dunia. Sekarang baju gue yang mahal ini udah kena sama jus. Dan itu gara-gara Lo! gue nggak mau tau, sekarang Lo ganti baju gue"
__ADS_1
" Yang nabrak siapa yang minta ganti rugi siapa?"
" Kenapa? apa Lo nggak mampu bayar baju gue yang mahal ini?"
Alexa tersenyum mendengar ucapan gadis sombong yang ada dihadapannya itu. Dia bilang apa tadi nggak mampu beli? kalau Alexa mau, dia mampu membeli mulut gadis itu.
" Disini bukan masalah mampu atau nggak mampu. Tapi siapa salah dan siapa yang benar"
" Alah! nggak usah alasan Lo. Bilang aja Lo nggak mampu membeli baju ini"
" Maaf ya nona manja. Kalau gue mau, gue bisa beli seratus, bahkan jutaan baju yang Lo pake ini"
Cewek itu dan teman-temannya tertawa. Ia tidak menyangka gadis yang ada di hadapannya itu bisa membual seperti itu.
" Kalian dengar apa yang dikatakan cewek itu?" tanya gadis itu pada kedua sahabatnya.
" Denger Bella"
Ya cewek yang angkuh dan sombong itu adalah Bella.
" Jangankan beli jutaan baju ini. Benang baju ini aja Lo nggak mampu beli"
" Jangan pernah menilai orang hanya dari sampulnya. Karena sampul jelek belum tentu isinya juga jelek"
Bella menatap Alexa dari atas sampai bawah. Tidak ada barang mahal yang dipakai sama gadis yang ada di hadapannya itu. Dan ia yakin Alexa bukan dari kalangan atas.
" Gue nggak mau tau! sekarang Lo pilih, mau ganti pakaian gue atau Lo jadi babu gue selama satu bulan"
" Sayangnya gue nggak mau dua-duanya. Dan lagi, yang pantas jadi babu gue itu elo! bukan gue" kata Alexa.
" Berani sekali kau! apa Lo nggak tau siapa gue?"
" Gue ini anak dari pemilik perusahaan xx"
" Nggak nanya"
" Kau!" teriak Bella sambil mengayunkan tangannya.
Aawwww..
" Jangan coba-coba sentuh gue! kalau lo nggak mau kehilangan tangan lembek ini" kata Alexa sambil menghempaskan tangan Bella.
Bella kaget melihat tangannya memerah. Ia tidak menyangka kalau gadis yang ada di hadapannya itu mempunyai tenaga sekuat itu.
" Lo masih beruntung masih masih diberi peringatan. Kalau yang lain, sudah dipastikan pulang dengan satu tangan. Daripada kalian nanti pulang nggak punya tangan, mending kalian cepat pergi dari hadapan kita" kata Adele.
" Awas Lo! gue akan balas "
Bella dan sahabatnya segera pergi dari sana. Ia tidak ingin pulang dengan satu tangan. Apa kata orang nanti jika melihat cewek cantik seperti dirinya hanya punya satu tangan.
Setelah Bella pergi, Adele membantu sahabatnya memasukkan barang belanjaan Alexa kedalam keranjang.
" Eca, Adele"
Alexa menoleh kearah suara. Mereka tersenyum pada orang yang memanggil nama mereka tadi.
" Kalian ngapain main di situ?" tanya Farel.
" Siapa yang lagi main? Lo nggak liat kita lagi ngapain?" kata Adele.
__ADS_1
" Ya elah sewot amat sih, kan gue cuma becanda"
" Kita lagi nggak mood becanda"
" Kenapa makanannya bisa berserakan kek gini?" tanya Axel.
" Tadi ada cewek gila yang nabrak aku" kata Alexa.
" Cewek gila?"
" Hhmm"
" Ada yang terluka nggak?" tanya Axel sambil memeriksa tubuh sang kakak.
" Nggak ada, malahan tadi aku yang hampir mematahkan tangannya"
Axel tersenyum mendengar ucapan saudara kembarnya itu. Dia tau bagaimana sifat Alexa. Mereka sudah diajarkan dari kecil untuk tidak pernah menyakiti orang terlebih dahulu. Karena mereka tidak akan mengusik jika tidak di usik.
Axel dan Farel pun ikut membantu Alexa memasukkan barang belanjaan yang terjatuh ke dalam keranjang belanjaan.
" Belanjaan kalian berdua banyak banget?" kata Farel.
" Iya, soalnya mau bagi-bagi sama adik-adik yang ada di panti"
" Kalau mau bagi-bagi jangan kebanyakan coklat, ntar gigi mereka bisa sakit" kata Axel.
" Nggak banyak kok" kata Alexa.
" Ini buktinya banyakan coklat belanjaannya"
" Aku kasih ke mereka paling dua atau tiga batang coklat"
" Itu banyak Eca. Satu aja udah cukup"
" Ya kan mereka makannya nggak sekaligus Axel"
" Tau, tapi nggak bagus sering-sering makan coklat "
" Ya ntar bilang sama adek-adek nya makan coklatnya satu kali seminggu "
" Ya, ya terserah kamu aja"
Alexa tersenyum penuh kemenangan. " Kamu itu nggak akan pernah menang melawan aku"
" Bukan nggak pernah menang, tapi aku mengalah aja sama yang lebih tua"
" What ! kamu bilang aku apa? tua?"
" Iya emang salah"
" Axel..! gue kutuk Lo jadi wajan penggorengan!"
Adele dan Farel menutup kuping mereka karena mendengar teriakkan Alexa.
To be continue.
Udah up dua nih, Axel boleh minta Vote sama hadiahnya dongπ€π€
__ADS_1
Happy reading ππ