
Keluarga Richard pun sampai di mansion mewah keluarga Narendra. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh Kiran dan juga suaminya.
" Selamat datang kembali calon besan"
" Terima kasih"
" Mari masuk"
Helena meminta para pelayannya untuk membawa masuk semua hantaran pernikahan untuk calon mantu mereka.
Satu persatu barang-barang hantaran di bawa masuk kedalam mansion mewah itu. Mulai dari pakaian, kosmetik dan barang mewah yang lainnya.
Kenan memeriksa sekelilingnya. Dari sekian banyak orang, ia belum melihat sang pujaan hati. Padahal yang pertama yang ingin dilihat adalah sang belahan jiwanya.
" Cari siapa, Ken?" tanya Oma Alexa.
" Cari cucu Oma "
" Kamu lagi cari Abang Abi?"
" Bukan Oma"
" Terus cari siapa?. Axel?"
" Bukan!"
" Terus cari siapa?"
" Cucu Oma yang cantik itu lho"
Anggun tersenyum mendengar ucapan calon cucu mantunya. Ia tau kalau Kenan mencari calon istrinya. Tapi ia pura-pura nggak tau, supaya Kenan bisa ngomong jujur.
" Oh Alexa"
" Iya Oma, kok Ken nggak ada liat dia"
" Alexa nanti turun pas acara tukar cincin"
" Kenapa harus nunggu sampe acara tukar cincin Oma?"
" Karena itu sudah tradisi keluarga Wiguna. Jadi kamu harus ngikut tradisi keluarga besar Oma"
" Mommy Kiran juga pakai tradisi itu?"
" Iya, semua keluarga Oma pakai tradisi itu"
" Baiklah Oma, Ken akan ikuti semua tradisi yang ada di keluarga besar Alexa"
" Good. Berarti cucu Oma emang tidak salah pilih calon suami"
Anggun membawa Kenan duduk di tengah-tengah keluarga besarnya. Karena sebentar lagi acara pertunangan akan segera di mulai.
" Daebak!, yang masuk kedalam keluarga besar Lo, cakep-cakep semua ya. Xel"
" Alhamdulillah Rel"
" Beginilah kalau punya keluarga besar, rumah jadi rame"
" Iya Rel. Inikan keluarga Lo juga"
" Hhhmmm"
Axel tau apa yang dipikirkan sahabatnya. Makanya ia mengatakan kalau semua orang yang ada disini juga keluarga sahabatnya. Jadi sahabatnya tak perlu bersedih lagi.
" Kalian berdua disini?" tanya Adele yang datang membawa buah yang sudah di potong-potong kecil.
" Iya sayang. Ini buah untuk aku, ya?"
" Eits!, buah ini bukan untuk kamu. Tapi untuk Eca"
" Eca?"
" Yes. Kata Nek uyut bilang Eca harus makan buah dulu"
" Apa ini tradisi lamaran juga?"
__ADS_1
" Nggak, ini untuk camilan sehat aja"
" Aku juga mau dong yank camilan sehatnya"
" Ambil sendiri, kamu kan punya tangan"
" Gitu banget sama pacar sendiri"
" Biarin!. Udah ah, aku mau ke tempat Eca dulu"
" Iya sayang"
Farel hanya bisa bersabar menunggu sang kekasih. Ia tau sekarang Alexa lebih membutuhkan sahabatnya untuk sahabat-sahabatnya.
" Xel"
" Hhmmm"
" Lo nggak kangen sama Alisha?"
" Kangen"
" Terus kenapa Lo nggak samperin dia ke kamar Eca"
" Lo mau gue di omelin sama Eca"
" Iya juga ya"
" Nanti setelah acara lamaran kan bisa ketemu"
" Masih lama kah mulai acaranya?"
" Nggak, ini udah mau mulai"
Semua keluarga inti sudah berkumpul di ruang keluarga. Begitu juga dengan keluarga Kenan. Acara lamaran pun segera di mulai.
Pembuka acara mereka mulai dengan mendengarkan lantunan ayat suci dari salah satu santriwati yang di undang langsung oleh mommy Alexa. Kebetulan di panti asuhan banyak anak-anak yang pintar ngaji.
Setelah selesai pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara dilanjutkan dengan penyerahan hantaran pernikahan Kenan kepada Alexa.
Acara inti pun segera dimulai. Alexa pun di minta untuk turun ke bawah. Karena acara tukar cincin akan segera di mulai.
Semua pasang mata melihat kearah suara langkah kaki. Mereka tau itu langkah kaki siapa.
Kenan tersenyum kala melihat bidadari nya sudah datang. Alexa terlihat sangat cantik dengan memakai kebaya modern berwarna pink. Sangat cocok dengan kulit putihnya nan mulus.
" Mingkem Ken" bisik Abang ipar Kenan.
" Apaan sih Bang"
Wajah Kenan seketika memerah karena diledek sama kakak iparnya itu.
" Kenan sama Alexa silakan duduk di sini" kata Anggun.
Alexa dan Kenan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk mereka berdua. Di sana sudah ada wadah yang sudah diisi dengan air.
Kenan bingung kenapa ada wadah yang berisi air dan juga kembang. Apakah mereka akan memainkan sebuah game?.
" Kalian lihat wadah yang ada di depan kalian?"
" Lihat Oma"
" Cincin pertunangan kalian sudah Oma masukan kedalam wadah itu. Jadi sekarang tugas kalian berdua, mencari cincin itu di dalam wadah yang sudah berisi air"
" Itu mah gampang Oma" kata Kenan.
" Silakan mulai"
Alexa dan Kenan pun mulai mencari cincin pertunangan mereka. Sepasang kekasih itu mulai meraba sesuatu yang ada di dalam air yang berisi kembang.
Anggun tersenyum melihat ekspresi Kenan yang mulai berubah. Ia tau kalau cucu mantunya itu mulai kesusahan mencari cincin. Karena di dalam wadah itu tidak cuma ada cincin pertunangan mereka saja, tapi ada benda-benda kecil lainnya yang di letakkan di dalam sana.
" Banyak jebakannya ya, Oma?"
" Iya, dan Oma pengen lihat sampai berapa lama kalian berdua bisa menemukan cincin pertunangannya"
__ADS_1
Benda kecil-kecil itu juga bulat menyerupai cincin. Jadi mereka berdua harus pintar mencari dan juga meraba cincin pertunangan itu.
Satu persatu jebakannya sudah di keluarkan Kenan dan Alexa. Bahkan ada juga berlian yang mereka keluarkan dari dalam wadah itu.
" Banyak banget berliannya? kata Adele.
" Iya, aku baru pertama kali liat berlian sebanyak itu" kata Alisha.
" Itu berlian milik siapa Xel?" tanya Farel.
" Punya Oma gue"
" Punya Oma Anggun?"
" Hhmmm"
" Gila!. Oma Lo mengeluarkan berlian sebanyak itu hanya untuk di masukkan ke dalam wadah itu?"
" Hhhmmmm"
" Itu berlian asli kan?"
" Asli, masa palsu"
" Emang nggak bahaya berlian sebanyak itu diletakkan di sana?"
" Nggak. Yang bahaya itu kalau berlian itu di taruh di saku celana Lo"
" Iya dong. Kalau di taruh di saku celana gue, langsung mendadak jadi crazy rich"
Farel nggak bisa membayangkan kalau berlian sebanyak itu di taruh di saku celananya.
" Nggak usah di bayangkan. Lagian orang tua Lo juga kaya"
" Iya Xel. Tapi nggak sekaya keluarga Lo "
" Bersyukurlah dengan apa yang Lo punya sekarang. Lagipula semua harta ini hanya titipan. Keluarga gue cuma berusaha menjaga titipan itu dengan sebaik-baiknya"
" Omongan Lo selalu membuat hati gue meleleh"
" Emang hati Lo es balok, yang sewaktu-waktu bisa meleleh"
" Ya begitulah hati gue kalau dengar kata-kata yang bijak dari mulut Lo "
" Kalian berdua berisik banget sih. Kita mau lihat game cari harta Karun nih" kata Adele.
Kedua lelaki tampan itupun diam. Daripada nanti kedua macan mereka ngamuk.
Seulas senyum pun terukir di bibir Kenan. Ia yakin kalau sekarang yang ia pegang adalah cincin pertunangannya. Dan di sana ia meraba benda bulat kecil itu, ada lambang huruf nama sang kekasih.
" Apa kamu sudah menemukannya, Ken?"
" Sudah dong Oma"
" Coba perlihatkan sama kami semua"
Kenan segera mengangkat benda bulat kecil itu. Dan ternyata benar, itu adalah cincin pertunangannya.
" Wah ternyata kamu berhasil menemukan cincinnya. Apakah Eca juga sudah menemukan cincinnya?"
" Sudah dong Oma" kata Alexa sambil mengangkat cincin yang ada di tangannya.
" Baiklah, sekarang kalian pasangkan ke jari manis pasangannya"
Kenan mulai memasangkan cincin bertahtakan berlian itu ke jari manis sang pujaan hati.
Alexa pun melakukan hal yang sama dengan Kenan. Ia memasangkan cincin perak itu ke tangan sang pujaan hati.
" Alhamdulillah, akhirnya acara tukar cincin pun sudah selesai dilaksanakan. Sekarang sudah resmi bertunangan"
" Alhamdulillah"
Kenan mengecup kening sang pujaan hati. Semua orang pun bertepuk tangan. Dan acara pun dilanjutkan dengan makan malam bersama.
To be continued.
__ADS_1
Happy reading 😚😚