Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Rencana Alexa


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kenan dan kedua orang tuanya berpamitan dengan orang tua Alexa.


" Kami pamit dulu ya besan "


" Iya besan, hati-hati di jalan. Kamu mau nginap di sini, Ken?"


" Lain waktu aja deh Mom, soalnya besok Ken mau ke kota Y"


" Baiklah, semoga pekerjaannya lancar"


" Aamiin, makasih doanya Mom"


Setelah berpamitan dengan calon mertuanya, Kenan berpamitan sama kelinci kecilnya. Karena untuk beberapa hari ini mereka tidak akan bertemu.


" Kakak pulang dulu ya sayang"


" Iya, nanti kalau sudah sampai di mansion kasih kabar"


" Pasti sayang. Sayang habis ini langsung tidur, jangan begadang"


" Iya kakak sayang. Emang kapan kakak liat Eca begadang"


" Kemarin, karena nonton Drakor"


" Itu nggak begadang namanya"


" Terus apa?"


" Cuci mata"


" Dasar pecinta Drakor"


" Nggak, Eca cintanya sama kakak"


Wajah Kenan pun bersemu merah mendengar ucapan sang kekasih. Jarang-jarang kekasihnya itu bicara seperti itu.


" Ya udah, kakak pamit pulang dulu "


" Hhhhmmm"


Kenan mengecup kening kelinci kecilnya. Dibalas sama Alexa dengan mencium tangan Kenan. Hal seperti itu memang sudah menjadi biasa bagi sepasang kekasih itu.


" Jalan dulu ya"


" Iya, hati-hati dijalan"


Alexa melambaikan tangannya saat mobil keluarga sang kekasih mulai melaju. Setelah mobil itu menjauh, barulah Alexa dan kedua orang tuanya masuk kedalam mansion.


" Alisha"


" Ya Mom"


" Bisa bicara sebentar?"


" Bisa Mom. Kalian berdua duluan ke atas, gue mau bicara sama mommy dulu"


Alexa dan Adele masuk duluan kedalam lift. Malam ini kedua sahabat Alexa menginap di mansion.


" Duduk disini sayang"


Alisha duduk di samping mommy Alexa.


" Mommy mau tanya sama kamu"


" Iya Mommy"


" Apa Axel sudah pernah melamar kamu?"


" Belum Mom"


" Anak itu, nggak bisa romantis sedikit pun. Maafkan anak mommy ya, dia itu memang kulkas"


Alisha tersenyum mendengar ucapan mommy Kiran.


" Nggak apa-apa Mom. Walaupun Axel tidak pernah melamar Alisha, tapi dia pernah membahas soal pertunangan"


" Benarkah?, lalu kapan kalian akan melaksanakan acara pertunangan?"

__ADS_1


" Nanti Mom, Axel lagi ngumpulin dana. Dia bilang ingin melamar Alisha dengan uangnya sendiri"


Kiran terharu sekaligus bangga dengan putranya itu. Padahal ia dan suaminya akan dengan senang hati melamar Alisha untuknya.


" Apa kamu tidak masalah menunggu Axel?"


" Nggak masalah Mom. Aku justru bangga sama Axel, karena mau melamar aku dengan hasil keringatnya sendiri"


" Makasih karena sudah mau menjadi pasangan anak mommy"


" Nggak Mom, justru Alisha yang minta makasih karena sudah melahirkan putra sebaik dan setampan Axel"


Kiran memeluk calon mantunya itu. Ia sangat bersyukur mempunyai calon mantu seperti Alisha. Gadis baik dan juga sopan.


" Ya udah sekarang kamu istirahat ya, udah malam"


" Iya Mom, Alisha pamit ke atas dulu"


" Iya sayang"


Setelah berpamitan Alisha masuk ke dalam lift. Ia sangat bersyukur karena di terima baik sama keluarga Axel. Bahkan orang tua sang kekasih sangat menyayanginya. Jadi ia bisa merasakan kasih sayang orang tua lagi.


Tok.


Tok.


Tok.


" Siapa?"


" Gue"


" Masuk aja Sha"


Alisha masuk ke dalam kamar sahabatnya. Ia langsung berbaring di samping Adele. Sedangkan Alexa sedang di kamar mandi.


" Tante Kiran ngomong apa?"


" Nggak ngomong apa-apa?"


" Jangan bohong sama kita"


" Ya gue jawab belum"


" Cuma nanya itu doang?"


" Hhmmm"


Saat itu sedang asik mengobrol, tiba-tiba ponsel Alexa berdering.


" Cha, ponsel Lo bunyi"


" Coba liatin telpon dari siapa?"


" Om Roy"


Alexa segera keluar dari kamar mandi. Ia segera menjawab telpon dari salah satu bodyguard Daddy-nya.


" Hallo nona"


" Apa ada kabar terbaru Om?"


" Ada nona, sepertinya wanita itu akan melakukan aksinya dalam waktu dekat ini"


" Apa Om sudah selidiki tentang kelompok mafia itu?"


" Sudah nona, nanti saya kirim kan semua informasi tentang kelompok mafia itu"


" Makasih Om. Terus tingkatkan kewaspadaannya"


" Siap nona"


Sambungan telepon pun berakhir. Alexa meletakkan ponselnya kembali.


" Lo lagi cari informasi tentang siapa, Cha?"


" Manta nya kak Ken, Del"

__ADS_1


" Bukannya wanita itu sudah di kirim ke rumah bordil?"


" Iya, tapi dia berhasil kabur bersama salah satu bos mafia"


" Nggak ada kapok-kapok nya tuh wanita ular"


" Lalu sejak kapan Lo mengintai wanita ular itu?"


" Satu Minggu yang lalu"


" Ajak kita juga ya dalam rencana Lo ?"


" Pasti, kita akan sambut tamu kita dengan baik saat mereka mendarat di sini"


" Pastinya, kita akan kasih karangan bunga yang terbaik"


Ketiga cewek cantik itupun tertawa. Mereka tidak sabar menunggu waktu itu tiba.


" Oh iya Del, gue dapat informasi tentang keluarga mama Lo?"


" Maksud Lo keluarga yang sudah membuang mama gue?"


" Hhmmm"


" Dimana mereka?"


" Mereka masih di kota L"


" Gue pengen banget menemui mereka Cha"


" Kalau udah ketemu Lo mau ngapain?"


" Tentu saja membalaskan dendam mama gue" kata Adele dengan penuh kebencian.


Alexa menepuk pundak sahabatnya itu. Ia tau bagaimana perasaan Adele saat ini. Tapi ia tidak ingin sahabatnya menjadi orang yang jahat dan juga pendendam.


" Sabar, gue tau gimana perasaan lo saat ini. Allah itu maha adil, tanpa Lo balas perbuatan mereka, Allah sudah membalas mereka duluan. Sekarang Tante Lo bekerja di salah satu rumah bordil terkenal di kota L"


" Ternyata karma itu memang nyata adanya. Dulu mereka yang ingin menjual mama gue ke rumah bordil. Tapi sekarang mereka lha yang merangkak ke sana. Sungguh menjijikkan!"


" Tapi gue kasihan sama kakek Lo. Semenjak nenek Lo meninggal, dia hidup di jalanan. Tante Lo nggak mau merawat dia"


Adele kaget mendengar ucapan sahabatnya. Walaupun ia tau kalau kakeknya juga ikut andil saat neneknya mau menjual mamanya ke rumah bordil, tapi mendengar nasibnya sekarang, ia pun tak tega.


" Tapi Lo tenang aja, bodyguard Daddy gue sudah membawa kakek Lo ke rumah panti jompo"


" Makasih Cha, Lo udah mau bantuin kakek gue"


" Sama-sama Del. Gue tau kalau mereka lha keluarga mama Lo, jadi gue nggak bisa mengabaikan kakek Lo "


" Gimana keadaan Tante gue?. Apa dia masih bekerja di sana?"


" Masih, malahan dia banyak mendapatkan pelanggan"


" Lo bisa bantu gue, Cha"


" Selagi gue bisa, akan gue bantu"


" Tolong bawa kakek gue ke sini?"


Alexa kaget sekaligus bahagia mendengar ucapan sahabatnya.


" Ok, gue akan minta bantuan Om Roy untuk membawa kakek Lo kesini"


" Tapi jangan sampai mama gue tau"


" Kenapa?"


" Biarkan ini menjadi surprise untuk dia"


" Baiklah, gue hubungi Om Roy dulu"


" Hhmmm"


Adele akan memberikan surprise pas di acara ulang tahun mamanya nanti. Ia tau kalau mamanya selalu merindukan orang tuanya. Tapi apakah mamanya tau kalau ibunya sudah meninggal. Dan bagaimana caranya ia menyampaikan beritannya pada sang mama.


To be continued.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2