Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Memberi pelajaran


__ADS_3

Di depan mobil Axel sudah berdiri cewek cantik. Siapa lagi kalau bukan Adele. Ya Gadis cantik itu datang lebih cepat, karena tidak ingin ditinggal oleh sahabatnya.


" Lo udah disini?" tanya Alexa saat melihat Adele sudah di depan mobil saudara kembarnya.


" Iya, takut ditinggal"


" Tenang aja, nggak akan ada yang berani ninggalin Lo "


" Benar juga. Selama ada Eca, semuanya bisa teratasi"


" Lo mau ikut gue, atau Axel?"


" Gue ikut sama Lo "


" Ok, buruan pake helmnya"


" Siap bos"


Adele segera memakai helm. Setelah itu dia langsung naik motor sport nan super mewah itu.


" Eca jalan dulu ya Mom, Dad. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan "


Alexa melajukan motornya. Diikuti sama mobil Axel di belakang. Motor dan mobil itu pun melaju meninggalkan mansion mewah itu.


" Yuk sayang, kita jalan. Hari ini biar aku yang antar kamu ke kantor"


" Hari ini aku bawa mobil sendiri By"


" Tumben kamu bawa mobil sendiri?"


" Aku ada urusan ke sekolah Harapan Bangsa"


" Harapan bangsa? bukannya sekolah twins Tunas Bangsa?"


" Iya. Aku ingin bersenang-senang sebentar di sana"


Darren menatap istrinya. Ia yakin pasti istrinya ingin melakukan sesuatu. Tapi ia tidak tau istrinya akan melakukan apa.


" Apa aku boleh ikut?"


" Tentu saja boleh"


" Silakan masuk nyonya" kata Darren sambil membukakan pintu mobil untuk istrinya.


" Terima kasih"


Para bodyguard dibuat iri sama kemesraan pasutri itu. Begitu setiap hari perlakuan lembut tuan mudanya pada istrinya. Dia tidak malu memperlihatkan pada semua penghuni mansion mewah itu.


" Saya dan istri saya pergi dulu. Kalian semua harus jaga mansion ini dengan baik"


" Siap tuan muda"


Salah satu bodyguard menutup pintu mobil, setelah tuan mudanya masuk kedalam mobilnya.


Darren melajukan mobilnya meninggalkan istananya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Suasana jalan raya pagi ini belum begitu ramai. Hanya beberapa mobil dan juga kendaraan umum yang melintas. Sungguh pemandangan yang sangat langka di ibukota J itu.


" Emang mau ngapain ke sekolah Harapan Bangsa?"


" Kan tadi aku juga sudah bilang By"


" Apa ada yang berbuat masalah pada twins?"


" Nggak"


" Lalu?"


" Putra kita ingin membantu temannya"


" Teman?"


" Yaeh, dan kamu tau? temannya seorang gadis"


" What..!"


" Ih, kamu itu ngagetin aja"


" Kamu nggak salah sayang, kalau Axel ingin membantu seorang gadis?"


" Nggak. Dia sendiri yang bilang semalam"

__ADS_1


" Apa gadis itu kekasihnya?"


" Maybe "


" Aku jadi penasaran, seperti apa gadis yang ingin dibantu putra kita"


" Sepertinya kita bisa bertemu dengan gadis itu?"


" Kenapa?"


" Karena dia sudah keluar dari sekolah "


" Keluar?"


" Hhmm"


" Kok bisa?!"


" Untuk itulah kita sekarang ke sekolah gadis itu. Kita akan mencari tau kenapa gadis itu bisa keluar dari sekolah "


" Sepertinya ini akan menarik" kata Darren sambil melirik istrinya.


" Sepertinya begitu"


Mobil milik Darren pun menjadi pusat perhatian semua murid yang ada di sana. Walaupun mereka sering melihat mobil-mobil mewah. Tapi mobil mewah milik Darren sangat berbeda. Mereka yakin, mobil itu pasti sangat mahal.


Darren memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana. Ia membukakan pintu mobil untuk sang istri. Ya Darren memang selalu memperlakukan istrinya bak ratu.


Para murid di SMA Harapan Bangsa kaget melihat siapa orang yang ada di dalam mobil mewah tadi. Siapa yang tidak kenal dengan pasutri itu.


Kiran tidak menyangka kehadiran dirinya dengan suami akan jadi pusat perhatian orang-orang. Padahal mereka tidak memberitahu kedatangan mereka ke sana. Tapi tetap aja pasutri itu menjadi sorotan.


" Daebak! bukankah itu tuan Darren dan nyonya Kiran?"


" Mereka berdua so sweet banget sih"


" Tuan Darren semakin terlihat tampan"


" Nyonya Kiran juga"


" Kira-kira mereka mau ngapain ya kesini?"


" Mungkin mereka mau mendaftarkan anaknya ke sekolah ini?"


" Lo bener"


Kiran tersenyum melihat sekumpulan siswi cewek yang seumuran dengan putrinya. Ia pun menghampiri sekumpulan siswi itu.


" Hallo anak-anak" sapa Kiran sambil membuka kaca mata hitamnya.


Cantik banget. Sungguh membuat semua orang iri.


Darren tersenyum melihat ekspresi kelima siswi itu. Walaupun ini bukan pertama kalinya ia melihat orang-orang yang kagum dengan kecantikan istrinya. Tapi tetap aja membuat ia tersenyum.


" Istri saya sedang menyapa kalian. Kenapa kalian diam saja?" tanya Darren.


Kelima siswi itu saling berpegangan karena takut jatuh melihat hot Daddy itu. Ketampanan seorang Darren memang tak pernah pudar meski sekarang umurnya sudah kepala empat.


" Maaf tuan, nyonya"


" Tidak apa-apa. Apa kalian bisa bantu saya?"


" Bantu apa nyonya?"


" Tolong antarkan kami ke ruang kepala sekolah. Bisa?""


" Bisa" jawab lima siswi itu serentak.


" Terima kasih"


Lima siswi itu langsung mengantarkan Kiran dan juga Darren ke ruang kepala sekolah. Mereka berasa seperti mimpi bisa berjalan dengan pasutri yang fenomenal itu.


" Kalian berlima kelas berapa?"


" Kami kelas satu nyonya" jawab salah satu siswi itu.


" Berarti kalian seumuran dengan anak saya"


" Apa anak nyonya juga bersekolah disini?"


" Tidak. Anak saya bersekolah di SMA Tunas Bangsa"


Tanpa terasa mereka pun sampai di depan ruangan kepala sekolah.

__ADS_1


" Kita sudah sampai tuan, nyonya"


" Terima kasih "


" Sama-sama, kami pamit dulu"


Kelima siswi itu berpamitan dengan Darren dan juga Kiran. Mereka harus segera ke kelas, karena sebentar lagi bel berbunyi.


Tok.


Tok.


Tok.


Ceklek.


Seorang lelaki berumur sekitar 55 tahun keatas muncul dari balik pintu. Ia kaget melihat pasangan terkaya nomor satu di Asia dan Eropa itu berdiri di depan ruangannya. Ia tidak tau apa maksud dan tujuan pasutri itu datang ke sekolah yang dipimpinnya.


Benar apa yang di katakan orang diluar sana. Kalau aura kedua orang yang ada di hadapannya itu sangat kuat dan juga mendominasi.


" Tuan dan nyonya Narendra?"


" Hallo Pak? maaf nama bapak siapa?"


" Saya Muklis, nyonya"


" Pak Muklis"


" Iya nyonya. Selamat datang di SMA Harapan Bangsa, tuan dan nyonya Narendra. Maaf tidak menyambut kedatangan anda dengan baik"


" Tidak apa-apa Pak. Lagipula kami tidak suka ada penyambutan yang berlebih"


" Silakan masuk tuan, nyonya"


Kiran dan suaminya masuk kedalam ruangan kepala sekolah.


" Silakan duduk tuan, nyonya"


Pasutri itu duduk di sofa yang ada di sana. Kiran melihat sekeliling ruangan itu. Di ruangan itu terdapat banyak piala. Semua piala itu di dapat dari memenangkan sebuah lomba.


" Maaf sebelumnya, ada keperluan apa tuan dan nyonya datang kemari?"


" Saya ingin bertemu dengan siswi yang bernama Alisha"


" Alisha?"


" Ya, Alisha. Saya sudah lama tidak bertemu dengan anak saya itu"


Deg.


Kepala sekolah itu kaget mendengar ucapan nyonya Narendra itu. Murid yang sekolah dengan jalur biaya siswa itu ternyata anak orang berkuasa di Asia dan Eropa.


" Ma-maksud nyonya, Alisha itu putri anda?"


" Bukan. Tapi sebentar lagi dia akan jadi putri kami"


Wajah kepala sekolah berubah menjadi pusat. Tubuhnya pun mulai mengeluarkan keringat dingin. Ia tidak menyangka kalau Alisha kenal dengan kedua orang berkuasa itu.


" Bisa tolong panggilkan anaknya Pak?"


" Ma-maaf nyonya, Alisha sudah tidak bersekolah disini lagi"


" Apa maksud anda?!"


" Kemarin dia berkelahi dengan putri donatur sekolah ini nyonya"


" Benarkah?"


" Be-benar nyonya"


" Lalu anda mengeluarkannya dari sekolah ini?"


" Ti-tidak nyonya. Dia sendiri yang ingin keluar dari sekolah ini"


" Panggil anak yang berkelahi dengan Alisha. Saya ingin tau kronologi kejadiannya"


" Ba-baik nyonya, saya akan suruh guru BP memanggilnya"


" Hhhmm"


Kiran merasa kalau kepemimpinan kepala sekolah di SMA Harapan Bangsa ini tidak jujur dan juga adil. Pantas saja anak yang bernama Alisha itu bilang kalau kepemimpinan sekolah itu bobrok.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2