Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bertemu untuk yang ketiga kalinya


__ADS_3

Jam sekolah sudah berakhir, semua siswa bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Termasuk kedua gadis cantik yang ada di kelas X.A.


" Kelas sebelah udah pulang belum ya?" tanya Adele pada Alexa.


" Sepertinya udah"


" Kita tunggu mereka di parkiran aja"


" Ok"


Kedua gadis cantik itu keluar dari kelas. Baru sampai di pintu, mereka dikagetkan sama dua sosok makhluk astral. Untung makhluk astral nya tampan.


" Astagfirullah. Kalian berdua bikin kaget aja tau nggak?" kata dua cewek cantik itu.


" Kita nggak pulang bareng ya hari ini?" kata Axel.


" Pasti kalian berdua mau berburu komik lagi" kata Alexa.


" Iya, Eca memang pinter"


" Ck"


" Ya udah, kita berdua cabut dulu ya"


Alexa dan Adele melongo karena ditinggal pergi begitu saja oleh kedua cowok tampan itu. Ternyata kecantikan mereka kalah oleh buku komik.


" Eca"


" Hhmm"


" Apa wajah gue udah nggak cantik lagi?"


Alexa memegang pipi sahabatnya, kemudian ia memalingkan wajah Adele ke kiri dan juga ke kanan.


" Wajah Lo masih cantik, mulus dan juga glow up "


" Lalu kenapa kedua cowok tampan itu ninggalin kita gitu aja?"


" Mungkin wajah kita berdua tidak semenarik komik yang mereka baca"


" Kurang asem banget mereka berdua. Masa kita cantik kek begini di anggurin gitu aja"


" Mungkin selera mereka sebatas komik"


" Awas aja nanti. Kita harus beri mereka berdua pelajaran"


" Pelajaran apa? matematika, biologi, kimia, fisika?"


" Bukan pelajaran itu Eca?"


" Terus apa dong?"


" Pelajaran yang bisa membuat mereka jera "


" Ya kita hajar aja mereka berdua sampai babak belur"


" Jangan! ntar wajah mereka nggak tampan lagi"


" Terus mau kasih pelajaran kek mana?"


" Peluk aja deh"


" Itu bukan bikin mereka berdua jera, tapi ketagihan. Lagian kamu itu belum halal, main peluk aja anak cowok orang. Kalau gue sama Axel boleh-boleh aja"


" Ya elah kan cuma peluk doang"


" Tetap aja nggak boleh. Lagian kamu pikir Axel mau dipeluk-peluk?"


" Gue nggak mau pelukan sama Axel"


" Oh gitu? Lo maunya pelukan ama Farel?"


" Bu-bukan, gue maunya di peluk sama Eca aja"


Alexa menahan tubuh Adele dengan satu tangannya. " Sorry, gue masih normal"

__ADS_1


" Maksud Lo, gue nggak normal gitu?"


" Itu Lo yang bilang, bukan gue"


" Eca mulai meresahkan ya?"


Alexa tidak menghiraukan ucapan sahabatnya itu. Ia berlalu pergi meninggalkan kelasnya. Diikuti sama Adele dibelakang.


" Eca"


Mendengar namanya dipanggil Alexa pun menoleh kearah suara. Ia mengeyitkan alisnya kala tau siapa yang memanggil namanya.


" Kak Rian"


" Mau pulang ya?"


" Hhmm"


" Pulang bareng yuk?"


" Maaf Kak, Aku sama Adele "


" Adele nya mana?"


" Hadir" kata Adele sambil mengangkat tangannya.


" Pulangnya sama apa?"


" Motor"


" Cuaca panas, mending pulangnya naik mobil kakak aja"


" Terus motor aku gimana?" tanya Alexa.


" Motornya tinggal aja di sekolah"


Alexa kaget mendengar ucapan Rian. Walaupun sekolah itu memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Tetap aja dia tidak berani meninggalkan motornya di sana.


" Nggak lha Kak. Ini motor kesayangan aku, jadi mana mungkin aku tinggal"


" Bukan begitu, tapi aku nggak nyaman ninggalin motor aku di sekolah"


Rian memperhatikan motor sport yang terparkir di depan matanya. Ia melihat, tidak ada yang istimewa dari motor sport itu. Bahkan motornya yang ada di rumahnya lebih bagus dan mahal dari motor sport itu.


" Cuma motor sport murah kok. Kalau hilang, nanti kakak ganti"


Alexa tersenyum kecut saat mendengar ucapan Rian. Ia sekarang tau bagaimana sifat asli lelaki yang ada dihadapannya ini. Sudah sombong, angkuh lagi.


Adele kaget mendengar ucapan Rian. Apa lelaki itu beneran orang kaya. Masa motor sport itu dibilang motor sport biasa. Motor itukan dirancang khusus dan hanya ada beberapa unit saja di dunia. Bahkan dibandingkan dengan harga mobil milik lelaki itu, harga motor Alexa jauh lebih mahal. Bahkan harganya, mampu membeli tiga mobil yang di pake Rian sekarang.


" Maaf ya Kak. Mungkin bagi kakak motor aku cuma motor sport biasa. Tapi motor sport yang kakak bilang biasa, itu sangat berharga untuk aku. Karena apa? motor itu adalah hadiah dari opa aku. Jadi kalau hilang, mau diganti dengan motor sebagus dan semahal apapun, itu tidak akan bisa menandingi motor pemberian opa aku. Permisi Kak"


Alexa naik keatas motornya. Kemudian ia menyuruh Adele untuk naik motornya. Setelah Adele duduk dengan nyaman, barulah ia melajukan motornya meninggalkan area parkiran.


Rian hanya bisa menatap kepergian Alexa. Padahal ia berharap bisa mengantarkan gadis cantik itu pulang ke rumahnya. Tapi lagi-lagi dia gagal.


...***...


Axel dan Farel sudah berada di toko buku komik langganan mereka. Setelah memarkirkan mobil, kedua lelaki tampan itu masuk kedalam toko buku.


Suasana siang hari di toko buku itu cukup ramai sama pembeli. Semua pembeli itu sama seperti mereka berdua. Sama-sama pecinta komik.


" Rame "


" Iya, padahal ini bukan hari weekend" kata Axel.


" Apa mungkin mereka juga cari komik yang sama kek kita?"


" Bisa jadi, cepat kita cari duluan. Sebelum kehabisan"


Kedua lelaki tampan itu langsung menuju rak komik yang terbaru. Kalau tidak cepat, bisa-bisa mereka tidak kebagian komik terbaru. Karena peminat komik itu cukup banyak. Jadi siapa capat dia dapat.


Tapi mata Axel menangkap sosok gadis cantik yang beberapa kali ia jumpai. Dan gadis itu sedang kesulitan, dan tidak ada satu orangpun yang membantunya.


" Rel, Lo duluan ke sana. Gue ada urusan sebentar"

__ADS_1


" Axel! Lo mau kemana?"


Axel tidak mendengarkan panggilan sahabatnya itu. Ia terus berjalan menuju tempat gadis yang sedang butuh bantuannya.


" Sini gue bantu" kata Axel sambil mengambil tumpukan buku dari tangan gadis cantik itu.


" Terima kasih"


Gadis itu kaget kala melihat cowok tampan yang membantunya. Ia kenal siapa cowok itu. Dan ini udah ke tiga kalinya mereka bertemu.


" Axel"


" Hai"


" Lo kok bisa ada disini?"


" Gue mau beli komik"


" Lo suka baca komik?"


" Bisa dibilang begitu. Kalau Lo, ngapain ada disini? bawa komik sebanyak ini?"


" Gue kerja disini?"


" Kerja?"


" Hhmm"


Axel menatap gadis cantik itu. Waktu pertama kali dia bertemu dengan gadis cantik itu, bukankah dia memakai seragam sekolah. Tapi kenapa sekarang dia bilang sedang bekerja?.


" Kenapa Lo menatap gue kek gitu?"


" Ah sorry, bukan maksud gue untuk lancang. Tadi Lo bilang bilang lagi kerja, emang Lo nggak sekolah?"


" Udah pulang. Gue kerja setengah hari disini"


" Wah hebat dong"


" Hebat gimana?"


" Ya hebat. Karena Lo bisa cari uang sendiri"


" Ya mau gimana lagi, kalau nggak kerja, gue nggak bisa makan"


Axel kagum dengan sosok gadis cantik yang ada di hadapannya ini. Ia pun teringat sama saudara kembarnya. Ia tidak bisa membayangkan kalau Alexa yang kerja seperti itu. Tapi ia bersyukur bisa dilahirkan dari keluarga yang berada.


" Axel" panggil Alisha sambil mengibaskan tangannya di depan wajah cowok tampan itu.


" Eh i-iya"


" Kenapa bengong? "


" Gue teringat sama saudara gue"


" Emang dia kenapa?"


" Dia baik-baik aja"


" Lalu?"


" Gue teringat betapa bawelnya dia"


" Sepertinya kamu sangat menyayanginya?"


" Sangat!"


" BTW saudara kamu itu cowok apa cewek?"


" Cewek, dan dia sangat cantik dan juga cerewet"


Alisha tersenyum mendengar ucapan Axel. Mendengar cowok tampan itu membicarakan saudaranya. Entah kenapa ia juga ingin punya saudara.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2