Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
OB Tampan


__ADS_3

Axel bingung melihat kakaknya yang senyum-senyum sendiri. Ia pun menempelkan punggung tangannya ke jidat sang kakak.


" Normal kok"


" Kenapa sih?!"


" Aku lagi periksa otak kamu"


" Emang kenapa dengan otak ku, sampai harus diperiksa segala"


" Siapa tau kamu sakit. Soalnya aku liat kamu senyum-senyum sendiri"


" Emang kalau senyum-senyum sendiri itu tanda orang sakit?"


" Hhhmmm"


" Sok tue kamu. Aku tu senyum-senyum karena ada sesuatu yang lucu"


" Oh iya, emang apa yang lucu sehingga membuat kakakku yang cantik ini senyum-senyum sendiri"


" Ada deh. Axel kepo"


" Kepo dikit nggak apa-apa lha"


" Nggak boleh"


" Pelit amat"


" Biarin. Oh iya, kamu udah rapi kek gitu mau kemana?"


" Mau ke kantor bareng Daddy"


" Kamu jadi magang di kantor Daddy?"


" Iya, selama libur sekolah"


" Bagus itu. Jadi kamu nggak nganggur"


" Hhhmmm"


" Emang Daddy nempatin kamu di bagian apa?"


" Belum tau"


" Kok belum tau"


" Iya. Ini aja pergi ke perusahaan Daddy juga mendadak"


" Nanti biar aku yang usulkan sama Daddy. Pekerjaan apa yang cocok untuk kamu"


" Hhhmm"


" Yuk turun, mommy sama Daddy udah nunggu kita"


Alexa dan Axel turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Karena kedua orang tua mereka sudah menunggu di ruang makan.


" Good morning Mom, Dad"


" Morning sayang"


" Eca mau kemana pagi hari ini?"


" Biasa Daddy, ke toko kue"


" Gimana dengan kue terbarunya?"


" Alhamdulillah banyak yang suka Daddy. Kadang Eca sama yang lain kewalahan karena banyaknya permintaan"


" Alhamdulillah, semoga usahanya selalu lancar ya, sayang"


" Aamiin, makasih Daddy"


Darren bangga sama kedua anaknya. Walaupun Axel belum punya usaha sendiri. Tapi kemampuan putranya dalam berbisnis juga sangat bagus. Bahkan rekan bisnisnya mengakui kemampuan sang putra.


" Axel bilang hari ini dia mau magang di perusahaan Daddy?"


" Iya sayang"


" Tempatkan aja dia bagian OB "


" Nggak masalah buat aku"


" Yakin kamu mau di bagian OB?"

__ADS_1


" Yakin. Lagian aku juga belum pernah mencoba pekerjaan bagian OB"


" Ya udah Dad, tempatkan Axel di bagian OB. Sekalian menguji mental Axel di sana "


" Beneran Axel mau di tempatkan di bagian OB?"


" Mau Dad, sekalian mau coba juga jadi OB"


" Baiklah, Daddy akan tempatkan kamu di bagian OB"


Axel memang tidak ingin di tempatkan di posisi yang tinggi sama Daddy-nya. Karena ia ingin mencoba beberapa pekerjaan yang belum pernah ia kerjakan. Jadi nanti ia tidak terpaku dengan satu bidang pekerjaan saja.


" Oh iya, Daddy denger Kenan lagi ada di negera P, ya?"


" Iya Daddy. Lagi ada kerjaan di sana"


" Karena itu juga kemarin ada yang galon, Dad"


" Mana ada aku galau"


" Bilangnya nggak ada galau, tapi tiap detik liatin ponsel terus"


" Kapan aku liatin ponsel terus?"


" Kemarin lha. Pas kak Ken lagi jalan sama cewek-cewek bule"


Pletak.


Aaawwww..


" Sakit Cha"


" Rasain. Lagian cowok aku nggak akan pernah jalan sama cewek lain. Karena bagi dia tidak ada yang lebih menarik selain aku"


Axel pun yakin kalau calon kakak iparnya tidak akan berbuat hal yang akan menyakiti perasaan saudara kembarnya. Ia bicara seperti itu karena ingin menggoda sang kakak saja.


" Yuk sarapan dulu, ntar telat pergi ke kantornya"


" Ok mommy"


Darren dan keluarga kecilnya pun mulai menyantap sandwich yang sudah ada di hadapan mereka masing-masing. Ya pagi ini mereka sarapannya dengan sandwich. Itu permintaan dari twins.


Selesai sarapan, seperti biasa. Kiran mengantarkan suami dan juga kedua anaknya ke depan mansion. Sekalian dia juga mau pergi ke kantor.


" Aku sama Axel juga berangkat ya sayang"


" Iya, hati-hati di jalan. Semoga hari ini kerjaannya lancar"


" Aamiin. Jalan dulu sayang, assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Kiran melambaikan tangannya saat motor putri dan juga mobil suaminya mulai melaju. Setelah motor anak dan suaminya sudah tidak terlihat lagi. Barulah Kiran masuk kedalam mobilnya. Ia akan pergi ke kantor.


...***...


Darren dan putranya sampai di parkiran kantor. Axel tidak langsung turun dari mobil sang Daddy. Ia melihat situasi di parkiran. Ia tidak ingin ada orang yang melihat dia turun dari mobil Daddy-nya.


" Udah cepat turun, disini sepi"


" Iya Daddy"


" Lagian sebagian karyawan Daddy udah tau kamu anak Daddy"


" Cuma sebagian Dad"


" Ya udah, nanti Daddy bilang ke pihak HRD untuk menempatkan kamu di bagian OB"


" Makasih Daddy"


Darren langsung menghubungi sahabat sekaligus asistennya.


" Hallo Ren"


" Ucap salam dulu Rom"


" Oh iya lupa. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Tolong hubungi pihak HRD untuk menempatkan Axel di bagian OB"


" Wah parah Lo jadi orang tua. Masa anak sendiri disuruh jadi OB"

__ADS_1


" Itu keinginan Axel sendiri. Ya udah jangan banyak protes, segera hubungi pihak HRD"


" Siap bos, tugas segera dilaksanakan"


" Good"


" Lo udah dimana?. Bentar lagi kita mau meeting"


" Gue di parkiran. Ya udah gue tutup dulu telponnya"


Tanpa menunggu jawaban dari seberang sana, Darren langsung memutuskan sambungan teleponnya.


" Daddy udah suruh Om Romy untuk menghubungi pihak HRD. Axel langsung ke sana aja"


" Ok Daddy"


Ayah dan anak itupun berpisah. Darren langsung menuju ruangannya dengan naik lift yang ada di parkiran. Sedangkan Axel masuk kedalam perusahaan.


Axel pun menjadi pusat perhatian para karyawan Daddy-nya. Bagaimana tidak, parasnya yang tampan membuat wanita terpesona.


" Daebak!. Siapa remaja tampan itu?"


" Iya, gue baru pertama kali melihatnya disini"


" Wajahnya mirip dengan CEO"


" Kalian bodoh atau gimana sih?. Dia kan putranya CEO"


" Iya, gue juga pernah liat dia datang bersama CEO. Tapi sekarang kok dia sendiri, ya?"


" Mungkin dia yang gantiin CEO"


" Mungkin, secara kan dia juga pintar bisnis"


" Emang pantas jadi anaknya CEO"


Axel pun menghampiri karyawan resepsionis. Ia ingin menanyakan dimana ruangan HRD. Walaupun ini perusahaan Daddy-nya, Axel tidak tau lokasi setiap divisi di perusahaan itu.


" Permisi mbak"


" Iya Dek. Ada yang bisa kami bantu?"


" Saya mau tanya, ruang HRD dimana, ya"


" Oh mari saya antar kan "


" Terima kasih mbak"


Axel tidak heran kenapa sikap resepsionis di perusahaan Daddy-nya ramah padanya. Mungkin mereka sudah tau siapa dirinya. Tapi ia berharap semua karyawan Daddy-nya ramah pada semua orang.


" Ini Dek ruangan HRD"


" Makasih mbak"


" Sama-sama Dek. Saya permisi dulu"


Karyawan resepsionis pun meninggalkan Axel di depan pintu ruangan HRD. Dia tidak bisa menemani Axel sampai ke dalam.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Axel pun masuk kedalam ruangan HRD. Tampaklah seorang wanita bertubuh lumayan besar.


" Silakan duduk, Den Axel"


" Terima kasih Buk"


" Pak Romy sudah kasih tau saya tadi kalau Den Axel mau bekerja jadi OB"


" Iya Buk"


" Baiklah, mari saya antar kan ke ruangan OB. Di sana nanti Den Axel bisa ganti seragamnya"


" Makasih Buk"


Axel mengikuti manager HRD. Pagi ini ia akan mulai bekerja sebagai OB di perusahaan Daddy-nya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2