
Pagi hari.
Selesai sarapan, Alexa dan Axel berpamitan dengan seluruh keluarga besarnya. Karena mereka akan pergi pekerja. Kalau hari Minggu Alexa dapat shift pagi. Begitu juga dengan Axel.
" Jalan dulu ya semuanya" pamit twins.
" Hati-hati di jalan" kata Clarissa dan Anggun.
" Siap Oma, Grandma"
Alexa melajukan motornya. Di ikuti sama Axel di belakang. Semua keluarga masih belum beranjak dari sana. Setelah motor dan mobil itu menjauh dari pandangan, barulah semua keluarga masuk kedalam mansion.
Axel tidak langsung pergi ke tempat kerja, karena ia akan menjemput kekasihnya terlebih dahulu. Di persimpangan jalan, ia pun berpisah dengan saudara kembarnya.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, ia sampai di depan rumah sang kekasih. Axel tersenyum melihat kekasihnya sudah menunggu di depan rumah.
Alisha masuk kedalam mobil kekasihnya. Tapi sebelumnya, ia berpamitan dengan neneknya. Setelah itu barulah Axel melajukan mobilnya meninggalkan rumah kekasihnya.
" Apa Alexa udah berangkat ke tempat kerja?"
" Udah"
" Dia berangkat sama siapa?"
" Sendiri. Karena Adele diantar sama Farel"
" Kasihan dia pergi sendiri. Besok kalau mau kerja, kamu nggak usah jemput aku ya. Aku berangkat sama Alexa aja"
" Iya. Tapi pulangnya aku jemput ya. Jadi kan adil"
Alisha tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Masa sama saudara kembarnya sendiri dia nggak mau mengalah. Tapi nggak apa-apa biar adil.
Tanpa terasa mobil milik Axel sampai di restoran. Ia berhenti agak jauh dari restoran. Karena sang kekasih tidak ingin orang lain melihat kalau dia turun dari mobil mewah.
" Aku masuk dulu ya"
" Iya. Semangat ya kerjanya"
" Kamu juga harus semangat kerjanya"
" Pasti dong. Ntar pulang kerja aku jemput"
" Hhmm"
" Ya udah masuk gih, aku juga mau jalan"
" Hati-hati dijalan, jangan ngebut"
" Iya Ay "
" Ay?"
" Ayang, panggil sayang aku ke kamu" kata Axel.
Wajah Alisha merona mendengar panggilan Axel untuknya. Ternyata lelaki tampan nan datar itu bisa bersikap sweet. Ah sungguh menggemaskan.
" Ya udah aku masuk dulu"
" Hhhmm"
Alisha segera berlari masuk kedalam restoran. Axel tersenyum melihat kekasihnya berlari ke dalam restoran.
Axel melajukan mobilnya, saat sang kekasihnya sudah menghilang ke dalam restoran. Ia melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya.
__ADS_1
" Alisha"
Mendengar namanya dipanggil, Alisha pun menoleh ke belakang. Ia tersenyum melihat kedua sahabatnya sudah berada di restoran.
" Kalian berdua sudah disini?"
" Udah dong" jawab Alexa.
" Oh iya, tadi gue sama Eca nggak sengaja mendengar obrolan para senior. Mereka bilang, anak Pak manajer mau datang" kata Adele.
" Iya bener. Apa Lo pernah bertemu sama anak manajer, Sha?" tanya Alexa.
" Belum. Selama gue kerja disini, gue belum pernah melihat anak pak manajer"
" Kira-kira anak pak manajer galak nggak ya?" tanya Adele.
" Gue juga nggak tau, mudah-mudahan dia baik deh" kata Alexa.
" Mudah-mudahan deh. Oh iya, kalian berdua udah tau siapa orang yang udah ngerjain kita?" tanya Alisha.
" Belum. Gue merasa kalau yang ngerjain kita itu, kakak senior" kata Alexa.
" Gue juga sepemikiran sama Lo " kata Adele.
" Berarti senior itu nggak suka sama kita" kata Alisha.
" Sudah pasti, karena mereka menargetkan kita. Pasti orangnya yang satu shift sama kita" kata Alexa.
" Berarti kita harus cari tau siapa saja senior yang satu shift dengan kita kemarin" kata Adele.
" Kita cari tau nanti setelah jam istirahat" kata Alexa.
" Setuju " kata Adele dan Alisha.
Ketiga cewek cantik itu pergi ke ruang ganti, untuk memakai baju seragam kerja mereka. Dan mereka bertiga siap untuk bekerja.
...***...
Kevin bersiap untuk pergi ke restoran milik keluarganya. Karena hari ini dia diminta papanya untuk memantau restoran.
" Aku jalan dulu ya, Pa"
" Kamu nggak sarapan dulu?"
" Aku sarapan di restoran aja"
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Hhmm"
Setelah berpamitan, Kevin langsung pergi dari sana. Ia tidak berpamitan dengan mamanya, karena kejadian tadi malam.
" Mama ada masalah sama Kevin?"
" Nggak Pa"
" Lantas kenapa dia nggak berpamitan sama mama?"
" Udah kok Pa tadi di atas"
" Oh"
Mona memang tidak menceritakan soal ia sudah menampar Kevin. Sebab suaminya bisa marah kalau tau ia menampar putranya. Walau bagaimanapun, Kevin adalah putra kesayangan oleh suaminya. Karena dia putra semata wayang.
__ADS_1
Suasana jalan raya pagi ini tidak terlalu ramai sama kendaraan. Mungkin libur kerja, jadi orang-orang banyak yang pergi ke tempat wisata, salah satunya puncak. Jadi kendaraan di ibukota agak berkurang.
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, Kevin sampai di restoran. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Setelah itu ia langsung masuk kedalam restoran.
Para pelayan wanita terpesona melihat ketampanan Kevin. Mereka menyapa dan memberi hormat pada Kevin. Kevin hanya mengangguk membalas sapaan para karyawan papanya itu.
" Daebak! cakep bener tu anak bos"
" Iya. Mana masih muda lagi"
" Kira-kira putranya bos udah punya pacar atau belum ya?"
" Sepertinya sudah. Kalau pun belum, nggak mungkin juga dia akan melirik itik buruk rupa kek kita"
" Bener, apalah daya wajah kita yang pas-pasan dan kurang perawatan ini"
" Sudah-sudah, dari pada menghayal jadi pacarnya anak bos. Mending kita lanjut bekerja"
" Iya. Sebentar lagi pengunjung pasti akan banyak "
Para Waitress itu pun melanjutkan pekerjaan mereka. Karena sebentar lagi pengunjung akan datang. Dan mereka harus segera membersihkan restoran.
Kevin duduk di kursi yang biasa diduduki oleh papanya. Ia mulai memantau para karyawan melalui CCTV. Ya di ruangan itu ia bisa melihat bagaimana kerjaan para karyawan papanya.
Mata Kevin membulat sempurna kala melihat gadis cantik yang sedang membersihkan meja. Senyum pun terukir di bibirnya. Ia pun menghubungi meja kasir, untuk meminta gadis cantik itu mengantarkan sarapan untuknya.
Kevin sengaja menghubungi nomor kasir. Karena posisi gadis cantik itu tidak jauh dari kasir. Jadi petugas kasir tidak susah untuk memanggil Alexa. Ia sangat senang karena sarapan pagi ini ia akan di temani gadis cantik.
Di tempat kasir.
Setelah menerima telepon dari bosnya. Petugas kasir pun mencari Waitress yang bernama ' Alexa'. Ia juga tidak tau kenapa putra bosnya ingin mencari Waitress benar Alexa.
" Permisi. Minta perhatiannya sebentar teman-teman" kata petugas kasir.
Para Waitress yang sedang membersihkan meja langsung menghentikan pekerjaannya. Mereka menoleh kearah petugas kasir.
" Siapa diantara kalian yang bernama Alexa?"
Para Waitress sontak melihat name tag yang ada di seragam mereka. Sedangkan Alisha dan Adele, langsung menoleh kearah sang pemilik nama.
" Saya Kak yang bernama Alexa" kata Alexa.
Semua Waitress senior langsung menoleh kearah Alexa. Diantara mereka ada yang kaget saat melihat siapa Waitress yang bernama Alexa itu.
" Tolong kamu antarkan sarapan ke ruangan manajer" lanjut petugas kasir.
Para Waitress yang tadi sempat bertemu dengan anak manajer langsung kaget. Mereka tidak menyangka kalau Alexa lha yang beruntung untuk bertemu dengan lelaki tampan itu.
" Sa.. Saya Kak?"
" Iya kamu. Segera pergi ke dapur, dan bilang sama koki yang ada di sana untuk membuatkan sarapan untuk anak manajer"
" Baik Kak"
Alexa segera pergi ke dapur untuk memberitahu salah satu koki yang ada di sana. Sedangkan yang lain, melanjutkan pekerjaan mereka membersihkan meja.
To be continue.
Maaf ya teman-teman, kemarin nggak sempat up. Soalnya Feby dalam perjalanan mudik. Mudah-mudahan hari ini bisa up tiga ya.. Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya.
Sayang kalian banyak-banyak... 🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1