Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Menunggu amukan Alexa


__ADS_3

" Axel"


" Hhmmm"


" Kamu ikut-ikutan mengerjai aku juga nggak?" tanya Alexa.


" Mengerjai apa?"


" Mendaftar aku ke biro jodoh"


Deg.


" E-enggak!"


" Awas kalau kamu ketahuan ikut-ikutan mendaftarkan aku ke biro jodoh. Habis kamu"


" Emang ada yang daftarin kamu ke biro jodoh?"


" Iya. Dan aku sudah tau siapa pelakunya. Besok akan aku interograsi, dengan siapa aja dia bekerjasama"


Tanpa terasa mereka pun sampai di mansion. Alexa turun, kemudian segera masuk kedalam mansion. Sedangkan Axel memasukkan motornya kedalam garasi.


Setelah ia memasukkan motornya ke garasi, Axel tidak langsung masuk ke rumah mansion. Ia menghubungi nomor Farel. Tak butuh waktu lama. Panggilan pun tersambung.


" Hallo"


" Gawat Rel"


" Apa yang gawat?"


" Eca ngamuk karena sudah di daftarkan ke biro jodoh"


" What!"


" Iya, besok dia akan menyidang pacar Lo "


" Wah benar-benar gawat itu. Terus gimana nih?"


" Mana gue tau. Ini semua gara-gara ide pacar Lo"


" Ya kan maksud pacar gue kan baik"


" Lo suruh Adele besok pagi ke mansion gue. Suruh dia minta maaf sama Eca. Kalau nggak kita semua akan kena amukan Eca"


" Ntar gue telpon dia. Lo matiin telponnya dulu"


" Ok"


Axel menyimpan kembali ponselnya, setelah sambungan teleponnya berakhir. Ia masuk kedalam mansion.


" Lama banget kamu di garasi?" tanya Alexa


" Lama apaan. Kamu aja yang lagi bad mood makanya apa-apa terasa lama"


Tiba-tiba ponsel Axel berdering, hal itu membuat Alexa curiga, apalagi Axel membiarkan ponselnya berdering tanpa mengangkatnya.


" Kenapa telponnya nggak dijawab?, siapa tau ada hal penting?"


" Biarin aja. Paling Farel yang lagi begadang nggak bisa tidur atau semacamnya"


" Kalau kamu nggak mau jawab?sini biar aku yang jawab, ya?"


" Tumben kamu pengen jawab telpon aku? kepo banget sih!"


" Kenapa kamu nggak mau jawab? kenapa juga kamu takut kalau aku yang jawab telponnya, takut ketahuan persekongkolan kalian?"


"Kamu ngomong apa sih!, udah malam cepat masuk kamar dan tidur!"


" Nggak mau!, sekarang kamu atau aku yang jawab tuh telpon!"


Tanpa bisa berkelit lagi Axel segera mengangkat panggilan teleponnya dari Farel.

__ADS_1


" Hallo Rel!, Ada apa sih malam-malam lo telpon!. Gue baru nyampe nih?. Dan sekarang gue mau istirahat. Tapi belum bisa karena eca lagi marah-marah sama gue, ditambah lo nelpon!, bikin nambah masalah aja lo"


" Eee.., kenapa lo marah-marah! ya udah gue tutup aja telponnya. Maaf udah ganggu malam-malam"


Axel menyimpan kembali ponselnya. Setelah sambungan telepon berakhir. Karena kalau tidak, Alexa tambah curiga.


" Oh? makin pintar aja kalian main kode-kodeannya. Gue makin yakin kalau Lo terlibat dalam rencana mengerjai gue. Iya kan?!"


" Sembarangan!, lagian apa buktinya kalau aku terlibat dalam mengerjai kamu?"


" Kita lihat nanti aja nanti. Nggak ada yang bisa lolos satupun. Sekarang sini ponsel kamu"


" Kenapa kamu mau ponsel aku?. Apa ponsel kamu rusak?. Kalau iya, besok aku beliin yang baru"


"Nggak!, ponsel aku nggak rusak"


" Terus kenapa kamu mau ponsel aku?"


" Aku cuma mau periksa ponsel kamu"


" Nggak bisa! ini privasi"


" Liat bentar"


" Apa kamu pengen tau kalau aku benar-benar terlibat atau nggak?"


" Sini dulu ponselnya"


" Apa segitu curiganya kamu sama aku? "


" Anggap aja begitu"


" Aku ini saudara kamu lho?, bukan teman sosmed kamu?"


" Nggak usah lebay. Lagian semua orang juga tau kalau kamu saudara kembar aku. Karena kamu saudara aku, makanya aku mau lihat handphone saudaraku, nggak ada yang salah kan?"


" Nggak salah sih. Tapi nggak segitunya juga, kan?"


"Nggak!"


" Ya udah!, kalau gitu kamu siap-siap aja besok kena hukuman jika terbukti terlibat. Meskipun kamu itu saudaraku, tapi tetap nggak ada ampun!"


Alexa segera ke kamarnya, sementara Axel makin pusing dengan tingkah Alexa, Axel pun segera ke kamarnya, begitu sampai dikamar, Axel langsung mengirim pesan pada Farel.


Rel!, ingetin tu pacar lo buat siap-siap nyambut ledakan bom besok pagi. Yang lebih penting lagi bilangin sama Adele, jangan bawa-bawa gue.


Tak butuh lama ponsel Axel berbunyi.


Lo kenapa segitu takutnya sih bro?, dia itu saudari lo!, jadi Eca nggak bakal ngebunuh lo. Takut amat.


Axel membalas pesan sahabatnya itu.


Hei!, gue kasih tau lo ya?, bukannya gue takut, tapi gue nggak berkutik menghadapi saudari gue. Apa lo lupa kalu cewek itu nggak pernah salah. Dan cewek selalu menang.


Balasan Farel : Iya ngerti!, tapi mau gimana lagi coba, siap-siap ajalah nunggu besok.


Balasan Axel: Nggak tau lha, pusing banget gue, gue mau tidur dulu.


Balasan Farel: Ya udah!, gue juga mau ngabarin pacar gue dulu.


Setelah membaca pesan dari sahabatnya, Axel segera memejamkan matanya. Tak berselang lama Axel pun tertidur.


...***...


Farel segera menelpon kekasihnya, untuk mengatakan apa yang dikatakan Axel tadi padanya.


Tak berselang lama panggilanpun tersambung.


" Hallo Yank. Ada apa nih malam-malam nelpon? kangen ya?"


"Jangan menggoda ku dulu yank. Aku pengin ngomong sesuatu nih?"

__ADS_1


" Ngomong apa? serius amat!"


" Eca kayaknya marah banget, karena kamu daftarin dia ke biro jodoh"


" Aku tau"


" Besok kalian berdua bakal di interogasi sama Eca. Ingat jangan bawa-bawa aku sama Axel ya?"


"Enak aja!, masa kamu tega membiarkan kita aku kena amukan sama Eca?"


" Bukan gitu sayang. Itu kan ide kamu, aku cuma sekedar tau aja, masa kena karma juga!"


"Kamu itu sayang sama aku nggak sih?"


"Ya Sayang lah!"


"Kalau sayang kenapa membiarkan aku kena amukan sendiri?"


" Bukan gitu sayang"


" Ya udah kalau nggak mau ikut bantu dan nggak mau terlibat nggak apa-apa. Aku janji nggak akan libatkan kamu, tapi ingat jangan hubungi aku lagi! "


" Lha kok jadi kayak gini sih yank!. Ini nggak ada hubungannya sama rasa sayang aku sama kamu. Apapun keadaannya aku tetap sayang sama kamu"


" Sayang, tapi membiarkan pacarnya kena amukan sendiri"


" Bukan gitu sayang. Aku tuh sayang banget sama kamu. Sumpah demi apapun"


" Masa sih?"


"Jangan becanda deh!, aku serius tau!"


"Jangan becanda deh!, aku serius tau!" ucap Adele mengulangi perkataan Farel dengan nada meledek.


" Iya.. iya aku ikut. Dah senang sekarang?"


" Oh tayaaang? jangan marah dong?" kata Adele dengan nada manja.


" Ya udah, aku cuma mau bilang itu aja. Lain kali jangan daftarin Eca ke biro jodoh lagi. Ribet kan jadinya"


"Oh tayang, makin tayang deh sama kamu?"


" Preeeettt! udah malam nih, cepat tidur, jangan begadang!"


"Ok tayang!, kalau gitu aku tidur dulu ya!"


"Oh iya!, besok aku pergi bantuin Axel buat persiapan pernikahan pamannya, kalau mau ikut datang aja. Tapi sebelum itu selesaikan dulu masalah sama Eca"


" Iya. Besok kalau masalahnya udah selesai kami nyusul kesana. Tapi ingat!, kamu jangan alasan doang mau bantuin persiapan pernikahan tapi malah asik cuci mata sama cewek-cewek"


"Kamu apaan sih yank!, nggak mungkinlah aku cuci mata sama cewek lain, tapi kalau nggak ketahuan, nggak apa-apa, kan?"


"Oh, udah ada niat buat cuci mata ya?. Ya udah nggak apa-apa!, emang dipikir cewek juga nggak bisa cuci mata?"


" Becanda sayang. Lagian mana ada sih cewek yang lebih cantik dari kamu"


" Kampret! manis banget tuh rayuan!, sering minum madu ya?"


" Berhubung waktu sudah larut malam sekarang kita tidur ya. Kalau belum mau tidur, aku kesana aja sekalian"


" Ya udah, kamu juga langsung tidur, ingat jangan macam-macam besok!"


" Iya.. iya, selamat malam Yank, selamat bobok, semoga mimpi indah"


" Kamu juga sayang"


Kemudian Farel mematikan panggilan telponnya dan segera tidur.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2