Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Perubahan Axel


__ADS_3

Beberapa baju couple sudah mereka dapatkan. Tak lupa juga Alexa membelikan untuk Axel dan juga kedua sahabatnya. Yaitu Adele dan juga Alisha.


" Yang ini kayaknya cocok untuk kamu" kata Kevin sambil memberikan dress berwarna navy.


" Makasih, tapi aku udah kebanyakan beli bajunya"


" Nggak apa-apa, ini kakak yang beliin"


" Iya, tapi baju couple nya juga udah banyak"


" Itu baju tidur sama baju santai. Sekarang dress"


Kevin mengambil beberapa dress untuk gadis cantik itu. Alexa hanya pasrah dan juga menerima. Kalau dia menolak, pasti kakak kelasnya itu akan merasa sedih.


Saat yang lain sedang asik memilih baju. Axel hanya duduk manis di kursi sembari memainkan game yang ada di ponselnya. Dengan begitu ia tidak bosan menunggu saudara kembarnya dan juga kedua sahabatnya berbelanja.


" Axel"


Mendengar namanya dipanggil, Axel mendongak ke atas. Ia melihat Rian sudah berdiri di hadapannya.


" Ada apa?" tanya Axel.


" Hubungan Lo sama Alexa gimana?"


" Maksud kakak?"


" Lo pacaran sama dia, tapi Lo biarin dia jalan sama cowok lain"


Axel tersenyum mendengar ucapan Rian. Ternyata Kevin belum memberi tau hubungannya dengan Alexa.


" Asal dia bahagia, tidak masalah"


Mendengar jawaban Axel membuat Rian geram. Ia langsung melayangkan tinjunya ke pipi Axel.


Bugh..


" Cowok macam apa Lo, Hah!"


Teriakan Rian mengundang perhatian para pengunjung lain. Tapi ia tidak mempedulikan itu. Ia sudah lama ingin menghajar bocah tengik itu.


Axel hanya diam, ia tidak bereaksi apapun. Karena ia tidak ingin menambah keributan. Apalagi sekarang mereka sudah jadi pusat perhatian orang-orang.


" Kenapa Lo diam aja, lawan gue!" kata Rian sambil melayangkan tinjunya lagi. Tapi berhasil di tangkap sama Axel.


" Jangan uji kesabaran gue. Kalau tidak? Lo akan menyesal!" kata Axel.


" Banyak omong Lo!"


Rian terus melayangkan tinjunya pada Axel. Kali ini Axel pun tidak tinggal diam. Ia membalas pukulan Rian dua kali lipat. Karena tadi ia sudah memperingkatkan, tapi Rian masih ngeyel. Jadi jangan salahkan dia kalau membalas lebih.


" Jangan anggap diam gue itu karena gue takut sama Lo. Gue diam karena nggak mau cari ribut"


Tinju Axel tepat mengenai perut dan dagu Rian. Membuat lelaki bertubuh atletis itu tersungkur. Tubuh Rian mengenai rak pakai yang ada di sana.


Para pengunjung pun berteriak. Namun teriakan pengunjung tidak membuat kedua lelaki itu berhenti untuk saling pukul. Mereka saling balas membalas pukulan.


Tidak ada yang berani memisahkan Axel dan Rian. Alhasil mereka hanya menonton pertunjukan tinju secara live. Sesekali mereka juga berteriak kala diantara kedua cowok itu, ada yang terjatuh.


" Kak ada apa di sana, kok berisik sekali?" tanya Alexa.


" Nggak tau, ayo kita liat"


Kevin dan Alexa pun segera pergi ke tempat orang yang sedang berkumpul. Alangkah kagetnya ia melihat pemandangan di depan matanya.


" Axel!" teriak Alexa.


" Rian!" teriak Kevin.

__ADS_1


Kevin segera memisahkan kedua lelaki yang sedang baku hantam itu. Tapi sialnya Kevin malah kena tonjok oleh Rian. Entah itu di sengaja atau tidak.


Diantara dua lelaki itu tidak ada yang mau berhenti. Apalagi Axel. Dia sudah bersabar dari kemarin tidak membalas setiap ejekan dan juga pukulan yang diberikan Rian padanya. Dan hari ini adalah puncak dari sabarnya. Axel terus memukul Rian.


Wajah Rian sudah sudah babak belur. Sedangkan Axel hanya luka sedikit di sudut bibirnya. Sedangkan wajahnya masih baik-baik saja. Tidak ada yang bisa melerai mereka berdua.


Alexa segera turun tangan. Karena ia melihat mata saudara kembarnya sudah mulai berubah. Itu tandanya mode iblis-nya sudah keluar. Ia segera menarik tangan Axel pergi dari sana. Kalau tidak, saudara kembarnya itu bisa menghabisi Rian. Semua barang belanjaannya ia letakkan begitu saja di lantai. Ia terus membawa saudaranya keluar dari toko pakaian itu.


" Axel, tenang?" kata Alexa sambil memeluk saudara kembarnya.


Alexa membelai rambut saudara kembarnya itu. Perlahan Axel mulai tenang. Bola matanya sedikit demi sedikit sudah berubah ke warna aslinya.


Setelah saudara kembarnya itu mulai tenang. Alexa melepaskan pelukannya. Ini kali pertamanya ia melihat mata Axel berubah di depan umum.


" Are you ok ?"


" Hhhmm"


Axel duduk sambil bersandar ke dinding toilet. Ya Alexa membawa saudara kembarnya itu ke toilet yang ada di mall itu. Karena hanya toilet lha tempat yang sepi.


" Apa yang lain melihat perubahan bola mataku?"


" Nggak"


Axel bernafas lega. Karena tidak ada yang melihat sisi iblis-nya. Dan ia bersyukur saudara kembarnya membawanya pergi dari sana.


" Makasih"


" Eh! mimpi apa nih kulkas dua belas pintu minta makasih sama gue?"


" Ck, kek baru dengar aja kamu "


" Ya kan kamu emang jarang bilang makasih sama aku"


" Jarang bukan berarti nggak pernah kan?"


Axel tersenyum mendengar ucapan saudara kembarnya. Walaupun mereka berdua sering berdebat, tapi Alexa selalu bisa ia handalkan. Apalagi saat seperti tadi.


Di toko.


Kevin memapah sahabatnya ke kursi yang ada di sana. Ia meminta pelayan toko untuk mencarikan kota P3K.


" Lo kenapa bisa berantem lagi sama Axel?"


" Gue emosi liat dia"


" Emosi kenapa?"


" Dia pacaran sama Alexa, tapi dia membiarkan Alexa jalan sama Lo. Dan pas gue tanya, dia jawab asalkan Alexa bahagia, nggak apa-apa. Gila kan tuh bocah"


" Bukannya Lo selalu kesal liat Axel berduaan sama Alexa"


" Iya. Lo kan tau kalau gue suka sama Alexa. Eh taunya bocah tengik itu yang duluan dapatin Alexa"


Tak berselang lama, pelayan toko datang dengan membawa kotak P3K.


" Ini Dek, kotak P3K nya"


" Makasih ya mbak"


Kevin segera mengambil alkohol untuk membersihkan luka yang ada di wajah sahabatnya. Setelah itu ia memberikan obat merah, pada sudut bibir dan juga pelipis Rian.


" Gue tidur di rumah Lo " kata Rian.


" Tumben Lo mau tidur di rumah gue?"


" Nggak mungkin gue pulang dengan wajah kek gini"

__ADS_1


" Ok. Kebetulan mama sama papa gue juga nggak ada di rumah"


" Emang bokap sama nyokap lo kemana?"


" Keluar kota"


Kevin melihat barang belanjaan milik Alexa. Ia segera memungut baju yang berserakan di lantai. Dan meminta pelayan untuk memasukkan kedalam paper bag.


" Tolong bawa ke kasir ya mbak, nanti saya bayar"


" Siap Dek"


Pelayan itu langsung membawa semua baju dan dress ke kasir. Sepeninggal pelayan, Intan dan Citra pun datang dengan membawa belanjaan mereka.


" Astaga, wajah Lo kenapa. Yan?" tanya Intan.


" Kena bogem mentah" jawab Kevin.


" Sama siapa?"


" Axel"


" Lo berantem lagi sama Axel?"


" Hhmm"


" Kenapa Lo berantem terus sama dia?"


" Emosi gue liat dia"


" Makanya Lo pukul dia?"


" Hhmm"


" Terus Axel nya kemana?" tanya Citra.


" Dibawa pergi sama Alexa" jawab Kevin.


" Mereka pergi kemana?" tanya Adele yang baru datang.


" Nggak tau"


" Yuk Rel, kita cari mereka"


" Yuk"


" Tunggu!" kata Kevin.


" Ada apa Kak?"


" Tolong bawakan belanjaannya Alexa"


" Mana?"


" Ntar aku ambil di kasir dulu"


Adele dan Farel menunggu di sana. Tak berselang lama Kevin datang dengan membawa enam paper bag. Tiga untuknya dan tiga untuk Alexa.


" Tolong kasih sama Alexa ya"


" Siap Kak. Kita pergi dulu"


" Hhmm"


Farel dan Adele pun pergi meninggalkan toko itu. Mereka berdua akan mencari Alexa dan juga Axel.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2