
Alexa baru sampai di mansion. Ia bingung melihat para pelayan hilir mudik, dari taman ke mansion.
" Bik, ada acara apa ya?"
" Pesta barbeque nona"
" Pesta barbeque?"
" Iya. Di dalam semua keluarga besar sudah berkumpul"
" Ada Abang Abi sama paman Varo juga?"
" Iya nona. Calon istri Den Nando juga ada"
Alexa segera masuk kedalam mansion.
" Eh cucu cantik nenek udah pulang?" kata Vanya.
" Iya Nek"
" Kok malam pulangnya sayang?"
" Baru pulang kerja Nek"
" Uh, kasihan. Pasti capek banget ya"
Belum sempat Alexa menjawab terdengar suara Axel membaca salam.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Tampan nenek juga baru pulang kerja?"
" Iya Nek" jawab Axel.
" Ya udah, twins mandi dulu gih. Setelah itu langsung turun, kita akan mulai pesta barbeque nya "
" Baik Nek" jawab Axel dan Alexa berbarengan.
Alexa dan Axel segera ke kamarnya. Alexa sudah tidak sabar ingin segera berendam di bathtub nya. Karena tubuhnya sudah lengket dan gerah.
" Aunty, tadi itu Axel sama Alexa ya?" tanya Kiran.
" Iya. Sepertinya twins kecapean"
" Mungkin. Yuk ke taman, yang lain udah berada di taman"
" Baiklah"
Kedua wanita cantik itu pergi ke taman, berkumpul dengan keluarga yang lainnya. Karena acara barbeque akan segera di mulai.
Sesampainya di kamarnya. Alexa bergegas menuju kamar mandi. Niat hati ingin berendam, melepaskan rasa lelah karena bekerja tadi, akhirnya pupus sudah. Sebab ia keluarga besarnya sudah menunggu.
Sepuluh menit lamanya Alexa mandi. Dan ini merupakan mandinya yang tercepat. Karena biasanya ia mandi, dua puluh atau dua puluh lima menit.
Alexa memakai baju santainya. Setelah menyisir rambut, ia segera turun ke bawah berkumpul bersama keluarga besarnya.
" Tumben nih cepat mandi?" tanya Axel saat mereka berdua berpapasan di lift.
" Nggak enak sama yang lain, kalau aku lama-lama mandinya"
" Yuk turun"
" Hhmm"
Alexa dan Axel segera masuk kedalam lift. Mereka sudah tidak sabar ingin makan bersama dengan keluarga besar. Karena jarang banget semua keluarga ngumpul kek gini. Walaupun minus eyang Kakung.
Di taman.
Para istri sudah mulai membakar daging, jagung dan juga sosis. Sedangkan anak-anak mengobrol di gazebo yang ada di taman.
" Twins kok lama banget ya?" kata Abimanyu.
__ADS_1
" Mungkin mereka ketiduran" jawab Varo.
" Senang banget bisa kumpul bersama kek gini"
" Yeah, jarang banget bisa kumpul lengkap kek gini, walaupun minus eyang Kakung"
" Abang, paman "
Varo dan Abimanyu tersenyum. Mereka tidak perlu melihat siapa orang yang memanggilnya. Karena dari suara cemprengnya sudah ketahuan siapa yang manggil.
" Udah selesai mandi?" tanya Abimanyu pada gadis cantik yang baru datang itu.
" Udah dong, masa udah wangi kek gini belum mandi"
" Siapa tau cuma pake parfum doang"
" Ya nggak lha. Eca mandi tau"
" Ya.. ya kamu menang"
" Oh iya, Adele sama Farel belum datang?"
" Belum"
" Tumben mereka belum datang"
" Axel" panggil Varo.
" Hhmm"
" Kenapa melamun?"
" Biasanya Paman, lagi mikirin pacarnya"
" Pacar?" tanya Abi sama Varo bersamaan.
" Iya pacar. Paman sama Abang mah kalah sama Axel"
" Benar Bang. Nih Eca kasih liat foto kekasihnya Axel"
Alexa mengambil ponselnya. Kemudian melihatkan wallpaper ponselnya. Ya wallpaper gadis cantik itu memang foto dia dengan kedua sahabatnya.
" Wah, hebat juga adek Abang milih pacar" puji Abimanyu.
" Ya dong"
" Tapi ingat, kalau pacaran itu harus jaga batasan" pesan Abimanyu.
" Iya Bang. Axel tau kok, dan lagi Axel baru berani pegang tangan doang"
" Ya nggak apa-apa. Kita harus menjaga wanita yang kita sayang. Jangan sampai merusaknya"
" Baik Bang. Axel akan ingat selalu pesan dan nasihat Abang"
" Oh iya paman dengar Eca sama Axel kerja?" tanya Varo.
" Iya " jawab Alexa.
" Gimana? seru nggak?"
" Seru paman. Apalagi kalau kita dapat tip"
" Kamu dapat tip berapa?" tanya Axel.
" Seratus ribu"
" Belum seberapa sama aku".
" Emang kamu berapa?"
" Aku tiga ratus ribu"
__ADS_1
" What! tiga ratus ribu? nggak bener nih, pasti kamu menggoda pelanggannya kan?"
" Sembarang aja kamu kalau ngomong. Mereka ngasih tip karena kerjaan aku bangus dan juga karena aku tampan"
" Ck, narsis"
Varo dan Abimanyu tersenyum melihat tingkah twins. Mereka berdua selalu saja berdebat. Dan yang diperdebatkan hanya masalah sepele.
" Senang kan, dapat uang dari hasil jerih payah kita sendiri?" kata Abimanyu.
" Iya Bang" jawab twins kompak.
" Itu baru tip, belum lagi gaji"
" Abang benar. Padahal gajinya tidak seberapa dari uang saku Eca. Tapi rasanya sungguh berbeda"
" Tentu saja berbeda. Karena uang yang Eca dapatkan sekarang adalah hasil keringat Eca sendiri "
" Paman benar"
" Seperti itulah orang tua kita mencari uang. Kerja pagi hingga malam hari, hanya demi keluarganya. Supaya anak-anaknya bisa hidup dengan layak" kata Varo.
Air mata Alexa pun jatuh. Beberapa hari ini ia mengeluh karena Daddy-nya tidak punya waktu untuk mengajak ia dan saudara kembarnya jalan-jalan.
" Eca kenapa nangis?" tanya Varo.
" Eca udah jahat sama daddy"
" Maksudnya?"
" Beberapa hari ini, Eca sering protes sama Daddy. Hanya karena Daddy sibuk kerja terus. Sehingga Eca sama Axel jarang di ajak jalan-jalan"
Varo memeluk keponakannya itu. Ia mengerti apa yang dirasakan Alexa sekarang ini. Karena ia juga pernah berbicara seperti itu pada papanya.
" Pasti daddy capek kerja siang dan malam untuk mencari uang untuk Eca. Tapi Eca nggak pernah ngertiin daddy" tangis Alexa.
" Paman ngerti. Karena paman juga pernah berada di posisi Eca. Paman juga pernah kesal dan bete sama papanya paman, sebab dia nggak jarang membawa paman pergi liburan. Tapi setelah paman tau kalau papa mencari uang untuk paman, jadi paman meminta maaf sama papa"
" Apa Daddy mau memaafkan Eca?"
" Tentu saja Daddy mau memaafkan Eca"
Alexa dan Axel menoleh kearah suara. Begitu juga dengan Varo dan Abimanyu.
" Daddy"
Ya Darren tidak sengaja mendengar percakapan putri cantiknya dengan keponakannya. Tadi ia diminta sang istri untuk memanggil anak dan keponakan itu. Karena steak nya sudah jadi.
Alexa segera memeluk cinta pertamanya itu. Darren pun membalas pelukan putri cantiknya itu. Ia mengecup puncak kepala Alexa.
" Eca minta maaf Daddy"
" Sebelum Eca meminta maaf, Daddy sudah memaafkan Eca. Daddy juga minta maaf, karena belum sempat membawa Eca sama Axel liburan"
" Nggak apa-apa, Eca sama Axel udah nggak butuh liburan lagi. Daddy cari uang aja yang banyak, untuk Eca sama Axel"
Darren tersenyum mendengar ucapan putrinya itu. Padahal baru beberapa hari yang lalu putrinya itu ingin pergi liburan. Tapi sekarang malah menyuruhnya untuk terus berkerja.
" Yuk kita ke depan. Semua orang sudah menunggu Eca. Farel dan Adele juga sudah di sana"
" Kapan mereka berdua datang?"
" Lima menit yang lalu"
" Yuk Dad kita gabung sama keluarga yang lain"
Darren berjalan sambil bergandengan dengan putrinya. Diikuti sama Axel, Abimanyu dan juga Varo dibelakang.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1