
Kenan sudah tertidur, Alexa membuka surat yang ditinggal Kevin untuknya. Kenapa kakak kelasnya itu meninggalkan surat untuknya. Ia pun mulai membaca isi surat yang ditulis Kevin untuknya.
Dear Alexa.
Sebelumnya aku mohon maaf, karena aku tak berdaya melawan perasaanku sendiri, dan membiarkan rasa itu menjadi raja di hatiku. Aku mungkin kecewa, tapi tidak sakit hati. karena aku menyadari cinta itu seperti air yang mencari jalannya sendiri.
Sebelumnya aku mohon maaf, karena aku tak berdaya melawan perasaanku sendiri, dan membiarkan rasa itu menjadi raja di hatiku. Aku mungkin kecewa, tapi tidak sakit hati. karena aku menyadari cinta itu seperti air yang mencari jalannya sendiri.
Terima kasih telah menjadi harapanku dalam beberapa bulan ini. Menjadi teman dalam khayalan ku. Terima kasih juga telah menjadikan aku adik di hatimu. Aku pamit pergi bersama surat ini, mencari waktu dan tempat untuk mengubah arah dalam hatiku. Doakan aku agar bisa menjalani waktu. Jangan ucapkan apapun saat kepergian ku karena itu akan menahan langkahku untuk pergi. Semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi saat kita sama-sama sudah punya kebahagian yang baru, agar kenangan di hatiku hanya menjadi ingatan masa lalu.
Alexa menutup kembali surat dari Kevin. Walaupun surat itu sangat singkat, tapi sangat mendalam. Ia merasa bersalah karena sudah menyakiti hati sebaik kakak kelasnya itu. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena perasaan itu juga tidak bisa di paksa.
" Udah nggak usah sedih"
" Astagfirullah! Om ngagetin aja"
" Buang suratnya, cuma nyampah kalau di simpan" kata Kenan sambil merebut surat yang ada di tangan Alexa.
" Om"
" Hhmmm"
" Apa menurut Om, aku ini jahat?"
" Nggak! kenapa ngomong seperti itu?"
" Karena aku sudah menyakiti perasaan dia"
" Itu bukan salah kamu. Dan lagi kita tidak bisa melarang orang untuk suka sama kita. Karena perasaan itu tidak bisa dipaksa. Begitu juga sebaliknya, orang itu juga tidak bisa memaksa kita untuk menerima cintanya"
" Benarkah?"
" Iya, jadi nggak usah dipikirkan lagi. Mending kamu mikirin saya aja"
" Untuk apa aku mikirin Om?"
" Untuk masa depan kamu nanti lha"
Alexa kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Apa maksud ucapan lelaki itu dengan menyebutkan kalau dia adalah masa depannya.
" Udah jangan terlalu dipikirkan, sekarang kamu istirahat karena perjalanan kita cukup lama. Dan untuk surat ini biar saya yang urus"
" Hhmmm"
Alexa tidak ingin berdebat dengan gunung es itu. Ia tidak peduli Kenan akan membuang atau merobek surat dari Kevin. Karena ia tidak terlalu memikirkannya.
Alexa memutar musik dari ponselnya. Tak lupa ia memakai Earphone di telinganya. Sambil menikmati alunan musik, ia pun mulai memejamkan matanya.
...***...
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam. Akhirnya mereka semua sampai di bandara kota J. Kedatangan mereka langsung di sambut sama anak buah Kenan. Mereka di sambut layaknya orang-orang penting.
Alisha sudah terbiasa dengan pemandangan seperti yang ia lihat saat ini. Karena di mansion kekasihnya juga ada bodyguard seperti ini.
" Selamat datang kembali bos"
" Hhmmm"
Alisha sudah terbiasa dengan pemandangan seperti yang ia lihat saat ini. Karena di mansion kekasihnya juga ada bodyguard seperti ini.
__ADS_1
" Udah nggak kaget lagi dengan penyambutan seperti ini?" tanya Axel.
" Hhmmm"
" Good, karena nanti di mansion kita juga akan ada bodyguard yang akan menyambut kamu"
Pipi Alisha bersemu merah. Ia tidak menyangka kalau kekasihnya akan berbicara seperti itu. Tapi ada sedikit rasa khawatir di hatinya, apakah ia akan diterima oleh keluarga besar Axel.
Kenan meminta anak buahnya untuk mengantarkan sahabat Alexa. Sedangkan lima sekawan itu diantar langsung oleh Kenan.
" Om satu mobil dengan kita?" tanya Adele.
" Hhmmm"
Mereka semua pun masuk kedalam mobil mewah milik Kenan. Seperti saat di pesawat, Alexa duduk di samping Kenan. Mobil mewah itu melaju meninggalkan bandara.
" Om" panggil Axel.
" Hhmmm"
" Om suka sama saudara saya, ya?"
Alexa dan yang lainnya kaget mendengar pertanyaan Axel. Tapi tidak dengan Kenan. Lelaki itu hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu.
" Kalau iya, kenapa?"
Lagi-lagi Alexa dan yang lain kaget. Kali ini mereka kaget sama jawaban yang di berikan oleh lelaki tampan itu.
" Om yakin mau sama dia?"
" Yakin, kenapa emangnya?"
Alexa tersenyum mendengar ucapan adiknya. Ternyata adiknya itu tidak akan membiarkan dia didekati sama cowok kek gunung es itu.
" Kenapa kamu suruh saya mundur?"
" Karena dia itu cewek yang suka telat bangun dan nggak bisa masak juga"
Bruak..
Tubuh Alexa langsung lemes seketika. Adiknya itu benar-benar nggak ada ukhluk. Padahal dirinya sudah senang banget tadi. Tapi setelah itu di jatuhkan.
Awas kamu nanti ya Axel. Gue kutuk juga Lo jadi wajan penggorengan.
" Nggak apa-apa kalau dia telat bangun dan nggak bisa masak. Karena yang saya cari itu calon istri, bukan pembantu. Dan lagi, kalau masak bisa dikerjakan sama bibik" kata Kenan sambil melirik Alexa.
Wajah Alexa bersemu merah kala mendengar jawaban dari Kenan. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu akan menjawab seperti itu.
" Denger tuh yank, kamu nanti jangan paksa aku untuk masak juga, ya?" kata Adele pada Farel.
" Aku nggak maksa kamu untuk masak sayang. Tapi sekali kali boleh dong aku mencicipi masakan kamu?"
" Boleh dong"
" Kalau kamu, yank?" tanya Axel sambil melirik kekasihnya.
" Aku akan selalu masak untuk kamu"
" Makasih sayang"
__ADS_1
" Nanti masakannya jangan lupa di kasih racun ya, Sha" kata Alexa.
" Kok kamu ngajarin pacar aku berbuat nggak bener gitu, sih?"
" Biarin. Dan urusan kita belum selesai"
" Urusan apa?"
" Jangan pura-pura amnesia"
Deg.
Axel menelan ludahnya. Ia menyesal bicara seperti itu tadi. Ia lupa kalau ada saudara kembarnya ada di sana.
" Udah ingat?"
" I..itu, tadi gue keceplosan. Jadi jangan di ambil hati lha"
" Nggak bisa! pokoknya gue harus bikin perhitungan sama Lo"
" Kakak aku yang paling cantik sejagat raya, maafkan lha adikmu yang tampan ini"
" Tiada maaf bagimu!"
" Yank, bantuin aku dong?"
" Maaf yank, kali ini aku nggak bisa bantu kamu"
" Nggak akan ada yang bisa bantu kamu, termasuk mommy sama Daddy"
Matilah aku.
Senyum tipis menghiasi bibir Kenan. Seperti itulah kalau gadis tipis itu kalau sedang marah.Terlihat sangat menggemaskan.
Tanpa terasa mobil mewah milik Kenan pun sampai di depan pintu gerbang mansion mewah milik keluarga kecil Darren.
Mobil Kenan tidak bisa masuk, karena tidak terdeteksi oleh sistem yang ada di mansion Darren.
" Axel, Lo turun gih" kata Alexa.
" Kok gue"
" Terus siapa lagi?"
" Iya, gue turun "
Axel turun dari mobil. Ia menghampiri pagar mansion. Cowok tampan itu mendekatkan wajahnya ke salah satu dinding mansion. Tak berselang lama pagar pun terbuka.
" Jalan om Ben" kata Alexa.
" Adik nona belum masuk"
" Nggak apa-apa Om, ntar dia bisa jalan ke mansion"
Beni pun melajukan mobilnya masuk kedalam mansion mewah itu. Sedangkan Axel di tinggal begitu saja.
" Woi..! gue belum naik!"
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚