
Seperti perintah bosnya, anak buah Darren mulai mengikuti Baskoro. Mereka akan menangkap lelaki itu. Berani sekali lelaki tua itu cari masalah dengan bosnya.
" Ikuti tikus itu terus, jangan sampai lepas. Kalau dia lepas, kita bisa di amuk sama bos"
" Baik ketua "
Mobil anak buah Darren berada tidak jauh dari mobil Baskoro. Kalau jarak dekat, mereka akan ketahuan sama lelaki tua itu.
Sampai di jalan yang agak sepi, mobil anak buah Darren segera menyalip mobil Baskoro. Hingga membuat lelaki paruh baya itu merem mendadak mobilnya.
" Sialan!. Siapa yang sudah berani menghentikan mobil saya"
Salah satu anak buah Darren keluar. Ia mengetuk kaca mobil Baskoro. Lelaki tua itu hanya menurunkan kaca mobilnya.
" Keluar!"
" Siapa kamu?!"
" Anda tidak perlu tau siapa saya. Sekarang cepat turun!"
" Saya tidak mau!"
" Jangan sampai saya menggunakan kekerasan pada anda. Mau turun secara sukarela atau saya tarik paksa anda keluar"
Wajah Baskoro seketika menjadi pucat. Siapa lelaki bertubuh kekar ini. Kenapa dia menghalangi jalannya.
" Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik ku?!"
" Nanti anda juga akan tau. Sekarang cepat turun dari mobil!"
Mau nggak mau Baskoro pun turun dari mobilnya. Anak buah Darren langsung membawa lelaki itu masuk kedalam mobil. Dan anak buah yang satu lagi membawa mobil Baskoro.
" Saya mau dibawa kemana ini?!"
" Sssstttt.. jangan berisik. Sekarang anda cukup duduk manis disini"
" Apa kalian mau uang?. Saya akan berikan lebih banyak uang dari orang yang menyuruh kalian"
" Kami tidak butuh uang anda. Karena kami lebih sayang nyawa kami"
Baskoro kaget mendengar jawaban salah satu lelaki bertubuh kekar itu. Ia berpikir siapa yang berani menculiknya. Bahkan para lelaki bertubuh kekar itu menolak uang yang ia berikan.
" Lain kali dipikir dulu kalau ingin berbuat sesuatu"
" Maksud anda apa?"
" Saya rasa anda tau apa maksud saya. Dan sebelum bertindak bodoh, cari tau dulu siapa lawan anda"
Baskoro semakin tidak mengerti apa yang dikatakan sama lelaki bertubuh kekar itu. Namun dia teringat akan seseorang yang ingin dia celakai. Bagaimana mungkin dia tau kalau ia ingin mencelakai putranya.
" Apakah tuan Darren yang menyuruh kalian?"
" Nanti anda juga akan tau, sekarang anda diam dan duduk manis. Kalau tidak saya akan membungkam mulut anda hingga anda tidak bisa bicara lagi"
Baskoro langsung menutup mulutnya. Ia tidak ingin mati ditangan penjahat ini. Dia akan bersabar untuk menunggu siapa yang sudah berani menculiknya.
Salah satu lelaki bertubuh kekar itu menghubungi seseorang. Mungkin dia menghubungi orang yang sudah menyuruhnya.
" Hallo bos, kami sudah berhasil membawa orangnya"
" Bagus!. Bawa dia ke markas"
__ADS_1
" Siap bos"
Baskoro tidak bisa mendengar suara orang yang di telpon itu. Kalau ia bisa denger, mungkin ia akan tau siapa yang sudah berani menculiknya.
Mereka pun sampai di markas king lion. Baskoro takjub melihat bangunan yang ada di depannya. Bangunan itu seperti mansion mewah.
" Ini dimana?"
" Di markas"
" Markas?"
" Ya markas"
" Apa kalian ini mafia?"
" Ya. Lebih tepatnya mafia yang di takuti oleh banyak orang"
Baskoro kaget mendengar jawaban lelaki bertubuh kekar itu. Siapa orang yang sudah menculiknya. Perasaan dia nggak pernah menyinggung mafia.
Anak buah Darren segera membawa masuk Baskoro kedalam markas. Mereka akan menunggu bos mereka datang.
...***...
Darren tersenyum melihat beberapa mobil yang mengikuti mobilnya. Itu pasti penjahat yang di sewa oleh Baskoro.
" Sepertinya musuh sudah masuk perangkap"
" Bagus dong. Jadi kita nggak susah payah untuk mancing mereka"
" Axel mau langsung serang atau gimana?"
" Biar mereka aja yang nyerang duluan aja Daddy"
" Ok daddy"
Axel melajukan mobilnya ke jalan yang agak sepi. Dua mobil dibelakang pun mengikuti mobil Axel.
Seperti dugaan Axel dan Daddy-nya. Di jalan yang sepi, dua mobil yang mengikuti mereka tadi, langsung menyelip.
Beberapa orang penjahat keluar dari dalam mobil. Mereka mengetuk pintu mobil Axel dengan sangat kuat.
" Keluar!"
Axel dengan santainya membuka pintu mobilnya. Sedangkan Darren hanya menunggu di dalam mobil. Kali ini dia akan jadi penonton.
" Kami disini dibayar seseorang untuk memenggal kepala mu!. Jadi serahkan kepala mu secara cuma-cuma pada kami"
" Apa kalian yakin bisa memenggal kepala saya?"
" Wah dia meremehkan kita, bos!"
" Jangan menyesal ya anak kecil. Tapi sebelum kau mati, apa ada pesan terakhir mu?"
" Tidak ada. Dan kenapa kalian yakin sekali kalau kalian bisa memenggal kepala ku"
" Tentu saja. Kau itu hanya anak kecil"
Axel tersenyum mendengar ucapan penjahat itu. " Baiklah kalau kalian bisa menyentuh kepala saya, maka saya akan berikan kepala saya ini secara suka rela"
" Tunggu apalagi, cepat serang anak kecil ink?!"
__ADS_1
Para penjahat itu pun menyerang secara bersamaan. Mereka semua mengeroyok Axel dengan serangan membabi buta.
Axel membalas pukulan yang diberikan para penjahat itu. Remaja tampan itu memberikan tendangan sebanyak dua kali di perut salah satu penjahat itu.
Salah satu penjahat itu tersungkur karena tendangan yang diberikan Axel. Bahkan lelaki itu sampai muntah darat karena ditendang Axel.
Salah satu dari penjahat itu mundur kebelakang. Ia membantu temannya yang sudah terkapar tadi. Ia yakin, pasti tendangan anak kecil itu sangatlah kuat.
Set.
Set.
Hampir saja pisau itu menggores tangan Axel. Ia tidak menyangka kalau salah satu anak buah penjahat itu membawa pisau. Tapi Axel tidak takut sama sekali.
" Apa hanya segitu kemampuan kalian?!"
Axel sengaja memprovokasi para penjahat itu. Dengan begitu mereka akan menyerang secara bersamaan lagi. Dan waktu Axel tidak banyak terbuang.
" Hajar!"
Para penjahat itu kembali menyerang Axel dengan membabi buta. Dengan senang hati Axel menghajar penjahat itu.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Dua penjahat pun tumbang lagi. Sekarang tinggal beberapa penjahat lagi yang harus ditumbangkan oleh Axel.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Tiga orang lagi tersungkur karena perutnya di tinju sama Axel. Sekarang tinggal tujuh penjahat lagi.
" Bagaimana nih bos, teman-teman sudah pada tumbang"
" Jangan takut, serang terus anak kecil itu. Masa kalian kalah sama anak kecil"
Anak buah para penjahat itu saling lirik. Mereka takut melawan Axel. Apalagi setelah melihat teman-temannya terkapar tidak berdaya.
" Kenapa kalian diam. Cepat serang!"
Bos penjahat itu menyerang kembali Axel dengan pisau yang ada ditangannya. Dan anak buah penjahat pun membantu bos mereka.
Satu pun serangan mereka belum ada yang mengenai Axel. Mungkin mereka hanya penjahat amatiran. Apalagi cara mereka menyerang dengan senjata. Tidak terarah. Asal sat set aja.
Darren bisa melihat kemampuan putranya sangat jauh meningkat. Apalagi cara putranya menghindar dari senjata tajam.
" Axel jangan lama-lama. Kita masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan"
" Siap Daddy"
Dengan gerakan memutar Axel menendang semua penjahat itu. Senjata tajam itu pun terlepas dari tangan mereka. Axel pun memberikan pukulan terakhirnya. Semua penjahat itu langsung terkapar.
Axel memang tidak membunuh mereka. Karena ia akan membawa para penjahat itu kepada tuan yang sudah membayar mereka.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚