
Kenan dan Alexa kembali ke ruang keluarga. Alexa menyusul sang kekasih karena merasa ada yang aneh dengan gerak-gerik sang kekasih.
" Emang ayank berpikir tadi kakak telponan sama cewek lain, ya?"
" Nggak"
" Terus kenapa nyusul kebelakang, coba?"
" Ya pengen tau aja"
Kenan tersenyum mendengar jawaban sang kekasih. Ia tau kalau kekasihnya itu cemburu, tapi tidak mau mengakuinya.
" Sayang tenang aja, kakak nggak pernah berhubungan dengan wanita di luaran sana. Karena kakak menjaga perasaan ayank. Dan nomor yang ada di ponsel kakak cuma nomor keluarga dan kerabat aja. Nomor telepon wanita lain nggak ada. Kalau ayank nggak percaya, ayank boleh periksa ponsel kakak"
" Percaya kok"
Alexa tau kalau kekasihnya tidak akan macam-macam dibelakangnya. Tapi yang namanya wanita, kalau ada gerak-gerik mencurigakan sedikit saja, pasti dia akan curiga.
" Cie yang cemburu?. Nggak bisa dengar bunyi telpon, langsung pasang taring"
Plak.
Bantal sofa pun melayang ke kepala Axel.
" Siapa yang kamu bilang cemburu?"
" Ada cewek"
" Iya, siapa nama ceweknya?"
" Namanya rahasia"
" Baru denger aku ada nama orang rahasia"
" Bukan namanya rahasia. Tapi ceweknya itu dirahasiakan"
" Ck, bilang aja kalau cewek itu aku"
" Tuh kamu tau"
" Dasar adik nggak ada ukhluk" kata Alexa sambil memukul Axel dengan bantal sofa.
Awwwww..
" Sakit Cha"
" Biarin"
" Mom, tolong anak mu yang tampan ini dianiaya"
" Percuma kamu ngadu sama mommy, karena nggak akan ada yang bantuin kamu"
Anggun geleng-geleng kepala melihat tingkah cucunya. Tapi suasana ini yang akan dirindukan sama semua keluarga besar mereka.
" Oh iya gimana bisnis Eca?"
" Alhamdulillah lancar Oma. Insya Allah Minggu besok mau mengeluarkan kue terbaru"
" Oma doakan semoga bisnis kue dan cafenya lancar terus"
" Aamiin, terima kasih Oma"
" Axel belum ada niat mau menggantikan Daddy?"
" Belum Opa"
" Kenapa?"
" Karena belum mampu aja Opa"
" Bukankah beberapa Minggu yang lalu, Axel menang tender?"
" Iya Opa"
" Dikasih berapa persen sama Daddy?"
" Apanya Opa?"
" Keuntungan dari tendernya?"
" Axel nggak tau Opa berapa persen di kasih daddy. Tau-tau uang udah masuk aja ke rekening Axel"
" Eca nggak dikasih Axel uang menang tendernya, Opa. Dasar adik pelit!"
" Kok ngamuk?. Lagipula kamu kan udah kerja, jadi uang kamu jauh lebih banyak daripada uang aku"
" Bedalah. Aku kan juga pengen tau rasanya yang tender itu seperti apa?"
__ADS_1
" Nggak ada rasanya"
" Tuh kan Opa, Axel itu memang pelit sama Eca"
Mulai lagi dramanya.
" Iya nanti aku transfer uangnya"
" Benarkah?"
" Hhhmmm"
" Berapa?"
" Lima ratus ribu"
" What!. Lima ratus ribu?. Mana cukuplah?. Menang uang tendernya kan banyak, tapi ngasih aku cuma lima ratus ribu?"
" Ya cukuplah untuk beli skincare"
" Mana cukup. Skincare aku aja harganya lebih dari lima ratus ribu"
" Ya udah satu juta"
" Kurang?. Dua puluh, ya?"
" Dua puluh ribu?"
" Bukan!"
" Terus, dua puluh apa?"
" Dua puluh juta"
" Astagfirullah. Minta kok nggak kira-kira sih Cha"
" Mau ya, adikku yang paling tampan?"
Axel menghela nafasnya. Kalau ada maunya sang kakak baru memujinya tampan. Kalau nggak, mana mau kakaknya itu bilang dia tampan.
" Ya deh, ntar aku transfer dua puluh"
" Beneran ya?"
" Hhmmm"
" Ikhlas"
" Makasih adikku yang tampan" kata Alexa sambil memeluk adik tampannya.
Axel tersenyum karena sang kakak memeluknya. Sebenarnya uang dua puluh juta itu tidak ada apa-apanya bagi dia. Karena kemarin Daddy-nya ngasih cukup banyak.
Kenan ikut senang melihat tom and Jerry kembali akur. Ia dapat melihat kalau kekasihnya sangat menyayangi saudara kembarnya.
" Alisha, kamu kasih juga nggak?" bisik Alexa.
" Udah. Bukan itu aja, aku juga udah bayarkan zakat juga"
" Harus dong. Walaupun kamu belum bekerja tetap di perusahaan Daddy. Tapi kamu udah menghasilkan uang sebanyak itu, tetap kamu harus keluarkan zakatnya"
" Iya aku tau. Kamu udah bayar belum?"
" Udah dong. Setelah memberikan gaji untuk para karyawan, aku langsung bayar zakatnya. BTW Daddy kasih kamu berapa?"
" Nggak banyak, cuma 10M"
" What!, 10M?"
Semua orang yang ada di sana kaget karena suara Alexa. Sebab tiba-tiba Alexa ngomong dengan nada tinggi.
" Eca kenapa?"
" Nggak apa-apa mommy" jawab Alexa sambil tersenyum malu.
" Makanya pelan kan suaranya"
" Habisnya kaget aku mendengar nominalnya. Tapi beneran Daddy ngasih segitu?"
" Beneran"
" Kalau Daddy ngasih segitu, berarti tender yang kamu menangkan kemarin gede, ya?"
" Iya. Mungkin keuntungannya ada beberapa Triliun lha"
" Ya udah, sekarang kamu aja yang gantiin Daddy jadi CEO"
" Nanti aja. Aku masih harus banyak belajar. Jadi kelak nggak ada lagi yang meragukan kemampuan aku"
__ADS_1
" Emang ada yang rese?"
" Adalah. Di dunia bisnis kan sudah lumrah orang rese"
" Iya juga sih. Tapi kamu bisa ngatasin orang rese itu, kan?"
" Bisa dong. Menghadapi orang rese seperti itu nggak perlu pake otot. Cukup dengan otak aja. Nanti dia akan jatuh sendiri"
" Kena mental dong orangnya"
" Ya begitulah"
Alexa tersenyum mendengar jawaban adiknya. Ya terkadang kita tidak harus melawan musuh dengan otot. Tapi dengan otak.
Setelah ngobrol banyak dengan keluarga sang kekasih, Kenan pun pamit undur diri. Karena ada sesuatu hal yang harus dia kerjakan.
" Maaf semuanya, Ken pamit dulu"
" Mau kemana Ken?"
" Ada sedikit kerjaan Oma"
" Bukankah ini hari libur?"
" Iya libur untuk karyawan Oma. Kalau untuk Ken, mana ada hari libur"
" Kamu benar juga"
" Ya udah, Ken pamit dulu semuanya"
" Iya Ken. Hati-hati di jalan"
" Makasih Oma"
Alexa mengantarkan sang kekasih sampai ke mobil.
" Sayang, kakak pamit dulu ya?"
" Iya Oppa, hati-hati pulangnya"
" Siap sayang. Jalan dulu ya"
" Ok. Nanti kalau udah sampai di mansion kasih kabar, ya"
" Pasti sayang"
Alexa melambaikan tangannya saat mobil sang kekasih sudah mulai melaju. Setelah mobil kekasihnya jauh dari pandangannya, barulah ia kembali masuk ke dalam mansion.
...***...
Selesai menghubungi tuan mudanya, Beni bersiap pergi ke bandara. Ia membawa beberapa anak buahnya yang paling kuat di teamnya.
" Apa teman-teman kalian di sana sudah siap?"
" Sudah bos. Mereka masih setia berjaga di rumah nona Anya"
" Bagus!, jangan sampai lengah dan tetap waspada. Dan jangan sampai musuh menyentuh wanita saya. Kalau itu terjadi, kalian akan terima akibatnya"
" Siap bos"
Mobil mewah itupun melaju meninggalkan apartemen Beni. Mereka segera menuju ke bandara. Beberapa anak buah Beni juga sudah berjaga di sana.
Dering ponsel Beni menyadarkannya dari lamunan. Ia melihat nama anak buahnya yang tertera di sana. Ia pun segera menggeser tombol hijau itu.
" Hallo bos"
" Katakan "
" No.. nona Anya nggak ada di rumahnya bos"
" Bodoh!. Apa saja kerja kalian!. Cepat cari dia sampai ketemu. Kalau tidak kalian semua akan tau akibatnya"
" Ba..baik bos"
" Cek CCTV yang ada di sana"
" Siap bos"
Sambungan pun terputus. Beni membanting ponselnya. Ia tidak menyangka kalau anak buahnya bisa ceroboh. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau sesuatu terjadi pada Anya.
" Ngebut"
" Baik bos"
Anak buah Beni segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tau bosnya sedang emosi. Dan kalau ia jadi bosnya pasti akan melakukan hal yang sama. Ingin cepat-cepat menolong sang pujaan hati.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚