
Mata Alexa menangkap sosok yang sangat ia kenal. Tapi bukankah dia lagi di luar negeri. Lalu kenapa sekarang lelaki tampan itu bisa ada disini?. Apakah dia sedang bermimpi?.
Apa karena gue terlalu merindukannya?. Sampai-sampai gue berpikir dia ada disini.
Alexa menggelengkan kepalanya, agar bayangan Kenan bisa menghilang dari pikirannya.
Kenan tersenyum melihat ekspresi kelinci kecilnya. Wajah cantik yang satu Minggu ini ia rindukan.
" Hallo sayang "
Alexa tersadar, ini bukanlah mimpi. Lelaki tampan itu memang nyata ada disini. Di hadapannya. Ia langsung berdiri dan menghampiri gunung es, yang sudah satu Minggu tidak memberi kabar padanya.
" Apa kamu tidak mau memeluk aku?" tanya Kenan yang melihat kelinci kecilnya hanya diam saja.
" Nggak mau!"
" Apa kamu nggak kangen sama aku?"
" Nggak!. Lagipula om sibuk sama bule-bule di sana"
Kenan tersenyum mendengar jawaban dari Alexa. Apakah sekarang kelinci kecilnya itu sedang cemburu. Sungguh menggemaskan melihat kelinci kecil itu sedang cemburu.
" Peluk dulu dong?"
" Nggak!, malu diliat orang"
" Ngapain mesti malu. Anggap aja mereka semua semut"
" Nggak" jawab Alexa sambil menggelengkan kepalanya.
" Oh iya aku ada surprise lagi untuk kamu"
" Surprise?"
" Hhhmm"
Tak berselang lama, muncullah dua pasang suami istri. Mereka berjalan dengan sangat anggun menghampiri Alexa.
" Mommy, Daddy"
Kiran tersenyum melihat ekspresi kaget putrinya. Pasti putrinya itu kaget melihat dirinya ada di sana.
" Kok mommy sama Daddy bisa ada disini?"
" Kenapa?. Apa mommy tidak boleh melihat acara peresmian toko kue dan juga cafe milik putrinya sendiri?"
" Tentu saja boleh"
" Selamat ya, atas peresmian toko kue dan cafenya?"
" Terima kasih mommy, Daddy"
Orang tua Kenan juga mengucapkan selamat kepada Alexa dan juga kedua sahabatnya. Alexa mempersilakan orang tuanya dan juga orang tua Kenan untuk duduk.
" Perhatian semuanya, saya minta waktunya sebentar" ucap Kenan.
Semua orang di sana pun menghentikan kegiatan mereka. Karena mendengar suara Kenan. Mereka semua fokus menatap lelaki tampan itu.
Kenan menarik nafasnya untuk membuang rasa gugupnya. Dulu waktu dirinya mengutarakan cinta pada Clara tidak segugup ini.
" Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas waktu yang sudah diberikan untuk saya. Hari ini di depan kalian semua saya akan mengutarakan perasaan saya pada seseorang" ucap Kenan sambil melirik Alexa.
__ADS_1
Terdengar suara bisik-bisik dari pengunjung. Mereka penasaran siapakah gadis yang beruntung itu.
" Jujur sebenarnya saya gugup dan juga takut. Takut ditolak"
Pengunjung laki-laki kaget mendengar ucapan Kenan. Mereka tidak menyangka orang setampan Kenan juga takut ditolak. Apa kabar dengan mereka yang tampangnya hanya pas-pasan.
" Hari ini saya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan dan cinta saya pada seorang gadis yang sudah lama saya incer"
Alisha dan Adele melirik Alexa. Sedangkan yang dilirik hanya cuek saja.
" Om Kenan so sweet banget sih" kata Adele.
" Iya, dia berani menyatakan cintanya di depan orang tua Eca" tambah Alisha.
" Lo harus terima cintanya Om Kenan, Cha"
" Kok kalian seneng banget gue jadian sama om gunung es?"
" Ya seneng lha. Apalagi Om Kenan itu tampan, mapan. Pokoknya idaman semua cewek"
Alexa tidak mendengarkan ucapan Adele. Dia sedang fokus mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Kenan.
Kenan berjalan menghampiri meja Alexa. Semua mata para pengunjung mengikuti kemana Kenan pergi.
Lelaki tampan itu menggandeng tangan Alexa ke tengah-tengah para pengunjung. Ia akan melakukan aksinya itu di depan semua orang.
Sekarang mereka sudah berada di tengah-tengah para pengunjung.
" Ben, tolong ambilkan buket dan coklat yang sudah dibeli tadi"
" Siap tuan"
Kenan berjongkok di depan Alexa. Ini kali pertamanya ia melakukan hal seperti ini di depan banyak orang.
" Kelinci kecilku. Eh maksud ku gadis cantik belahan jiwaku. Maukah kamu menerima cinta manusia yang tak sempurna seperti diriku ini. Kalau kamu menerimanya, kamu ambil buket ini. Kalau kamu menolak, kami ambil coklat ini"
Alexa menutup mulutnya karena saking kagetnya. Ia tidak menyangka kalau Kenan benar-benar akan menyatakan cintanya di depan kedua orang tuanya.
" Daebak, ini persis seperti film Drakor yang gue tonton semalam " kata salah satu pengunjung cewek.
" Mana cowok sama ceweknya cantik dan tampan lagi. Benar-benar pasangan yang sangat serasi"
" Ah, jadi pengen ditembak juga"
Kenan masih melihat Alexa masih diam. Pikirannya sudah membayangkan hal yang buruk akan terjadi. Akankah cintanya bertepuk sebelah tangan.
Alexa menatap wajah tampan yang sedang menatapnya juga. Mata mereka pun bertemu, dan saling mengunci. Kedua insan itu bisa sama-sama melihat bayangan mereka di bola mata masing-masing.
Semua orang yang ada di sana ikut tegang. Mereka sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban Alexa. Apakah lelaki tampan dengan sejuta pesona itu akan diterima atau ditolak.
Seulas senyum tipis terbit di bibir Kenan. Bagaimana tidak, kelinci kecilnya itu mengambil buket bunga. Itu berarti gadis cantik itu menerima cintanya.
" Kamu yakin mengambil buket bunga itu?"
" Hhhhmmm"
Kenan langsung memeluk Alexa. Diiringi sama tepuk tangan semua orang yang ada di sana.
" So sweet banget sih mereka berdua" kata salah satu pengunjung.
" Iya, bikin semua orang iri"
__ADS_1
" Kapan bisa di tembak dengan cara seperti ini juga"
Kedua orang tua Kenan juga sangat bahagia. Akhirnya bujang lapuk itu laku juga. Dan yang paling istimewa, mereka akan mendapatkan calon mantu yang sangat cantik dari keluarga yang baik juga tentunya.
" Akhirnya saudara kembar gue naik status juga" kata Axel.
" Iya, cara nembak nya romantis lagi" kata Alisha.
" Nggak kayak gue, yang ditembak dengan bunga curian" kata Adele.
Axel dan Alisha tertawa mendengar ucapan Adele. Sedangkan Farel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ntar aku tembak dengan cara yang lebih romantis dari ini" kata Farel.
" Udah nggak minat"
" Jadi ngambek nih ceritanya?"
" Nggak juga. Lagian udah jadian juga, masa mau ditembak lagi"
" Makanya Rel, lain kali nembak cewek jangan pake bunga curian"
" Lo jangan kompor dong bro?"
Axel hanya membalas dengan senyuman. Ia kembali mengarahkan pandangannya pada saudara kembarnya. Ia ikut bahagia karena sang kakak diperlukan seperti ratu oleh Kenan.
" Apa sekarang kita udah resmi pacaran?" tanya Kenan lagi.
" Hhhmmm"
Kenan kembali memeluk Alexa. Namun belum sempat tangan meraih tubuh gadis cantik itu. Sang mama sudah lebih dulu menarik kupingnya.
Aawwwww.
" Mama, apa-apaan sih?!"
" Itu hukuman karena kamu sudah berani membohongi mama"
" Emang aku bohongin apa, coba?"
" Kamu bilang kemarin, Alexa sudah jadi pacar kamu. Tapi nyatanya kamu baru jadian sama Alexa"
Mampus gue!. Ingat aja sih mama. Kenapa nggak amnesia mendadak aja sih.
" Aku nggak bohong Ma. Kemarin itu kita emang udah pacaran. Tapi cara nembak nya nggak romantis. Jadi acara nembak nya di ulang lagi sekarang. Iya kan sayang"
Kenapa gunung es itu ngajak aku berbohong?.
" Tuh kan Alexa nggak jawab?"
" Sayang, jawab jangan diam aja. Ntar mama pikir aku bohong beneran"
" Emang Om bohong"
" Kan bohong"
Kenan menghela nafasnya. Kenapa kelinci kecilnya itu susah di ajak kompromi. Ya udah terima nasib aja, di amuk sang mama nanti di mansion.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1