
Mobil mewah milik Kenan terus melaju membelah jalan ibu kota. Beruntung pagi itu keadaan jalan tidak begitu padat, jadi mereka tidak perlu berlama-lama di jalan.
" Om beneran nggak nyolong bunga ini?"
" Bener lha. Lagian mana mungkin saya berikan bunga hasil colongan sama cewek cantik kek kamu"
Alexa semakin bingung dengan sikap Kenan. Kenapa lelaki yang terkenal dingin itu berubah menjadi hangat dan romantis seperti saat ini.
" Om nggak lagi sakit, kan?" tanya Alexa sambil memegang jidat Kenan.
" Iya aku lagi sakit, karena mikirin kamu"
" Ya siapa suruh Om mikirin aku?"
Saya mikirin kamu karena saya ada rasa sama kamu.
Kenan nggak tau lagi harus ngomong apa. Gadis cantik yang ada di sampingnya itu benar-benar tidak peka. Apa karena usia mereka terpaut jauh. Sepertinya ia harus berusaha keras lagi.
Alexa fokus kembali pada bunga mawar merah. Ia menghirup aroma wangi bunga mawar merah itu. Bunga mawar itu masih terlihat sangat segar, seperti baru di petik.
" Mending saya yang kamu cium, dari pada bunga"
" Nggak mau. Enakan cium bunga dari pada cium Om"
" Bohong. Bukannya kamu lebih senang cium saya"
" Ngaco. Bukannya Om yang selalu nyosor?"
Kenan tersenyum mendengar ucapan gadis cantik itu. Apa yang dikatakan Alexa memang benar. Emang dia selalu yang mencium gadis tipis nan cantik itu.
" Emang kamu nggak pengen cium saya duluan?"
" Nggak!"
" Yakin?"
" Yakin lha!"
" Kalau saya yang cium duluan gimana?"
Alexa refleks menutup mulutnya dengan buket bunga. Karena ia tau betul betapa gilanya lelaki yang ada disampingnya itu.
Kenan tertawa, se-takut itukah gadis tipis itu dicium olehnya. Padahal diluar sana, banyak cewek mengantre untuk dia cium.
" Kenapa kamu nggak mau saya cium?"
" Ya nggak mau aja. Lagian Om bukan siapa-siapa aku?"
" Oh jadi kalau udah ada hubungan, baru boleh cium kamu, gitu?"
" Emang siapa yang mau punya hubungan sama Om?"
" Kamu lha. Dan asal kamu tau, sekarang ini saya lagi ngejar cinta kamu"
Alexa kaget mendengar ucapan Kenan. Kenapa gunung es itu berniat mengejarnya. Padahal kan banyak cewek diluar sana. Dan lagi usia mereka terpaut jauh.
" Kenapa Om mau mengejar cinta aku?. Dan seperti yang Om bilang, banyak cewek yang mengantre untuk jadi kekasih Om?"
__ADS_1
" Saya nggak mau dengan wanita yang ada di luar sana. Hati saya hanya menginginkan kamu"
" Usia kita terpaut jauh Om"
" Saya tau. Apa menurut kamu, saya terlalu tua untuk bersanding dengan kamu?"
Alexa menatap wajah tampan yang ada di sampingnya. Usia Kenan boleh tua darinya. Tapi wajah Kenan seperti lelaki berusia dua puluh enam tahun. Jika mereka jalan berdua, tidak akan ada masalah.
Beruntung dia punya wajah yang tampan.
" Kenapa kamu diam saja?. Apa saya terlalu tua untuk kamu?"
" Nggak" jawab Alexa sambil menggelengkan kepalanya.
Kenan tersenyum mendengar jawaban Alexa. Secara tidak langsung gadis itu tidak menolaknya.
" Apa saya boleh mengejar kamu?"
" Silakan kalau Om bisa"
" Saya yakin bisa menaklukkan hati kamu"
" Wih percaya diri sekali"
" Tentu saja"
Mobil mewah milik Kenan berhenti di seberang jalan. Karena Alexa minta diturunkan di sana. Ya Alexa tidak ingin ada yang melihatnya turun dari mobil Kenan.
" Yakin nggak mau saya antar sampai ke kelas?"
" Yakin"
Alexa berjalan dengan membawa buket bunga mawar yang diberikan Kenan tadi. Sepanjang jalan, Alexa masih menatap bunga mawar merah itu.
Kenan tersenyum melihat Alexa masih memandang buket bunga yang ia berikan. Saat Kenan akan melajukan mobilnya, Ia melihat dari kaca spion mobilnya ada mobil yang melaju ke arah Alexa.
" Sial!"
Tanpa menunggu lama, Kenan langsung berlari kearah Alexa. " Alexa, awas!"
Brug..
Buket bunga mawar merah itu terbang ke udara. Setelah itu jatuh tepat di samping tubuh lelaki tampan yang sedang memeluk wanitanya.
" Kamu nggak apa-apa?" tanya Kenan sambil memeriksa tubuh Alexa.
" Aku nggak apa-apa. Tapi Om berdarah"
" Ini hanya luka kecil"
Kenan melihat mobil yang menabrak Alexa tadi. Mobil itu berhenti sejenak, dan setelah itu melaju kembali meninggalkan Kenan dan Alexa.
Beruntung Kenan sudah menghafal plat nomor mobil itu, dan segera menghubungi anak buahnya. Ia tidak akan mengampuni orang itu.
Sepertinya orang itu sudah mengetahui suasana di sekolah Alexa. Karena kondisi di depan sekolah itu masih terlihat sepi. Karena jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
" Om, darahnya tambah banyak"
__ADS_1
" Saya nggak apa-apa. Kamu masuk aja, belajar yang rajin"
" Nggak mau! Om terluka!"
Kenan tersenyum karena gadis cantik itu mengkhawatirkan dirinya. Kalau dengan begini akan membuat hubungan dengan gadis cantik itu tambah dekat, nggak masalah dia terluka seperti sekarang ini.
" Hallo bos"
" Saya ingin kalian mencari orang yang menabrak wanita saya"
" Siap bos"
" Tangkap orang itu hidup-hidup, karena saya sendiri yang akan memberikan hukuman kepadanya. Nomor plat mobilnya nanti saya kirim"
" Baik bos"
Kenan mematikan sambungan teleponnya. Ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku jasnya. Beruntung ponselnya itu tidak terhimpit. Jadi dia bisa dengan cepat menghubungi anak buahnya.
Alexa masih memperhatikan darah yang masih mengalir di pelipis lelaki tampan itu. Gadis cantik itu mengambil sapu tangan yang ada di dalam saku roknya. Ia langsung menempelkan sapu tangan itu ke tempat luka.
" Kita harus ke rumah sakit Om!, luka Om harus dijahit"
" Nggak usah. Ini hanya luka kecil"
Kenan merasa kepalanya agak sedikit pusing. Tak berselang lama Kenan tidak sadarkan diri.
" Om!"
Alexa sangat kaget melihat darah keluar dari kepala Kenan. Ia yakin kepala Kenan terluka karena terbentur ke trotoar.
" Om bangun!"
Saat Alexa sedang mencoba membangunkan Kenan. Tiba-tiba ada mobil yang berhenti tidak jauh dari tempatnya. Tak berselang lama keluar seseorang yang dikenal Alexa.
" Om Ben!"
" Tenang nona, kita harus segera bawa tuan ke rumah sakit"
Ya setelah mendapatkan telpon dari anak buahnya. Beni segera menyusul tuan mudanya. Karena betulan dia berada di jalan Cempaka. Makanya dia bisa cepat sampai di sana.
" Kalian bawa mobil bos. Saya akan bawa tuan muda ke rumah sakit"
" Baik bos"
" Saya ikut Om"
" Baik nona"
Alexa segera masuk kedalam mobil Beni. Jujur saat ini dia sangat khawatir dengan keadaan Kenan. Karena gara-gara menyelamatkan dirinya, lelaki tampan itu yang menjadi korban.
" Om Ben. Apa gunung es akan baik-baik saja?"
" Tenang nona, tuan muda baik-baik saja" jawab Beni menenangkan Alexa.
Walaupun sebenarnya ia juga tidak tau bagaimana kondisi tuan mudanya. Mengingat darah yang keluar cukup banyak dari kepala dan pelipisnya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚