Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Hancur


__ADS_3

Anderson bergegas menuju ruang kepala sekolah. Setelah mendapatkan telepon dari putri kesayangannya tadi. Ia langsung menuju sekolah Harapan Bangsa.


" Buk Ana"


" Eh, Pak Anderson"


" Kenapa Ibuk berdiri di depan pintu kepala sekolah"


" Kaki saya kesemutan"


" Oh gitu. Apa kepala sekolah ada di dalam?"


" Ada Pak"


" Kalau begitu, saya masuk dulu"


" Silakan Pak"


Tamat sudah keluarga anda tuan Anderson. Karena putri anda mencari lawan yang salah.


Tok..


Tok..


Tok..


" Sepertinya papa kamu sudah datang?. Persilakan dia masuk" kata Kiran.


" Masuk"


Anderson pun masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Anderson juga kaget melihat pasutri yang sedang duduk bersama kepala sekolah.


" Tuan dan nyonya Narendra"


" Hallo tuan Anderson" sapa Kiran.


" Papa kenal sama wanita ini?"


" Bella! jaga ucapan kamu!"


" Kenapa? mereka ini datang kesini mau minta sumbangan, karena aku sudah menyakiti putrinya"


" Apa! kau menyakiti putri dari nyonya Kiran?!"


" Hhhmm"


Plak..


Bella meringis kesakitan karena tamparan dari sang papa. Ini pertama kali papanya menamparnya.


" Kenapa papa menampar aku?!"


" Karena kau sudah keterlaluan"


" Emang aku ngapain? aku melakukan hal yang benar"


" Apa mem-bully teman itu perbuatan yang benar?" tanya Kiran pada Bella.


" Salah dia, kenapa terlahir jadi orang miskin!"

__ADS_1


Anderson kaget mendengar ucapan putrinya. Ia tidak menyangka kalau putrinya akan bicara seperti itu.


" Tidak ada satu orang pun di dunia ini ingin terlahir dari keluarga yang miskin. Bersyukurlah karena kamu terlahir dari keluarga yang berada"


" Sayang, kenapa nggak kamu buat orang tuanya miskin. Supaya dia bisa merasakan bagaimana rasanya hidup miskin" kata Darren.


" Kita sepemikiran By. Rencananya aku memang ingin membuat keluarga Anderson ini menghilang"


" Jangan nyonya! saya mohon jangan lakukan itu pada keluarga saya" kata Anderson sambil berlutut di depan Kiran.


" Papa! kenapa papa berlutut di depan wanita ini!" kata Bella.


" Diam kau! jangan bicara lagi"


" Kau lihat, bagaimana papa mu berlutut di hadapan ku?. Kau tau artinya apa? kedudukan keluarga mu itu jauh di bawahku!"


" Bohong! keluarga ku tidak mungkin dibawah keluarga mu"


" Bella, papa mohon jangan bicara lagi?"


" Wanita ini omong kosong Pa. Mana mungkin keluar kita di bawah dia"


" Kalau kau memang merasa kaya. Pasti kau pernah membaca majalah bisnis, atau melihat berita baik di televisi maupun di sosial media. Karena kalau orang merasa kaya pasti pernah melihat wajah saya dan suami saya"


Bella segera mengambil ponselnya. Ia ingin membuktikan apa yang dikatakan wanita itu. Ia memang jarang membaca majalah bisnis. Ya dia lihat hanyalah majalah fashion.


Bella mengetik nama Kiran di daftar pencarian. Tidak butuh waktu lama, keluarlah semua berita mengenai Kiran dan juga kesuksesan di dunia bisnis.


Brak..


Ponsel Bella terjatuh kala membaca nama keluarga besar Kiran. Ia menatap wanita yang ada di hadapannya itu. Tubuhnya terkulai kelantai.


Bella tidak menjawab, karena ia masih shock dengan apa yang ia lihat dan baca tadi. Ingin rasanya ia menghilang dari sana saat ini juga.


" Sepertinya kamu sudah tau siapa saya?"


" Sudah pasti sayang. Coba saja lihat wajahnya yang sudah pucat seperti bakpao kukus" kata Darren.


" Tuan Anderson, anda tau bagaimana saya. Putri anda sudah menghina dan juga menghina saya. Jadi bersiap-siaplah untuk dimiskinkan"


" Jangan nyonya! saya mohon" kata Anderson sambil memegang kedua kaki Kiran.


" Hei! singkirkan tangan mu dari kaki istriku! kalau tidak, jangan salahkan aku jika tangan mu itu sudah tidak ditempatnya lagi"


Anderson segera melepaskan tangannya dari kaki Kiran. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa ia menyentuh kaki nyonya Narendra itu.


" Kau lihat siapa orang yang berlutut sekarang?" tanya Kiran pada Bella.


Bella hanya bisa tertunduk diam. Ia tidak menyangka sudah menyinggung orang yang berpengaruh di Asia dan Eropa.


" Baiklah tuan Anderson. Saya menarik semua saham saya yang ada di perusahaan anda"


" Tidak! jangan lakukan itu nyonya, saya mohon"


Bella menangis melihat papanya memohon pada orang lain. Biasanya orang lain yang berlutut di hadapan papanya. Sekarang papanya yang melakukan itu.


" Maaf, saya harus melakukannya. Biar putri anda bisa merasakan hidup miskin seperti apa. Dan ini juga bisa jadi pelajaran untuk dia, supaya tidak selalu menghina orang lain"


Kiran segera menghubungi nomor sahabat sekaligus sekretarisnya. Tanpa menunggu lama telpon pun tersambung.

__ADS_1


" Hallo Nad"


" Hallo bos"


" Eksekusi perusahaan Anderson. Tarik semua saham kita dari sana"


" Siap bos"


" Satu lagi, tarik semua karyawannya ke perusahaan kita. Karena mereka tidak bersalah"


" Ok bos"


Sambungan telepon pun berakhir. Kiran menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.


Sebenarnya ia juga tidak ingin melakukan itu. Tapi kalau tidak dikasih pelajaran putri Anderson yang angkuh dan congkak itu tidak akan berubah.


Tubuh Anderson terkulai lemas. Ia tidak menyangka kalau perusahaannya akan bangkrut dalam hitungan detik. Karena nyonya Narendra menarik semua saham miliknya dari perusahaan.


Selama ini saham dan juga suntikan dana dari perusahaan Kiran lha yang sudah menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan. Karena ia tidak bisa membayar hutang ke bank.


Kiran datang menawarkan bantuan. Hingga keluarganya bisa bangkit dari kebangkrutan. Tapi sekarang saham itu sudah di tarik dari perusahaannya. Otomatis perusahaannya sudah tidak bisa berdiri lagi. Seperti rumah yang kehilangan tiang penyangganya.


" Dan anda tuan Muklis"


" Sa-saya nyonya"


" Mulai saat ini anda tidak perlu jadi kepala sekolah SMA Harapan Bangsa lagi. Karena sekolah ini tidak memerlukan kepala sekolah seperti anda"


Muklis hanya bisa menerima nasibnya. Mau melawan pun tak bisa. Karena semua bukti kejahatannya sudah terbongkar. Ia juga tau bagaimana kekuatan dan juga kekuasaan wanita yang ada di hadapannya itu. Semua dewan direksi ada dibawah kekuasaannya. Karena Kiran juga memiliki beberapa persen saham di sekolah itu.


" Muklis, saya minta data dan juga alamat Alisha"


" Baik nyonya"


Muklis segera mengambilkan data Alisha. Setelah itu ia memberikannya pada Kiran.


" Ini nyonya"


Kiran mengambil map yang di serahkan Muklis padanya. Ia menyimpan map itu kedalam tasnya.


" Satu lagi, teman-teman Bella keluarkan dari sekolah ini. Karena bibit seperti itu akan merusak nama sekolah"


Karena urusannya sudah selesai. Kiran memakai kembali kaca mata hitamnya. Pasutri itu pun meninggalkan ruangan itu.


Bugh..


Ana terjatuh tepat di hadapan Kiran. Ia tidak mendengar langkah kaki Kiran saat mendekati pintu. Hingga ia tidak sempat beranjak. Jadi saat Kiran membuka pintu.


" Nyo.. nyonya"


" Lain kali jangan menguping pembicaraan orang lain. Itu tidak baik" kata Kiran.


" Eh"


Kiran tersenyum melihat ekspresi kaget guru BK yang ada di hadapannya itu. Ia dan suaminya berlalu pergi meninggalkan Ana yang masih shock karena ketahuan menguping.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2