
Satu persatu pengunjung itu pun pergi meninggalkan tempat itu. Sekarang hanya tinggal keluarga dan juga kerabat Kiran.
Darren seperti pernah bertemu dengan wanita yang di tolong putri kesayangannya tadi. Tapi ia lupa bertemu wanita itu dimana. Dan lagi wajahnya itu juga sangat familiar.
" Sayang"
" Iya By"
" Aku seperti pernah melihat wanita tadi?"
" Ya kan tadi emang melihatnya By"
" Maksud aku sebelumnya sayang?"
" Tentu saja kamu pernah bertemu dengannya, wajahnya juga sering lewat di majalah bisnis"
" Benarkah?"
" Iya, dia itu Helena Smith Anderson. Istri dari Arion Ricard"
" Arion Ricard? berarti orang tuanya Kenan?"
" Hhmmm"
" Pantas aja wajahnya nggak asing. Ternyata orang berpengaruh ketiga di Eropa"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Bisa-bisanya suaminya itu lupa dengan rekan bisnisnya sendiri.
" Yuk kita lanjutkan perjalanan. Nando sama Rania sudah menunggu kita"
" Siap sayang"
Ya Kiran memang menyuruh Nando dan Rania untuk duluan pergi ke tempat pesawat jet berada. Ia dan yang lain akan menyusul belakangan.
Nando dan Rania tersenyum melihat keluarga dan juga kerabat mereka sudah datang. Mereka akan berpisah dengan sanak famili mereka.
" Paman nggak mau ngajak Eca?" tanya Alexa.
" Siapa bilang paman nggak mau ngajak Eca pergi. Yuk kalau emang mau ikut"
" Beneran nih paman?"
" Iya keponakan ku yang paling cantik"
" Mom, Dad, Eca bole i--"
Belum selesai Alexa melanjutkan ucapannya, Kiran dan Darren sudah langsung bicara.
" Nggak boleh" jawab pasutri itu.
" Mommy sama Daddy nggak asik nih? Eca kan mau liburan juga?"
" Eca sayang, paman sama Tante itu mau pergi honeymoon. Kalau Eca ikut, nanti Eca nggak dapat adik yang lucu" kata Serly.
" Adik? emang paman sama Tante mau beli adik ke sana?"
" Oh astaga, bukan dibeli sayang. Tapi dibikin" kata Serly.
Alexa bingung dengan apa yang dikatakan mamanya Adele. Kalau mau buat adek untuknya kenapa harus jauh-jauh ke negara yang terkenal romantis itu?. Begitulah pikiran gadis cantik itu.
Kiran menatap tajam sahabatnya itu. Bisa-bisanya dia membuat bingung putrinya. Lagipula Alexa tidak mengerti maksud ucapan sahabatnya itu.
" Udah, jangan di dengerin omongan Tante Serly. Intinya paman dan Tante tidak boleh di ganggu" kata Kiran.
" Nanti kalau udah liburan sekolah Daddy ajak liburan" kata Darren.
" Beneran ya Daddy?"
__ADS_1
" Iya sayang"
Nando dan Rania pun berpamitan sama keluarganya. Karena jet yang akan membawa mereka sudah siap untuk terbang.
" Kita masuk dulu ya semuanya" pamit Nando.
" Iya. Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan" ucap Kiran dan yang lainnnya.
" Aamiin, makasih doanya semuanya"
" Jangan kasih kendor ya Nan" kata Romy dan Doni.
" Siap Bang"
" Kapan perlu jangan keluar kamar" kata Romy.
Kiran harus segera menghentikan para sahabatnya itu. Karena kalau tidak obrolan mereka akan merembet kemana-mana. Dan lagi di sna masih ada anak-anak.
" Udah cepat masuk, jangan dengerin omongan abang-abang kamu" kata Kiran.
" Iya Kak"
Nando dan istrinya segera masuk dalam jet. Tapi sampai di depan pintu mereka berbalik dan melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan.
Pintu pesawat jet pun tertutup. Para keluarga pun segera berjalan menjauhi tempat landasan. Mereka akan melihat jet itu lepas landas.
Jet milik keluarga Narendra pun segera lepas landas meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta.
Setelah jet lepas landas. Kiran dan keluarganya meninggalkan tempat landasan pesawat itu. Begitu juga dengan para sahabatnya.
...***...
Kenan sedang berbicara dengan pihak keamanan. Ia akan membawa pulang anak buahnya yang sudah di jadikan korban kejahilan sang mama.
" Maaf nyonya, kami tidak tau kalau mereka orang-orang nyonya"
" Makasih nyonya sudah mau mengerti kami"
" Tentu saja Pak. Lagian tadi saya hanya ingin seru-seruan saja"
Pihak keamanan itu saling lirik satu sama lain. Mereka tidak menyangka kalau orang kaya se-Eropa itu bisa becanda seperti ini juga.
" Baiklah Pak, karena urusan saya sudah selesai. Saya ingin membawa anak buah saya" kata Kenan.
" Silakan tuan muda"
Kenan membawa anak buahnya keluar dari pos keamanan. Diikuti sama ke dua orangnya. Mereka segera meninggalkan pos keamanan.
" Maafkan kami bos" ucap salah satu anak buah Kenan.
" Iya bos. Kami sudah membuat masalah"
" Kalian tidak perlu meminta maaf. Ini semua bukan salah kalian" kata Kenan sambil melirik mamanya.
" Ngapain kamu lirik mama kek gitu?"
" Aku cuma melirik orang Yanga udah menjadikan anak buah aku tumbal"
" Siapa yang menjadikan mereka tumbal?"
" Mama lha. Emang siapa lagi?"
" Sayang coba liat putramu yang nggak ada ukhluk itu. Dia berani memarahi aku?" adu Helena pada suaminya.
Mulai lagi dramanya.
" Ken, jangan pernah memarahi istri papa. Kalau tidak, papa coret nama kamu dari daftar ahli waris" kata Arion Ricard.
__ADS_1
" Ngancem nya itu terus. Tapi nggak apa-apa juga sih kalau aku dikeluarkan dari ahli waris. Kan aku punya perusahaan sendiri"
" Kalau gitu mama pecat jadi anak"
" Gitu amat sih Ma"
" Biarin. Eh tapi gadis cantik tadi hebat juga, iya kan Pa?"
" Iya Ma. Dan sepertinya papa kenal orang tuanya"
" Tentu saja kenal, dia kan rekan bisnis kita. Dan lagi mereka itu orang berpengaruh di Asia dan Eropa"
" Astaga, mereka itu tuan Darren dan nyonya Kiran ya, Ma"
" Iya Pa"
" Pantas saja putrinya cantik, orang tuanya aja tampan dan cantik"
" Tapi bagi aku, dia nggak cantik?" kata Darren.
" Iya, karena bagi kamu yang cantik itu wanita jadi-jadian kek Clara. Hingga semua kebutuhan wanita itu di penuhi" kata Helena.
" Itu sudah masa lalu, Ma"
" Iya. Dan mama bersyukur karena kamu sudah putus dengan wanita itu. Karena mama nggak akan sudi punya mantu seperti dia"
" Papa juga. Apa kata dunia nanti kalau papa punya mantu kek dia. Sekarang dia dimana?"
" Aku titipkan di tempat yang aman Pa"
Mereka pun sampai di parkiran. Salah satu anak buah Kenan membukakan pintu untuk tuan dan nyonya besarnya.
" Kamu mau ikut mama sama papa pulang, atau mau kembali lagi ke kantor?" tanya Helena pada putranya.
" Aku balik ke kantor lagi Ma, soalnya masih ada kerjaan"
" Ya udah, mama sama papa duluan. Sampai jumpa di mansion"
" Iya Ma"
Anak buah Kenan menutup pintu mobil setelah tuan dan nyonya besarnya masuk kedalam mobil.
Mobil mewah itu pun segera meninggalkan bandara. Setelah mobil yang membawa orang tuanya sudah agak jauh, barulah Kenan dan Beni masuk kedalam mobil.
" Langsung ke kantor tuan?" tanya Beni.
" Iya Ben. Kan saya juga sudah bilang tadi, emang kamu nggak denger?!"
" Denger tuan"
" Terus kenapa masih bertanya?!"
Nih bos lagi palang merah apa ya. Daritadi marah-marah Mulu.
" Cepat jalan!"
" Iya tuan"
Beni segera melajukan mobilnya meninggalkan bandara. Ia melajukan mobilnya menuju perusahaan tuanya.
To be continue.
Hallo reader terzayang. Maaf baru bisa up lagi. Karena dua hari kemarin sibuk menyiapkan acara pengajian.
Insya Allah, mulai besok Feby udah up seperti biasa. Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan kisah twins A.
Happy reading 😚😚
__ADS_1