Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Jomlo rasa pacaran


__ADS_3

Nando menikmati waktu santainya dengan sang kekasih dan juga keluarganya. Karena besok ia sudah harus kembali bekerja. Jadi dia mempergunakan waktu yang sedikit ini dengan sebaik mungkin.


" Kapan kalian berdua akan menikah?" tanya Darren pada Nando dan Rania.


" Kalau aku terserah Nia aja Kak" jawab Nando.


" Bagaimana dengan kamu Rania? apa kakak saja yang menyiapkan tanggal dan bulannya?" kata Kiran.


" Kakak aja yang nentuin tanggal sama bulannya"


" Baiklah, nanti kakak akan cari dua tanggal yang bagus dan kamu pilih salah satu dari tanggal itu. Gimana?"


" Ok Kak, ntar aku pilih"


" Kalau resepsi pernikahan, kalian berdua mau outdoor atau indoor?"


" Indoor aja Kak" jawab Nando.


" Kalau kamu, Nia?"


" Indoor Kak"


" Temanya mau seperti apa? ala-ala negeri dongeng atau horor mungkin?"


" Jangan horor Kak. Ntar kek pesta pernikahan Kak Serly lagi"


Semua orang yang di sana tertawa mendengar ucapan Nando. Kecuali Rania. Karena wanita itu tidak tau pernikahan Serly seperti apa. Dan seheboh apa.


" Resepsi horor kek gitu seru tau" kata Serly.


" Seru apaan. Bang Doni yang tadinya cool, berubah jadi suster ngesot dan Bang Romy jadi tuyul "


Semua orang di sana tertawa. Mereka teringat kejadian beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat acara resepsi Serly dan Doni. Dimana semua orang berpenampilan aneh.


" Cuma gue yang masih berpenampilan normal" kata Darren.


" Kalau nggak di ancam mana mau gue pake pakaian kek gitu. Mana ancamannya serem banget lagi" kata Romy.


" Ngancem itu emang harus yang serem. Kalau nggak serem, bukan ngancem namanya" kata Nadia.


" Gue kalau diancam dengan yang satu itu, juga nggak akan kuat" kata Darren.


" Karena tersiksanya lama bro. Dan jalan satu-satunya terpaksa harus solo" kata Romy.


Nando dan Rania tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh kakak dan abangnya. Dan ancaman apa yang diberikan oleh kakaknya, hingga abang-abang nya takut dengan ancaman itu.


" Sudah jangan bicara yang aneh-aneh di depan calon manten" kata Kiran.


" Nan, ikut Abang sebentar " kata Darren.


" Ok Bang. Aku ke sana bentar ya?"


" Hhhmm"


Nando mengikuti Abangnya ke gazebo. Ia tidak tau apa yang akan dibicarakan oleh Abangnya. Tapi ia tau pasti ada hal yang penting yang akan dibicarakan abangnya itu.


" Apa kamu sudah siap menikah?" tanya Darren saat mereka sudah sampai di gazebo.


" Sudah Bang"

__ADS_1


" Kalau kamu sudah siap untuk menikah, pasti kamu tau apa saja yang harus kamu persiapkan untuk calon istri kamu"


" Tau Bang. Dan aku sudah mulai menyiapkannya"


" Rania hanya miliki ibunya. Jadi kamu harus minta persetujuan dari ibunya"


" Pasti Bang. Rencananya aku juga mau membawa ibu Rania tinggal bersama kami"


" Itu bagus. Tapi tanyakan pada Rania dan ibunya, mereka berdua ingin tinggal dimana?"


" Baik Bang, nanti aku akan bicarakan ini sama Nia"


" Apa kamu sudah punya mahar?"


" Sudah Bang"


" Bagus. Kamu rencananya mau beli rumah atau mansion?"


" Rencananya mansion Bang. Tapi aku nggak tau dimana beli mansion yang bagus"


" Tenang, Abang punya rekan bisnis yang khusus di bidang properti. Besok kita temui dia, sekalian kita liat mansion mewah miliknya"


" Baik Bang "


" Kalau masalah tempat resepsi biar kakak kamu yang cariin"


" Iya Bang"


" Oh iya, jangan lupa kasih tau ibu panti"


" Pasti Bang. Rencananya aku ntar sore mau ke panti"


" Kakak kamu beberapa hari ini terus memikirkan soal pernikahan kamu. Dia sangat bahagia saat tau kamu sudah punya calon istri. Makanya dia ngajak Abang untuk menculik calon istri kamu"


Nando memeluk suami dari kakaknya itu. Darren membalas pelukan adiknya. Anak kecil yang dulu selalu membuatnya kesal, sebentar lagi akan menikah.


...***...


Kevin mencari keberadaan sang pujaan hati. Rencananya ia ingin makan siang bersama Alexa. Tapi ia tidak melihat gadis cantik itu sedari tadi. Ia juga tidak bisa melihat di layar CCTV.


" Apa kalian melihat Alexa?" tanya Kevin pada salah satu Waitress.


" Nggak tuan muda"


Kevin segera pergi dari dapur. Ia tidak tau harus cari ke mana lagi. Sudah dua tempat yang ia datangi, tapi sang pujaan hati masih tak terlihat.


Kevin tersenyum kala melihat sosok gadis cantik yang ia cari dari tadi. Gadis cantik itu sedang menikmati makan siangnya bersama dengan kedua sahabatnya. Ia segera menghampiri gadis cantik itu.


Ehem.


Ketiga gadis cantik itu segera menoleh kebelakang.


" Kak Kevin" ucap ketiga gadis cantik itu.


" Kaget ya?"


Ketiga gadis cantik itu mengangguk.


" Kalian bertiga ngapain disini?"

__ADS_1


" Makan Kak" jawab Alexa.


" Makan kok nggak ngajak-ngajak sih?"


" Maaf. Lagian kalau kita ngajak kakak malam siang bareng kita, ntar apa kata teman-teman yang lain" kata Alexa.


" Kenapa harus mempedulikan mereka"


" Aku nggak ingin mereka mikir yang macem-macem, karena kakak makan bareng sama kita"


" Nggak akan ada yang berani ngomong macem-macem soal kalian"


" Kakak udah makan siang?"


" Belum. Makanya tadi kakak cari kamu, mau ngajak makan siang bareng"


" Ya udah makan disini aja"


" Apa nggak apa-apa kakak makan siang disini?"


" Nggak apa-apa"


" Ya udah kalau kamu maksa, kakak akan makan disini"


Alexa kaget mendengar ucapan lelaki tampan itu. Entah kapan dia maksa untuk makan siang dengannya. Ia tadi hanya menawarkan, kenapa dibilang maksa oleh Kak Kevin.


" Makan sepiring berdua aja ya" kata Kevin.


Uhuk.. uhuk..


Alisha dan Adele tersedak sama jus jeruk yang baru saja mereka minum. Mereka tidak menyangka kalau Ketos itu akan bermanja-manja dengan sahabat mereka.


Wajah Alexa memerah bak kepiting rebus. Ia tidak tau harus berkata apa. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga.


Kevin tidak menghiraukan kedua sahabat Alexa. Ia dengan santainya makan dengan sendok yang di gunakan sama Alexa tadi.


Mata Alisha dan Adele membulat sempurna. Mereka bahkan mengucek mata untuk memastikan apa yang mereka lihat saat ini nyata atau mimpi.


" Buka mulutnya" kata Kevin sambil mengarahkan sendok berisi makanan ke arah mulut Alexa.


Alexa refleks membuka mulutnya. Kevin segera menyuapi gadis cantik itu.


" OMG! gue nggak lagi mimpi kan ini?" tanya Adele.


" Nggak, ini nyata" kata Kevin.


" Yang jomlo semakin di depan" kata Adele.


Kevin tersenyum mendengar ucapan Adele. Benar apa yang dikatakan Adele, kalau ia dan Alexa masih jomlo. Status hubungan mereka belum jelas.


" Buruan Kak, resmikan hubungannya" kata Alisha.


" Kakak sih mau-mau aja, tapi sahabat kamu belum mau menerima cinta kakak. Bantuin dong bicara sama sahabatnya. Bilang sama sia untuk terima cinta kakak"


" Wah kalau itu kita berdua nggak bisa bantu Kak. Kita hanya bisa mendoakan dan kasih semangat aja. Supaya kakak terus semangat untuk menaklukkan hati Alexa"


" Makasih, semoga hati yang sekeras batu ini cepat hancur. Dan bisa menerima cinta kakak"


Kevin berharap sebelum acara ulang tahunnya nanti, Alexa sudah membalas cintanya. Dan ia akan memperkenalkan Alexa pada orang tuanya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2