
Satu Minggu kemudian.
Ujian kenaikan kelas sudah selesai dilaksanakan. Sekarang Alexa dan para sahabatnya hanya tinggal menunggu hasil dari ujian mereka yang kemarin.
Sekarang ketiga cewek cantik itu sedang istirahat makan siang di cafe milik mereka. Mereka membahas acara setelah ujian sekolah.
" Pergi liburan yuk, guys?" ajak Adele.
" Gue sih mau aja. Tapi gimana dengan orang tua kita. Apa mereka akan kasih izin kita untuk pergi?" tanya Alexa.
" Lo bener juga. Mereka kan jarang banget kasih kita izin "
" Kalau Lo mau jalan-jalan kemana, Sha?"
" Gue sih ngikut aja, Del"
" Jangan gitu lha. Emang Lo nggak ada tempat yang mau Lo kunjungi?"
" Gue sih pengennya ke raja Ampat"
" Wah bagus juga tuh. Lagian gue sama Eca juga belum pernah ke sana"
Alisha kaget mendengar jawaban sahabatnya. Bagaimana mungkin anak orang kaya seperti mereka belum pernah pergi ke raja Ampat.
" Lo nggak usah kaget kek gitu. Walaupun orang tua kita banyak duit, tapi kita berdua jarang pergi jalan-jalan. Orang tua kita sibuk kerja" kata Adele.
" Walaupun orang tua kita sibuk, tapi kita tetap bangga punya orang tua seperti mereka" tambah Alexa.
" Gimana kalau nanti malam kita coba obrolin ke orang tua kita. Lagi pula kita kan udah besar dan bisa jaga diri juga"
" Ntar gue coba deh, Del"
" Nah gitu dong, Cha. Jadi kalau orang tua Lo setuju, maka mama gue pasti juga setuju. Oh iya, bukannya pacar Lo balik hari ini?
" Rencananya sih iya. Tapi nggak tau kenapa dia bilang besok baru bisa pulang. Masih ada kerjaan sedikit lagi yang harus dia kerjakan"
" Jangan-jangan pacar Lo kecantol bule-bule di sana?"
" Nggak mungkin"
" Kok nggak mungkin?. Lo kan tau dia ke negara mana?, di sana itu banyak bule-bule cantik"
" Gue tau bule-bule di sana cantik. Tapi gue percaya sama pacar gue kalau dia nggak akan menduakan cinta gue"
" Eca benar Del, Lo kan tau bagaimana bucin nya Kenan sama Alexa. Sama kita berdua aja dia cemburu"
" Lo benar juga. Dia kan bucin akut"
" Yuk lanjut kerja lagi. Waktu istirahatnya sudah habis"
" Lo bener juga Cha. Ini karena keasyikan ngobrol"
Ketiga gadis cantik itu pun berpisah. Alexa kembali ke toko kue. Sedangkan Adele dan Alisha kembali keruang kerja mereka di cafe triple A.
__ADS_1
...***...
Kenan dan asistennya sedang berada salah satu mall yang ada di negara P. Lelaki tampan itu akan membelikan sesuatu untuk kekasihnya.
" Tuan"
" Hhmmm"
" Sebenarnya kita itu mau mencari apa?"
" Sesuatu yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh untuk kelinci kecil ku"
" Oleh-olehnya seperti apa?. Dari tadi kita muter-muter disini, nggak ada satu pun toko yang kita masuki "
" Makanya kamu jangan ganggu saya terus"
Kapan saya ganggu tuan. Saya cuma tanya, kenapa dari tadi cuma muter-muter kek komidi puter.
Kenan duduk di kursi yang ada di sana. Beni pun ikut duduk di kursi panjang itu. dia sudah capek mengikuti langkah kaki tuan mudanya.
" Ben"
" Iya tuan"
" Beliin saya minuman"
" Emang tuan haus?"
" Kalau saya suruh kamu beli minuman, itu tandanya saya haus"
" Udah jangan protes terus. Cepat belikan minuman untuk saya!"
Beni meminta salah satu anak buahnya untuk membeli minuman dan juga makanan. Beni yakin tuannya juga kelaparan karena berkeliling toko dari tadi. Apalagi tuannya belum makan dari pagi tadi.
" Sebenarnya tuan mau membeli apa untuk nona muda?"
" Kok kamu tanya lagi?. Bukan kah saya sudah katakan. Kita akan mencari sesuatu barang yang bagus dan juga limited edition"
" Apa nona muda nggak akan marah tuan belikan barang mahal seperti itu?"
Kenan memikirkan apa yang dikatakan asistennya. Benar juga apa yang dikatakan sang asisten. Kekasihnya itu kan tidak suka barang-barang branded.
" Saya yakin kali ini dia tidak akan marah. Lagipula saya tidak setiap hari memberikan dia barang-barang branded"
Kenan tersenyum mengingat bagaimana kekasihnya memarahinya karena dia membelikan sang kekasih sepatu yang harganya setara dengan dua motor sport.
Kekasihnya itu mengomel dari siang sampai sore hari.
Daripada uangnya dibelikan ke barang-barang seperti ini. Mendingan di sumbangkan ke panti kalau nggak ke rumah singgah. Jadi uangnya bermanfaat.
Itulah omelan yang selalu terngiang-ngiang di telinganya. Kekasihnya itu memang paket komplit. Sudah cantik, pintar, baik dan juga rendah hati.
Saat ini sangat jarang ditemukan gadis seperti kekasihnya itu. Apalagi dia dari kalangan atas. Tapi tidak ada sifat sombong dalam diri kekasihnya itu.
__ADS_1
" Ini minuman dan juga makanannya tuan" kata anak buah Beni.
Beni memberikan satu burger dan juga minuman pada tuan mudanya.
" Siapa yang pesan burger, Ben?"
" Saya tuan. Saya pesan burger itu karena saya tau tuan muda belum makan dari tadi"
Kenan kaget mendengar jawaban asistennya itu. Setelah itu terbitlah senyuman tipis di bibirnya. Asistennya itu memang yang terbaik.
" Makasih "
" Sama-sama tuan. Saya tidak ingin anda sakit. Karena kalau anda sakit, saya juga yang akan susah"
" Apa kamu bilang?!"
Beni menelan ludahnya. Ia mengutuk kebodohannya. Bisa-bisanya mulutnya itu keceplosan.
" Udah cepat makan burger nya tuan, kalau sudah dingin burger nya tidak enak lagi"
" Karena kamu sudah berinisiatif untuk membelikan saya makanan. Kali ini kamu saya ampuni"
Alhamdulillah gaji ku selamat.
Kenan mulai menggigit burger yang dibelikan sama asistennya. Ini kali pertamanya Kenan makan makanan junk food.
" Maaf ya tuan. Saya lupa ngasih tau anak buah saya jangan beli makanan junk food. Anda kan tidak pernah makan makanan seperti ini "
" Nggak apa-apa Ben. Lagipula saya tidak makan ini setiap hari"
" Benar nggak apa-apa tuan?"
" Iya Ben"
Beni tau tuannya tidak terlalu menyukai burger itu. Dan itu bisa dia lihat dari ekspresi wajah tuannya saat mengunyah burger itu. Tapi tuannya tetap memakannya demi menghargai dirinya.
" Tuan jangan dipaksakan. Nanti anda bisa sakit"
" Saya nggak apa-apa Ben"
Beni memberi kode pada anak buahnya untuk membeli makanan yang lain. Ia tidak tega melihat tuannya menderita seperti itu hanya karena ingin menghargainya.
Kenan sedari kecil memang tidak pernah memakan makanan junk food seperti itu. Karena keluarga besarnya selalu memberi makanan yang dibuat sendiri. Dan itu sudah dijamin sehat.
" Udah tuan jangan dimakan lagi" kata Beni sambil mengambil sisa burger yang ada ditangan tuan mudanya.
" Kenapa kamu ambil Ben?!"
" Saya tau tuan tidak bisa memakan makanan ini. Tunggu sebentar, anak buah saya sedang mencari makanan yang lain untuk tuan"
" Makasih Ben"
Kenan bersyukur memiliki asisten seperti Beni. Asistennya itu sangat pintar membaca ekspresi wajah. Dan lagi, asistennya itu sangat peka.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚