
Alexa dan Axel tidak langsung menghampiri kedua orang tuanya. Mereka berdua asik mengobrol dengan bodyguard tingkat S. Darren berjalan menghampiri kedua anaknya itu.
" Tuan muda" sapa bodyguard itu sambil membungkuk badannya.
" Daddy"
" Apa sudah selesai ngobrolnya?"
" Sudah"
" Sekarang Eca dan Axel lawan Daddy"
" What..! " kaget twins.
" Kenapa? apa Eca sama Axel takut?"
Alexa melirik Axel, begitu juga dengan Axel.
" Tentu saja tidak, kita malah semangat. Karena sudah lama Eca dan Axel menantikannya"
" Benarkah?"
" Ya"
" Ok, kalau begitu tunggu apalagi?"
Para bodyguard tingkat S duduk di kursi yang ada dibelakang. Mereka akan menyaksikan pertandingan ayah dan anak itu.
" Princess, Darren mau ngapain?" tanya Nadia.
" Biasa, mau pamer dia" jawab Kiran.
" Wah bakal seru nih kayaknya" kata Serly.
" Apa Om Darren nggak akan nangis kalau kalah sama twins" kata Adele.
Kiran dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Adele. Tapi gadis itu tidak tau bagaimana kekuatan singa jantan itu.
" Axel, Eca, semangat..!" teriak Adele dan Farel.
" Semangat singa jantan" teriak Romy.
" Papa kok nggak dukung twins sih?" kata Farel.
" Kan papa temannya Om Darren"
" Ya juga sih"
Alexa dan Axel semakin semangat karena adanya dukungan dari kedua sahabatnya. Sedangkan Darren sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan kedua anaknya.
" Eca sama Axel siap?"
" Siap Daddy"
" Kalian berdua boleh mengeluarkan seluruh kemampuan kalian untuk menyerang Daddy"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
Darren membuat lingkaran. Dan sekarang dia berada di tengah-tengah lingkaran itu.
" Kalau kalian bisa membuat Daddy keluar dari lingkaran ini. Maka kalian keluar sebagai pemenangnya"
" Ok"
" Mulai..!"
Twins mulai menyerang Daddy-nya. Darren hanya berdiri di tempatnya untuk menerima serangan dari kedua anaknya itu.
Serangan demi serangan yang diberikan twins, tidak mampu menggeser Darren dari tempat dia berdiri sekarang ini. Tapi mereka berdua tidak menyerah.
" Om Darren kuat juga ya Ma" kata Serly.
" Hhmm"
__ADS_1
" Tapi aku yakin, twins pasti menang"
" Kita liat saja nanti"
Kiran salut dengan kegigihan kedua anaknya. Mungkin mereka sudah lama menantikan saat seperti ini. Dimana mereka bisa mengalahkan Daddy-nya.
" Semangat anak-anak mommy"
Darren menoleh ke istrinya. Bisa-bisanya sang istri mendukung twins. " Sayang, kamu kok mendukung twins sih?"
Bugh..
Alexa berhasil mengenai kaki Darren. Alhasil kaki itu bergeser sedikit dari tempat semula.
" Jangan lengah Dad" kata Alexa.
" Ok, kali ini daddy nggak akan biarkan Eca berhasil lagi"
Awas kamu nanti ya sayang. Aku kasih hukuman.
Darren sudah mulai serius, ia tidak akan memberikan kesempatan pada twins untuk mendekat.
Pertarungan antara ayah dan anak itu terus berlanjut. Para penonton masih harap-harap cemas dengan hasil pertandingan itu. Karena antara ayah dan twins sama-sama kuat.
Twins mengakui kehebatan Daddy-nya, tapi mereka tidak akan menyerah sebelum bisa mengeluarkan Daddy-nya dari lingkaran itu.
Mata Axel dan Alexa sudah mulai berubah. Darren sangat senang. Karena inilah saat-saat yang ia tunggu. Melihat mata kedua anaknya itu. Karena dengan begitu kekuatan ia dan twins baru seimbang.
" Princess, mata twins?" kata Nadia.
" Iya. Suami gue memang menunggu itu. Makanya dia sengaja nantang twins"
" Apa Darren juga akan mengeluarkan seluruh kekuatan dan kemampuannya?"
" Tidak. Dia hanya ingin menguji kemampuan twins saat dalam mode sekarang ini"
" Bukankah twins sering hilang kendali saat mata mode sekarang?"
" Sekarang mereka sudah bisa mengontrolnya"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Dua Minggu yang lalu"
" Siapa yang mengajarkannya?"
" Siapa lagi, kalau bukan lelaki tampan yang masih setia melajang"
" Nando?"
" Hhmm"
" Wah hebat juga tuh anak"
" Nando bilang, Axel yang lebih dulu bisa mengontrol sisi iblis-nya"
" Kalau itu sudah tidak diragukan lagi. Karena dia mirip bapaknya "
Kiran tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Tapi benar apa yang dikatakan Nadia. Axel memang mirip sekali dengan suaminya. Dingin, datar. Tapi penyayang pada keluarga, terutama pada saudara kembarnya.
" Ma liat, posisi Om Darren udah bergeser" kata Adele.
" Wah bener, bahkan Om Darren udah mau keluar dari lingkaran yang ia buat tadi" kata Farel.
" Ren, jangan sampai kalah" teriak Romy.
" Percuma papa kasih semangat Om Darren. Karena sekarang posisi Om Darren lagi di ujung tanduk. Axel, Eca buruan kalahkan Om Darren!" teriak Farel.
Romy membungkam mulut putranya itu. Farel pun tidak tinggal diam, ia berusaha melepaskan tangan papanya dari mulutnya.
Plak..
Aawwww.
__ADS_1
" Honey?" pekik Romy.
" Kamu mau membunuh putraku"
" Ya nggak lha"
" Terus kenapa mulutnya di tutup kek gitu"
" Biar dia nggak berisik lagi"
" Biarkan saja. Lagian dia kasih semangat untuk twins"
Romy pun melepaskan tangannya dari mulut putranya. Karena kalau tidak, bisa-bisa dia tidak dapat jatah nanti malam.
Tak berselang lama terdengar suara Adele yang bersorak gembira. Farel dan Romy pun menoleh kearah ayah dan anak yang sedang bertarung.
" Yeey.. twins menang!" teriak Adele
" Kok bisa?" tanya Romy.
" Ya bisalah, twins kan kuat"
" Payah Lo, Ren" teriak Romy.
Darren menatap tajam sahabatnya itu. Bisa-bisanya Romy mengatakan dia payah. Romy yang mendapatkan tatapan tajam langsung memalingkan wajahnya.
" Anak-anak Daddy sudah bertambah kuat" puji Darren.
" Daddy juga. Masih sudah untuk dikalahkan" balas Twins.
Darren memeluk kedua anaknya itu. Ia yakin, kalau terus berlatih, kedua anaknya itu akan melampaui dia dan istrinya. Dan memang itulah yang diharapkannya.
" Apakah kami akan dapat hadiah?" tanya Alexa.
" Iya, Axel sama Eca kan sudah berhasil mengalahkan Daddy. Jadi harus ada hadiahnya dong" kata Axel.
" Of course . Eca sama Axel mau hadiah apa dari Daddy?"
" Daddy harus kasih Eca sama Axel uang saku bulan depan" kata Alexa.
" Kalau itu Daddy tidak bisa. Karena kalau Daddy kasih kalian uang jajan, bisa-bisa mommy kalian akan ngamuk"
" Ya Daddy jangan bilang sama mommy?"
" Mommy itu istri Daddy, dan otomatis dia pasti tau kemana saja perginya uang daddy"
" Emang semua card Daddy dipegang sama mommy?"
" Nggak semua. Black card sama gold card aja sih yang di pegang mommy"
" Terus Daddy pakai card apa?"
" Ya sama Kek card Eca dan Axel "
Alexa dan Axel kaget mendengar ucapan Daddy-nya. Mereka tidak menyangka kalau card paling sakti diberikan Daddy sama mommy mereka.
" Hadiahnya Daddy kasih pas di ulang tahun kalian yang ke tujuh belas tahun"
" Masih lama dong?"
" Ya nggak apa-apa. Daripada nggak dapat hadiah sama sekali"
" Janji ya"
" Iya Daddy janji. Yuk sekarang kita ke tempat mommy"
" Hhmm"
Ayah dan anak itu pun menghampiri wanita cantik yang sedang duduk sambil tersenyum ke arah mereka. Axel dan Alexa segera berlari menuju mommy-nya.
Kiran memeluk kedua anaknya. Ia sangat bangga dengan Axel dan juga Alexa. Walaupun anaknya itu sering membuat kepalanya pusing karena sering berdebat. Namun itu menjadi hiburan tersendiri untuknya dan suami.
To be continue.
Jangan lupa like, komen, Vote dan hadiahnya. Supaya Feby semangat up nya 🤗🤗
__ADS_1
Happy reading 😚😚