Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Twins A


__ADS_3

Kiran menghela nafasnya saat melihat kedua anaknya main kejar-kejaran. Ia yakin pasti sudah terjadi sesuatu diantara mereka.


" Sayang, anak kamu tuh" kata Darren.


" Anak kita, By "


" Kenapa lagi mereka berdua?"


" Paling Axel ganggu Eca lagi"


" Entah kapan mereka berdua akan akur lama"


Kiran dan Darren menatap kedua buah hati mereka yang asik main kejar-kejaran tanpa peduli pada tamu yang ada di sana. Walaupun yang hadir sekarang hanya kerabat dan keluarga besar saja.


" Axel, berhenti nggak Lo!"


" Nggak!"


" Berhenti gue bilang!"


" Ogah"


Bugh.


Sandal Alexa tepat mengenai punggung Axel.


" Eca!"


" Apa!"


" Kok main lempar sandal sih?!"


" Salah sendiri kenapa nggak mau berhenti"


" Semenjak jomlo Lo tambah sensitif"


" Ngomong jomlo sekali lagi, sandal ini nyampe di mulut kamu"


" Lha kan bener apa yang gue omongin"


" Walaupun pun itu bener, tapi nggak seharusnya kamu ngomong kek gitu. Emang kamu mau aku kutuk"


" Jangan dong?"


" Makanya berhenti"


Karena takut kena kutuk jadi wajan penggorengan, akhirnya Axel berhenti. Tentu saja Alexa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Aawwwww.


" Sakit Eca!"


" Rasain"


Abimanyu dan Varo yang melihat Axel dan Alexa lagi gelud. Kedua cowok tampan itu pun langsung memisahkan Axel dan Alexa.


" Abang lepasin!"


" Udah, kasian Axel"


" Biarkan saja. Salah sendiri kenapa dia ngeledek Eca"


" Emang Axel ngeledek kek gimana?"


" Dia bilang Eca jomlo"


" Lha kan emang Eca jomlo"


" Abang!"


" Lha kan emang bener Eca jomlo. Lagian nggak ada salahnya kalau kita jomlo. Abang juga jomlo. Dan Abang nggak marah kalau dibilang jomlo"


" Iya. Tapi nggak usah di bilang juga"

__ADS_1


" Biarkan saja Axel bilang begitu. Lagipula Abang sama paman juga jomblo" kata Abimanyu.


" Bener, dan nggak ada salahnya kalau kita jomlo. Lagipula kita jomlo bukan karena nggak ada yang mau. Tapi karena belum bertemu sama yang cocok aja. Dan paman bahagia jadi jomlo" kata Varo.


" Dengerin tuh! apa kata paman" kata Axel.


" Diam! kamu dilarang ngomong"


" Aneh banget sih kamu"


" Sudah-sudah, sekarang kita isi perut dulu. Setelah itu baru lanjut lagi gelud nya " kata Varo.


" Setuju paman" kata Abimanyu.


Abimanyu membawa Alexa, sedangkan Varo membawa Axel. Karena kalau tidak begitu, Axel dan Alexa akan kembali gelud.


Disisi lain. Keluarga besar dan juga kerabat Kiran sedang menikmati makan siang mereka. Begitu juga dengan Nando dan Rania.


" Kapan kalian berdua akan pergi honeymoon?" tanya Serly.


" Kalau aku terserah Nia aja Kak" jawab Nando.


" Jangan tunda-tunda pergi honeymoon nya" kata Nadia.


" Lebih cepat kalian berdua pergi, maka dengan begitu kalian berdua juga cepat memproses Nando junior" kata Serly.


" Kalian pilih aja kota ataupun negara yang akan kalian kunjungi, nanti Abang akan cariin tempat untuk menginapnya" kata Romy.


" Makasih Bang " ucap Nando.


" Kalau Abang nyediain pesawat jet untuk transportasinya" kata Darren.


Nando sangat bahagia. Karena Abang-abangnya sangat baik padanya dan juga istrinya.


" Kalian jangan tunda-tunda untuk punya momongan" kata Serly.


" Lo dari tadi ngomongin momongan terus. Apa jangan-jangan Lo kasih kode ke Doni untuk membuat adik untuk Adele" kata Nadia.


" Kagak. Lagian putri gue udah gede, jadi agak aneh kalau dia punya adik lagi"


" Nggak ada yang aneh. Kalau Lo mau, proses aja ntar malam"


" Kalau mereka berdua mau, kan tinggal tancap aja" kata Serly.


Wajah Rania memerah mendengar ucapan kakak iparnya. Ia tau apa yang dibicarakan oleh kakak-kakak iparnya itu.


...***...


Kenan sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Dari tadi ia mengerjakan tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya.


Brak.


Kenan kaget mendengar pintu ruangannya terbuka begitu saja. Ia melihat sekretaris dan juga wanita yang paling ia benci ada di sana.


" Maaf Pak, saya sudah melarang nona Clara untuk masuk. Tapi dia memaksa"


" Nggak apa-apa. Kamu boleh kembali ke meja kamu"


" Terima kasih Pak"


Sekretaris itu pun keluar dari ruangan itu. Karena ia tidak ingin kena amukan bosnya. Ia tau bosnya itu sedang menahan amarahnya.


" Sayang"


" Stop!"


Clara langsung menghentikan langkahnya. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu akan menolaknya.


" Jangan coba-coba mendekat " lanjut Kenan.


" Sayang jangan seperti ini?"


" Jangan pernah panggil saya dengan sebutan itu lagi. Saya jijik mendengarnya"


" Maafkan aku sayang. Aku tau sudah menyakiti kamu. Tapi aku melakukan semua itu juga karena kamu"


" Karena aku?"


" Iya karena kamu"

__ADS_1


" Emang aku ngapain?"


" Kamu nggak mau menyentuh aku!"


" Seharusnya kamu bersyukur karena tidak aku sentuh. Dengan begitu kesucian kamu masih terjaga"


" Tapi aku pengen merasakan sentuhan kamu?!"


" Aku juga sudah kasih solusi untuk itu. Dengan mengajak kamu menikah. Tapi kamu menolaknya"


" Apa salahnya kalau kita melakukan itu lebih dulu?"


" Aku tidak akan merenggut kesucian orang yang aku cintai, sebelum aku menghalalkannya"


" Sekarang aku bersedia menikah dengan kamu"


" Sorry, pantang bagiku untuk memakai barang yang sudah bekas"


" Kenan!"


" Jangan pernah berteriak padaku"


" Kenapa kamu jadi seperti ini. Kamu bukan Kenan yang aku cintai dulu"


" Aku memang bukan Kenan yang dulu. Karena Kenan yang dulu sudah mati bersama kebodohannya. Dan sekarang Kenan itu tidak akan pernah ada lagi. Kalau tidak ada keperluan lagi, silakan keluar dari ruangan saya"


" Aku nggak akan pergi dari sini"


" Jangan paksa aku untuk berbuat kasar sama kamu "


Clara kaget mendengar ucapan kekasihnya itu. Sekarang Kenan semakin tidak bisa di sentuh. Tapi ia tidak akan menyerah begitu saja.


Aawwwww..


Clara mengusap pantatnya yang sakit karena mencium lantai. Ya Kenan mendorong tubuh Clara, karena wanita itu akan menciumnya.


" Bagaimana rasanya?"


" Kenapa kamu tega mendorong aku!"


" Karena saya tidak suka di sentuh sama barang bekas"


" Apa tidak ada kesempatan untuk aku lagi?"


" Tidak!"


Clara kaget mendengar ucapan kekasihnya. Ia tidak menyangka kalau Kenan sudah tidak mencintainya lagi. Tapi ia tidak akan menyerah begitu saja.


" Silakan keluar dari ruangan saya"


" Aku nggak mau"


" Baiklah kalau kamu maksa"


Kenan menghubungi nomor asistennya. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.


" Tolong bawa satpam ke ruangan gue sekarang!"


Tut.


Kenan memutuskan sambungan teleponnya sebelum asistennya itu protes. Ia menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.


Tak berselang lama, Beni datang dengan membawa beberapa orang satpam. Beni kaget melihat siapa orang yang ingin di usir oleh tuannya.


" Cepat seret sampah itu dari ruangan saya"


" Baik Pak"


" Jangan coba-coba sentuh saya dengan tangan kotor kalian" kata Clara.


Kedua satpam itu tidak peduli. Mereka langsung menarik tangan Clara keluar dari ruangan bos mereka.


" Lepasin gue!"


Clara terus memberontak, melepaskan diri dari satpam. Tapi usahanya sia-sia karena Ia tidak bisa melawan kedua satpam yang bertubuh kekar itu.


To be continue.


Maaf ya teman-teman up nya telat. Karena kondisi Feby lagi nggak Fit.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2