Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Keributan


__ADS_3

Karyawan resepsionis itu tidak menyangka ada gadis kecil yang memiliki tingkat kepedean yang tinggi.


" Heh, gadis kecil! Saya kasih tau sama kamu ya?. Di luar sana banyak wanita yang ingin mendekati CEO kami. Tapi nggak ada satu pun yang berhasil mendekatinya. Apalagi kamu yang masih bau kencur. Sana! belajar di rumah. Jangan coba-coba untuk menjadi wanita penggoda"


" Denger ya mbak? saya itu kesini mau nganterin pesanan CEO perusahaan ini. Bukan mau menggodanya. Menurut saya, mbak lha yang pantas disebut wanita penggoda. Liat aja pakaian yang mbak pakai, serba terbuka"


" Kau, kalau ngomong itu di jaga ya!"


" Kenapa? mbak nggak terima dibilang wanita penggoda?"


" Sepertinya orang tua mu tidak bisa mendidik mu. Makanya kau seperti cewek liar"


Mendengar nama ortu nya dibawa-bawa membuat Alexa emosi. Dia tidak akan emosi kalau karyawan itu menghinanya. Namun kalau orang itu sudah membawa nama ortunya, bahkan menghina cara didikan orang tuanya maka dia tidak akan tinggal diam.


Warna bola matanya pun seketika berubah. Ya bola mata Alexa pasti berubah jika orang-orang yang ia sayangi di hina dan juga di sakiti.


" Gawat! bola mata Eca berubah" kata Alisha.


" Nggak apa-apa. Biar wanita itu tau bagaimana cara bicara yang baik pada tamu"


" Lo bener juga. Tapi gue takut Eca membunuh mbak resepsionis itu"


" Lo tenang aja, dia sudah bisa mengontrol kekuatannya. Jadi Lo nggak perlu khawatir" kata Adele.


" Syukurlah, gue takut Eca kenapa-napa"


" Biarkan Eca memberikan pelajaran untuk karyawan sombong itu. Kita cukup jadi penonton aja"


" Benar. Orang seperti itu emang harus dikasih pelajaran"


Alisha dan Adele duduk di kursi tunggu. Mereka akan menyaksikan bagaimana nasib karyawan sombong itu.


Karyawan resepsionis kaget melihat warna bola mata Alexa. Baru kali ini dia melihat warna bola mata seperti itu. Tatapan mata Alexa juga sangat mengintimidasi.


Siapa gadis ini sebenarnya. Kenapa warna bola matanya berubah menyeramkan seperti itu.


" Kau boleh menghina ku. Tapi jangan pernah kau menghina atau meragukan didikan orang tua ku"


Karyawan itu mundur kebelakang karena saking takutnya melihat tatapan Alexa. Di tambah lagi bola matanya juga terlihat menyeramkan.


" Ka.. kamu mau apa?"


" Ck, baru ditatap saja kau sudah takut. Mana sikap sombong dan angkuh mu tadi?!"


Salah satu teman resepsionis itu segera memanggil keamanan. Karena ia tidak ingin terjadi keributan di sana. Dan lagi gadis yang ada di hadapan mereka sekarang bukanlah manusia.


Tak butuh waktu lama. Beberapa lelaki dewasa bertubuh kekar pun datang ke lobi perusahaan. Kehadiran beberapa lelaki itu sontak menyita perhatian karyawan lain yang kebetulan sedang berada di lobi.


" Ada apa tuh rame-rame di sana?"


" Sepertinya ada yang membuat keributan"


" Kita liat yuk, siapa tau bisa kita jadiin story di IG kita"


Para karyawan itu pergi ke tempat kerumunan itu. Mereka ingin melihat apakah ada yang menarik untuk mereka jadikan story' di sosmed nanti.


" Usir gadis kecil ini dari sini, Pak!"


" Baik nona"

__ADS_1


Beberapa lelaki bertubuh kekar itu menghampiri Alexa. Baru saja mau menyentuh tangan gadis cantik itu, tiba-tiba saja kaki mereka terasa lemas. Bagaimana tidak lemas jika ditatap dengan mata yang menyeramkan seperti itu.


" Kenapa Pak? kenapa kalian cuma diam saja, cepat usir gadis itu!"


" Jangan ikut campur kalau kalian tidak ingin celaka" kata Alexa sambil menatap satu persatu orang yang ada di sana.


Ponsel beberapa karyawan yang ingin mengambil video Alexa tadi terjatuh. Karena melihat mata Alexa yang sangat menyeramkan untuk mata seorang manusia.


" Di.. dia bukan manusia"


" Benar! dia iblis"


" Kita pergi saja dari sini daripada nanti kita kena amukannya"


Empat karyawan tadi segera pergi dari sana. Tapi sebelum itu mereka mengambil ponsel mereka yang jatuh tadi. Niat hati mau ngambil video, taunya ponsel mereka yang jadi korban. Mana cicilannya belum lunas lagi.


" Ayo maju Pak!"


" Tapi nona, gadis ini sangat menyeramkan"


" Ck..! percuma padan kalian kekar dan jumlah banyak, kalau menghadapi satu gadis kecil saja kalian tidak mampu!"


Mendengar ucapan karyawan resepsionis itu, membuat para petugas keamanan emosi. Bisa-bisanya wanita itu meragukan kemampuannya.


Sepuluh orang lelaki maju menghadapi Alexa. Walaupun tadi ada rasa takut, tapi mendengar ucapan wanita tadi, mereka jadi semangat untuk membawa Alexa pergi dari kantor.


" Baiklah kalau kalian tidak mau mendengarkan ucapan saya. Jadi jangan salahkan saya. Karena saya sudah memberitahu untuk tidak ikut campur, tapi kalian malah ngeyel"


" Hajar!"


Alexa tersenyum, sudah lama dia tidak olahraga seperti ini. Walaupun sepuluh lelaki itu bukanlah lawan yang tangguh untuknya. Tapi lumayan untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku.


Alexa tersenyum melihat gerakan bar-bar lelaki itu. Ternyata seni bela diri mereka tidak terlalu buruk. Jadi bisalah sedikit bermain-main dengan mereka.


" Wah sepertinya Eca bersenang-senang nih?" kata Adele.


" Kita bantu Eca, yuk"


" Jangan! kalau dalam mode iblis seperti itu tidak ada yang boleh mendekat"


" Baiklah"


" Kita cukup duduk manis disini dan jadi penonton yang baik"


Alisha memang belum pernah melihat Alexa berkelahi dengan sisi iblis. Karena ia tau tidak mudah untuk melihat sahabatnya dalam mode seperti itu. Jadi ia hanya bisa jadi penonton saja.


Satu Serangan pun belum ada yang mengenai Alexa. Bahkan sepuluh orang lelaki bertubuh kekar itu tidak bisa menyentuh kulit Alexa. Sungguh lawan mereka kali ini bukan manusia. Karena kalau manusia pasti mereka bisa menyentuhnya.


" Kalau kemampuan kalian seperti ini, bagaimana kalian bisa mengamankan perusahaan sebesar ini"


" Jangan sombong dulu kau anak kecil. Kita belum mengeluarkan kekuatan kita yang sesungguhnya"


" Tunggu apalagi! keluarkan semua kemampuan kalian"


" Ayo semuanya, kita tunjukkan bagaimana seni beladiri kita yang sesungguhnya. Kita habisi gadis kecil ini"


" Maju"


Alexa senang melihat semangat ke sepuluh lelaki itu. Ia harap permainan ini tidak membosankan. Karena tadi ia belum puas untuk bermain-main.

__ADS_1


Pukulan demi pukulan mereka layangkan pada Alexa. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan tendangan. Tapi tidak ada yang mengenai sasaran.


" Bagaimana bisa kita tidak bisa menyentuh gadis itu!"


" Iya. Dan lagi gadis itu hanya memakai satu tangan untuk melawan kita"


" Ternyata dia memang suhu dari segala suhu. Kita salah memilih lawan"


" Hei! kenapa kalian malah mengobrol " kata Alexa.


Sepuluh lelaki bertubuh kekar itu menyusun rencana. Mereka akan menyergap Alexa dari semua sudut. Jadi gadis itu tidak akan bisa melarikan diri.


Semua rencana mereka sudah terbaca oleh Alexa. Dan rencana mereka itu tidak akan berhasil. Karena cara itu sering dilakukan oleh para penjahat.


Apa mereka semua bodoh. Rencana seperti itu sangat mudah di tebak oleh musuh. Kalau seperti ini cara mereka melawan musuh yang datang, maka mereka akan gagal untuk mengamankan perusahaan.


Alexa sudah bosan main-main dengan sepuluh lelaki itu. Kemampuan mereka tidak ada apa-apanya. Badan aja yang gede, tapi kemampuan mereka nol besar.


" Sekarang giliran saya ya, jadi bersiaplah"


Bug.


Bug.


Bug.


Ke sepuluh lelaki bertubuh kekar itu langsung tumbang. Bagaimana tidak, mereka mendapatkan tendangan dan pukulan. Dan wajah mereka pun tidak luput dari sasaran.


Para karyawan yang ada di sana melongo melihat sepuluh lelaki bertubuh kekar itu terkapar tidak berdaya. Dan yang mengalahkan mereka semua seorang gadis kecil.


" Eca memang hebat!" sorak Adele.


Saat mendengarkan sorakan sahabatnya, bola mata Alexa sedikit demi sedikit berubah kembali ke warna aslinya.


" Sekarang giliran anda"


" Ja.. jangan mendekat! atau saya akan panggil polisi" kata karyawan resepsionis itu.


" Ck, baru saja saya deketin tubuh anda sudah ketakutan seperti itu. Sampai-sampai tubuh anda bergetar. Mana sikap angkuh yang anda perlihatkan di awal tadi?!"


Karyawan resepsionis itu langsung terdiam. Dia tidak tau harus berbicara apa. Karena sekarang dirinya ingin sekali pergi dari sana. Ia tidak ingin jadi korban selanjutnya.


" Makanya jadi orang itu jangan sombong. Baru jadi karyawan resepsionis saja udah sombong!" kata Adele.


" Iya betul. Seharusnya mba menyambut tamu dengan baik dan juga ramah. Ini malah nuduh kita sebagai wanita penggoda"


" Tau! nggak sadar diri!, jelas-jelas pakaiannya yang seperti wanita penggoda. Asal mbak tau, sahabat saya ini bukan orang sembarangan. Kalau saya kasih tau dia siapa? bisa mati berdiri mbak nya"


" Ada ribut-ribut apa ini?!"


Sontak semua orang yang ada di sana menoleh kearah suara. Begitu juga dengan Alexa dan kedua sahabatnya.


To be continue.


Maaf kemarin nggak bisa up, soalnya kesehatan Feby drop lagi. Mudah-mudahan hari ini bisa up 2.


Gomawo untuk kalian yang masih sabar menunggu kelanjutan ceritanya.


Sayang kalian banyak-banyak...😘😘

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2