
Pagi hari Darren dan kedua anaknya bersiap untuk berolahraga. Pagi ini ia dan twins akan joging ke taman kompleks. Kapan lagi ia dan twins punya waktu seperti ini.
" Axel, buruan!"
" Iya bentar"
" Lama amat. Dandan dulu, ya?"
" Ngadi. Emangnya aku cewek, yang kemana-mana harus dandan"
" Ya siapa tau "
Darren tersenyum melihat pemandangan itu. Saat seperti ini lha yang akan dia rindukan nanti. Terlebih putrinya sudah ada tanda-tanda mau menikah muda.
" Wih, bagus banget tuh cincin?"
" Iya dong"
" Cincin tunangan, ya?"
" Kepo"
" Ya nggak apa-apa kepo sama kakak sendiri. Kasih tau dong?"
" Kasih tau nggak ya?"
" Kasih tau lah?"
" Baiklah kalau kamu maksa. Ini cincin tunangan aku sama Kak Ken"
" What!. Cincin tunangan?"
" Hhmmm"
" Jadi kamu sama kak Ken udah tunangan?"
" Udah, tapi belum tunangan resmi"
" Mommy sama daddy tau nggak?"
" Mommy tau, tapi Daddy belum"
" Pasti mommy sudah kasih tau. Terus gimana tanggapan mommy?. Apa mommy marah?"
" Nggak!, Mommy setuju. Malahan aku dibolehin nikah muda"
Axel kaget mendengar ucapan saudara kembarnya. " Mommy izinin kamu nikah muda?"
" Hhmmm"
" Kalau kamu nikah muda, terus kuliah kamu gimana?"
" Kan setelah menikah, aku bisa kuliah. Lagipula nggak ada peraturan kalau orang yang sudah menikah tidak boleh kuliah"
" Iya juga sih. Emang kamu udah siap nikah muda?"
" Sudah"
" Kalau mommy sama Daddy setuju, aku juga nggak ada hak untuk tidak setuju. Karena bagiku kebagian kamu yang terpenting"
" Wow.. Daebak!, siapakah gerangan yang berbicara ini?. Apa bener adek gue?"
" Benarlah. Emang siapa lagi yang bisa bicara sebagus dan sepintar ini"
" Daddy dapet kamu dari mana sih?, kok pede nya kebangetan"
" Mungkin aku anak yang tertukar"
__ADS_1
Alexa tertawa mendengar ucapan adiknya. Ia tidak menyangka kalau sang adik akan bicara seperti itu.
" Eca!. Tungguin gue!"
" Lo mau joging juga?"
" Ya iyalah, mau turunin berat badan juga nih. Udah numpuk lemak di perut gue"
" Kurus kek gitu kok"
" Udah gendut, Lo nggak liat pipi gue udah chubby kek gini?"
" Nggak apa-apa chubby, aku tetap cinta kok sama kamu. Malahan kamu tambah cantik kalau chubby kek gitu"
Adele kaget mendengar suara seseorang yang sudah berdiri dibelakangnya. Entah sejak kapan lelaki tampan itu berdiri di sana.
" Eleh!, boong banget!"
" Kok bohong sih?"
" Iya boong lha. Kamu senang liat aku chubby kek gitu. Jadi kalau di ajak jalan biar orang mengira kamu jalan sama drum band, gitu kan?"
" Nggak sayang. Kamu Suudzon terus sama aku. Aku itu cinta kamu bukan karena fisik kamu. Tapi karena hati dan juga sifat kamu. Kalau fisik itu urutan ke sekian lha "
" Ck, gombal!"
" No, itu bukan gombalan. Itu ungkapan dari hati"
" Ya deh. Kamu ngapain kesini?"
" Mau ikut olahraga bareng kamu lha, sayang. Kamu nggak liat style aku udah keren kek gini"
" Mulai lagi narsisnya"
Darren geleng-geleng kepala melihat tingkah dua remaja itu. Ia teringat bagaimana kisah cintanya dengan sang istri. Dulu istrinya juga galak dan juga jutek. Tapi setelah berhasil mendapatkan hati sang istri, sikapnya juga mulai melunak dan bahkan sangat lembut dan juga penyayang.
" Ayo anak-anak, nanti kita kesiangan joging nya?"
Empat sekawan itupun mengikuti Darren dari belakang. Mereka akan pergi ke taman kompleks. Karena hari libur seperti ini pasti banyak orang yang joging.
...***...
Suasana di taman kompleks sudah penuh sama orang-orang. Ada yang sama keluarga kecil mereka. Ada juga yang sama kekasih mereka.
Kedatangan Darren dan rombongan pun menjadi pusat perhatian semua orang. Mereka segera menghampiri lelaki tampan itu untuk sekedar menyapa.
" Daebak!, popularitas Daddy Lo udah ngalahin artis"
Alexa hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Apa yang dikatakan sahabatnya memang benar. Tapi ia tau kalau orang-orang yang di sana itu cari muka. Karena rata-rata mereka yang mengenali Daddy nya adalah pebisnis.
" Cha liat cowok tampan yang ada di sana?. Gila!, postur tubuhnya perfect banget"
" Mana?"
" Itu yang lagi pemanasan di bawah pohon"
Alexa mengarahkan pandangannya kearah yang dimaksud sahabatnya. Matanya menyipit kala melihat lelaki tampan itu.
Kayak kenal bentuk tubuhnya.
Tampak seorang lelaki tampan sedang melakukan senam pemanasan. Gerakan senam lelaki tampan itu sangat bagus. Dan otot-otot kekarnya semakin terlihat.
" Melihat pemandangan seperti ini nih yang bikin mata cewek melek. Ya nggak, Cha"
Tidak ada jawaban dari sahabatnya. Adele pun mengalihkan pandangannya pada sahabatnya.
" Woi!, malah bengong"
__ADS_1
" Apa sih Del?"
" Lo lagi mikirin apa?. Gue tanya diam aja?"
" Gue kayak kenal postur tubuh tuh cowok"
" Benarkah?, dimana?"
" Postur tubuhnya mirip Oppa"
" Ngaco Lo. Emang Lo udah pernah liat dia telanjang dada?"
" Mengenal postur tubuh seseorang itu nggak harus melihat dia telanjang, kan?"
" Ya nggak sih. Tapi nggak mungkin juga kak Kenan kesini. Jaraknya kan jauh dari mansion Richard"
" Mungkin"
" Kalian berdua lagi bahas apa sih?"
" Tuh, cewek Lo lagi cuci mata" kata Alexa.
" Nggak apa-apa kan yank cuci mata dikit. Yang penting aku nggak aneh-aneh"
" Nggak boleh sayang. Lagipula kamu mau melihat siapa?. Wong nggak ada cowok yang tampan disini selain aku?"
Ehem..
Axel berdehem mendengar ucapan sahabatnya. Ia merasa tidak terima dengan ucapan sahabatnya itu. Masa dia bilang hanya dia yang tampan di sana. Terus gimana dengan dirinya.
" Lo kenapa, batuk?"
" Iya, batuk mendadak gue mendengar omongan Lo tadi"
" Emang ada yang salah dengan omongan gue?"
" Oh, jadi cuma Lo aja yang tampan disini?"
" Iya, menurut kacamata pacar gue"
" Kalau di mata pacar Lo emang kek gitu. Karena matanya hanya bisa liat Lo doang"
" Itu Lo tau. Yuk kita mulai joging nya"
Empat sekawan itupun mulai mengelilingi taman kompleks. Mereka akan berlari beberapa kali putaran.
Cowok tampan yang dilihat Adele tadi pun mengikuti mereka dari belakang. Dia berlari mengikuti kecepatan empat sekawan itu. Dan sekarang posisinya sudah berada di samping Alexa.
Sekarang dia bisa melihat betapa cantiknya wajah sang kekasih. Walaupun dalam keadaan berlari seperti itu. Bahkan keringat kecil sudah terlihat di pelipis sang kekasih.
Ia pun membeli tissue sama pedagang asongan yang ada di sekitar taman kompleks. Setelah membayar, ia memberikan tissue itu pada sang kekasih.
" Apa nih?"
" Tissue"
" Saya tau ini tissue. Maksud saya, kenapa anda memberikan pada saya"
" Untuk menghapus keringat kamu"
Alexa menghentikan langkahnya. Ia tidak salah dengar. Suara lelaki itupun mirip dengan sang kekasih. Ia pun memberanikan diri untuk membuka masker cowok itu.
" Oppa!"
Kenan tersenyum melihat ekspresi wajah sang kekasih. Ia memang tidak memberitahu kekasihnya kalau dia akan joging ke sana. Ia mendapat informasi dari calon mertuanya. Kalau sang kekasih pagi ini akan joging.
" Hai sayang"
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚