Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Menuju kota B


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu tiba juga. Alexa dan sahabatnya akan berlibur ke kota B. Dan ini kali pertamanya mereka akan pergi liburan tanpa keluarga.


" Apa nggak ada yang ketinggalan?" tanya Kiran pada putrinya.


" Nggak ada Mom. Semua keperluan Eca sudah ada di dalam sini" kata Alexa sambil menepuk kopernya.


Kiran tersenyum melihat ekspresi putrinya. Ia dapat melihat betapa bahagianya sang putri. Tapi sebagai orang tua ia merasa sedih, karena tidak bisa ikut berlibur dengan putrinya. Sebab kerjaannya di kantor sedang menumpuk.


" Mommy, Daddy, Eca berangkat dulu ya"


" Axel juga berangkat Mom, Dad"


" Iya sayang, hati-hati dijalan. Ingat selalu waspada, karena musuh bisa datang kapan aja"


" Siap mommy. Kita berdua akan selalu ingat pesan mommy" kata Alexa.


Sama halnya dengan Alexa, Adele dan Farel juga berpamitan dengan kedua orang tua mereka.


Setelah acara pamitan selesai, Alexa dan para sahabatnya masuk kedalam mobil. Mereka akan berangkat ke bandara, karena rombongan Kevin sudah menunggu di sana.


" Bye semuanya, kita berangkat dulu" kata Alexa sambil melambaikan tangannya.


Kiran membalas lambaian tangan putrinya. Mobil mewah milik itu pun melaju perlahan meninggalkan mansion mewah.


" Jangan sedih sayang, mereka pergi cuma tiga hari" kata Darren.


" Iya By. Namun tetap aja terasa lama"


" Nggak apa-apa, untuk beberapa hari kuping kita aman"


" Justru itu yang membuat aku kangen. Suasana rame yang mereka ciptakan"


" Iya, padahal punya anak cuma dua, tapi rasa punya sepuluh karena mendengar suara mereka berdua"


Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Memang benar apa yang di katakan suaminya, mereka seperti memiliki banyak anak.


Darren juga sudah menyuruh beberapa bodyguard bayangan untuk menjaga Twins dan juga sahabatnya. Walaupun twins dan sahabatnya bisa bela diri, tapi tetap aja ia merasa tidak tenang.


" Ya udah, aku juga mau pamit ke kantor, sayang"


" Iya By, aku juga mau berangkat ke kantor"


" Berangkat sama aku aja gimana?"


" Boleh, lagipula udah lama juga aku nggak di anterin"


" Rom, Lo mau berangkat ke kantor atau mau jadi patung mansion gue?" kata Darren.


" Ke kantor lha, masa iya gue tampan kek gini jadi patung mansion lho"


" Ya udah buruan, sebelum gue potong gaji Lo"


" Ancaman Lo tidak berlaku sekarang bro. Karena ini bukan jam kerja"


" Udah buruan berangkat, jangan sampe gue nyampe duluan di kantor"


" Rute kita sama x, jadi mana mungkin Lo bisa duluan nyampe di kantor. Dan lagi kita juga sama-sama nganterin istri kita ke kantor"


" Bener juga"


Darren membukakan pintu untuk wanita yang dicintainya. Walaupun sudah tidak muda lagi keromantisan keduanya tidak pernah pudar.


" Silakan masuk ratu ku"


" Makasih By"

__ADS_1


Inilah yang membuat Kiran selalu merasa di sayangi dan dicintai sama suaminya. Walaupun hanya perhatian sekecil seperti tadi, tapi mampu membuatnya bahagia. Ia akui suaminya memang selalu memperlakukannya seperti ratu.


Mobil mewah milik Darren pun melaju meninggalkan mansion mewah miliknya. Diikuti sama mobil Romy di belakang.


...***...


Alexa dan sahabatnya sampai di bandara. Kedatangan mereka langsung di sambut sama Kevin dan teman-temannya.


" Akhirnya kalian datang juga" kata Intan.


" Iya, kita pikir nggak akan datang" kata Citra.


" Nggak mungkin kita nggak datang Kak. Kan kita mau liburan" kata Adele.


Koper Alexa dan para sahabatnya sudah di turunkan sama bodyguard. Mereka pun siap untuk membeli tiket. Karena mereka belum punya tiket.


Alexa dan yang lainnya pun menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Karena style mereka memang membuat siapapun terpesona.


" Daebak! mereka artis bukan?"


" Sepertinya begitu"


" Style mereka keren-keren "


" Iya, mana wajah mereka cantik dan juga tampan"


Mereka hanya tersenyum mendengar ucapan beberapa ibu-ibu itu. Karena mereka sudah sering mendengar pujian seperti itu.


" Ya antre guys" kata Ryan.


Kevin dan para sahabatnya ikut mengantre dengan yang lain. Ya itulah salah satu resiko beli tiket di bandara. Mereka harus sedikit bersabar.


Setelah beberapa menit mengantre, mereka pun mendapatkan tiket. Semuanya mendapatkan tempat duduk yang sama dengan pasangannya kecuali Alexa.


" Tukar aja kursi Lo sama Alexa, Cit" kata Intan pada Citra.


" Jangan gitu, kapan kalian mau bisa dekat kalau duduk berjauhan kek gitu"


" Benar apa yang dikatakan sama pacar gue. Kapan hubungan kalian ada kemajuannya kalau duduk kalian terpisah kek gitu" tambah Rian.


Alexa menangkap ada yang aneh dengan Citra. Gadis itu seperti tidak rela memberikan kursinya. Dan ini pertama kalinya ia melihat Citra seperti itu.


" Nggak apa-apa Kak, aku duduk sendiri aja"


" Ya udah, kamu duduk sama Alisha aja " kata Axel.


" Nggak, aku duduk sendiri aja"


" Yakin?"


" Hhhmm"


Kevin sedikit kecewa karena Alexa menolak duduk berdua dengannya. Padahal ia ingin sekali duduk dengan gadis cantik itu. Kan kalau duduk berdua mereka bisa ngobrol.


" Ya udah yuk kita check in" kata Ryan.


Mereka pun check in, karena sebentar lagi pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off. Jadi mereka tidak perlu menunggu lama-lama di ruang tunggu.


Belum sempat mereka duduk di ruang tunggu, informasi pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off pun terdengar. Alexa dan para sahabatnya segera masuk kedalam pesawat.


Ini kali pertamanya bagi Alexa naik pesawat umum. Karena biasanya mereka mau pergi kemana-mana menggunakan pesawat pribadi.


Sama halnya dengan Alexa, ini juga kali pertamanya bagi Axel dan juga kedua sahabatnya.


" Kamu takut ya, Yank?" tanya Axel pada kekasihnya.

__ADS_1


" Iya, soalnya ini kali pertamanya aku naik pesawat" jawab Alisha.


" Jangan takut, ada aku disini"


" Hhhmm"


" Aku akan jagain kamu. Dan jangan lupa baca doa"


" Iya Yank"


Alisha sangat beruntung memiliki kekasih seperti Axel. Walaupun bagi orang lain, sikap lelaki itu sangat dingin. Tapi ke dia sikap Axel malah hangat dan ia merasa dicintai.


" Aku tau kalau aku ganteng, jadi liatin nya biasa ja" kata Axel.


" Idih! ge'er banget kamu. Lagian siapa juga yang liatin kulkas dua puluh delapan pintu kek kamu"


" Walaupun kulkas kek gini tapi kamu cinta, kan?"


" Hhhmm"


" Itu yang penting. Mau orang bilang aku kulkas kek, gunung es atau apalah. Yang penting kamu cinta sama aku, itu udah lebih dari cukup"


" Pinter amat sih ngomongnya" kata Alisha sambil mencubit pipi sang kekasih.


" Gemes ya Yank"


" Banget "


" Aku tau kalau aku itu gemesin "


" Mulai"


Axel tertawa mendengar ucapan kekasihnya. Ia benar-benar sangat senang menggoda kekasihnya. Apalagi melihat bibir sang pujaan hati yang di manyun kan seperti itu.


...***...


Kenan kesal dengan asistennya. Bisa-bisanya asistennya itu memintanya berangkat menggunakan pesawat umum. Dan lagi pesawat kelas ekonomi lagi.


" Kamu memang sudah bosan hidup ya Ben"


" Nggak tuan"


" Terus kenapa kamu pesankan saya tiket pesawat seperti ini?"


" Ya tiketnya cuma sisa yang kelas bisnis tuan"


" Kan kita bisa pergi pake pesawat jet"


" Maaf tuan, nyonya bilang tidak boleh menggunakan pesawat jet"


" Apa hubungannya sama Mama saya. Itu kan pesawat jet pribadi saya"


" Sekali lagi maaf tuan, saya hanya menjalankan tugas dari nyonya"


"Sebenarnya kamu kerja untuk siapa? untuk saya apa untuk mama saya?"


" Untuk tuan. Tapi saya juga nggak bisa membantah perintah nyonya besar"


Kenan menghela nafasnya. Bisa-bisanya asistennya itu bicara seperti itu.


" Kalau begitu mulai bulan depan minta gaji kamu sama mama saya"


" Maksud tuan, saya dipecat"


Kenan tidak mendengarkan ucapan asistennya itu. Ia terus berjalan menuju pesawat. Karena sebentar lagi pesawat yang akan dia tumpangi akan take off.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2