Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Buah simalakama


__ADS_3

Emosi Axel sudah reda, twins pun segera pergi dari toilet. Karena kalau mereka masih di sana, nanti orang mikir mereka berbuat yang aneh-aneh di dalam toilet.


" Kita langsung pulang aja ya?" kata Axel.


" Terus Adele sama Farel gimana?"


" Ntar aku telpon Farel dulu"


Axel mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya. Kemudian dia menghubungi sahabatnya. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.


" Hallo Rel"


" Lo dimana?"


" Gue lagi di jalan mau ke parkiran. Lo dimana?"


" Gue sama Adele di lantai dua"


" Ya udah, tunggu kita di sana"


" Ok, kita tunggu di depan toko mainan"


Panggilan telepon pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


" Mereka dimana?"


" Lantai dua"


" Tunggu apalagi, yuk kita susul mereka"


Twins pun segera menyusul kedua sahabatnya. Mereka berdua segera naik eskalator, menuju lantai dua.


Sampai di lantai dua. Twins segera menuju toko mainan. Tempat kedua sahabat mereka sedang menunggu.


" Eca" panggil Adele sambil melambaikan tangannya.


Alexa tersenyum melihat sahabatnya. Ia dan saudara kembarnya, segera menghampiri kedua sahabatnya.


" Kalian berdua kemana? kita berdua khawatir?" kata Adele.


" Sorry ya, tadi gue harus meredakan emosi Axel. Soalnya tadi mode iblis-nya lagi on"


" Benarkah? wah nyesel gue nggak melihatnya"


" Kok mode iblis Lo bisa On?" tanya Farel.


" Gegara si Rian. Dia selalu cari masalah sama gue. Padahal gue nggak ada ganggu dia. Tapi dia selalu mancing-mancing gue"


" Aneh deh Kak Rian itu. Sejak pertama masuk sekolah, dia udah nggak suka sama Axel. Entah apa sebabnya" kata Adele.


" Dia suka sama Eca"


" Sama gue? "


" Hhmm"


" Tapi gue nggak punya perasaan apa-apa sama dia. Dan lagi gue nggak suka sama sifatnya yang suka emosi dan juga sombong"


" Benar tuh. Apalagi saat dia bilang motor Eca itu jelek"


" Benarkah? kapan?" tanya Farel.


" Dua hari yang lalu"


" Mungkin dia orang kaya baru, makanya dia nggak bisa bedain mana motor mahal dan yang nggak" kata Axel.


" Sepertinya begitu"


" Yuk kita pulang, gue udah lapar" kata Alexa.


" Gue juga"


Ya mereka memang belum makan malam. Rencananya mereka akan makan setelah selesai nonton. Tapi karena kejadian Axel dan Rian tadi, mereka nggak jadi makan bersama.


" Gimana kalau kita makan di warung tenda yang ada pinggir jalan dekat lampu merah" usul Alexa.

__ADS_1


" Boleh juga tuh. Udah lama juga kita nggak makan di warung tenda"


" Ok, kita makan di sana"


" Asik" kata kedua gadis cantik itu.


" Oh iya hampir saja lupa" kata Adele.


" Apa yang hampir lupa?" tanya Alexa.


" Nih, belanjaan Lo "


" Kok belanjaan gue bisa ada sama Lo?'


" Kak Kevin yang memberikannya sama gue"


" Apa Kak Kevin juga yang bayar belanjaan gue?"


" Kayaknya sih"


" Nggak apa-apa, ambil aja. Nggak baik nolak rezeki" kata Axel.


" Karena kamu nggak jadi bayarin belanjaan aku? sebagai gantinya, kamu harus traktir kita makan di warung tenda"


" Ok, nggak masalah"


Empat sekawan itu pun segera pergi menuju parkiran. Alexa akan berterima kasih nanti saat dia sudah bertemu kakak kelasnya itu.


Sampai di parkiran, Axel memasukkan barang belanjaan Alexa kedalam bagasi. Sedangkan Alexa dan kedua sahabatnya, segera masuk kedalam mobil.


Setelah memasukkan semua barang belanjaan Alexa. Axel segera masuk kedalam mobil. Ia duduk di kursi kemudi.


" Pasang sabuk pengaman kamu?" kata Axel pada saudara kembarnya.


" Oh iya lupa"


Alexa segera memasang sabuk pengamannya. Axel segera melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran mall terbesar milik Omanya.


***


Suasana di warung tenda itu cukup rame. Kedatangan mereka pun menjadi pusat perhatian para pembeli di sana. Mungkin mereka baru pertama kali melihat empat sekawan itu makan di sana.


" Kita duduk sebelah sana yuk?" kata Adele.


Ada yang menghentikan makannya, karena melihat empat sekawan itu melewati mejanya.


" Cantik banget tuh cewek"


" Iya, mana aroma mereka wangi lagi"


" Sepertinya mereka baru pertama kalinya kesini?"


" Sepertinya begitu"


" Kedua cowok tampan itu pasti pacarnya"


" Mungkin"


Banyak lagi omongan para lelaki yang ada di sana. Tapi empat sekawan itu tidak menghiraukan. Mereka terus berjalan menuju kursi kosong yang ada di ujung.


Setelah empat sekawan itu duduk. Seorang pelayan laki-laki menghampiri meja mereka.


" Mau pesan apa Dek?" tanya pelayan laki-laki itu.


" Disini ada menu apa aja Bang?" tanya Farel.


Pelayan itu pun menyebut menu yang di sediakan di warungnya. Dan juga menu favorit para pembeli.


" Saya pesan ayam geprek, terus minumnya teh hangat" kata Alexa.


" Kalau saya samain aja sama pesanan sahabat saya" kata Adele.


" Kita samain aja semua pesanannya" kata Farel.


" Ya udah samain aja" kata Axel.

__ADS_1


" Pedasnya mau level berapa Dek?"


" Emang level kepedasannya ada berapa Bang?" tanya balik Alexa.


" Satu sampai lima Dek"


" Kita pilih level tiga Bang"


" Apa nggak kepedesan tuh?" tanya Farel.


" Nggak. Yang pedes itu level lima " kata Adele.


" Ya udah, level tiga aja"


" Baik, tunggu sebentar ya"


Pelayan laki-laki itupun pamit undur diri.


" Jadi gimana hubungan Lo sama Kak Kevin?" tanya Adele.


" Nggak gimana-mana? kenapa emangnya?"


" Gue pikir Kak Kevin mau nembak Lo?"


" Emang dia nembak gue tadi"


" What! " kaget Axel dan juga kedua sahabatnya.


" Terus gimana? Lo terima nggak?" tanya Adele.


" Ya nggak lha"


" Kenapa?"


" Menurut gue terlalu cepat aja. Lagipula, gue belum terlalu mengenal dia"


" Pasti Kak Kevin merasa sakit banget, karena cintanya di tolak"


" Nggak juga "


" Nggak gimana. Lo itu udah mematahkan hatinya Eca? masa Lo bilang nggak?!"


" Ya buktinya dia masih tersenyum tadi"


" Itu karena dia nggak mau terlihat lemah di mata kamu" kata Axel.


" Ya aku juga nggak tau. Lagian kita memutuskan untuk berteman dulu"


" Nggak apa-apa, nanti juga tumbuh benih-benih cintanya"


" Lo kek ngerti banget soal beginian. Emang Lo udah punya pacar?"


" Ya belum lha"


" Adele nggak perlu jauh-jauh cari cowoknya "


" Kenapa?" tanya Alexa.


" Karena cowok yang dia suka ada disini"


Alexa langsung menatap Farel. Ia memang sudah lama curiga sama dua sahabatnya itu. Dan sekarang kecurigaannya itu semakin bertambah.


" Ngapain Lo liatin gue kek gitu?"


" Nggak usah pura-pura bego. Lo kan cowoknya?"


" Kenapa Lo tanya gue. Tanya sama ceweknya dong?"


" Gue mau nanyanya sama Lo?"


Farel merasa terpojok. Ia tidak ingin salah jawab. Karena kalau ia jawab suka sama Adele, bisa-bisa dia di ejek sama kedua sahabatnya itu. Tapi kalau ia bilang tidak, pasti dia akan di amuk sama Adele. Sekarang Farel seperti memakan buah simalakama.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2