Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Rencana Axel


__ADS_3

Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Nandon mengeyitkan alisnya melihat sahabatnya datang dengan membawa seorang wanita.


" Ini nona Vania yang ingin melakukan kerjasama dengan kerja perusahaan kita"


" Ah, mari silakan duduk "


" Terima kasih"


Vania duduk di sofa yang ada di sofa yang ada di ruangan itu. Wanita cantik itu terpesona dengan ke tampanan lelaki yang ada di hadapannya.


" Desain ruangan anda sangat keren tuan Nando "


" Terima kasih nona Vania. Anda mau minum apa nona, kopi, teh, jus?"


" Teh saja tuan"


Nando meminta OB untuk membawakan tiga cangkir teh ke ruangannya.


" Baiklah ini dokumen tentang kerja samanya nona, silakan di baca dulu" kata Ikbal sambil memberikan dokumen yang sudah ia persiapkan tadi.


Vania membaca dokumen itu dengan teliti. Ia melihat keuntungan apa yang akan didapat jika bekerja sama dengan perusahaan Nando. Dan ia juga membaca setiap poin yang ada di sana.


" Kalau ada yang melanggar kontrak kerjasamanya akan membayar denda lima triliun?"


" Benar nona"


" Tapi lima triliun itu sangat besar tuan?"


" Benar, saya tidak bilang sedikit. Di sana kan tertulis jika anda melanggar. Kalau anda tidak melanggar kenapa Anda harus takut?"


" Anda benar"


" Saya tidak memaksa anda untuk menandatangani dokumen itu. Kalau anda setuju dengan semua isi kontrak nya, silakan tanda tangan. Kalau tidak, jangan di tanda tangan"


Nando tau kalau wanita itu agak ragu untuk menandatangani kontrak kerjasama itu. Karena membaca denda yang akan di bayar.


" Anda pasti sudah mendengar kabar setiap orang yang bekerjasama dengan perusahaan saya"


" Ya saya mendengar. Karena itu saya tertarik ingin bekerja sama dengan perusahaan anda. Saya akan tanda tangan kontrak kerjasamanya"


Vania segera menandatangani kontrak kerjasama itu. Setelah itu giliran Nando yang menandatangani dokumen kerjasama itu.


Ikbal memberikan satu dokumen untuk Vania dan satu dokumen lagi untuk perusahaannya. Nando menyimpan dokumen penting itu dalam brankasnya.


" Apa anda ada waktu untuk makan siang dengan saya tuan Nando?"


" Maaf nona saya tidak bisa, karena pekerjaan saya sangat banyak hari ini. Gimana kalau anda makan bersama sekretaris saya"


" Apa anda punya waktu tuan Ikbal?"


" Tentu saja punya nona"


" Baiklah, saya pinjam sekretaris anda dulu tuan Nando"


" Silakan nona"


" Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar"


" Aamiin"


" Saya permisi dulu"


" Silakan "


Nando mengantarkan kliennya sampai ke depan pintu. Setelah Vania dan Ikbal keluar, Nando menutup kembali pintu ruangannya.


Nando sengaja menolak permintaan Vania, dan menyuruh Ikbal untuk menemani wanita itu. Karena ia tidak ingin mengecewakan hati wanita yang sedang menjaga hati untuknya.


...***...


Alexa dan sahabatnya sedang berada di kantin. Mereka akan mengisi tenaga yang sudah terkuras karena belajar tadi.


" Kenapa pelajaran kimia itu sangat susah" kata Adele.

__ADS_1


" Makanya jangan mikirin Farel mulu" kata Alexa.


" Justru kalau nggak mikirin dia, otak gue tambah nggak bisa mikir"


" Dasar bucin"


" Lo juga akan merasakan bucin kek gue nanti setelah Lo cinta sama Kak Kevin"


" Benar itu, pasti Eca lebih bucin dari kita. Dan Axel juga akan menjadi bucin berikutnya " kata Farel.


" Kenapa Lo bawa-bawa gue"


" Udah ngaku aja, sekarang aja Lo udah bucin banget sama Alisha"


Pletak.


Awwwwww.


" Berisik! " kata Axel.


Axel mengutuk Farel dalam hati. Ia sangat kesal dengan mulut lemes sahabatnya itu. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu di depan wanita yang ia suka.


" Bisa diam nggak kalian berdua?!" kata Alexa.


" Tau nih, berisik banget" kata Alisha.


" Tuh dengerin kata adik ipar gue"


Wajah Alisha memerah bak kepiting rebus. Kala mendengar ucapan sahabatnya. Ia tidak menyangka kalau Alexa langsung mengklaim dia sebagai adik iparnya.


" Cie Alisha udah dapat hak paten dari Eca" kata Adele.


" Tunggu apalagi bro, buruan tancapkan panah asmara Lo ke Alisha" kata Farel.


Axel menatap tajam sahabatnya itu. Ingin rasanya ia menyumpal mulut Farel dengan mangkok bakso, supaya mulut sahabat bisa diem.


" Sudah-sudah, gue mau makan" kata Alexa.


Farel pun diam, daripada anak singa ngamuk. Mereka pun mulai menyantap bakso yang ada di mangkok mereka masing-masing.


" Axel" panggil Adele.


" Kenapa sih Yank manggil-manggil Axel" kata Farel.


" Sorry Eca, gue lupa kalau Lo jomlo"


Tak.


Garpu mendarat sempurna di kepala Farel.


Aaawwww..


" Rasain " kata Axel


" Kenapa sih kalian kakak beradik hobi kali menyiksa gue"


" Ngomong lagi, botol saos tomat ini melayang ke kepala Lo" kata Alexa.


" Sayang, Eca kejam banget nih sama aku?" adu Farel pada kekasihnya.


" Makanya jangan ngeyel kalau dibilangin" kata Adele.


Alisha tersenyum mendengar ucapan Adele. Sahabatnya itu bukannya membela kekasihnya, tapi malah ikut menyalahkannya.


" Emang enak nggak dibelain " kata Axel.


" Apes banget sih gue punya cewek"


" Oh gitu? kamu nyesel pacaran sama aku?"


" E-enggak"


" Terus apa maksud kamu ngomong kek tadi"


" Nggak ada maksud apa-apa"


" Awas kalau kamu ngomong macem-macem tentang aku, habis kamu"


" Sadis amat"


" Biarin"

__ADS_1


" Lo manggil gue tadi, ada apa?" tanya Axel pada Adele.


" Gue mau nanya, apa Lo udah dapat kerja?"


" Belum"


" Kamu cari kerja juga?" tanya Alisha.


" Hhmm"


" Terus cari kerja dimana?"


" Kemarin aku melamar kerja di restoran. Kata manajer nya, aku terlalu tampan untuk jadi Waiters"


" What..! " kaget Alexa dan Adele.


" Manajer nya bilang gitu? nggak salah?" kata Alexa.


" Nggak, kalau kamu nggak percaya tanya aja sama Farel"


" Bener Rel, apa yang dikatakan Axel?"


" Iya, kita berdua nggak di terima gara-gara terlalu tampan" kata Farel.


" Berarti manajernya rabun" kata Alexa.


" Betul" kata Adele.


" Bilang aja kalian berdua iri" kata Farel.


" Ngapain juga kita iri sama Lo berdua" kata Alexa.


" Terus kalian mau cari kerja dimana lagi?" tanya Alisha.


" Rencananya di tempat pencucian mobil. Tadi pas berangkat ke sekolah, aku liat ada lowongan kerja di sana"


" Kapan kalian akan ke sana?" tanya Adele.


" Rencananya entar pas pulang sekolah"


" Aku doakan semoga kamu diterima kerja di sana" kata Alisha.


" Makasih. Kamu temenin aku ke sana ya?"


" Aku?"


" Iya. Karena habis dari sana aku mau ngajak kamu ke suatu tempat"


" Baiklah"


Alexa tersenyum mendengar percakapan saudara kembarnya dengan Alisha. Ia tau kalau Axel akan menembak Alisha. Hanya dirinya yang belum punya pasangan.


" Kamu temenin aku juga ya" kata Farel.


" Kemana?"


" Ke tempat pencucian mobil. Kan aku mau melamar kerja juga"


" Kenapa nggak barengan sama Axel aja?"


" Kamu mau aku jadi obat nyamuk mereka berdua"


" Iya juga sih. Ya udah ntar aku temenin"


" Nah gitu dong"


" Eca kapan cari gandengan?" tanya Adele.


" Iya truk aja udah gandengan, masa Eca masih sendiri?" kata Farel.


" Ntar gue gandengan sama Oppa-oppa Korea"


" Kalau Lo gandeng Oppa-oppa Korea, terus Kak Kevin gimana?" tanya Adele.


" Ya nggak gimana-mana"


" Ih jawabannya nggak asik banget"


" Biarin"


Alexa belum tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya pada Kevin. Saat ini ia hanya merasa nyaman aja jalan dengan lelaki tampan itu. Apa itu sudah bisa diartikan dengan cinta?.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2