Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Jebakan Batman


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Siang ini giliran Alexa bertugas menjaga restoran. Ya semenjak kepergian kakek buyutnya, Alexa tidak pernah datang lagi ke toko maupun cafenya.


" Alexa"


" Ya Kak Indah"


" Turut berdukacita ya. Maaf saya nggak bisa datang melayat, karena saya harus menjaga cafe dan juga toko kue"


" Nggak apa-apa Kak, cukup kirimkan doa saja"


" Iya, saya sama teman-teman yang lain pasti mendoakan kakek buyut kamu. Semoga beliau ditempatkan di surganya Allah"


" Aamiin. Makasih Kak"


" Sama-sama. Saya pamit ke dapur dulu, ya"


" Hhmmm"


Alexa masuk kedalam ruangannya. Ada beberapa kerajaan yang harus ia kerjakan. Ia harus memeriksa laporan keuangan selama tiga Minggu ini. Apakah ada peningkatan atau malah nurun.


" Sayang"


Alexa membalikkan badannya. Ia melihat seorang lelaki tampan tersenyum menatapnya. Kemudian lelaki tampan itupun berjalan menghampirinya.


Kenan memeluk kekasih yang satu Minggu ini tidak bisa ia temui. Karena sang kekasih dalam masa berkabung. Jadi mereka hanya bisa berkomunikasi lewat telepon.


" Oppa kok bisa disini?. Bukannya ada meeting?"


" Aku kesini mau ketemu sama kamu. Aku kangen. Dan lagi aku meeting nya di sini"


" Disini?"


" Iya. Ada ruangan VIP, kan?"


" Ada. Mau disiapkan sekarang?"


" Boleh. Karena sebentar lagi klien aku mau datang"


" Ok, ntar aku suruh karyawan untuk menyiapkan ruangannya"


" Makasih sayang. Kamu udah makan siang?"


" Belum. Mau makan siang bareng?"


" Boleh"


" Bentar aku minta koki untuk menyiapkan makan siang untuk kita"


" Ok sayang"


Alexa pergi ke dapur untuk memberitahu koki untuk membuatkan makan siang untuknya dan juga untuk kekasihnya. Sedangkan Kenan masuk kedalam ruangan kekasihnya.


Ruang kerja kekasihnya sangat kecil. Jauh berbeda dengan ruangannya. Mungkin ruangannya lima kali dari ruangan kekasihnya.


" Sayang, apa ruangannya nggak kekecilan untuk kamu?"


" Nggak Oppa. Kenapa?"


" Menurut aku ini sangat kecil, sayang"


" Besar kecilnya ruangan tidak masalah. Yang penting kita kenyamanan. Walaupun ruangannya besar, tapi kita nggak nyaman. Ya percuma juga"


" Iya sih. Tapi aku kasihan sama kamu "


" Aku nggak apa-apa Oppa. Ruangannya nyaman kok"


Tak berselang lama pelayan datang dengan membawa nampan yang berisi pesanan Alexa. Pelayan itupun menghidangkan makanannya di atas meja.


" Makasih mbak"


" Sama-sama nona. Saya permisi dulu"


Pelayan itupun pamit undur diri. Alexa dan Kenan pun mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


" Sayang ntar temenin aku meeting, ya?"


" Kan ada Om Ben yang temenin Oppa"


" Aku maunya ditemenin sama kamu, sayang?"


" Manja banget sih gunung es nih. Aku kan ada kerjaan Oppa"


" Kan bisa kerjain di sana nanti"


" Liat ntar deh"


" Ayolah sayang. Aku malas sama klien aku yang satu ini"


" Emang kenapa dengan kliennya?"


" Dia itu ulet keket, sayang"


" Ulet keket?"


" Iya. Kamu mau aku di gigit sama ulet keket itu"


Alexa tidak mengerti apa yang dibicarakan sama kekasihnya. Dan siapa orang yang dipanggil ulet keket.


" Nggak usah dipikirkan. Nanti kamu juga tau siapa orang yang aku maksud"


" Hhhmm"


Sepasang kekasih itu melanjutkan kembali menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Maaf mengganggu anda nona. Diluar ada tuan Ben dan seorang wanita"


Karyawan wanita itupun menyuruh Beni dan temannya untuk masuk ke dalam. Setelah itu ia pamit undur diri.


" Selamat siang tuan, nona"


" Selamat siang juga om Ben. Om udah makan siang?"


" Sudah nona"


Wanita yang ada disebelah Beni menatap tajam Alexa. Ia tidak suka melihat lelakinya makan dengan gadis itu.


" Kamu tunggu di sana dulu, Ben. Saya mau makan siang dulu"


" Baik tuan. Mari nona Natalie"


Walaupun enggan, tapi Natalie tetap saja mengikuti Beni menuju kursi lain. Padahal dia ingin duduk di samping Kenan.


" Sayang suapin dong?"


" Eh"


Alexa kaget mendengar ucapan Kenan. Kenapa gunung es itu tiba-tiba minta disuapin.


" Ayolah sayang, mulut aku udah kebuka nih"


Meski tidak tau apa maksud lelaki tampan itu, tapi Alexa tetap mengikuti kemauannya.


" Makanannya langsung jadi enak kalau kamu suapin "


" Emang tadi makanannya nggak enak?"


" Enak, tapi nggak seenak dari tangan kamu" kata Kenan sambil mencium tangan Alexa.


Seketika wajah Alexa memerah karena malu. Bisa-bisanya gunung es itu mencium tangannya di depan orang lain.


" Oppa!"

__ADS_1


" Iya sayang"


" Jangan kek gitu. Disini banyak orang"


" Nggak apa-apa, anggap aja mereka itu manekin baju"


Kenan sengaja melakukan itu supaya Natalie panas. Kalau perlu wanita itu pergi dari ruangan ini.


" Udah cepat habiskan makanannya. Oppa mau meeting, kan?"


" Iya sayang"


Selesai makan, Kenan langsung menuju ruang VIP yang sudah disiapkan oleh karyawan Alexa.


" Kok dia juga ikut?" tanya Natalie.


" Saya yang meminta dia ikut. Apa anda keberatan nona Natalie?"


" Bukan saya keberatan, tapi kan kita mau membicarakan soal bisnis. Jadi tidak seharusnya orang luar ikut"


" Dia bukan orang orang luar. Dia itu calon istri saya. Jadi dia harus tau pekerjaan calon suaminya"


" Ya udah dia boleh ikut"


Tunggu pembalasan ku gadis kecil.


Natalie benar-benar kesal sama Kenan. Kenapa juga laki-laki itu mengajak anak kecil. Tapi nggak apa-apa, sebentar lagi gadis kecil itu akan lenyap dari muka bumi.


" Yuk sayang"


Alexa hanya membalas dengan senyuman. Ia masuk lebih dulu kedalam ruangan VIP. Diikuti sama Kenan dibelakang.


" Mau minum apa Om Ben?" tanya Alexa.


" Lemon tea aja nona"


" Kalau Oppa mau minum apa?"


" Aku kopi aja sayang"


Alexa meminta salah satu karyawannya untuk membuarkan kopi sama lemon tea. Ia juga meminta untuk membawakan camilan untuk kedua lelaki tampan itu.


Beraninya gadis itu mengacuhkan aku. Awas aja nanti.


" Oppa, aku lanjutin ngerjain pekerjaan aku tadi, ya?"


" Iya sayang"


Alexa membuka laptopnya. Ia melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi. Sedangkan Kenan dan Natalie sedang membahas kerja samanya dengan Natalie.


Sepanjang meeting, mata Natalie terus saja menatap Kenan. Dia tidak mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oleh Beni.


" Apa ada pertanyaan, nona?" tanya Beni setelah menyampaikan penjelasannya.


" Tidak Ben. Saya setuju dengan semua persyaratan yang perusahaan kalian berikan"


" Baiklah, nanti saya akan kirim email-nya ke nona"


" Hhhmmm"


Kenan tersenyum smirk. Ia tidak yakin Natalie tidak mendengarkan apa yang di sampaikan asistennya. Karena kalau dia mendengarkan, nggak mungkin wanita itu menyetujuinya.


" Silakan tanda tangan disini nona?"


Natalie langsung saja membubuhkan tanda tangannya. Tanpa ia ketahui karena kebodohannya dia telah menyerahkan sahamnya sebanyak dua puluh persen pada Kenan.


Dasar wanita bodoh!. Makanya jangan coba-coba bermain-main dengan saya. Dan juga perusahaan saya.


Ya Kenan mengetahui rencana ayah dan anak itu. Mereka mau mengambil saham perusahaannya dengan dalih kalau perusahaannya telah menggelapkan dana proyek kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan Natalie. Tapi mereka tidak tau, kalau Kenan jauh lebih pintar dari mereka.


To be continue.


Happy reading 😚😚


...***...

__ADS_1


__ADS_2