
Kevin segera menghampiri gadis cantik yang ada dihadapannya. Sekarang tidak ada jarak antara mereka berdua.
" Apa maksud ucapan Axel tadi?" tanya Kevin.
Alexa mengeyitkan alisnya. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan kakak kelasnya itu.
" Ucapan apa maksud kakak?"
" Kalau kamu kakaknya?"
" Oh itu. Bener, aku kakaknya Axel. Lebih tepatnya saudara kembarnya axel"
Tubuh Kevin lemas seketika. Ucapan Alexa tadi sungguh membuatnya shock sekaligus bahagia.
Axel tersenyum melihat ekspresi wajah Kevin. Ia tidak menyangka kalau rahasianya akan di ketahui sama Ketos itu. Jadi ia tidak bisa mengerjai Ketos lagi.
" Jadi kalian berdua nggak pacaran?"
" Ya nggak lha Kak. Masa iya aku pacaran sama saudara kembarku sendiri. Apa kata netizen nanti " kata Alexa.
"Pantas saja Axel selalu perhatian sama Alexa. Ternyata mereka berdua saudara kembar"
Kevin benar-benar bahagia. Tidak salah keputusannya pergi ke alun-alun malam ini. Jadi dia bisa mengetahui kebenaran hubungan antara Alexa dengan Axel.
" Eca"
" Iya Bang"
" Nih permen kapasnya"
" Oh iya, hampir saja lupa"
Baru saja ia merasa bahagia karena mendengar kabar kalau Alexa dan Axel saudara kembar. Eh datang lagi lelaki yang terlihat sangat akrab dengan gadis yang ia taksir.
" Saingan cinta kamu tu Kak" kata Axel pada Kevin.
" Eh"
" Nggak usah kaget gitu. Aku tau kalau kakak suka sama saudara kembar aku"
" Emang keliatan jelas ya?"
" Hhhmm"
Kevin tidak menyangka kalau Axel tau kalau dirinya menyukai saudara kembarnya. Tapi sekarang ia tidak tau harus bagaimana saat melihat Alexa akrab banget dengan lelaki yang ada di sampingnya. Apalagi tadi Axel bilang, kalau lelaki itu saingannya.
" Makanya belepotan banget sih?" kata Abimanyu sambil mengusap sudut bibir Alexa dengan ibu jarinya.
Axel tersenyum melihat ekspresi Kevin. Dulu dirinya yang melakukan hal itu pada saudara kembarnya. Dan sekarang Abang sepupunya yang melakukan itu.
" Panas ya Kak udara malam ini?" kata Axel sambil mengipas wajahnya dengan tangan.
" I-iya"
" Eca, kamu nggak mau ngenalin Abang Abi sama Kak Kevin?" kata Axel.
" Oh iya. Bang kenalin, ini Kak Kevin. Kakak kelas sekaligus Ketos di sekolah aku"
" Abimanyu, Abang sepupunya Twins"
Kevin lega dan juga bahagia, karena lelaki tampan yang ada dihadapannya itu sepupu Alexa. Dan sekarang ia tidak punya saingan cinta lagi.
Namun ia teringat akan sesuatu. Bukankah tadi Axel bilang kalau lelaki itu saingannya untuk mendapatkan cinta Alexa. Kevin tersenyum, ia baru sadar kalau sudah dikerjai oleh Axel.
" Hei, kenapa bengong?" kata Abimanyu.
" Maaf, saya Kevin"
" Kakak sendirian aja kesini?" tanya Alexa.
" Hhmm"
" Tumben. Biasanya kakak selalu berempat"
" Iya, sekali-kali jalan sendiri"
" Duduk di sana yuk, capek berdiri"
Mereka semua duduk di kursi panjang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Walaupun Kevin sudah tau kalau Alexa dan Axel saudara kembar. Tapi tetap saja ia belum bisa mendekati gadis cantik itu. Karena Alexa kini diapik Axel dan juga sepupunya.
" Kak Kevin udah tau kalau kalian berdua kembar?" tanya Farel pada Axel.
" Udah. Tadi dia denger gue ngomong kakak ke Eca"
" Berarti Lo nggak bisa mengerjai Ketos lagi dong?"
__ADS_1
" Ya mau gimana lagi. Dia nongol diwaktu yang tepat"
" Apa nanti Kak Kevin nggak akan bocorin sama yang lainr?"
" Ntar gue bilang sama dia untuk menjaga rahasia ini"
" Harus itu. Oh iya, apa dia juga tau siapa orang tua Lo?"
" Belum. Dia cuma tau kalau kita kembar. Itu aja"
" Kalian berdua ngapain bisik-bisik kek gitu?" kata Adele.
" Siapa yang bisik-bisik coba. Gue itu cuma tiup kuping Axel"
" Emang kuping Axel kenapa?"
" Kemasukan kecoa"
Pletak..
Aaaawww..
" Sakit bro"
" Makanya kalau ngomong jangan asal. Kuping gue bersih kek gini, Lo bilang kemasukan kecoa"
" Becanda"
" Becanda Lo garing "
" Kalian berdua berisik banget sih?!" kata Alexa.
" Farel nih ngajak gelud" kata Axel.
" Sama aja kalian berdua"
" Ogah disamain sama dia"
" Idih, gue juga nggak sudi disamain sama kulkas sepuluh pintu, kek Lo"
" Apa Lo bilang"
Farel langsung mengambil langkah seribu. Axel tidak tinggal diam, ia mengejar Farel sampai dapat. Alexa dan yang lain geleng kepala melihat tingkah kedua lelaki tampan itu.
Aksi kejar-kejaran antara Axel dan Farel masih berlanjut. Kedua lelaki itu masih belum mau menyerah satu sama lain. Mereka masih saling kejar.
" Gue kan salah, Lo nya aja yang sensi"
" Gimana nggak sensi, Lo bilang gue kulkas sepuluh pintu"
" Lha kan emang bener"
" Nggak, enak aja wajah tampan kek gini Lo samain sama kulkas"
" Kalau nggak mau dibilang kulkas, sering-seringlah tersenyum"
" Justru wajah dan sikap dingin kek gini yang banyak dicari cewek. Kalau gue sering senyum, ntar hati cewek-cewek pada meleleh"
" Ada aja jawaban si kulkas"
" Sampai kapan kalian berdua mau main kejar-kejaran?" tanya Alexa.
" Tau tu kek anak kecil, tau nggak" kata Adele.
" Axel yang ngejar gue" kata Farel.
" Kalau Lo nggak lari, gue juga nggak akan ngejar Lo " kata Axel.
Bunyi ponsel Alexa menghentikan aksi kejar-kejaran Axel dan Farel. Alexa tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ia langsung menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel itu.
" Hallo Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Eca lagi dimana, kok bising kali?"
" Lagi di alun-alun Paman"
" Alun-alun?"
" Hhmm"
" Sama siapa pergi ke sana?"
" Sama Abang Abi"
" Emang Abi udah pulang dari Bandung?"
__ADS_1
" Udah, tadi siang "
" Perginya cuma berdua aja?"
" Nggak, ada Axel, Adele dan juga Farel. Paman lagi apa?"
" Lagi kerja"
" Kerja terus. Lagian ini udah malam, masa masih kerja"
" Mau gimana lagi, karena pekerjaan ini harus diberikan besok pada klien paman"
" Paman nginapnya di hotel?"
" Nggak. Paman nginap di villa"
" Villa?"
" Iya. Villa nya tidak jauh dari pertambangan. Dan pemandangan di villa-nya sangat indah"
" Wah, paman bikin iri aja"
" Kapan-kapan paman akan ajak Eca sama Axel ke sini"
" Beneran ya"
" Iya. Ya udah selamat bersenang-senang aja. Paman mau lanjut kerja dulu. Titip salam untuk Abi dan yang lainnya"
" Ok, ntar Eca sampaikan"
" Telponnya paman tutup dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Alexa menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Paman ya yang telpon?" tanya Axel.
" Udah tau nanya"
" Galak amat?"
" Biarin!"
" Kalau kamu galak-galak kek gitu, nanti nggak ada cowok yang mau sama kamu. Terus kamu jadi perawan tua"
" Astagfirullah, amit-amit jabang bayi. Jangan sampe gue kek gitu"
" Makanya jangan galak-galak. Iya kan Kak Kevin?"
"Eh, i-iya"
" Tuh denger. Kak Kevin aja bilang iya"
Kevin bingung, pasalnya ia tidak tau apa yang ditanyakan Axel padanya. Karena ia dari tadi fokus melihat wajah cantik Alexa. Jadi dia tidak begitu mendengarkan apa yang dibicarakan Alexa dan Axel tadi. Makanya saat ditanya Axel, dia hanya bisa menjawab ' iya'
" Udah mau jam sembilan nih. Pulang yuk" ajak Abimanyu sambil melirik jam tangannya.
" Masa sih Bang?"
" Liat aja sendiri"
Alexa melihat jam tangan yang melingkar cantik di tangannya.
" Kok cepat amat ya. Perasaan baru sebentar kita nyampe di sini. Taunya udah mau jam sembilan aja"
" Makanya sekarang kita pulang, sebelum kita kena amukan singa " kata Axel.
" Kita pulang dulu ya Kak" ucap pamit Alexa.
" Iya. Aku juga mau pulang"
" Kok pulang?"
" Terus ngapain lagi. Lagipula besok mau sekolah"
" Oh iya. Kita duluan ya Kak"
" Ok, hati-hati di jalan "
" Kakak juga"
Setelah berpamitan, Alexa dan rombongannya pun berpisah dengan Kevin. Malam ini Kevin sangat membahagiakan untuk Kevin. Karena malam ini ia mengetahui kebenaran tentang hubungan Alexa dan juga Axel.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚