Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
SAH


__ADS_3

Pak penghulu pun datang. Ia langsung duduk di kursi yang ada di hadapan Nando. Karena acara sakral itu akan segera di mulai.


Darren dan juga Abang iparnya duduk di kursi yang ada di dekat Nando. Begitu juga dengan Kiran dan Melodi. Mereka berempat akan menjadi saksi.


Ibunda Rania pun juga duduk di sana. Ia juga akan menjadi saksi pernikahan putrinya. Ia berharap, suaminya bisa melihat pernikahan putrinya.


" Nak Nando sudah siap?"


" Siap Pak "


" Pegang tangan saya"


Nando pun menyambut uluran tangan pak penghulu. Rasa gugup yang ia rasakan tadi lenyap seketika.


" Saudara Nando siap?"


" Siap Pak"


" Baiklah, sekarang kita mulai"


" Saudara Nando Pratama bin Haryanto saya nikah dan kawinkan anda dengan Rania binti Hermawan dengan mas kawin pertambangan dan juga satu mansion di bayar tunai"


" Saya terima nikah dan kawinnya Rania binti Hermawan, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


" Bagaimana para saksi, Sah?"


" Sah"


" Alhamdulillah"


Nando merasa lega. Rasanya semua rasa gugup tadi lenyap begitu saja saat mendengar kata sah dari semua saksi yang ada di sini.


Darren tersenyum melihat wajah adiknya yang tidak tegang seperti tadi. Ia tau bagaimana perasaan Nando sekarang. Karena dulu, ia juga pernah berada di posisi Nando.


" Sekarang mari kita tunggu istri kamu datang" kata Darren.


" Hhmmm"


Di kamar.


Rania menitik air mata. Hari ini ia resmi menyandang status sebagai seorang istri. Dan ia sangat terharu, karena Nando mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas. Ia menyaksikan dengan sangat jelas melalui layar segi empat itu.


Tapi Rania sedih. Karena ayahnya tidak bisa menyaksikan hari bahagianya. Ia berharap ayahnya bisa menyaksikan semua itu dari atas sana, dan mendoakan pernikahannya.


" Kamu udah siap keluar cantik?" tanya Nadia.


" Sudah Kak"


" Yuk kita keluar menemui suami kamu"


" Hhmmm"


Serly dan Nadia menggandeng tangan Rania keluar dari kamar. Mereka akan pergi ke taman. Tepatnya ke tempat acara ijab qobul tadi.


Semua mata para tamu tertuju pada pengantin wanita. Mereka sangat terpesona sama kecantikan Rania.


Rania terlihat sangat cantik dengan memakai kebaya modern berwarna putih. Kecantikan dan auranya sangat terpancar.

__ADS_1


Tidak hanya tamu. Lelaki tampan yang ada di kursi ijab qobul pun sangat terpesona akan kecantikan Rania. Sampai-sampai matanya tidak berkedip melihat kecantikan istrinya.


Kiran tersenyum melihat Nando, yang tidak berkedip melihat Rania. Lelaki tampan yang dulunya masih kecil. Sekarang sudah menjadi seorang suami. Rasanya baru kemarin ia melihat adiknya itu tamat sekolah.


Nadia dan Serly memberikan tangan Rania pada Nando. Nando menyambut dengan hangat tangan istrinya itu.


" Kamu sangat cantik, istriku"


Wajah Rania memerah mendengar ucapan Nando. Apalagi lelaki tampan itu memanggilnya dengan sebutan istriku. Ada rasa hangat didalam hatinya.


" Silakan berikut mahar anda pada istri anda" kata pak penghulu.


Nando memberikan maharnya pada sang istri. Mahar itu diberikan berupa sertifikat mansion dan juga pertambangan yang ada di Sumatera.


Rania menerima maharnya. Kemudian ia mencium tangan suaminya. Dan Nando membalas dengan mengecup kening sang istri.


Semua orang bertepuk tangan melihat keromantisan pasangan itu. Semua orang yang ada di sana mendoakan semoga pernikahan Nando dan Rania langgeng sampai kakek nenek.


Nando menemui mertuanya. Ia bersimpuh di depan mertuanya itu. Ia berterima kasih pada mertuanya karena sudah memberikan restu untuk menikah putrinya. Ia berjanji akan menyayangi Rania dengan seluruh jiwa dan raganya. Lelaki tampan itu juga berpesan jika ia ada melakukan kesalahan. Maka tegur lah dia.


" Selamat ya atas pernikahannya. Semoga pernikahan langgeng sampai maut memisahkan " ucap Kiran.


" Aamiin, terima kasih Kak"


" Selamat ya Nan, jaga dan sayangi istri kamu. Jika kamu berani menyakiti istri kamu, maka Abang lha orang pertama yang akan menghajar kamu" kata Darren.


" Aku janji nggak akan pernah menyakiti istri aku, Bang" kata Nando.


" Abang pegang janji kamu"


" Iya Bang"


" Makasih Kak"


" Tampannya aku sekarang udah jadi suami. Padahal baru kemarin kakak godain kamu untuk jadi pacar kakak. Apa kakak harus bilang ' ku tunggu dudamu' " kata Serly.


" Jangan aneh-aneh Lo, Ser. Ingat umur. Dan lagi Doni mau Lo kemanain?" tanya Nadia.


" Becanda, ya elah!. Lagian nggak mungkin gue mendoakan adik gue yang cantik ini celana " kata Serly sambil tersenyum pada Rania.


Rania membalas senyuman Serly. Ia sudah terbiasa dengan kelakuan kakaknya yang satu itu. Dan lagi semua ucapan kakaknya hanya candaan.


" Selamat ya untuk kalian berdua. Semoga kalian berdua selalu diberikan kesehatan untuk segera memproses momongan" lanjut Serly.


" Ssssttttt, jangan ngomong proses memproses momongan sekarang" kata Kiran.


" Kenapa? kan mereka udah menikah?" kata Serly.


" Disini masih ada tamu dan juga anak-anak"


Serly tersenyum pada sahabatnya itu. Ia memang tidak bisa mengontrol ucapan kalau masalah proses memproses momongan.


Setelah semua keluarga mengucapkan selamat untuk Nando dan juga Rania. Kiran mempersilakan para tamu untuk mencicipi hidangan yang sudah disiapkan oleh koki terbaik yang ada di mansion mereka.


Alexa mengajak kedua sahabatnya untuk makan. Karena perutnya sudah lapar. Maklum aja, dari tadi pagi dia belum sempat mengisi perutnya.


" Kalian berdua mau makan apa?" tanya Alexa pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


" Gue juga bingung mau makan apa" kata Adele.


" Kenapa harus bingung? tinggal pilih aja tuh yang ada di depan mata "


" Gimana kalau makan sate?" kata Alisha.


" Setuju" kata Alexa dan Adele.


Alexa minta tolong pada pelayan yang ada di sana, untuk menyiapkan tiga porsi sate untuk dia dan kedua sahabatnya.


" Yank makan apa?" tanya Farel.


" Sate, Yank"


" Aku juga mau dong?"


" Ntar ya, aku bilang sama bibik untuk menyiapkan satu porsi lagi untuk kamu"


" Kalau sayang mau makan apa?" tanya Alisha pada Axel.


" Samain sama kamu aja sayang" jawab Axel.


Alexa memutar bola matanya jengah. Kedua pasangan itu sungguh membuatnya kesal.


Dasar saudara dan juga sahabat nggak ada akhlak. Apa mereka tidak melihat gue yang jomlo ini?.


Ehem!


Alexa berdehem untuk menyadarkan dua pasangan bucin itu.


" Eh ada Eca ternyata. Sorry kita nggak liat" kata Farel.


" Alasan! bilang aja Lo sengaja" kata Alexa.


" Serius, gue nggak liat kalau ada Lo disini"


" Eleh! bohong banget. Masa nggak liat badan gue se gede gini?"


" Beneran nggak liat. Karena gue hanya melihat ayang gue aja"


" Preeeettt"


" Sudah-sudah! kamu tuh kenapa sih ngamuk-ngamuk terus?" tanya Axel.


" Kalau nggak mau gue ngamuk? jangan bermesraan di depan gue?"


" Makanya kamu cari pacar dong, biar bisa bermesraan juga"


Alexa menatap tajam saudara kembarnya itu.


Mampus! kenapa sampe keceplosan gini sih. Tambah ngamuk kan dia?.


Daripada di amuk sama saudara kembarnya. Axel segera mengambil langkah seribu.


" Axel!"


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2