
Kenan sedang menunggu kedatangan anak buahnya. Ia tidak sabar ingin mendengar laporan dari anak buahnya. Apakah kelinci kecilnya bersenang-senang.
" Lagi nungguin siapa Ken?"
" Nunggu anak buah aku, Bang. Abang baru pulang?"
" Iya, soalnya kerjaan Abang menumpuk di kantor. Apa ada masalah lagi di perusahaan?"
" Nggak Bang. Aku cuma mau mendengar laporan mereka aja. Soalnya tadi mereka lagi menjalankan misi menjaga Alexa"
Arka menggelengkan kepalanya mendengar jawaban adik iparnya. Ia tidak menyangka kalau sang adik ipar akan se-bucin ini sama seorang gadis.
" Apa Alexa tau kalau kamu selalu nyuruh anak buah kamu untuk memantau dia?"
" Tau Bang. Aku cuma nyuruh mereka ngikutin Alexa cuma hari ini. Kemarin-kemarin mah nggak"
" Syukurlah. Karena kalau kamu selalu menyuruh anak buah kamu untuk memantaunya. Nanti dia risih"
" Cuma hari ini kok Bang, aku minta anak buah aku untuk ngikutin dia"
" Kalau kamu masih khawatir sama dia. Kamu kirim anak buah kamu secara diam-diam, jangan sampe ketahuan sama dia"
" Iya Bang"
Kenan memang menugaskan beberapa anak buahnya untuk menjaga Alexa. Walaupun ia tau kalau kelinci kecilnya itu bisa menjaga dirinya. Tapi tetap aja dia merasa khawatir.
" Papa"
" Jagoan papa"
" Papa kok telat pulangnya?"
" Maaf sayang, tadi pekerjaan papa lagi banyak"
" Papa pasti capek ya?"
" Kalau udah melihat Ai, capek papa jadi hilang"
" Bentar ya Pa, Ai ambilkan papa air minum dulu"
" Iya sayang"
Bocah lima tahun itu segera ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk papanya. Arka tersenyum melihat putranya yang berlari menuju dapur.
" Ai udah tambah gede ya Bang?"
" Iya, nggak kerasa. Rasanya baru kemarin dia bisa jalan. Sekarang udah bisa lari"
Tak berselang lama, Aiden kembali dengan membawa segelas air dan juga sepiring kecil buah segar yang udah di potong-potong.
" Ini Pa minum sama buahnya"
" Makasih sayang"
" Sama-sama Papa"
Arka meneguk segelas air putih yang diberikan putranya. Tenggorokannya terasa plong setelah meminum air putih.
" Buahnya untuk Om ya?"
" Nggak!. Ini untuk papa. Tapi kalau Om mau ambil satu"
" Makasih Ai"
__ADS_1
" Hhhmmm"
Kenan hanya menguji keponakannya. Ternyata keponakannya masih peduli padanya. Walaupun cuma dikasih satu potong buah.
" Permisi tuan muda, di luar ada anak buahnya?"
" Suruh masuk aja, Bik"
Setelah dapat izin dari tuan mudanya, bibik pun pamit undur diri.
" Ya udah, Abang ke kamar dulu"
" Ok Bang"
" Ai, yuk ikut papa ke kamar?"
" Ok papa"
Arka dan putranya pun pergi ke kamar. Ia tau kalau adik iparnya mau membicarakan sesuatu dengan anak buahnya. Setelah Arka pergi, anak buah Kenan pun datang.
" Tuan muda"
" Silakan duduk"
Anak buah Kenan pun duduk di sofa yang ada di sana. Seperti dugaan mereka, sofa itu sangat empuk dan nyaman. Beda dengan sofa yang ada di rumah mereka.
" Bagaimana?"
" Para penjahat itu sudah di kirim ke kantor polisi, tuan"
" Ke kantor polisi?"
" Iya, nona muda nggak tega membunuh mereka, karena mereka punya istri dan anak"
" Sudah saya duga dia tidak akan tega membunuhnya. Lalu bagaimana dengan wanita itu?"
" Hukuman apa yang diberikan pada wanita itu?"
" Kalau itu, tuan muda lihat sendiri" kata anak buah Kenan sambil menyerahkan ponsel pada Kenan.
" Kok kamu malah kasih ponsel ke saya?"
" Karena jawaban dari pertanyaan tuan tadi ada di ponsel ini"
Kenan mengambil ponsel yang diberikan anak buahnya. Keningnya berkerut saat melihat ada satu video di ponsel itu.
" Ini video apa?"
" Tuan liat aja. Tapi sebelum tuan memutar videonya, tuan pake headset dulu"
" Kenapa saya harus memakai headset?"
" Biar yang lain nggak dengar"
Kenan tambah penasaran dengan video yang ada di ponsel itu. Apalagi dia harus menggunakan headset.
" Nggak usah"
" Harus tuan"
" Kok kalian maksa?"
" Bukan maksa tuan muda. Ini demi kenyamanan kuping orang-orang di mansion ini"
__ADS_1
Akhirnya Kenan pun mengalah. Ia mengambil headset kemudian di pasangkan ke kupingnya. Kenan segera memutar video yang ada di sana.
Mata Kenan terbelalak saat melihat isi video itu. Di sana terlihat jelas Natalie digilir lima orang lelaki. Dan wanita itu terlihat sangat menikmatinya.
" Video apa yang kalian kasihkan ke saya!"
" Itu hukuman yang diberikan nona muda untuk Natalie"
Kenan tidak menyangka kalau kelinci kecilnya memberikan hukuman seperti itu pada wanita bule itu.
" Sebenarnya nona muda yang akan digilir sama penjahat itu tuan muda"
" Apa..!"
" Iya tuan muda. Wanita itu yang memberi perintah. Nona muda cuma mengabulkan keinginan wanita itu saja"
" Apa para penjahat itu berhasil menyentuh nona muda?"
" Tidak tuan. Mereka sudah takut sama nona muda. Karena sebelum wanita itu datang, nona muda sudah menghajar para penjahat itu"
Kelinci kecilku memang pintar. Besok aku harus memberikannya hadiah.
" Sekarang dimana wanita itu?"
" Kami meninggalkannya di markas penjahat itu tuan"
" Bagus. Besok saya akan memberikan video ini untuk ayah wanita itu. Apa kalian yang membuat video ini?"
" Nggak tuan. Video itu dibuat sama salah satu anak buah penjahat itu. Kami dan nona menunggu diluar"
Syukurlah kalau kelinci kecilku nggak melihat adegan live itu.
" Nona muda juga menanggung biaya hidup istri dan anak bos penjahat. Hingga bos penjahat itu keluar dari penjara"
" Biarkan saja. Nona muda kalian memang seperti itu. Dia memang tidak akan tega kalau menyangkut keluarga"
" Apa ada lagi yang tuan inginkan?. Kalau tidak ada kami mau undur diri dulu"
" Untuk sekarang nggak ada. Kalian boleh istirahat"
" Makasih tuan muda"
Anak buah Kenan pun pamit undur diri. Mereka meninggalkan ponsel bos penjahat tadi.
" Tuan muda, jangan di tonton terus ya videonya"
Setelah mengatakan itu pada tuan mudanya, anak buah Kenan segera mengambil langkah seribu. Karena kalau tidak dia akan dihajar habis-habisan sama tuan mudanya.
...***...
Natalie membuka matanya secara perlahan. Kepalanya terasa sangat pusing. Bukan itu saja, tubuhnya seakan mau remuk. Ia melihat sekelilingnya. Ternyata dirinya ada di tempat para penjahat.
Siapa gadis kecil itu sebenarnya. Kenapa dia seperti iblis berwujud manusia.
Natalie mencoba bangkit dari tempat tidur. Ia tidak menyangka gadis kecil itu jelmaan iblis. Kalau Kenan tau kalau Alexa gadis kecil yang menyeramkan, pasti dia tidak akan mau dengan gadis iblis itu.
Aku harus segera kasih tau Kenan.
Natalie mencari pakaiannya. Ia melihat pakaiannya sudah robek tak berbentuk. Ini semua ulah para penjahat itu. Ia mencari ponselnya, dan menghubungi nomor salah satu pelayannya.
Sambil menunggu pelayannya datang membawakan pakaian untuknya. Natalie menutup tubuhnya dengan selimut. Selimut itu sangat bau. Entah udah berapa hari selimutnya tidak dicuci.
Siapa orang tuan gadis kecil itu?. Kenapa tadi dia bilang kalau keluarganya jauh dibawah keluarga gadis itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚