
Nando terlihat tampan dengan memakai jas berwarna hitam. Tapi dia heran, kenapa harus memakai pakaian formal. Padahal kan cuma makan malam keluarga saja.
" Wow paman terlihat tampan malam ini" puji Alexa.
" Terima kasih, Eca juga sangat cantik "
" BTW ada acara apa sih paman? ada yang lagi ulang tahun ya?"
" Paman juga nggak tau. Paman cuma dapat informasi kalau kita akan makan malam di hotel malam ini"
" Tapi nggak apa-apa deh. Kebetulan Eca udah lama nggak ke hotel milik Oma"
Tak berselang lama, Kiran dan suaminya datang. Pasutri itu terlihat cantik dan juga tampan.
" Mommy sangat cantik malam ini" puji Twins.
" Terima kasih. Eca dan Axel juga cantik dan tampan" puji balik Kiran.
" Apa sudah siap berangkat?" tanya Darren.
" Sudah Daddy" jawab twins serentak.
Kiran tau adiknya itu tidak bersemangat pergi makan malam. Karena pikirannya masih tertuju pada wanita cantik yang sekarang sedang bersembunyi di hotel.
Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan pujaan hati kamu.
Di depan mansion para sahabat Kiran dan Darren sudah menunggu. Ya mereka akan berangkat bersama-sama. Walaupun mobilnya berbeda.
" Paman, Eca ikut mobil paman ya?"
" Hhhmm"
" Asik"
Alexa segera masuk kedalam mobil mewah milik pamannya. Sedangkan Axel ikut kedua orang tuanya.
Mobil milik Darren melaju meninggalkan mansion. Diikuti sama mobil kedua sahabatnya. Dan terakhir baru mobil Nando.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, mereka pun sampai di hotel milik keluarga Wiguna.
Kedatangan mereka langsung di sambut manajer hotel dan juga para bodyguard.
Beberapa bodyguard membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya. Empat orang bodyguard pergi memarkirkan mobil mewah itu.
" Mari masuk semuanya"
Kiran dan rombongannya masuk kedalam hotel. Mereka akan menuju tempat makan malam yang sudah di siapkan oleh pihak manajer.
" Apa semuanya sudah di siapkan?" tanya Kiran.
" Sudah nona, semuanya sudah kami siapkan sesuai dengan keinginan nona"
" Bagus. Saya tidak ingin ada kesalahan"
" Baik nona"
Mereka pun sampai di ruangan VVIP. Jangan ditanya lagi bentuk ruangannya seperti apa. Karena ruangan itu adalah ruangan terbaik di hotel itu.
Nando mengeyitkan alisnya saat melihat dekorasi ruangan itu. Mereka ke sana kan hanya ingin makan malam. Tapi kenapa ruangan itu banyak bunga.
" Wow! ruangannya bagus banget " kata Alexa.
" Iya, mana banyak kembangnya lagi" kata Adele.
Di ruangan itu ada satu ruang makan. Dan itu khusus untuk Kiran dan para sahabatnya. Dan satu lagi ada meja dengan dua kursi saja di sana.
" Mommy, kenapa cuma meja itu yang ada lilin dan bunganya?" tanya Alexa.
__ADS_1
" Karena itu untuk tamu istimewa kita malam ini"
" Tamu? siapa?" tanya Alexa lagi.
" Nanti Eca juga akan tau. Nan kamu duduk di meja itu ya" kata Kiran.
" Kenapa?"
" Karena kamu yang akan menemani tamu istimewa itu"
" Aku?"
Apa kakak berniat menjodohkan gue?.
" Hhmm"
" Baiklah"
Nando segera menuju kursi yang ada di dekat jendela. Dari jendela itu, ia bisa melihat pemandangan ibu kota pada malam hari. Sungguh sangat indah.
Tidak lama setelah Nando duduk, terdengar suara pintu terbuka. Sontak semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Tampaklah sosok gadis cantik berjalan dengan anggunnya.
Semua orang di ruangan itu kaget melihat siapa yang datang. Tapi tidak dengan Kiran dan suaminya, mereka terlihat biasa saja.
Nando kaget sampai bangkit dari duduknya, saat melihat wanita cantik yang sedang berjalan menuju kearahnya. Wanita itu sangat cantik dengan memakai gaun berwarna hitam.
Lelaki tampan itu sampai mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya.
Setelah memastikan beberapa kali. Wanita yang sedang berjalan itu adalah wanita cantik yang dua hari ini sudah mengabaikan telponnya. Nando langsung memeluk wanita cantik itu.
" Aku nggak lagi mimpikan ini?"
Rania tersenyum mendengar ucapan lelaki tampan yang sudah dua hari ia cuekin itu.
" Ini bukan mimpi"
Rania membalas pelukan lelaki tampan itu. Jujur, ia juga merindukan Nando. Sudah dua hari ia tidak bisa mendengar suara lelaki tampan itu.
" Kamu kemana aja? kenapa setiap kali di telpon kamu nggak pernah menjawab?"
" Aku harus jawab yang mana dulu nih?"
" Nggak usah jawab. Yang penting kamu sudah ada disini sekarang"
" Yakin nih kamu nggak mau tau aku kemana aja dua hari ini"
" Aku udah nggak peduli lagi" kata Nando sambil memeluk wanita cantik itu kembali.
Kiran tersenyum melihat pertemuan sepasang insan manusia itu. Ia tidak menyangka kalau adiknya bisa bucin juga.
" Bagaimana surprise-nya?" tanya Kiran.
Nando melepaskan pelukannya. Kemudian menggenggam tangan wanitanya.
" Apa kakak yang menyiapkan ini semua?"
" Tentu saja, emang kamu pikir siapa lagi"
" Berarti kakak yang menyembunyikan Rania"
" Bukan menyembunyikan. Kakak cuma mau beri sedikit hukuman untuk kamu"
" Hukuman?"
" Hhmm"
" Terima kasih, terima kasih banyak Kak. Karena kakak sudah memberikan surprise yang luar biasa untuk aku"
__ADS_1
Kiran menganggukkan kepalanya.
Nando tidak menyangka kalau kakaknya menyiapkan surprise ini untuknya. Tapi kakaknya tau darimana rumah Rania? secara kan dia nggak pernah memberitahu kakaknya.
" Bagaimana kakak bisa menemukan Rania?"
" Kamu lupa siapa kakak?. Mencari informasi tentang Rania sangat mudah bagi kakak"
Ah iya dia lupa siapa kakaknya itu. Wanita cantik yang punya kekuasaan. Jadi mencari informasi itu seperti itu sangat mudah baginya. Dan sekarang ia tau, pasti kakaknya menyuruh wanitanya untuk tidak menjawab teleponnya.
Alexa menatap wanita cantik yang berada di samping pamannya. Ia seperti pernah melihat wanita, tapi dimana?.
" Eca ingat!"
Semua orang sontak melihat kearah remaja cantik itu.
" Lo kenapa?" tanya Adele.
" Gue ingat dimana pernah melihat wanita cantik itu"
Alexa berjalan menghampiri pamannya.
" Bukankah ini wanita yang berada di kantor paman?"
" Iya. Dia calon Tante kamu"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Wah akhirnya kulkas tiga puluh pintu akan melepas masa lajangnya" kata Alexa sambil menutup mulutnya.
" Eca bilang apa tadi?" tanya Nando.
" Paman sangat serasi dengan Tante cantik ini"
" Tapi paman denger bukan itu yang Eca bilang tadi"
" Paman salah denger kali"
" Sudah-sudah, nanti ngobrolnya kita lanjutkan lagi. Sekarang kita makan malam dulu"
Mereka pun kembali ke kursi mereka masing-masing. Alexa selamat kali ini. Bisa-bisanya tadi ia keceplosan.
Para pelayan pun datang untuk menghidangkan makanan terbaik yang ada di hotel itu. Di sana juga ada menu Nusantara. Karena ibu Rania tidak terbiasa makan makanan western.
Nando tak henti-hentinya memandang wajah cantik wanita yang ada di hadapannya itu. Entah kenapa, malam ini ada yang beda dari penampilan wanita cantik itu.
" You look so beautiful "
Wajah Rania memerah mendengar pujian dari lelaki tampan itu. Ini pertama kalinya Nando memujinya.
" Terima kasih. Kamu juga sangat tampan"
" Malam ini kamulah yang jadi bintangnya"
Ya Rania memang bintang pada malam ini. Dan Nando sangat-sangat bahagia dengan surprise yang diberikan kakaknya.
To be continue.
Nando.
Rania.
__ADS_1
Happy reading 😚😚