
Semua emas yang ada dalam lemari milik bos black cobra di pindahkan ke dalam truk. Emas itu nantinya akan di jual. Dan uangnya akan digunakan untuk membuat rumah singgah untuk anak jalanan. Serta di sumbangkan ke panti asuhan dan juga panti jompo.
" Itu emas semua?" tanya Adele.
" Nggak!. Coklat batangan" kata Alexa.
" Seumur hidup, gue baru kali ini liat emas batangan. Mana banyak banget lagi" kata Alisha.
" Kita juga baru kali ini melihat emas batangan sebanyak itu. Iya kan, Cha?" kata Adele.
" Hhmmm"
Ya Alexa memang belum pernah melihat brankas milik Daddy dan juga mommy-nya. Karena yang ia tau kalau hanya uang saku yang di kasih ortunya selama sebulan. Yang lainnya di nggak ngurus.
Habis dari sini, aku mau liat brankas Daddy.
" Eca"
" Hhmmm"
" Kamu ingat kejadian waktu kita hiking beberapa bulan yang lalu nggak?" tanya Axel.
" Ingat. Kenapa?"
" Kelakuan bos black cobra ini sama dengan bos yang menculik kita kemarin itu"
" Berarti bukan aku aja yang ngerasa seperti itu"
" Kenapa aku bilang gitu?. Karena tadi aku nemu ruangan yang menyeramkan. Bahkan di sana ada organ tubuh manusia"
" Mungkin saja mereka ada hubungannya. Tapi yang ini lebih sadis. Mereka tidak hanya mengambil organ saja. Tapi mereka juga menjadikan orang sebagai zombie"
" Zombie?"
" Hhmmm"
" Manusia seperti itu memang tidak pantas dimaafkan"
" Kamu liat mayat-mayat yang ada di sana?. Mereka semua manusia yang sudah di rubah menjadi zombie"
" Biadab sekali perbuatan mereka"
" Sebenarnya aku nggak mau membunuh mereka. Tapi karena mereka udah ngamuk dan menggila, maka terpaksa aku membunuh mereka"
" Emang mereka masih bisa di sembuhkan?"
" Gue juga nggak tau. Karena sebelum disuntik sama bos black cobra. Mereka semua masih terlihat baik-baik saja. Tapi setelah di suntik dengan cairan yang aku nggak tau itu cairan apa. Setelah itu mereka semua menggila "
" Udah manusia seperti itu tidak pantas di kasih untuk hidup. Karena takutnya dia melakukan hal yang sama lagi, kalau kita kasih kesempatan hidup"
" Kamu benar. Tapi aku nggak tau om Kenan akan kasih hukuman apa lagi untuk dia"
" Oh iya. Kucing besar ini mau kamu bawa pulang?"
" Iya, biar singa peliharaan Daddy ada temannya"
" Emang dia mau ikut sama kamu?"
" Mau lha. Jakson ikut sama Eca, ya?"
Aauuuum.
" Tuh kamu denger, mau"
Axel menggelengkan kepalanya. Perasaan dia cuma denger kucing besar itu mengaum, bukan bilang ' mau'.
" Sepertinya di tubuh Jakson banyak lukanya?"
__ADS_1
" Iya, manusia gila itu yang melakukannya"
" Bukankah Jakson hewan peliharaan dia?"
" Tadi emang punya dia. Tapi sekarang Jakson punya aku"
Axel ikut senang karena saudara kembarnya itu mau merawat kucing besar itu. Karena kalau tidak, kucing besar itu akan dititipkan ke kebun binatang, atau mungkin dipelihara oleh Om Kenan.
" Tangan Lo kenapa, Sha?" tanya Alexa saat melihat tangan sahabatnya diperban.
" Oh?, ini tergores sama samurai anak buah black cobra"
" Axel!, kamu gimana sih?!, masa lindungi pacar sendiri aja nggak bisa!"
" Ini bukan salah Axel, Cha. Ini salah gue karena tidak fokus"
" Lo jangan belain dia terus. Ntar dianya ngelunjak"
" Gue nggak belain dia. Tapi ini beneran salah gue. Axel udah melindungi gue dengan baik kok"
" Belain aja terus. Ntar kepalanya gede"
" Makanya cari pacar biar ada yang belain" kata Axel.
" Ck, dasar adik nggak ada ukhluk"
Axel tersenyum mendengar ucapan saudara kembarnya itu.
" Sayang" panggil Kenan.
Uhuk.
Semua orang di sana langsung batuk berjamaah mendengar panggilan Kenan pada Alexa.
" Lo udah jadian sama om gunung es?" tanya Adele.
" Kalau belum, terus kenapa Om gunung es manggil Lo dengan sebutan 'sayang"
" Lagi kumat dia. Lo nggak liat kepalanya masih diperban gitu?"
" Emang kenapa kalau kepalanya di perban"
" Itu berarti dia belum sembuh. Jadi wajar omongannya agak ngelantur"
Alexa tidak menyangka Kenan akan memanggilnya sayang di depan saudara dan juga sahabatnya.
" Tapi gue mencium aroma kebohongan" kata Farel.
" Aroma tubuh Lo tuh yang penuh dengan kebohongan" kata Alexa.
" Tidak!, aroma tubuh gue ini penuh dengan kejujuran. Buktinya yayang gue, betah dekat-dekat sama gue. Iya kan, yank?"
" Iya dong sayang"
" Dasar bucin" kata Alexa.
Adele dan Farel tersenyum mendengar ucapan Alexa. Senang sekali melihat ekspresi wajah sahabatnya itu.
" Sebentar lagi kamu juga akan bucin sama om gunung es" kata Adele.
" Kamu benar sekali sayang. Dan gue do'akan semoga Eca lebih bucin dari kita"
" Aamiin" ucap Kenan.
" Kok Om Aminin sih?!"
" Doa baik itu harus diaminkan, sayang"
__ADS_1
" Cie, sayang nggak tuh" ledek Farel.
" Tau ah"
Alexa menjauh dari Adele dan Farel. Karena kalau dia di sana terus sepasang kekasih itu akan meledeknya terus.
" Sayang mau kemana?" kata Kenan sambil mengejar Alexa.
" Pepet terus Om!"
Kenan mengacungkan jempolnya pada Farel. Setelah itu dia kembali menyusul gadis tipisnya.
" Apa yang akan Om lakukan setelah ini?" tanya Alexa.
" Melamar kamu"
" Ih, Om ini becanda terus"
" Saya nggak bercanda"
" Maksud aku itu bukan itu?"
" Emang kamu nggak mau aku lamar?"
" Tau ah"
Kenan tersenyum. Gadis cantik itu terlihat menggemaskan saat lagi kesal seperti ini. Ingin rasanya ia mencubit pipi sang gadis.
" Saya akan menghapus nama black cobra dari muka bumi ini"
Kenan meminta salah satu anak buahnya untuk menanam granat di sekeliling markas black cobra. Karena malam ini ia akan melenyapkan kelompok mafia black cobra.
" Om, wanita ini mau diapakan?" tanya Alexa.
" Nanti saya yang urus. Sekarang kita harus segera keluar dari markas ini"
Kenan meminta salah satu anak buahnya untuk menggendong Clara keluar. Mereka semua pergi meninggalkan markas black cobra. Namun baru sampai di depan pintu aula, Kenan menghentikan langkahnya. Ia mengambil pistol yang ia selipkan di celananya.
Dor.
*Dor.
Dor*.
Tiga tembakan ia berikan pada Bara. Seketika itu bos black cobra langsung meregang nyawa. Karena mendapatkan tiga tembakan dari Kenan.
Duar.
Terdengar suara ledekan yang sangat besar. Setelah mereka semua menjauh dari markas black cobra. Markas yang cukup megah itu seketika hancur bersama dengan jasad bos dan juga anak buah black cobra.
" Ben"
" Iya tuan"
" Kirim wanita gila ini ke mucikari yang ada di negara L"
" Dengan senang hati tuan"
Ben meminta anak buahnya untuk segera mengurus pengiriman mantan kekasih tuan mudanya. Karena hukum itu memang pantas untuk Clara.
Kenan memang tidak akan membunuh Clara. Karena dia ingin melihat wanita itu menderita secara perlahan. Dan setelah itu wanita itu akan meminta kematiannya sendiri.
Ya begitulah kejamnya Kenan kepada orang-orang yang sudah berani menyentuh keluarga dan juga orang-orang yang dia sayangi. Apalagi Clara sudah beberapa kali mencoba membunuh keponakan tersayangnya.
Karena urusannya sudah selesai. Kenan dan yang lainnya segera meninggalkan lokasi markas black cobra. Mereka kembali ke rumah mereka masing-masing.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚