Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Resepsi telah usai


__ADS_3

Acara resepsi pun berjalan dengan lancar. Para tamu undangan pun sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Sekarang hanya tinggal keluarga inti dan juga para sahabat.


" Baiklah sekarang waktunya untuk kita istirahat. Terutama untuk pengantin baru" kata Kiran.


" Benar, karena mereka harus melakukan sesuatu yang menyenangkan" kata Serly.


" Benar sekali, biar Nando bisa merasakan apa yang namanya surga dunia " kata Doni.


" Ck, laki bini sama aja" kata Nadia.


" Lha kan nggak salah kita ngomongnya" kata Serly.


" Nggak salah, tapi jangan di depan anak-anak" kata Kiran.


" Tau, nggak kenal tempat Lo " kata Nadia.


" Sorry, maklum gue teringat saat malam pertama gue sama suami gue " kata Serly.


" Kalian berdua istirahat gih. Kan capek dari tadi sore melayani tamu" kata Kiran pada manten baru.


" Iya Kak. Capek banget " kata Nando.


" Ya udah, sekarang kita semua istirahat"


" Semangat ya Nan" kata Serly dan Doni.


Nando membawa istrinya ke kamar hotel yang sudah di persiapkan untuknya. Yang lainnya pun pergi ke kamar mereka masing-masing. Karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Sesampainya di kamar, pasutri itu tidak tau mau ngapain. Ini kali pertamanya bagi mereka berdua sekamar dengan lawan jenis.


" Yank" panggil Nando.


" Iya Yank"


" Mau mandi, atau mau langsung tidur?"


Jantung Rania mulai berdegup kencang saat mendengar kata tidur. Apa sudah waktunya ia menyerahkan mahkotanya pada suaminya?.


" Mandi dulu deh Yank"


" Ya udah, kamu duluan yang mandi atau aku?"


" Aku duluan deh Yank"


Nando berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk sang istri. Ia mengisi bathtub dengan air hangat, supaya tubuh istrinya rileks. Tak lupa dia memasukkan aroma terapi dan yang lainnya.


Setelah selesai mengisi air dalam bathtub, barulah Nando keluar dari kamar mandi.


" Yank, air untuk mandinya udah aku siapkan tu"


" Makasih ya Yank"


" Sama-sama sayang"


Rania sangat bersyukur memiliki suami seperti Nando. Laki-laki itu memang kelihatan dingin. Tapi kalau sama keluarganya, dia sosok lelaki yang hangat.


Sesampainya di kamar mandi. Rania kesusahan membuka gaun pengantinnya. Ia bingung harus bagaimana. Masa ia harus minta tolong suaminya untuk membukakan resleting gaunnya.


Cukup lama ia berpikir. Setelah itu ia pun memutuskan meminta bantuan suaminya. Lagian dia minta tolong sama suaminya sendiri. Bukan orang lain.


" Yank"


" Iya sayang"

__ADS_1


" Sini bentar"


" Bisa tolong aku nggak?"


" Apa sayang?"


" Tolong bantu bukain resleting gaunnya dong"


Nando bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke kamar mandi.


" Sini "


" Tutup dulu matanya?"


" Gimana cara aku membukanya kalau mata aku ditutup"


" Bisa kok, sambil pejamin mata bukanya"


" Iya aku tutup nih?"


" Jangan dibuka"


" Iya sayang"


Seperti keinginan sang istri, Nando membuka resleting itu dengan mata tertutup. Ia membuka resleting gaun itu secara perlahan.


Mata Nando tak berkedip kala melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Punggung putih mulus tanpa celah, terpampang nyata di depan matanya.


Lelaki tampan itu pun menyentuh punggung putih nan mulus itu.


Darah Rania bedersir kala merasakan sentuhan lembut di punggungnya. Ini kali pertamanya ada yang menyentuh punggungnya.


Cup.


Tubuh Rania seperti tersengat aliran listrik ribuan volt saat bibir lembut milik suaminya menyentuh kulit punggungnya. Rania memejamkan matanya menerima sentuhan lembut dari suaminya.


Mata Nando tertuju pada bibir sang istri. Tanpa menunggu lama ia langsung menempelkan bibirnya ke bibir sang istri.


Rania memejamkan matanya saat sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Ini baru kali pertamanya bagi Rania dan Nando berciuman. Mereka berdua sama-sama kaku. Tapi tak berselang lama Nando sudah mulai bisa.


Karena tidak ada penolakan dari sang istri, Nando pun menggigit lembut bibir sang istri. Rania pun refleks membuka mulutnya. Nando bebas mengeksplor mulut sang istri.


Rania mencoba membalas ciuman suaminya. Nando tersenyum karena sang istri membalas ciumannya. Walaupun agak sedikit kaku.


Tautan mereka pun terlepas kala pasokan oksigen sudah mulai berkurang.


Nando menyatukan keningnya dengan kening sang istri. Pasutri itu mengatur nafas mereka yang tersengal karena ciuman tadi.


" Sekarang kamu mandi dulu. Karena kalau tidak, aku akan kehilangan kendali"


Rania menatap suaminya. Ia tau kalau suaminya sedang menahan hasratnya. Ia melihat itu dari mata suaminya sudah berkabut gairah. Tapi suaminya itu masih berusaha menahannya.


Nando segera keluar dari kamar mandi. Ia takut kalau berlama-lama di sana, ia akan khilaf dan meminta haknya pada sang istri.


Rania menutup pintu kamar mandi saat suaminya sudah keluar dari kamar mandi. Ia pun memulai membersihkan dirinya.


Nando mengusap wajahnya. Gairahnya benar-benar sudah berada di puncak. Ingin rasanya tadi ia menggendong sang istri ke atas tempat tidur.


Ya Allah hasrat ini sungguh menyiksaku.


Beberapa menit kemudian, Nando mendengar lagi suara istrinya. Ia tidak tau, sekarang ini istrinya akan minta bantuan apalagi.


" Yank"

__ADS_1


" Ya sayang"


" Tolong ambilkan handuk dong"


" Ok sayang"


Nando segera mengambil handuk di dalam lemari. Kemudian ia memberikan pada istrinya.


" Yank, nih handuknya"


" Sini yank" kata Rania sambil mengulurkan tangannya.


Nando memberikan handuk pada istrinya. Walaupun hanya melihat tangan mulus sang istri, tapi otak Nando sudah mulai Traveloka.


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok cantik. Lagi-lagi mata Nando tidak berkedip melihat kecantikan sang istri.


Wajah Rania memerah ditatap seperti itu oleh suaminya. Ini kali pertamanya ia memakai handuk saja di depan lelaki. Dan syukurnya lelaki itu adalah suaminya sendiri.


" A.. aku mau mandi dulu " kata Nando sambil masuk kedalam kamar mandi.


Malam ini ia harus menahan hasratnya. Karena ia tau istrinya sedang capek. Ia akan meminta haknya jika istrinya sudah mau menyerahkan dirinya.


Rania tersenyum melihat suaminya yang bergegas masuk kedalam kamar mandi. Ia tau pasti suaminya sedang menahan hasratnya.


Wanita cantik itu pergi ke lemari untuk mengambil pakaiannya. Mata Rania membulat sempurna kala melihat pakaian yang ada di dalam lemari.


" Pakaian apa nih?"


Rania membaca tulisan yang tertulis di dekat pakaian yang kekurangan bahan itu. Ia membaca tulisan itu.


Selamat mencoba adik ipar.


Wanita cantik itu sudah tau itu tulisan siapa. Dan ia tidak menyangka kakaknya yang satu itu akan menyuruhnya memakai pakaian kurang bahan.


Beberapa menit kemudian, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Tapi Rania tidak mendengarnya.


" Sayang"


" Ah i-iya"


" Kenapa belum pake baju?"


" Nggak apa-apa. Malam ini, aku akan tidur pake handuk"


" Kenapa pake handuk? apa di lemari nggak ada baju?"


" A.. ada. Tapi aku ingin pake handuk"


" Jangan, nanti kamu masuk angin sayang?"


Nggak apa-apa. Daripada aku memakai pakaian yang kekurangan bahan itu.


" Nggak kok. Aku tidur dulu ya"


Nando menahan tangan istrinya. Ia yakin, pasti ada yang di sembunyikan sang istri darinya.


" Apa kamu nggak takut tidur pake handuk?"


" Takut kenapa?"


" Kalau handuk itu terlepas bagaimana?"


Rania memegang handuk yang menempel di tubuhnya. Ia tidak ingin handuk itu lepas dari tubuhnya. Karena kalau handuk itu terlepas, otomatis tubuhnya yang polos akan terlihat oleh suaminya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2