
Kini keluarga Aditama tidak mempunyai apa-apa lagi. Kecuali rumah yang mereka tempati sekarang. Sedangkan perusahaannya sudah di ambil ahli oleh keluarga Narendra.
" Sekarang kita harus bagaimana, Pa?" tanya sang istri.
" Ya kita mulai dari nol lagi. Ternyata putri kita mencari masalah dengan orang yang salah"
" Kenapa papa nyalahin aku?" tanya Diva.
" Karena itulah kenyataannya. Kamu selalu memberikan masalah untuk keluarga. Dan sekarang kamu juga sudah di DO"
" Aku akan membalas semua perbuatan Alexa padaku. Kapan perlu aku akan melenyapkannya"
" Jangan gila kamu, Diva" kata sang papa.
" Benar apa yang dikatakan papa kamu. Kalau kamu masih mencari masalah dengan keluarga itu, maka kamu sendiri yang akan celaka"
" Mama sama papa tenang saja, aku tidak akan melakukan itu"
" Syukurlah"
Aku akan melakukan semua itu dibelakang kalian. Aku tidak akan membiarkan Alexa selamat kali ini.
" Ya sudah, sekarang kita pulang" kata Aditama pada istri dan anaknya.
Diva ikut dengan orang tuanya. Ia tidak kembali ke kelasnya. Kalau ia kembali dengan keadaan yang seperti ini, pasti teman-teman sekelasnya menertawakannya.
...***...
Alexa kembali ke kelasnya. Sesampainya di kelas, teman-teman sekelasnya langsung menyerbu Alexa dengan pertanyaan.
" Alexa kenapa cuma kamu yang kembali? Diva mana?"
" Gue nggak tau. Mungkin masih di kantor kepala sekolah" jawab Alexa.
" Apa Lo di DO dari sekolah"
" Nggak. Saat ini gue masih sekolah disini"
" Nggak mungkin! bagaimana bisa Lo tidak di keluarkan dari sekolah?" tanya salah satu teman Diva.
" Oh! jadi Lo berharap gue di DO? tapi sayang, keinginan Lo tidak terkabul. Tapi untuk Diva, keinginan Lo itu dikabulkan"
" Ma.. maksud Lo, Diva di DO?"
" Bener banget"
" Bagaimana bisa, dia anak orang berkuasa di kota ini"
" Tapi keluarga gue lebih berkuasa dari keluarganya" bisik Alexa di kuping teman Diva.
" Ba.. bagaimana mungkin keluarga Lo lebih berkuasa dari Diva?"
" Karena memang itulah kenyataannya. Jadi mulai detik ini, jangan pernah mengusik gue. Kalau tidak, nasib kalian akan sama dengan Diva"
Alexa kembali ke tempat duduknya. Dan ia langsung di sambut sama sahabatnya.
" Eca, gue khawatir sama Lo " kata Adele sambil memeluk Alexa.
" Terima kasih bontot udah khawatir sama kakak Lo yang cantik ini"
" Ck, usia kita cuma beda satu tahun"
" Ya, tapi tetap saja Lo lebih kecil dari gue"
" Berarti Lo udah tua dong?"
" Iya, tua rasa daur muda"
__ADS_1
Kedua gadis cantik itupun tertawa.
" Oh iya, terus gimana dengan Dipong?"
" Sudah gue bereskan. Salah sendiri mau adu kekuasaan sama gue"
" Jadi Dipong sudah tau status Lo?"
" Ya gimana nggak tau, gue bawa opa sama Grandpa gue kesini"
" Wah parah Lo. Pasti orang tua Dipong shock banget saat tau Lo anak penguasa Asia dan Eropa"
" Pastilah. Sifatnya yang angkuh langsung melempem "
" Nggak apa-apa, biar olahraga jantung mereka"
" Siapa suruh mengusik gue. Jadi jangan salahkan kalau gue berbuat kejam"
" Betul banget"
Tak berselang lama bel berbunyi pertanda jam pelajaran pertama telah usai. Para murid menunggu kedatangan guru, untuk melanjutkan pelajaran ke dua.
...***...
Nando sudah sampai di hotel milik orang tua kakaknya. Ia akan menjemput Rania dan juga ibunya. Ia akan membawa tunangannya itu ke mansion milik sang kakak. Karena kemarin kakaknya menyuruh untuk membawa Rania ke sana.
" Ibuk sama Nia sudah siap?"
" Sudah"
" Ayo kita berangkat"
Nando membukakan pintu mobil untuk tunangan dan ibunya. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil. Mobil mewah pun melaju meninggalkan hotel nan mewah itu.
" Kita mampir di supermarket dulu ya?" pinta Rania.
" Beli sesuatu untuk dibawa ke rumah kakak"
" Baiklah"
Sebenarnya tidak perlu membeli apapun untuk di bawa ke mansion kakaknya. Tapi melihat niat baik Rania untuk kakaknya, ia pun tak tega untuk melarangnya.
Nando menepikan mobilnya saat melihat supermarket. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.
" Tunggu sebentar ya"
" Ok"
" Buk, aku mau masuk ke supermarket dulu. Ibuk tunggu di sini, ya?"
" Iya Nak"
Rania segera masuk kedalam supermarket. Ia akan membeli kue dan beberapa macam buah. Dan bebera Snack untuk keponakannya.
" Nak Nando?"
" Iya Buk"
" Apa keluarga kamu akan menerima kami?"
Nando tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya itu. " Mereka sangat menerima Buk. Bahkan kakak sendiri yang meminta saya untuk membawa Nia dan Ibuk ke mansion"
" Syukurlah. Ibuk hanya takut mereka tidak menerima. Walaupun kakak kamu sudah menerima Nia. Tapi belum tentu dengan orang tua kakak kamu?"
" Ibuk tenang saja, mereka semuanya orang baik. Percaya sama saya, kalau mereka akan menerima Nia dan Ibuk"
" Baiklah. Ibuk percaya sama kamu"
__ADS_1
Tak berselang lama Rania keluar dengan membawa satu kantong plastik besar di tangannya.
" Sudah selesai belanjanya?"
" Sudah, yuk kita lanjut lagi"
" Baik ratuku"
" Semakin hari kamu semakin jago menggombal"
" Siapa yang gombal. Kata-kata itu tulus dari hati aku. Karena kamu ratu di hatiku"
" Ya deh percaya"
" Kok nggak ikhlas gitu bilangnya?"
" Udah, cepat jalan"
" Siap ratu"
Nando melajukan kembali mobilnya menuju mansion. Kali ini mereka tidak akan mampir-mampir lagi. Mereka akan terus ke mansion.
Rania takjub melihat pintu gerbang yang tinggi dan juga mewah itu. Ia kaget saat mendengar kata ' Terdeteksi'. Setelah itu pintu gerbang pun terbuka dengan sendirinya.
" Apa mansion kakak kamu ada hantunya?"
" Nggak? kenapa kamu nanya kek gitu?"
" Karena pagarnya terbuka sendiri"
Nando tersenyum mendengar jawaban tunangannya itu. " Pintu gerbangnya akan terbuka sendiri kalau sensornya mengenali mobil tersebut"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
Di sepanjang jalan, Rania melihat ada begitu banyaknya lelaki berjas hitam. Mereka membungkukkan badan kala mobil Nando melewati mereka.
" Itu para bodyguard yang bertugas untuk menjaga mansion"
Rania tersenyum kikuk kala mendengar ucapan lelaki tampan itu. Ia baru akan bertanya, tapi Nando sudah menjawab pertanyaannya itu.
Ya Rania memang ingin menanyakan siap orang-orang yang berdiri di sepanjang jalan tadi. Eh! belum sempat ia bertanya, Nando sudah menjawab.
Rania kaget sampai menutup mulutnya saat melihat bangunan bak istana itu. Ia semakin penasaran, sekaya apa keluarga Nando ini. Hingga memiliki rumah bak istana.
Aaaaaaa.
Rania kaget kala ada yang membuka pintu dari luar. Dan ternyata pelakunya calon suaminya sendiri. Tapi sejak kapan dia turun? bukankah tadi masih di dalam mobil?.
" Yuk turun, kakak sama yang lain udah menunggu"
Rania sangat gugup. Walaupun kemarin ia sudah bertemu dengan kakaknya Nando. Tapi sekarang ini mereka akan bertemu dengan seluruh keluarga Nando. Bukan seluruh juga sih. Karena Nando pernah bilang kalau keluarga sangat banyak dan rame.
Nando tau Rania gugup karena akan bertemu dengan keluarga kakaknya. Ia pun menggandeng tangan wanitanya.
" Jangan gugup, santai aja"
" Hhmm"
" Yuk Buk, kita masuk"
" Baik Nak"
Mereka pun berjalan masuk kedalam mansion. Nando berjalan di tengah-tengah antara Rania dan ibunya. Karena ia tidak mungkin membiarkan calon mertuanya berjalan sendirian di belakang.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚.