
Fikri deg-degan saat berhadapan langsung dengan Daddy-nya Axel. Ia tidak menyangka bisa melihat orang berkuasa itu dari jarak sedekat ini. Sungguh orang yang sangat berwibawa.
" Daddy"
" Iya sayang"
" Kenalkan ini Fikri, teman Axel"
" Oh jadi dia karyawan yang Axel cerita kan kemarin sama Daddy"
" Iya Daddy"
" Senang bertemu dengan karyawan seperti kamu. Apapun yang pernah dikatakan Axel sama kamu, saya akan mewujudkannya"
Fikri kaget mendengar ucapan atasannya. Apakah ia sedang berada di dunia mimpi?. Kalau ini hanya mimpi, ia tidak ingin bangun.
" Maksudnya apa ya, Pak?"
" Maksud Daddy aku, semua yang pernah aku bilang tentang impian kamu itu akan Daddy aku wujudkan. Termasuk cita-cita kamu yang ingin bersekolah kembali"
Fikri menangis haru saat mendengar kalau ia akan bersekolah kembali. Jujur ia tidak pernah membayangkan kalau dirinya bisa bersekolah kembali.
" Kamu nggak usah khawatir soal biaya. Semua biaya sekolah kamu sampai kamu kuliah, saya yang akan tanggung. Tidak hanya kamu, tapi juga biaya sekolah kedua adik kamu"
Fikri kaget mendengar ucapan bosnya. Ia tidak salah dengar kan?, kalau CEO akan membayarkan biaya sekolah adiknya. Apa semua ini nyata?. Itulah yang ada di pikiran Fikri sekarang ini.
" Fik, kenapa kamu bengong?"
" Ah nggak kok Xel. Aku cuma kaget aja, mendengar ucapan CEO tadi. Berasa semuanya seperti mimpi"
" Ini nggak mimpi. Semua yang di ucapkan Daddy ku benar adanya. Ini nyata"
Fikri langsung menjabat tangan bosnya. Ini pertama kalinya ia bisa berjabat tangan dengan bosnya. Biasanya ia hanya bisa melihat dari jauh.
" Terima kasih Pak. Terima kasih untuk semua yang sudah bapak berikan pada saya"
" Sama-sama. Kamu pantas mendapatkan semuanya. Karena kamu salah satu karyawan yang jujur dan juga rajin"
Hanya rasa terima kasihlah yang bisa Fikri ucapkan pada CEO. Ia tidak menyangka bisa kembali bersekolah lagi. Dan itu semua berkat Axel dan Daddy-nya.
Dari kejauhan terlihat beberapa orang lelaki yang sangat shock mendengar kabar kalau Axel adalah putra CEO. Mereka memikirkan bagaimana nasib mereka kedepannya. Karena mereka pernah membully Axel.
Gerak-gerik mereka pun tertangkap oleh mata Axel. Axel pun memanggil ketiga seniornya itu. Ini saatnya ia memberikan keadilan untuk Fikri. Ia akan memberikan Fikri kesempatan untuk membalas perbuatan mereka bertiga.
Axel membawa Lion ikut dengannya. Ia akan membawa tiga orang itu ke hadapan Fikri. Saatnya membasmi semua hama di perusahaan Daddy-nya. Dengan begitu tidak ada lagi diskriminasi terhadap karyawan.
" A..Axel"
" Hallo senior, bisa ikut saya?"
__ADS_1
" Ke.. kemana?"
" Ke sana"
" Kami disini aja, Xel"
Lion maju mendekati ketiga senior itu.
" Ba.. baiklah kami ikut kamu ke sana"
" Bagus, cepat jalan!"
Ketiga senior itupun mengikuti Axel di belakang. Mereka tidak tau apa yang akan Axel lakukan. Hanya satu yang terlintas dipikiran mereka. Apakah mereka akan dipecat"
Lion menjadi pusat perhatian semua karyawan. Walaupun lion terlihat menyeramkan. Tapi kalau lagi anteng kek gitu, dia terlihat lucu dan menggemaskan.
" Fik, kamu mau kasih hukuman apa ke mereka bertiga. Aku akan mengabulkannya"
Fikri menatap tiga lelaki yang selalu membully nya. Bahkan kemarin mereka sempat mencuri makanan untuk adik-adiknya.
" Kamu bebas melakukan apa aja sama mereka bertiga"
" A..ampun Fik. Bukankah kami sudah meminta maaf sama kamu?"
" Fikri mungkin sudah memaafkan kalian, tapi saya tidak!. Karena perbuatan kalian sangat keterlaluan"
Fikri bingung harus bagaimana. Jujur ia memang sakit hati karena perbuatan seniornya. Kalau mereka bertiga menyakiti dirinya tidak masalah. Tapi kemarin itu mereka mencuri makanan untuk adiknya.
Apa yang dikatakan Axel benar. Dia tidak boleh terlihat lemah didepan musuhnya. Kalau dirinya terlihat lemah, maka orang-orang akan selalu menginjak-injak harga dirinya.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Axel tersenyum karena Fikri berani memukul senior yang selalu jahat padanya. Sesekali tidak masalah melawan orang seperti itu. Kita melakukan itu karena membela diri. Bukan karena kita ingin menunjukkan kalau kita hebat.
" Maafkan kami Fik. Kami tau selama ini sudah jahat sama kamu"
" Kalian jahatnya bukan cuma sama aku aja. Tapi ke semua junior kalian. Jangan hanya karena kalian ini senior, jadi kalian bisa bersikap se mena-mena sama kami. Kami diam selama ini bukan karena kami takut, tapi kami menghargai kalian sebagai senior kami"
Ketiga senior itu terdiam. Orang yang mereka sangka lemah selama ini ternyata sangat kuat. Dari penampilannya saja mereka sangat ragu kalau Fikri bisa memukul mereka.
" Jangan melihat orang hanya dari luarnya. Orang yang kalian anggap lemah, belum tentu lemah. Karena dibalik itu bisa saja mereka menyembunyikan kekuatan mereka" kata Axel.
" Jadi kalian bertiga yang selalu menindas karyawan baru di perusahaan saya?" tanya Darren.
" Ng..nggak Pak"
__ADS_1
" Sudah ada buktinya masih saja berbohong. Kalian bertiga itu tidak pantas bekerja di perusahaan daddy ku!. Karena disini hanya tempat orang-orang yang jujur. Udah Dad, pecat aja"
" Jangan Pak!. Tolong jangan pecat kami"
" Jangan kasih kesempatan lagi Daddy. Karena mereka tidak pernah jera melakukan kejahatan"
" Kami janji akan berubah"
" Iya Pak. Kami tidak akan mengulanginya lagi"
" Kalau kami di pecat, kami mau kasih makan keluarga kami dengan apa?"
" Kalian tau kalau sudah berkeluarga. Apa sebelum melakukan kejahatan, kalian tidak memikirkannya?"
" Kami benar-benar menyesal Pak. Tolong berilah kami kesempatan"
" Semuanya tergantung sama Fikri. Kalau Fikri memaafkan kalian, maka saya akan memberikan kesempatan kedua untuk kalian. Silakan ambil keputusan Fikri"
" Sa..saya Pak?"
" Hhmmm"
Fikri tidak menyangka kalau CEO akan menyerahkan semua keputusan padanya. Ia merasa sangat dihargai sama atasannya.
" Saya memaafkan mereka bertiga Pak"
" Kamu yakin memaafkan mereka, Fik?"
" Yakin Xel"
" Mereka sudah sering ganggu kamu lho?"
" Iya Xel. Tapi mereka juga berhak dapat kesempatan kedua. Saya yakin mereka bisa berubah"
" Kalian dengarkan apa yang dikatakan Fikri. Orang yang sering kalian sakiti, lebih memilih memaafkan kalian. Ketimbang menghukum kalian"
" Makasih Fik. Kami janji akan berubah"
" Karena Fikri sudah memaafkan kalian, bukan berarti kalian tidak mendapat hukuman dari saya. Saya akan turunkan jabatan kalian jadi asisten Fikri. Jadi sekarang Fikri lha yang memutuskan semua bagian kerja di bagian bersih-bersih"
" Baik Pak. Kami terima hukumannya"
" Masalah Fikri sudah selesai. Perhatian untuk kalian semua, siapa saja yang masih mencuri makanan di kantin, saya akan kenakan denda 2 juta rupiah. Jadi bagi kalian yang masih saja memakan makanan yang bukan haknya siap-siap akan kena sangsi dari saya. Apa kalian semua mengerti!"
" Mengerti Pak"
" Terima kasih atas waktunya, sekarang kalian boleh kembali bekerja"
Para karyawan pun membubarkan diri. Mereka kembali ke ruangan mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚