
Kenan bersiap untuk pergi ke kantor. Pagi ini dia tidak bisa mengantarkan terkasihnya ke sekolah, karena Beni menelponnya dan mengatakan klien yang dari Paris ingin bertemu pagi ini.
" Maaf ya sayang aku nggak bisa nganterin kamu ke sekolah?"
" Nggak apa-apa, Oppa"
Kenan kaget mendengar panggilan Alexa untuknya. " Oppa?"
" Iya, Oppa"
" Oppa itu kan panggilan untuk orang yang udah lansia, sayang"
" No!. Oppa yang ini beda sama opa-opa yang di Indonesia"
" Beda gimana?"
" Oppa itu panggilan sayang dari Korea sana. Masa Om nggak tau, sih?!"
" Emang aku nggak tau"
" Makanya sering nonton Drakor, biar nggak kudet"
" Iya ntar aku nonton "
" Jadi mulai sekarang aku manggil Om dengan sebutan ' Oppa ' "
" Iya, senyaman kamu aja sayang. Ya udah aku pamit dulu, ya"
" Ok, hati-hati di jalan"
Alexa bingung karena Kenan mengulurkan tangannya.
" Salim dulu. Suami mau berangkat kerja"
" Masih pacar, belum suami"
" Nanti juga jadi suami. Ayo, itung-itung kamu belajar jadi istri Sholeha"
Alexa mencium tangan Kenan.
" Nah gitu, baru calon istri yang Sholeha" kata Kenan sambil membelai rambut kekasihnya.
Alexa melambaikan tangannya saat mobil Kenan sudah melaju. Ia tersenyum, apa yang mereka lakukan tadi sama seperti apa yang dilakukan mommy sama Daddy-nya saat Daddy akan berangkat ke kantor.
" Mari nona Alexa"
" Iya Pak"
Sopir keluarga Richard membukakan pintu untuk calon nona mudanya. Sopir itu menutup kembali pintu mobilnya saat Alexa sudah memasang sabuk pengamannya.
Mobil pribadi milik keluarga Richard melaju meninggalkan mansion mewah itu.
...***...
Axel dan yang lainnya sedang menunggu Alexa. Mereka tidak akan ke kelas kalau anggota mereka kurang satu.
" Kapan kalian akan mulai bekerja?" tanya Adele.
" Jadi omongan kamu yang kemarin itu beneran, yank?"
" Beneran lha. Emang kamu pikir aku becanda, gitu?"
" Hhmmm"
" Aku tuh serius yank. Percuma dong punya pacar tampan tapi nggak dimanfaatin"
" Kalian sanggup bayar kita berapa?" tanya Axel.
" Oh jadi kamu gitu yank?. Nggak mau bantuin pacar sendiri?" kata Alisha.
" Aku cuma becanda yank. Mana mungkin aku minta gaji sama pacar aku sendiri "
Farel tertawa melihat ekspresi takut Axel. Hilang sudah taring anak singa itu kalau sudah berurusan dengan kekasihnya.
__ADS_1
" Makanya sama ibu negara jangan macam-macam. Cari aman aja, bro" bisik Farel.
" Iya bro"
Tak berselang lama Alexa pun datang. Gadis cantik itu turun dari mobil mewah milik keluarga Richard.
" Makasih ya, Pak"
" Sama-sama nona"
Alexa berjalan menghampiri saudara dan sahabatnya.
" Lo dianterin sama sopir?" tanya Adele.
" Hhmmm"
" Pacar Lo kemana?"
" Udah berangkat ke kantor. Dia ada janji temu sama kliennya"
" Sibuk banget ya, Om Kenan?"
" Iya. Kita kan juga sibuk nanti pas pulang sekolah. Mengurus toko kue dan juga cafe"
" Nanti dua lelaki tampan ini akan membantu kita. Mereka akan jadi karyawan gratis"
" Wah bagus dong. Itu bisa meningkatkan pengunjung cafe kita"
Teng.
Bel sekolah pun berbunyi. Lima sekawan itu segera masuk kedalam kelas mereka masing-masing. Karena jam pelajaran sekolah akan segera dimulai.
...***...
Beni tau tuan mudanya lagi kesal. Tapi mau gimana lagi. Ini klien penting perusahaan mereka. Jadi mau tak mau tuan mudanya harus datang lebih awal.
" Jangan marah dong tuan. Saya hanya menjalankan tugas sebagai asisten anda?"
Kenan menghela nafasnya. Benar juga apa yang dikatakan Beni, dia hanya menjalankan tugasnya sebagai asisten.
" Sebentar lagi tuan "
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk!"
" Pak, klien dari negara P sudah datang"
" Persilakan masuk"
Sekretaris Kenan pun mempersilakan klien bosnya untuk masuk.
" Selamat pagi tuan Antonio"
" Selamat pagi tuan Kenan"
Kenan mempersilakan kliennya untuk duduk.
" Oh iya, perkenalkan. Ini putri saya, nama Natalie"
" Hallo nona Natalie"
" Hallo tuan Kenan. Jadi benar apa yang dikatakan papi saya. Kalau anda lebih tampan dari yang ada di foto"
" Foto?. Maksud anda?"
" Maaf sebelumnya tuan Kenan. Sebelum terbang ke Indonesia, putri saya ngotot ingin melihat foto anda. Jadi saya perlihatkan foto yang ada di majalah bisnis"
" Iya, dan saat pertama kali melihat foto anda, saya langsung jatuh hati"
__ADS_1
Kenan kaget mendengar ucapan Natalie. Begitu juga dengan Beni.
Jujur banget nih cewek. Tapi sayangnya gue udah punya kekasih.
" Maaf sebelumnya nona Natalie. Saya menghargai perasaan anda. Tapi maaf sekali, saya sudah punya kekasih"
Sekarang giliran Natalie dan juga Papih nya yang kaget. Bukankah kata orang suruhannya, Kenan belum punya kekasih. Tapi kenapa sekarang dia bilang sudah memiliki kekasih.
" Anda jangan bercanda dong tuan Kenan?"
" Saya tidak bercanda tuan"
" Tapi saya tidak pernah mendengar anda menjalin hubungan dengan wanita lain, setelah putus dengan model yang bernama Clara itu"
Oh rupanya Pak tua ini sudah banyak mencari tau tentang ku.
" Itu karena saya belum mempublikasikan hubungan saya tuan. Dan saya harap kedatangan anda kesini murni mau membahas kerja sama, tanpa ada embel-embel yang lain. Karena kalau anda ada maksud tertentu, maaf! hubungan kerjasamanya kita batalkan saja"
" Anda yakin tuan Kenan"
" Tentu saja saya yakin. Asal anda tau tuan Antonio, saya rela kehilangan semua harta sama asalkan saya tidak menjual cinta saya hanya demi kerjasama "
Antonio tersenyum mendengar ucapan Kenan. Ia kagum dengan pendirian pemuda tampan itu. Zaman sekarang jarang ada orang yang berpendirian seperti Kenan. Mereka bahkan rela menjual harga diri mereka hanya demi uang.
" Anda tenang saja tuan Kenan. Saya tidak akan membatalkan kerja sama kita. Saya semakin yakin ingin bekerjasama dengan perusahaan anda. Maaf atas sikap lancang saya tadi"
" Tidak masalah tuan. Dan terima kasih atas kepercayaan anda pada perusahaan saya. Bisa kita mulai pembahasan kerja samanya"
" Oh silakan"
" Ben, berikan dokumen itu pada tuan Antonio"
" Baik tuan"
Beni memberikan dokumen yang sudah dia persiapan.
" Silakan anda baca dulu isi dokumennya. Kalau anda setuju, silakan tanda tangan"
" Baik "
Antonio menyerahkan dokumen itu pada putrinya. Karena putrinya lha yang akan memimpin proyek ini nanti.
" Tidak ada masalah Pih. Keuntungan yang diberikan cukup besar"
Karena putrinya sudah bicara seperti itu. Jadi tidak ada alasan lagi untuknya menolak kerja sama itu. Ia pun membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen itu.
Setelah Antonio menandatangani dokumennya. Sekarang giliran Kenan yang menandatangani dokumen itu.
" Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar, tuan Antonio"
" Semoga tuan Kenan"
Kedua pemimpin perusahaan itupun saling berjabat tangan.
Natalie menatap lelaki yang ada di samping Kenan. Wajahnya cukup tampan untuk seorang asisten.
" Apa anda sudah punya kekasih, tuan Ben?"
" Ah, saya nona?"
" Iya anda"
" Saat ini belum nona?"
" Maukah anda berkencan dengan saya?"
" Eh"
Beni kaget mendengar ucapan wanita cantik yang ada didepannya. Bagaimana mungkin wanita itu mau mengajaknya kencan. Dan ini pertama kalinya ada wanita yang mengajaknya berkencan.
" Udah Ben terima aja. Daripada kamu jomlo terus. Lagipula kalian berdua bisa saling mengenal satu sama lain"
Beni harus menjawab apa. Karena tadi wanita cantik itu bilang suka sama tuan mudanya. Dan dengan begitu cepatnya ia berpaling ke dirinya. Jadi dia agak ragu untuk menerima permintaan wanita itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚