Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bertemu kakak kelas


__ADS_3

Alexa bingung melihat kedua lelaki tampan yang ada dihadapannya. Pasalnya setelah kepergian Natalie, kedua lelaki itu langsung tertawa terbahak-bahak.


" Oppa!"


" Ya sayang"


" Kenapa Oppa tertawa seperti itu. Apa ada yang lucu?"


" Hhmmm"


" Apa?"


" Kamu baca aja dokumen itu, sayang"


Alexa mengambil dokumen yang ada di atas meja. Mata Alexa seketika membulat sempurna kala membaca isi dokumen itu.


" Ini?"


" Kenapa sayang?"


" Tante itu menyerahkan sahamnya secara cuma-cuma?"


" Hhhmmm"


" Kok bisa?"


" Itu karena kebodohannya"


" Oppa nipu dia?"


" Nggak!"


" Terus ini apa?"


" Itu sedikit peringatan aja untuk dia dan ayahnya"


" Emang mereka ngapain?"


" Ben, kasih dengar rekaman ayah dan anak itu"


" Siap tuan. Silakan anda dengar sendiri nona?"


Beni memutar pesan suara yang ada di ponselnya. Alexa pun memasang kupingnya baik-baik.


Alexa menutup mulutnya saat mendengar percakapan antara Natalie dan ayahnya. Bagaimana bisa mereka merencanakan hal licik seperti itu. Dan yang membuat dia kaget lagi, wanita itu ingin melenyapkan dirinya.


" Bagaimana?"


" Licik sekali dia. Tapi mereka salah memilih lawan"


" Bener sayang"


" Kita ikuti aja permainannya. Kebetulan aku udah lama nggak berolahraga"


Kenan tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. " Tapi kamu tetap harus berhati-hati, sayang"


" Pasti Om, aku nggak akan lengah"


" Aku juga akan mengutus beberapa anak buah aku untuk menjaga kamu"


" Makasih karena udah mengkhawatirkan aku"


" Sama-sama sayang. Ya udah, aku balik ke kantor dulu ya sayang. Soalnya masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan"


" Iya Oppa "


" Jaga diri kamu. Aku pamit"


Alexa mencium tangan Kenan. Dan Kenan membalas dengan mencium kening Alexa. Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi Beni. Jadi dia sudah tidak heran lagi.


" Jalan dulu ya sayang"


Alexa mengangguk. Ia melambaikan tangan saat mobil Kenan mulai melaju meninggalkan cafe miliknya.


Setelah mobil kekasihnya sudah tidak terlihat lagi. Barulah Alexa masuk kembali kedalam cafenya.


" Alexa"


Mendengar namanya dipanggil Alexa pun menoleh ke belakang.


" Ternyata beneran kamu"


" Kak Ryan"

__ADS_1


Lelaki yang bernama Rian itu tersenyum.


" Udah lama ya, kita nggak ketemu?"


" Iya. Kak Intan mana?"


" Lagi ngambil tas di mobil. Kamu ngapain disini?"


" Kerja Kak"


" Masa iya anak sultan masih kerja di cafe?"


" Yang sultan itu kan orang tua aku, Kak. Bukan aku"


Tak berselang lama datanglah seorang gadis cantik. " Alexa?"


" Hallo kak Intan"


" Wah kebetulan banget ya. Apa kabar?"


" Alhamdulillah baik Kak. Kakak sendiri?"


" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat. Oh iya, kamu ngapain disini?. Mau makan juga, ya?"


" Nggak Kak. Aku kerja disini"


" Bohong banget sih kamu. Masa kamu kerja disini?"


" Beneran, Kak"


" Kakak berdua kok bisa ada disini?"


" Kita kesini mau makan siang. Kamu udah makan siang?"


" Udah Kak"


" Yeah, padahal aku pengen ngobrol sambil makan siang sama kamu"


" Ntar aku temenin deh ngobrolnya"


" Emang kamu nggak akan kena marah sama bos kamu?"


Alexa tersenyum mendengar pertanyaan kakak kelasnya. Bagaimana bisa ia kena marah. Wong yang punya cafe itu dia sendiri.


" Nggak kok. Lagian waktu istirahat aku masih ada"


Intan merangkul tangan adik kelasnya. Mereka berdua sudah lama tidak bertemu. Karena dia sudah lulus dan sekarang sedang sibuk kuliah.


" Kita duduk sebelah sana aja, yuk"


Mereka duduk di dekat jendela yang menghadap ke taman bunga yang ada dibelakang cafe.


Tak berselang lama pelayan datang menghampiri meja mereka.


" Mau pesan apa, nona?"


Intan dan Rian pun melihat menu makanan yang ada dibuku menu. Makanan yang ada di buku menu itu beragam dan juga makanan kekinian.


" Saya pesan ini, ini dan ini" kata Intan sambil menunjuk nama makanannya.


" Minumnya nona"


" Jus jeruk aja"


Pelayan itu mencatat semua pesanan Intan dan kekasihnya. Setelah selesai mencatat, pelayan itu pun pamit undur diri.


" Kamu udah lama kerja disini?" tanya Intan.


" Sejak cafe ini berdiri, Kak"


" Udah lumayan lama juga ya. Alisha sama Adele kerja di sini juga?"


" Iya Kak. Tapi sekarang mereka bertugas menjaga toko kue di sebelah"


" Maksud kamu toko kue yang ada disebelah cafe ini?"


" Iya Kak. Oh iya, kakak kuliah dimana?"


" Universitas Artama"


" Bukankah itu kampus yang ada di seberang?"


" Iya. Makanya kami berdua makan di cafe ini"

__ADS_1


Alexa tidak tau kalau kakak kelasnya kuliah di universitas yang ada diseberang cafe miliknya. Dan ia pun tidak pernah melihat mereka makan disini.


" Kok aku nggak pernah liat kakak berdua makan disini?"


" Kita berdua baru pulang liburan. Terus kata temen-temen makanan di cafe ini enak-enak, makanya kita kesini"


" Oh, pantes aku nggak pernah liat kakak berdua"


" Apa kamu udah tau kabar tentang Kevin?"


Alexa menggelengkan kepalanya.


" Kevin kuliah di luar negeri. Mungkin dua atau tiga tahun lagi baru dia pulang"


" Kamu sih nolak cintanya" kata Rian.


" Ih kamu itu ya yank. Kalau nggak cinta mau gimana lagi. Lagi pula cinta itu tidak bisa dipaksakan"


" Iya Yank"


" Kamu tau nggak?, Citra di jodohkan?"


" Nggak Kak"


" Dia udah dijodohkan, tapi masih saja mengharapkan Kevin"


" Jangan ghibah, yank"


" Biarin!. Lagian kalau kamu nggak suka, tutup aja kupingnya"


Rian hanya bisa menghela nafasnya. Kekasihnya itu tidak pernah berubah. Tapi Walaupun demikian ia tetap sayang dan cinta sama kekasihnya.


" Aku pikir, Kak Citra dijodohkan sama kak Kevin?"


" Ya nggak lha. Mana mau Kevin sama wanita licik kek gitu"


" Sayang mulutnya"


" Maaf yank, keceplosan akunya. Lagian mulut aku ini nggak bisa direm" kata Intan sambil tersenyum pada kekasihnya.


Alexa juga ikut tersenyum. Kakak kelasnya yang satu itu memang ceplas-ceplos kalau ngomong. Tapi hatinya baik. Karena selama ia kenal dengan Intan, dia tidak pernah berkata buruk padanya.


" Emang kak Citra nggak kuliah, Kak?"


" Kuliah. Tapi kita nggak satu kampus sama dia"


" Emang kak Citra di universitas mana?"


" Dia satu kampus sama Kevin"


Alexa kaget mendengar ucapan kakak kelasnya. Bukankah tadi dia bilang kalau Citra sudah tunangan?. Tapi kenapa sekarang dia ada diluar negeri.


" Dia minta sama tunangannya untuk kuliah di sana. Bodoh banget kan tunangannya itu. Makanya aku nggak mau berteman lagi sama dia. Bukan maksud aku untuk menjauhinya. Aku nggak suka aja sama sikapnya"


" Udah, ngobrol yang lain aja " kata Rian.


Dia tidak ingin melihat kekasihnya sedih. Setiap membicarakan Citra, pasti kekasihnya itu akan menyalakan dirinya. Intan merasa gagal jadi sahabat Citra. Karena sahabatnya itu tidak bisa dikasih tau.


" Kamu udah punya pacar belum, Cha?"


" Udah Kak"


" Coba aku tebak ya. Pasti cowoknya yang bersama sama kamu waktu di kota B"


" Hhmmm"


" Tuh kan bener!. Tapi menurut aku kalian berdua cocok sih"


" Makasih Kak"


" Aku do'akan semoga hubungan kalian langgeng"


" Aamiin, makasih doanya Kak. Sebaliknya juga gitu, semoga kakak langgeng sampai ke jenjang pernikahan"


" Aamiin. Tapi aku nggak yakin akan menikah sama dia"


" Kok ngomongnya gitu sih, yank?"


" Emang kamu mau menikah sama cewek yang serba kekurangan seperti aku?"


" Ya mau lha!"


Alexa tersenyum melihat sepasang kekasih yang ada dihadapannya. Lama tidak bertemu, tapi tidak ada yang berubah dengan mereka berdua. Malahan hubungan mereka terlihat semakin harmonis.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2