Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Penangkapan ke empat tikus


__ADS_3

Polisi kaget kondisi empat orang lelaki yang ada di ruangan itu. Tiga lelaki dengan tangan yang nyaris putus. Dan satu laki-laki dalam keadaan babak belur.


" Permisi tuan, kami dipanggil kesini untuk menangkap pencuri. Kalau boleh tau dimana pencurinya?"


" Itu yang tiduran di lantai"


" Mereka?"


" Hhmmmm"


" Tangan mereka kenapa tuan?"


" Itu akibat mencuri Pak, jadi tangan mereka seperti itu"


Kepala polisi meminta anak buahnya untuk memanggil ambulans. Karena ketiga tikus kantor itu harus segera dibawa ke rumah sakit, kalau tidak mereka akan kehabisan darah.


Romy keluar dari kamar mandi bersama dengan lion. Singa jantan itu berjalan ke tempat Darren. Dia tidak memperdulikan polisi yang sedang memperhatikannya.


" Si..singa?"


" Oh ini lion, binatang peliharaan saya. Lion beri hormat sama pak polisi "


Singa jantan itu langsung duduk sambil menundukkan kepalanya. Layaknya seperti manusia yang membungkukkan badannya pada atasannya.


Polisi itu kagum melihat kepintaran lion. Singa jantan itu sangat penurut. Bahkan sekarang dia terlihat sangat lucu kalau dilihat sedang duduk.


" Wah pintar sekali dia. Apa tidak bahaya tuan?"


" Tidak. Karena lion tidak akan menyerang orang sembarangan"


" Apa tuan sudah memiliki surat izin untuk memeliharanya?"


" Tentu saja sudah. Rom tolong ambilkan surat izin lion "


" Siap Ren"


" Saya tidak akan memelihara hewan kalau tidak ada izin Pak. Tentunya bapak tau dengan saya dan juga keluarga saya"


" Tentu saja saya tau tuan. Di negara ini siapa yang nggak kenal anda dan keluarga besar anda"


Romy kembali dengan membawa dokumen di tangannya. " Ini Pak surat izin lion"


Kepala polisi itupun memeriksa dokumen yang diberikan Romy padanya. Ia kaget karena Darren sudah cukup lama memelihara singa jantan itu.


" Sudah lama juga tuan memelihara singa jantan ini?"


" Tentu saja. Apakah anda kepala polisi yang baru?"


" Iya tuan, saya baru naik jabatan"


" Pantas saja. Karena yang tau saya memelihara singa komisaris polisi dan juga kepala polisi yang lama"


" Terima kasih tuan sudah mau memperlihatkan surat izinnya. Maaf atas ketidak nyamanan nya?"


" Nggak apa-apa Pak. Itu sudah menjadi tugas bapak sebagai polisi. Saya paham akan itu"


" Sekali terima kasih atas pengertiannya"


Tak berselang lama, beberapa suster pun datang membawa brankar. Ketiga lelaki yang tangannya hampir putus itupun dinaikan ke atas brankar.


" Kami permisi dulu tuan, makasih atas kerja samanya"

__ADS_1


" Sama-sama Pak. Bukti kecurangan mereka akan saya kirimkan nanti"


" Siap tuan, kami permisi dulu"


Darren dan Romy mengantarkan polisi sampai ke depan pintu.


" Rom suruh semua karyawan berkumpul di lobi, biar mereka semua tau hukuman apa yang akan mereka dapatkan kalau berani mencuri di perusahaan saya"


" Siap Ren"


Romy meminta sekretaris Darren untuk menghubungi semua divisi. Dan menyuruh mereka berkumpul di lobi perusahaan. Karena ada yang akan di sampaikan CEO.


" Tugas sudah dilaksanakan, Ren"


" Bagus, sekarang kita ke lobi"


Darren dan Romy pergi ke lobi. Tak lupa lion juga ikut bersama dengan tuannya. Ia berjalan di tengah-tengah Darren dan juga Romy. Mereka masuk kedalam lift menuju lantai 1.


...***...


Semua karyawan bergegas pergi ke lobi. Karena kalau mereka terlambat datang ke sana, maka mereka akan kena hukum sama CEO tampan itu.


" Eh lihat, siapa kira-kira yang ada di atas brankar itu?"


" Dengar-dengar sih para petinggi perusahaan"


" Petinggi perusahaan?. Emang mereka kenapa?"


" Aku juga nggak tau. Mungkin CEO akan bicara soal ini. Jadi kita tunggu aja CEO tampan nan dingin bak kutub Utara itu"


Sama halnya dengan karyawan lain. Fikri pun bertanya-tanya ada apa mereka di suruh kumpul di lobi. Karena tidak biasanya CEO meminta semua karyawan berkumpul pada jam kerja.


" Kamu tau nggak Xel, kenapa kita di suruh ngumpul disini?"


" Eh itu bukannya manager keuangan?"


" Mana?"


" Itu yang di bawa suster. Kenapa wajahnya lebam dan penuh luka, ya?"


" Mungkin dia sedang dapat hukuman karena perbuatannya"


" Benarkah?. Emang dia melakukan kesalahan apa, ya?"


" Nggak tau. Yuk kita ngumpul sama yang lain"


" Itu pasti perbuatan Daddy, Lo" bisik Farel.


" Mungkin"


Axel, Farel dan Fikri berkumpul dengan karyawan lainnya. Mereka akan menunggu CEO. Kira-kira apa yang akan di sampaikan sama CEO tampan itu.


Ting.


Pintu lift terbuka. Semua karyawan sontak melihat kearah lift khusus CEO itu. Seperti biasa semua karyawati terpesona akan ketampanan dua orang lelaki yang baru keluar dari pintu lift.


" Ketampanan yang hakiki"


" Benar banget. Walaupun udah mau kepala lima, ketampanan CEO dan asistennya tidak pernah pudar. Malah tambah terlihat tampan"


Kekaguman mereka langsung teralihkan sama hewan yang ada di tengah-tengah kedua lelaki tampan itu.

__ADS_1


" Singa"


Lion melihat sekelilingnya. Pandangannya langsung tertuju pada seseorang. Singa jantan itu langsung berlari menghampiri seseorang itu.


Para karyawan was-was, mereka ingin tau kira-kira singa itu ingin menghampiri siapa. Mereka segera mundur teratur saat singa itu berhenti tepat di depan salah satu OB.


" Hai Lion"


Semua orang kaget melihat interaksi antara karyawan OB dengan singa jantan itu. Terlihat jelas kalau singa itu ingin bermanja-manja dengan karyawan OB.


" Wah lion sudah besar ya"


" Ka..kalian berdua kenal sama singa ini?" tanya Fikri.


" Tentu saja kenal. Malahan kita sering main bareng"


Axel mengelus kepala lion. Ini kali pertamanya sang Daddy membawa Lion ke tempat umum. Untungnya lion bisa menyesuaikan dimana dia berada.


" Perhatian semuanya. Saya minta waktu kalian sedikit " kata Romy.


Semua karyawan pun langsung diam seketika. Suasana yang tadinya seperti lebah, sekarang hening seperti di kuburan.


" CEO ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada kalian. Jadi kalian harus mendengar dan menyimak apa yang akan di sampaikan sama CEO. Silakan Pak"


" Makasih Ren. Selamat siang semuanya, maaf sudah menggangu waktu kerja kalian. Saya rasa kalian semua sudah melihat ada pihak kepolisian dan juga beberapa petugas rumah sakit datang kesini"


" Sudah Pak"


" Kedatangan mereka itu untuk menangkap para tikus kantor yang sudah mencuri uang perusahaan"


Semua karyawan pun saling lirik. Mereka tidak menyangka kalau perusahaan yang terkenal ketat dengan peraturan itu bisa kecolongan juga.


" Beberapa petugas CCTV sudah saya pecat. Dan manager keuangan serta tiga orang petinggi perusahaan juga saya pecat secara tidak hormat. Jadi untuk kalian semua yang ada disini. Jika ada diantara kalian yang berniat untuk mencuri dan juga berbuat curang di perusahaan saya. Maka saya pastikan nasib kalian akan lebih parah dari ke empat tikus kantor tadi. Apa kalian mengerti!"


" Mengerti Pak"


" Sebagian dari kalian pasti bertanya-tanya kenapa singa saya dekat dengan karyawan OB di sana. Dia adalah putra saya, Axel"


Karyawan yang tidak tau siapa Axel pun kaget. Termaksud Fikri. Dia tidak tau kalau beberapa hari ini dia kerja dengan anaknya CEO. Pantas saja wajah Axel sangat mirip dengan CEO.


" Jadi kamu beneran anak CEO?"


" Iya Fik. Maaf ya kalau selama ini aku nggak jujur sama kamu. Semua itu aku lakukan demi melihat orang yang tulus di perusahaan daddy ku"


" Aku sudah memaafkan kamu kok Xel. Aku yakin kamu melakukan itu karena sesuatu hal. Aku bangga punya teman seperti kamu Xel. Walaupun kamu anak seorang CEO, tapi kamu tidak malu bekerja sebagai OB"


" Untuk apa aku harus malu. Bukankah pekerjaan seorang OB itu pekerjaan yang mulia"


" Iya Xel"


" Yuk aku kenalin kamu langsung sama daddy ku"


" Apa?"


" Kamu bilang belum pernah bertemu langsung dengan CEO. Makanya aku ajak kamu berkenalan dengan CEO di perusahaan ini"


" Se..serius Xel?"


" Serius. Yuk kita ke sana"


Axel membawa Fikri ke tempat daddy-nya. Ia akan mengenalkan langsung Daddy sekaligus CEO perusahaan Narendra group.

__ADS_1


To be continue


Happy reading 😚😚


__ADS_2