
Kevin tersenyum melihat gadis cantik yang baru saja turun dari mobil. Ia segera menghampiri gadis cantik itu.
" Pagi"
" Astagfirullah, Kak Kevin! bikin kaget aja" kata Alexa sambil memegang dadanya.
" Hehehe senam jantung"
" Ck"
" Tumben naik mobil? motornya kemana?"
" Tinggal di kontrakan Alisha. Kakak udah dari tadi disini?"
" Lumayan"
Ehem.
Axel berdehem untuk mengingatkan bahwasannya masih ada orang lain di sana.
" Eh, ada Axel. Sorry nggak liat" kata Kevin.
" Nggak liat, atau pura-pura nggak liat?"
" Itu juga boleh"
" Ck, jangan macam-macam. Ntar nggak gue kasih restu baru tau rasa"
" Sadis amat "
" Biarin. Gue duluan ke kelas" kata Axel.
" Hhmm"
Sekarang tinggallah Alexa dan Kevin di sana. Entah kenapa Alexa merasa sangat gugup. Padahal ia sudah sering bertemu dengan lelaki tampan yang ada di hadapannya itu.
" Wah Div, coba liat siapa yang lagi pacaran di parkiran?"
Alexa menoleh kebelakang. Begitu juga dengan Kevin.
" Oh ternyata sekumpulan orang yang nggak penting" kata Alexa.
" Apa kata Lo?"
" Gue rasa kuping Lo masih sehat. So gue nggak perlu ngulang ucapan gue tadi kan? kecuali kalau kuping Lo bermasalah"
" Sekarang Lo nggak bisa apa-apa lagi Alexa. Karena Diva sudah kembali " kata salah satu teman Diva.
" Ada atau enggaknya dia. Nggak ngaruh buat gue"
" Lo liat aja nanti, gue akan bikin Lo keluar dari sekolah ini?" ancam Diva.
" Gue tunggu waktu itu tiba. Dan kita liat siapa yang akan keluar dari sekolah ini, gue atau Elo"
" Ok, dan Lo juga harus ingat siapa keluarga gue?"
" Gue ingat, dan gue nggak pernah takut dengan Lo ataupun keluarga Lo. Yuk Kak pergi, kalau lama-lama disini kita bisa kena penyakit" kata Alexa.
Kevin tersenyum mendengar ucapan Alexa. Gadisnya tidak hanya cantik, tapi juga sangat cerdas. Dia mampu membuat Diva dan kawan-kawannya tidak berkutik.
" Kamu hebat ya bisa melawan Diva dan gengnya?"
" Ngapain takut, kita sama-sama makan nasi kok"
" Kalau dia mengadu sama papanya?"
" Ya nggak apa-apa. Lagipula aku juga punya orang tua yang hebat dan juga kuat"
Alexa tidak berbohong, karena dia memang memiliki orang tua yang kuat. Bukan hanya kuat, tapi juga berkuasa.
" Aku masuk dulu ya Kak" kata Alexa saat mereka sudah sampai di depan kelasnya.
" Belajar yang rajin"
" Siap bos"
" Ya udah, masuk gih"
Alexa masuk kedalam kelasnya. Setelah memastikan Alexa duduk di kursinya, barulah Kevin pergi dari sana.
" Cie yang di antar sama ayang beb sampai depan pintu " kata Adele.
__ADS_1
" Apaan sih Lo Del"
" Oh iya, Lo udah tau kalau si Diva hari ini udah masuk sekolah"
" Udah, barusan diparkiran gue ketemu sama dia"
" Serius Lo? terus?"
" Biasa, dia cari masalah lagi sama gue"
" Dasar ulet keket, nggak kapok-kapok juga"
" Biarkan saja. Kalau dia berani mengusik gue lagi, maka gue nggak akan kasih ampun lagi"
" Setuju. Kapan perlu Lo bikin bangkrut perusahaan bapak nya, biar dia nggak congkak lagi"
" Sabar, ntar ada waktunya kita bikin dia bangkrut"
" Geregetan gue sama tuh ulet"
" Sama"
Tak berselang lama orang yang mereka bicarakan tadi pun datang. Dengan gaya angkuhnya Diva dan gengnya masuk kedalam kelas.
" Lo udah masuk lagi Div?" tanya salah satu teman sekelas Diva.
" Hhmm"
Diva duduk di kursi tempat biasanya ia duduk. Begitu juga dengan kedua temannya. Ia senang karena bisa sekolah lagi. Gara-gara Alexa ia di skors selama satu Minggu.
Bel sekolah berbunyi, pertanda jam pelajaran akan segera di mulai. Semua murid pun duduk dengan rapi. Mereka menunggu guru masuk ke kelas.
...***...
Nando baru sampai di kantornya. Kedatangannya langsung di sambut sama Ikbal sahabat sekaligus sekretarisnya.
" Gimana, udah dapat sekretaris baru untuk gue?"
" Belum. Tapi gue udah buka lowongan kok. Jadi kita tinggal tunggu aja"
" Thank's bro "
" Satu bulan ke depan jadwal gue padat nggak?"
" Lumayan, kenapa?"
" Gue mau jemput Rania "
" Wah roman-romannya ada yang akan melepas masa lajang nih?"
" Kakak gue menyuruh gue bawa Rania ke sini. Dan ini semua gara-gara keponakan gue"
" Siapa? Alexa?"
" Hhmm"
" Emang kasih tau soal hubungan Lo sama Rania?"
" Nggak"
" Terus?"
" Waktu video call, dia melihat Rania di ruangan gue"
Ting.
Pintu lift terbuka. Nando dan Ikbal pun keluar dari benda persegi itu.
" Oh iya, klien dari perusahaan Z mau datang ke sini jam delapan. Ia mau membicarakan soal kerja sama yang kita tawarkan satu bulan yang lalu"
Nando melihat jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya.
" Masih ada waktu sepuluh menit untuk mempersiapkan dokumen kerja samanya"
" Ok, gue akan siapkan dokumennya"
Ikbal segera pergi ke ruangannya. Ia akan menyiapkan dokumen kerjasama. Sedangkan Nando pergi ke ruangannya.
Sesampainya di ruangannya. Nando menghubungi nomor wanita yang satu Minggu ini sudah menemani hari-harinya. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo"
__ADS_1
Terdengar suara lembut dari seberang sana.
" Udah nyampe di kantor?"
" Udah, baru aja. Kamu?"
" Sama, aku juga baru nyampe. Tadi sarapan nggak sebelum pergi ke kantor?"
" Sarapan"
" Aku kangen masakan buatan kamu"
" Ya udah kesini"
" Kalau aku nggak ada janji temu klien hari ini, pasti aku udah terbang ke sana"
" Bohong"
" Serius"
" Ya deh"
" Oh, kakak aku nanyain kamu?"
" Aku?"
" Hhmm"
" Tanya apa?"
" Kapan aku akan bawa adik iparnya ke sini"
" Emang kakak kamu tau aku?"
" Tau, keponakan aku yang cerita"
" Keponakan?"
" Iya, ponakan aku sempat liat kamu di ruangan aku"
" Oh ponakan yang kamu ceritakan kemarin itu ya?"
" Hhmm"
" Aku juga pengin bertemu dengan keluarga kamu. Tapi aku juga takut"
" Takut?"
" Iya takut"
" Takut kenapa?"
" Takut mereka tidak terima aku. Karena status kita berbeda "
Nando tersenyum mendengar ucapan wanita cantik itu. Walaupun Rania tidak bisa melihat senyumnya saat ini.
" Kakak aku orangnya baik banget. Aku yakin dia pasti suka sama kamu"
" Apa kamu yakin mereka akan menerima aku?"
" Yakin. Mungkin sekarang kamu tidak percaya. Tapi saat kamu sudah bertemu dengan kakak aku, maka kamu akan tau kakak aku itu orang yang seperti apa"
" Semoga deh, keluarga kamu bisa menerima aku"
" Ya udah, aku tutup dulu ya telponnya bentar lagi klien aku mau datang"
" Ok, semoga kerjasamanya berhasil"
" Makasih. Kamu juga semangat kerjanya"
" Pasti dong. Kalau nggak semangat, ntar aku nggak di gaji"
" Ya udah, aku tutup ya"
" Hhmm"
Panggilan pun berakhir. Nando meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya. Sekarang ia akan menunggu kliennya datang.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1